AQILA

AQILA
4. MOS Pertama



Author pov


Hari ini adalah hari pertama MOS (Masa Orientasi Siswa) untuk Aqila. Ia bergidik ngeri saat melihat penampilannya di depan cermin. Rambutnya diikat menjadi 3 ikatan menggunakan tali rafia warna warni. Ia juga menggunakan caping sebagai penutup kepala yang ia beli kemarin. Tak lupa ID Card yang menggantung di lehernya. Tasnya terbuat dari plastik loreng yang juga ditali menggunakan rafia. Bajunya adalah baju seragam SMP yang semua betnya sudah dilepas. Terakhir ia melihat kakinya menggunakan sandal jepit swallow berwarna biru.


Aqila tertawa terbahak-bahak melihat penampilannya hari ini yang begitu luar biasa.


Setelah dirasa cukup, dan memastikan tidak ada yang tertinggal, Aqilapun memilih untuk berangkat meski waktu masih menunjukkan pukul 06.15. Ia tidak ingin terlambat, karena jika terlambat semenit saja pasti akan kena hukuman. Aqila turun dari kamarnya dan berniat untuk sarapan pagi bersama keluarganya. Namun melihat orang tua dan adiknya yang sedang asyik, akhirnya Aqila memutuskan untuk berangkat dan tidak berpamitan. Bukannya ia tidak sopan, ia hanya tidak ingin mengganggu suasana tersebut. Namun sayang, papanya lebih dulu menyadari kehadirannya.


"naik apa Qil?" tanya papanya


"naik angkut aja pah." jawab Qila, karena Qila memang berniat untuk menaiki angkut saja daripada harus membawa mobil sendiri.


"kamu bawa mobil sendiri aja!" perintah papanya


"tapi pa. . . ." belum sempat Aqila melanjutkan pembicaraannya, mamanya sudah lebih dulu angkat bicara


"bisa gak sih nurut sama orang tua. Udah dikasih enak juga malah nglunjak." ucap sang mama yang membuat hati Aqila mencelos


"ya udah mah pah. Aqila pakek mobil. Aqila berangkat dulu. Assalamu'alaikum." Aqila menyalami tangan kedua orang tuanya lalu menuju garasi untuk mengambil mobil yang sudah 2 minggu ini tak ia pakai.


"pagi non Qila." sapa Pak Pur- satpam di rumah Aqila


"pagi Pak Pur." jawab Aqila ramah


"gak dianter sopir non?" tanya pak Pur


"gak usah pak, Aqila bawa sendiri aja."


"ya sudah kalo gitu hati-hati non."


"iya pak, Qila berangkat dulu ya." ucap Qila lalu segera melajukan mobilnya.


Pukul 06.30 Aqila sudah sampai di sekolahan. Aqila memarkirkan mobilnya lalu turun dam menatap keadaan sekolahnya yang masih sangat sepi. Baru ada beberapa siswa yang datang menggunakan seragam SMA, yang berarti mereka adalah calon kakak kelas Aqila. Mungkin karena waktunya masih terkesan pagi bagi siswa-siswa yang suka berangkat siang jadi belum banyak siswa yang berangkat. Aqilapun memilih pergi ke taman sekolah dan duduk di salah satu bangku taman. Aqila menikmati sejuknya udara pagi, dan semilir angin yang berhembus menerpa dirinya.


Saat melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukuk 06.50, Aqila memutuskan untuk kembali ke halaman sekolah, tempat di mana MOS akan dilaksanakan. Ia mencari keberadaan kedua teman barunya, Sindi dan syila. Cukup lama Aqila mengamati sekitar area halaman sekolah yang juga merupakan lapangan basket tersebut, akhirnya Aqila menemukan Sindi dan Syila yang sedang duduk di pinggir lapangan.


"hayy." sapa Aqila dengan sesikit berteriak hingga membuat kedua temannya terkejut


"gila lo, pagi-pagi udah ngagetin aja." ucap Syila tidak terima


"haha santai sista." jawab Aqila dengan kekehan pelan


"lo baru dateng Qil?" tanya Sindi


"enggak kok, udah dari tadi malah." jawab Aqila


"lha trus dari mana aja lo?" tanya Syila


"gue tadi ke taman, soalnya di sini belum ada orang. Kepagian mungkin." jawab Aqila


"rajin amat dah." ucap Sindi mengakhiri percakapan mereka, karena terdengar suara pengumuman.


