
Author Pov
Hari ini kelas Aqila mendapatkan jadwal olahraga pagi. Karena gurunya ada kepentingan mendadak, sehingga jadwal yang sebelumnya siang tersebut berubah menjadi pagi.
"guys, pagi ini kita dapet giliran olahraga pagi ya, soalnya nanti siang gurunya ada keperluan
Cuzz deh kita ganti baju, terus langsung turun ke lapangan ya." Ucap Dio sang ketua kelas
"oke." Jawab siswa kelas X IPA 3 dengan serempak. Merekapun menuju ke loker masing-masing untuk mengambil pakaian olahraganya.
"qil, baju ganti lo di mana?" tanya Sindi
"masih di loker nih, gue ambil dulu ya." jawab Aqila
"gue temenin Qil." Ucap Syila. Pasalnya Sindi dan Syila sudah mengambil baju olahraganya sejak berangkat tadi pagi.
"gak usah, gue bisa sendiri kok. Lo duluan ke lapangan aja." tolak Aqila
"tapi lo beneran gak papa kan Qil?" tanya Sindi memastikan
"ya ampun santai aja kalik." jawan Aqila memastikan
Sindi dan Syilapun bergegas menuju lapangan, sedangkan Aqila berjalan sendirian menuju lokernya.
Sesampainya di loker Aqila segera mengambil seragam olahraganya, ia berniat berganti pakaian di kamar mandi karena di ruang ganti terlihat masih banyak yang mengantri.
*
*
"Ini Aqila ke mana sih? Lama amat." tanya Syila saat menyadari bahwa Aqila belum juga datang.
"iya nih, jangan-jangan dia kenapa-napa lagi." ucap Sindi panik
"prittttttt." Tiba-tiba peluit berbunyi, yang menandakan gurunya sudah datang.
Para siswapun segera berbaris dengan rapi untuk menerima penjelasan materi olahraga hari ini.
"selamat pagi anak-anak." Suara Pak Yudi-Guru Olahraga yang terdengar lantang.
"pagi pak." jawab murid-murid serempak
"baik, sebelum kegiatan pagi ini dimulai. Saya ingin mengabsen kalian terlebih dahulu." Ucap Pak Yudi kemudian mengabsen seluruh muridnya.
"ada yang tahu kemana Aqila?" Tanya Pak Yudi ketika salah satu murid tidak hadir tanpa keterangan.
"tadi masuk kok pak." Jawab Dio si ketua kelas
"wah jangan-jangan bolos lagi." Ucap salah satu siswi bernama Rere
"enak aja. Aqila gak kayak gitu tau." Bantah Sindi membela Aqila
"trus kalo gak bolos kemana coba?" ucap Rere lagi
"tadi dia izin ke loker buat ambil baju ganti pak, tapi setelah itu kami gak tahu dia kemana." jelas Syila
"ya sudah kalau begitu. Biar nanti urusannya sama guru BP. Sekarang kita mulai pemanasan ya, hari ini kegiatan kita berlatih memainkan bola basket." Ucap pak Yudi yang diangguki oleh seluruh murid.
Akhirnya pelajaran olahragapun telah selesai, namun Aqila belum juga menampakkan dirinya.
"Aqila kemana sih?" tanya Sindi cemas
"gue juga gak tau. Di kelas gak ada, di kantin gak ada, di uks juga gak ada." jawab Syila frustasi
"gimana kalo kita tanya ke kaka Kelvin aja, siapa tahu dia tahu di mana Aqila." Ucap Sindi dengan mata berbinar
"bener juga tuh." Syilapun mengangguk setuju. Merekapun berjalan menuju ruang kelas Kelvin.
Sampai di depan ruang kelas Kelvin, Syila dan Sindi mengintip jendela memastikan ada guru yang mengajar atau tidak. Setelah dirasa aman, Syipa dan Sindipun memberanikan diri untuk masuk dan menghampiri meja Kelvin.
