
Author Pov
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Aqila dan Kelvin sampai juga di sekolahnya.
Ya, pagi ini Kelvin memang menggunakan mobil Aqila, lengkap dengan sang pemiliknya.
Setelah memarkirkan mobilnya. Kelvin dan Aqilapun segera turun dan bergegas menuju kelas.
Eitss, jangan berfikir jika mereka berdua akan jalan bersama, bergandengan tangan lalu menyusuri koridor berdua. Karena nyatanya Aqila berjalan lebih dulu, lalu barulah Kelvin yang mulai berjalan setelah memastikan Aqila tidak lagi terlihat.
Aqila merasa panik saat sekolahnya sudah terlihat sepi. Bahkan sudah tidak ada lagi siswa yang mengobrol di parkiran atau di teras-teras kelas mereka.
Aqilapun melihat jam di tangannya, memastikan sekali lagi bahwa dirinya belum terlambat.
"gue belum telat kok. Ini bener masih jam 7 kurang 5 menit yang artinya 5 menit lagi bel baru berbunyi." Ucap Aqila dalam lirih.
Aqila berjalan tergesa menuju kelasnya, takut jika dirinya benar-benar terlambat. Namun sesampainya di halaman, Aqila melihat seluruh siswa berkumpul di sana.
"syukur deh, gak jadi telat." Ucap Aqila bersyukur.
Iapun berjalan mendekat ke halaman kemudian menghampiri salah satu siswi dan menanyakan apa penyebab seluruh siswa dikumpulkan.
"misi, ini ada apa kok pada kumpul?" tanya Aqila
"katanya sih mau ada murid baru." Jawab salah satu siswi.
"iya, cucu dari pemilik sekolah katanya." Tambah siswi yang lain.
"owh, thank's ya infonya." Ucap Aqila kemudian berlalu dari hadapan mereka.
Aqilapun melanjutkan langkahnya, kali ini untuk mencari keberadaan ketiga sahabatnya. Ia juga mengedarkan pandangannya ke seluruh halaman sekolah untuk mencari Sindi dan Syila.
"woy." Ucap Aqila yang tentunya mengejutkan Sindi dan Syila.
"eh gila lo. Kalo guejangtungan gimana." Gerutu Sindi
"hahaha. Sejak kapan Sindi jadi lebay kayak gini." Ucap Aqila yang justru tertawa mendengar perkataan Sindi.
"lebay pala lo apa. Gue beneran kaget kalik." Ucap Sindi lagi
"iya iya aduh cayangg, maafin Aqila ya. Tadi sengaja." Ucap Aqila sambil menunjukkan deretan gigi rapinya.
Sedangkan Sindi hanya mendengus kesar mendengar permintaan maaf Aqila yang terdengar sangat tidak serius itu.
"tumben lo baru dateng?" Tanya Syila tiba-tiba
"eh i-iya, tadi gue kesiangan hehe." Ucap Aqila dengan gugup.
"trus lo kemarin kemana?" Tanya Sindi dengan nada kecewanya.
"sory, gue pulang." jawab Aqila lirih
"it's okay Qil, tapi bisalah kabarin kita. Lo tau nggak kita sampe pulang malem karna nyariin lo." Ucap Syila
"sory." Ucap Aqila lagi
"lain kali jangan gitu dong. Kan lo bisa crita sama kita-kita, kalo lo kayak gitu gue serasa gak berguna jadi sahabat tau gak." Ucap Sindi
"iya, janji deh gak bakal gitu lagi." Ucap Aqila persis anak kecil yang berjanji tidak makan permen lagi.
"eh bte ada apaan sih ini?" Tanya Aqila
"katanya sih ada anak baru. Cucunya pemilik sekolah." jawab Sindi
"cakep juga katanya." tambah Syila
"lo mah kalo soal cowok cakep langsung ngeh kayaknya." Timpal Aqila yang membuat Syila mengerucutkan bibirnya.
.
Tidah hanya Aqila, Kelvinpun juga merasa ada yang sedikit berbeda pagi ini. Bukan, bukan karena Aqila, tapi karena para fansnya yang tidak memanggil-manggil namanya pagi ini. Padahal biasanya mereka sudah berteriak histeris saat melihat Kelvin datang.
Kelvinpun kembali berjalan menuju kelasnya. Namun lagi-lagi ia dikejutkan dengan pemandangan yang ada di halaman sekolah.
"owh jadi ini alasan dibalik hilangnya fans gue." Ucap Kelvin dalam hati saat ternyata seluruh siswa sudah berkumpul di halaman sekolah.
Kelvinpun mempercepat langkahnya untuk ikut bergabung di halaman sekolah. Ia juga mencari ketiga sahabatnya yang entah di mana keberadaannya.
"PERHATIAN PERHATIAN! DIMOHON SELURUH SISWA SEGERA MEMBENTUK BARISAN SESUAI KELASNYA KARENA ACARA AKAN SEGERA DIMULAI!"
Suara intruksi itu membuat Kelvin menghentikan langkahnya dan langsung menuju ke barisan teman sekelasnya, lalu ikut masuk ke dalam barisan kelasnya.