"PENGUMUMAN DITUJUKAN KEPADA CALON SISWA BARU SMA XAILUCRY UNTUK SEGERA MERAPAT KE TENGAH LAPANGAN KARENA ACARA MASA ORIENTASI SISWA AKAN SEGERA DIMULAI" begitulah isi pengumuman tersebut.


Seluruh siswa barupun segera berlari menuju ke lapangan dan berbaris dengan rapi. Setelah itu mereka kembali menunggu instruksi selanjutnya dari pembimbing MOS mereka. Sudah hampir 15 menit para siswa baru menunggu di tengah lapangan, namun tak ada instruksi sama sekali. Alhasil mereka memilih duduk dan tak peduli jika harus dihukum bersama-sama. Toh inikan kesalahan panitia. Katanya dimuali tepat pukul 07.00, namun sampai sekarang pukul 07.15 belum juga dimulai.


"baru awal aja udah gak konsisten sama waktu, gimana kelanjutannya."


"kok gak disiplin gini sih."


"katanya sekolah elit."


"udah panas banget lagi."


"serasa pengen kabur aja dah."


Begitulah kira-kira komentar para siswa baru, mereka kecewa atas keterlambatan jadwal yang dibuat oleh panitianya sendiri.


"Eum adik-adik, kalian bisa berdiri karena sebentar lagi acara akan dimulai." ucap salah satu panitia MOS yang nampaknya terlihat sangat gugup.


Sepertinya ada suatu masalah hingga ketidaktepatan waktu ini terjadi.


Para siswapun berdiri dan mendengarkan arahan-arahan selanjutnya dari kakak-kakak pembimbing yang merupakan anggota OSIS SMA Xailucry tersebut.


Sedangkan di lain tempat, Kelvin baru saja mengerjapkan matanya berkali-kali, merasakan sinar mentari yang sudah menembus kaca jendelanya sejak tadi. Ia terbangun dan terbelalak melihat jam di atas mejanya yang sudah menunjukkan pukul 07.15. Ia segera mengumpulkan kesadarannya lalu berjalan menuju kamar mandi dan membiarkan ketiga sahabatnya yang berada di alam bawah sadar mereka. 10 menit kemudian Kelvin keluar dari kamar mandi, namun ketiga sahabatnya belum juga bangun. Kelvin membiarkan mereka dan lebih memilih membenarkan penampilannya. Setelah dirasa rapi, dan seluruh persiapannya sudah selesai, Kelvinpun membangunkan ketiga sahabatnya.


"woeyyy bangunnnn." Kelvin mengoyak yubuh sahabat-sahabatnya, namun nihil. Tak satupun dari mereka yang mau membuka matanya


"jam 7 woeyyyyy." Kelvin kembali berteriak, namun lagi-lagi sahabatnya seakan tuli.


"kebakaran kebakaran. Woey bangun ada kebakaran." teriak Kelvin dengan mengeluarkan suara serta ekspresi paniknya.


"di mana di mana? Ayo lari." jawab Raka histeris sambil berlari keluar dari kamar Kelvin.


Sedangkan Sean dan Radit juga merasa terkejut, namun mereka segera sadar bahwa Kelvin hanya menjahilinya.


"jail amat sih lo. Masih ngantuk gue." ucap Sean males


"bisa-bisanya lo bilang ngantuk. Ini udah jam 7 lebih. Cepet siap-siap atau nanti gue hukum."


Ucap Kelvin dengan smirk jahatnya. Sedangkan di depan pintu terlihat Raka yang berdiri dengan nafas tersenggal-senggal.


"gi-gila lo Vin. Seneng ba-banget ngerjain temen sendiri." ucap Raka terbata karena nafasnya yang belum stabil.


Kelvin hanya menatapnya watados, sedangkan Sean dan Radit sudah tertawa terbahak-bahak.


"gue duluan. Udah setengah 8." ucap Kelvin hendak melangkahkan kaki keluar kamar namun ditahan oleh Raka.