"pagi kak." sapa Syila basa-basi
"pagi juga cantik." Balas Raka genit
"ada apa nih cewek-cewek cantik ke sini?" tanya Sean yang langsung paham bahwa kedatangan Sindi dan Syila bukan tanpa alasan.
"em kak, kita mau nanya apa kakak tau di mana Aqila ya?" tanya Sindi to the point
"emang dia kemana?" tanya Raka
"tadi dia masuk kak, trus izin mau ambil baju di loker. Tapi setelah itu dia gak kembali ke lapangan." jelas Syila
"bolos kalik." ucap Kelvin dingin
"Aqila gak mungkin bolos kak, kalaupun dia bolos pasti kita tahu." bela Sindi
"emang kalian udah cari?" tanya Raka
"udah kak, di uks gak ada, di kelas gak ada, di kantin juga gak ada." jawab Syila
"gue gak tau dia di mana." ucap Kelvin tiba-tiba
"eum, ya udah deh kak kalo gitu. Kita mau cari Aqila lagi." Pamit Sindi lalu berjalan keluar kelas bersama Syila
"lo gak berniat nyari Vin?" tanya Radit pada Kelvin
"males." jawab Kelvin dingin
"kalo dia kenapa-napa gimana?" ucap Sean
"cariin gih." tambah Radit, sedangkan Kelvin hanya berdecak kemudian pergi meninggalkan ketiga sahabatnya.
Kelvin terus berjalan menyusuri koridor sekolahnya. Ia merasa malas dengan ketiga sahabatnya yang terus memaksanya mencari Aqila.
Sesampainya di belakang sekolah, Kelvin duduk di bawah pohon besar kemudian mengambil sebatang rokok dari kantongnya. Ia mulai menghisap puntung rokoknya dengan nikmat.
Namun tiba-tiba ada suara orang yang meminta tolong. Awalnya Kelvin acuh, tapi lama-lama teriakan itu semakin jelas. Hingga membuat Kelvin mendekat ke arah gedung tua yang sudah tidak lagi dipakai.
"tolong, tolong."
"tolongin gue, gue mohon. Hiks, hiks."
Kelvin mengernyitkan dahinya sangat dirinya juga mendengar isak tangis bersamaan dengan teriakan minta tolong tersebut.
"tolong. Tolongin gue."
Sesampainya di depan pintu gedung tua tersebut, teriakan itu semakin jelas. Kelvin berusaha membuka pintu namun sayangnya tidak bisa karena sepertinya pintu sengaja dikunci dari luar.
Tidak ada pilihan lain, Kelvinpun segera mendobrak pintu tersebut. Di sana ia melihat sesosok gadis dengan penampilan yang jauh dari kata baik-baik saja.
Kelvinpun menghampiri gadis yang masih setia dengan isak tangisnya tersebut.
"hey." sapa Kelvin lirih
Sedangkan Aqila yang mendengar suara orang datangpun bersyukur dalam hati. Ia membalikkan badannya dan sangat terkejut melihat yang datang ternyata adalah Kelvin.
Sedetik kemudian Aqila kembali pingsan. Kelvinpun juga sangat terkejut saat mengetahui ternyata itu Aqila. Tanpa berfikir panjang, iapun segera membopong tubuh Aqila menuju ke UKS.
*
*
"ya ampun Aqila." ucap Sindi yang langsung memeluk tubuh Aqila.
"kok lo bisa kayak gini sih." tangis Syila saat mengetahui keadaaan sahabatnya.
"gue gak papa kok." ucap Aqila tiba-tiba
Sindi, Syila, dan Kelvinpun langsung melihat je aeah Aqila. Pasalnya tadi gadis itu belum sadarkan diri.
"lo udah siuman?" tanya Syila
"alhamdulillah " ucap Sindi
Merekapun memeluk Aqila sambil menangis.
"kok bisa kayak gini?" tanya Syila
Aqilapun kemudian menceritakan kejadian yang menimpanya tadi pagi
Flasback on
Sesampainya di kamar mandi, Aqila segera mengganti pakaiannya. Ia berhenti sebentar di depan cermin untuk memastikan bahwa dirinya sudah benar-benar rapi. Namun saat akan keluar dari kamar mandi, tiba-tiba ada beberapa siswa perempuan yang menghadangnya.