Tidak berbeda dengan Aqila dan kedua sahabatnya yang juga segera menghambur ke barisan kelasnya.
Para siswa terlihat tenang dan sangat tertib menunggu instruksi selanjutnya. Biar bagaimanapun mereka paham jika tamu mereka kali ini bukan main-main. Melainkan seorang pemilik SMA Xailucry, sekolah yang mereka tempati.
"DIMOHON SELURUH SISWA UNTUK SEGERA TENANG. KARENA TAMU PENTING KITA SEBENTAR LAGI AKAN DATANG."
Dan benar saja, kurang dari 5 menit setelah pengumuman tersebut, datanglah seorang pria paruh baya bersama seorang remaja seumuran mereka yang tampannya luar biasa.
Hari ini beliau Bapak Wijaya Alexander akan meninjau sekolah yang telah didirikannya selama kurang lebih 35 tahun, sekaligus mengantarkan cucunya untuk ikut bergabung menjadi bagian dari kita semua yaitu menjadi siswa di SMA Xailucry. Demikian waktu dan tempat kami persilahkan kepada Bapak Wijaya Alexander untuk memberikan sambutan, kemudian kepada Gavrin Arega Alexander untuk memperkenalkan diri. Waktu dan tempat kami persilahkan." Ucap sang MC
Pak Wijaya Alexanderpun segera memberi sambutan. Beliau tidak banyak berbicara, namun menyelipkan banyak makna dan nasehat kepada kaum muda tentunya. Kemudian sambutannya diakhiri dengan harapan-harapan agar SMA Xailucry bisa lebih baik ke depannya.
Setelah sambutan dari Bapak Wijaya berakhir. Kini gantilah Gavrin yang akan memperkenalkan dirinya.
Gavrinpun berdiri di tengah halaman menghadap kepada para siswa. Tentu saja hal itu membuat keadaan yang tadinya tenangpun menjadi riuh akibat teriakan kaum hawa yang sudah sangat terpesona akan ketampanan seorang Gavrin.
"ya ampun ganteng banget"
"bakal ada most wanted baru nih"
"aduh bang mukanya dikondisikan dong"
"adek gak kuat nih liatnya"
"wah Kelvin ada saingannya sekarang"
"biasa aja kalik, gantengan juga gue"
"ya ampun calon pacar gue"
"semoga aja sekelas sama gue"
"lebay amat sih orang biasa aja"
"pangeran dari mana sih ini cakep banget"
"***** ini mah pangeran"
Sedangkan Gavrin hanya menanggapi seluruh perkataan tentang dirinya itu dengan menampilkan senyuamnya yang jelas membuat para siswi lebih histeris lagi.
"astagah senyumnya"
"ya ampun manis banget"
"***** gula batu"
"meleleh hati adek bang"
"itu senyum apa pemanis buatan"
Lagi-lagi Gavrin hanya menampilkan senyum manisnya. Kemudian ia melangkah mendekat ke arah mic lalu mulai memperkenalkan diri.
"ehm, sebelumnya selamat pagi. Perkenalkan nama saya Gavrin Arega Alexander. Saya pindahan dari London sebagai siswa kelas 11. Mungkin cukup itu perkenalan dari saya, dan semoga kita dapat berteman baik." Ucap Gavrin dengan sopan dan sangat ramah sehingga lagi-lagi langsung dihadiahi sorak kagum dari kaum hawa.
Setelah perkenalan dari Gavrin, seluruh siswapun segera dibubarkan untuk kembali ke kelas mereka masing- masing kecuali Kelvin.
Karena sebagai ketua osis, Kelvin diberi tugas untuk menemani Gavrin berkeliling SMA Xailucry serta memberi penjelasan tentang letak kelas dan ruangan-ruangan lainnya.
.
"kenalin, gue Gavrin." Ucap Gavrin sambil mengulurkan tangannya pada Kelvin
"Kelvin." Ucap Kelvin dingin
Gavrinpun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Sampai detik ini yang Gavrin ketahui, Kelvin sikapnya dingin dan sangat irit bicara.
Lihat saja, laki-laki itu disuruh menemani Gavrin berkeliling agar bisa menjelaskan ruangan-ruangan yang ada di SMA Xailucry, tapi sampai sekarang ia masih diam tanpa mengatakan apapun pada Gavrin.
Gavrin sendiri juga memilih diam, sepertinya tidal ada gunanya bertanya pada Kelvin.
Merekapun terus berjalan menyusuri sepanjang bangunan besar itu. Hingga mereka akhirnya sampai di depan kelas Aqila, yang kebetulan Aqila sedang keluar dari kelasnya.
Kelvin menatap Aqila sebentar, begitupun dengan Aqila yang juga menatap Kelvin.
Gavrin masih terdiam melihat dua manusia yang saling berinteraksi dengan tatap mata tersebut. Sampai akhirnya gumaman kecil terucap dari bibir Gavrin.
"aqila."
.
.
.
.
.
.
.
Next chapter??
Kasih dulu like and commentnya:)