"gak bisa gitu bro. Lo tunggu kita-kita dulu. Baru bisa berangkat." ucap Raka


"enak aja. MOSnya udah dimulai ini." jawab Kelvin


"bukan urusan kita." ucap Raka lagi dengan menampilkan smirk jahatnya lalu mengunci pintu kamar dan membawa kuncinya menuju kamar mandi.


"sial. Bisa jelek nama gue." ucap Kelvin frustasi. Sedangkan Sean dan Radit hanya geleng-geleng kepala, lalu memutuskan untuk cuci muka.


"gue gak usah mandi. Udah ganteng juga." ucap Sean


"gue juga gak usah. Bisa tambah tampan nih muka gue kalo mandi." tambah Radit


"santai bro. Yuk berangkat." Sean menatap kedua sahabatnya dengan tatapan penuh arti. Ia berniat mengerjai Raka, dengan meninggalkannya dan berangkat lebih dulu.


"kuy lah." merekapun turun lewat jendela kamar Kelvin, di sana sudah ada tangga khusus yang menghubungkan garasi mobil dengan balkon kamar Kelvin.


Mereka pergi menggunakan mobil Kelvin yang melaju cepat membelah jalanan.


pukul 07.45 Kelvin baru sampai di sekolah, ia yakin akan mendapat amarah dari teman-teman osisnya. Pasalnya semua kegiatan dihandle oleh Kelvin, dan hanya dirinya seorang yang tahu jadwal acara. Sesampainya di tengah lapangan Kelvin bersyukur karena kegiatannya sudah dihandle oleh temannya. Namun ia tetap tak bisa lari dari hukuman yang telah disepakati jika ada panitia MOS yang terlambat datang.


"kamu baru dateng Vin?" tanya Icha yang merupakan sekertaris osis


"iya Cha gue telat. Gimana acaranya?"


"lancar kok, oh ya lo belum perkenalan. Gimana kalo lo kenalan dulu." tawar Icha pada Kelvin


"eum, baiklah." jawab Kelvin kemudian menuju ke depan di mana teman-teman osisnya sedang berkumpul


"sorry gue telat." ucap Kelvin pada teman-temannya.


"iya bro gak apa-apa. Tapi tetep nanti ada hukumannya." ucap salah seorang anggota osis


"tenang, gue tanggung jawab kok." kawab Kelvin


"ya udah Vin, lo kenalan dulu. Tuh anak-anak udah bingung siapa ketua osisnya."


Akhirnya MC acara segera mengatakan bahwa ketua osis yang ditunggu-tunggu sudah datang dan akan memperkenalkan diri. Tepuk tangan siswa baru sudah riuh, mereka tidak sabar ingin melihat wajah sang ketua osis.


Kemudian Kelvin segera melangkah menuju ke arah MC dan meraih pengeras suara yang diberikan padanya.


"cek 1, 2. Selamat pagi semuanya, sebelumnya gue minta maaf karena gue terlambat. Dan di sini gue akan memperkenalkan diri gue. Nama gue Kenandra Kelvin Aditama, kalian bisa panggil gue Kelvin. Di sini gue sebagai Ketua osis sekaligus sebagai tim basket. Em, mungkin itu aja karena gue gak pandai bicara. Terimakasih."


Para siswa riuh seketika, apalagi siswa perempuan yang seakan terhipnotis dengan ketampanan Kelvin. Tak berbeda dengan kedua teman Aqila yang sudah memasang wajah terkagum-kagum.


"gila cakep bener." ucap Syila


"idaman banget deh." tambah Sindi


"kalian nggak pernah liat orang ganteng ya?" tanya Aqila yang membuat kedua temannya menghadap ke arahnya


"halah, bilang aja lo juka suka." timpal Sindi


"ya kan? ya kan?" tambah Syila dengan cengengesan


"ihh, nggak ah biasa aja." Aqila memang tidak bisa memungkiri jika Kelvin memang sangat tampan. Tapi untuk apa juga terlalu memuji, toh Kelvin juga bukan siapa-siapa. Kenal aja juga nggak, pikir Aqila dalam hati.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30, yang artinya ini saatnya istirahat. Aqila dan ketiga temannyapun berniat untuk makan siang di kantin sekolah, karena MOS baru akan dibubarkan setelah jam istirahat selesai.


Sesampainya di kantin, ternyata kantinnya sudah penuh. Mereka kesulitan mendapatkan tempat duduk, sampai akhirnya mereka melihat satu-satunya meja yang masih kosong di pojok kantin. Tanpa berfikir lebih lama merekapun segera menuju ke sana.


"kalian mau pesen apa? biar gue aja yang pesen." ucap Sindi


"em, aku siomai aja sama lemon tea." jawab Aqila


"kalo aku bakso sama es jeruk ya." jawab Syila


"oke siap tuan putri. Pelayan akan segera datang." ucap Sindi dan berlalu dari meja tersebut.


Tak selang lama Sindi sudah kembali dengan membawa nampan di tangannya. Merekapun segera makan karena 15 menit lagi waktu istirahat mereka sudah berakhir. Di sela makan tiba-tiba ada segerombolan laki-laki yang menghampiri mereka. Sindi, Syila, dan Aqilapun menatap ke arah gerombolan tersebut dengan tatapan panik sekaligus takut.


"weiizz anak baru kayaknya gak tau ini meja siapa." ucap salah seorang dari mereka


"kasih tau gih." ucap yang satunya lagi yang membuat Aqila dan kedua temannya saling tatap.


"bukannya dia itu Kelvin ketua osis yang tadi?" gumam mereka dalam hati


"em, maaf kak. Ada apa ya?" tanya Aqila mencoba memberanikan diri.


"ini meja khusus buat kita-kita. Jadi lebih baik lo pergi dari sini karena kita mau makan." ucap salah satu teman Kelvin


Akhirnya merekapun memilih pergi daripada berdebat dan berakhir membuat masalah. Mereka sadar jika mereka masih murid baru dan belum saatnya membalas ucapan kakak kelasnya tersebut.


"ih nyebelin banget sih." ucap Syila menggerutu


"iya nih, mana gue masih laper lagi." tambah Sindi


"gue juga kalik, baru makan dikit." ucap Aqila


"eh, udah hampir jam 12.30 nih, balik ke lapangan yuk." ajak Aqila kepada temannya menyadari bahwa waktu istirahatnya hampir habis.


Sesampainya di lapangan sudah banyak siswa baru yang berkumpul di sana. Mereka berjajar rapi seperti tadi pagi. Aqila dan teman-temannya segera bergabung dan menyesuaikan barisannya. Tak selang lama terdengar suara dari microphone yang berarti acara akan kembali dimulai.


"cek, oke. Berhubung acara MOS hari ini sudah selesai, maka kalian boleh pulang. Dan jangan lupa besok kalian masih dalam Masa Orientasi Siswa, jadi usahakan berangkat pagi agar tidak terlambat dan jangan lupa sarapan karena mungkin kegiatannya akan melelahkan. Saya selaku panitia mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa beosk pagi."


Seluruh siswa barupun segera pulang ke rumah mereka masing-masing. Tak terkecuali Aqila. Ia berjalan menuju parkiran bersama kedua temannya.


"lo mau bareng kita?" tanya Sindi pada Aqila


"eh enggak, gue bawa mobil sendiri kok." jawab Aqila


"tumben banget Qil." ujar Syila


"iya, disuruh bokap soalnya." jawab Aqila jujur


"berati kita nggak pulang bareng dong?" tanya Sindi lagi


"em, lain kali mungkin." jawab Aqila


"oke deh, kalo gitu kita duluan ya. Dadaa Aqila." ucap Ayila


"Daa Sin, Syil." ucap Aqila sambil melambaikan tangannya.


Iapun segera berjalan menuju mobilnya dan berniat segera pulang karena badannya sudah sangat lelah.


Namun sayang, mobilnya belum bisa keluar karena terhadang oleh mobil sport mewah yang entah milik siapa, sehingga Aqila harus menunggu beberapa saat.


Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya mobil tersebut keluar, Aqila membelalakkan matanya melihat sang empu dari mobil tersebut adalah Kelvin. Namun Aqila segera menetralkan raut wajah terkejutnya dan segera mengendarai mobilnya untuk pulang. Ia harus beristirahat dan juga menyiapkan segala keperluannya untuk MOS besok.