"misi kak." Ucap Aqila sopan, sedangkan ketiga siswi yang menghadangnya tersebut malah menampilkan senyum miringnya pada Aqila.
"lo anak kelas X yang dengan beraninya menggoda Kelvin kan?" Ucap salah satu orang yang diduga bernama Farah. Karena di bad seragamnya tertulis nama Farah Syabela, dan terpampang bad kelas 11.
"eum, ini ada apa ya kak?" tanya Aqila yang memang belum mengerti ke mana arah pembicaraan ketiga siswi yang merupakan kakak kelasnya tersebut.
"lo gag usah sok polos deh." Ucap siswi lainnya yang bernama Rika sambil mendorong bahu Aqila.
"maksud kakak apa?" tanya Aqila
"gue itu udah lama suka sama Kelvin, dan lo malah rebut dia dari gue." ucap Farah penuh amarah
"tapi aku gak tahu kak." jawab Aqila
"alah gak usah sok deh, dasar cabe." ucap Rika
"kali ini, gue akan kasih lo pelajaran. Sini ikut gue." ucap siswi lainnya yang bernama Andra.
Merekapun menyeret Aqila menuju belakang sekolah. Sedangkan Aqila yang merasa kalah dengan kekuatan ketiga kakak kelasnyapun hanya bisa pasrah
Aqila menatap tak percaya saat kakak kelasnya tersebut ternyata membawanya ke gedung yang sudah tak terpakai di belakang sekolah. Kini Aqilapun mulai panik memikirkan hal yang tidak-tidak.
"ini buat lo yang godain Kelvin." Ucap Farah sambil menjambak rambut Aqila. Sedangkan Rika menahan kedua tangan Aqila agar tidak melawan.
"dan ini buat lo yang berani-beraninya nerima Kelvin." Ucap Andra sambil menumpahkan air bekas cucian piring kotor ke seluruh tubuh Aqila.
Sedangkan Aqila yang sudah tak mempunyai kekuatan untuk melawanpun hanya pasrah dengan perlakuan Farah dan teman-temannya.
"udah guys cukup. Biarin dia di sini." Ucap Farah lalu berjalan keluar diikuti kedua temannya dan mengunci Aqila dari luar.
Aqila yang masih sadar mencoba berteriak dengan sisa-sisa tenaganya. Jika tidak bisa keluar dari sini, bisa dipastikan besok dirinya sudah menjadi mayat.
"tolong, siapapun tolong gue." teriak Aqila
"tolong, gue mohon. Hiks, hiks, hiks." Suara Aqila semakin terdengar parau bersama isak tangisnya.
"tolong gue, tolong, hiks, hiks." ucap Aqila yang kemudian tak sadarkan diri.
Selang beberapa lama, Aqila sadar dari pingsannya. Ia lalu melihat kondisinya masih sama seperti tadi, yang berarti belum ada yang menemukannya. Aqila kembali berteriak berharap ada orang yang lewat dan mendengar suaranya.
"tolong, tolong."
"tolongin gue, gue mohon. Hiks, hiks." Teriak Aqila yang tak lagi bisa menyembunyikan isak tangisnya.
"tolong. Tolongin gue."
Flasback off
"setelah itu gue cuma lihat kak Kelvin dan gue gak sadarkan diri lagi." ucap Aqila di akhir ceritanya
"makasih ya kak, udah nolongin Aqila." ucap Sindi pada Kelvin, sedangkan Kelvin hanya berdehem sebagai jawaban lalu memilih keluar dari ruang UKS tersebut.
"kalian masuk ke kelas aja." Ucap Aqila pada kedua sahabatnya.
"gak mau ah, di sini aja." jawab Syila
"iya, kitakan mau jagain lo Qil." tambah Sindi
"tapi kalian udah 2 jam di sini. Lagian gue baik-baik aja kok." Tolak Aqila. Pasalnya kedua sahabatnya sudah 2 jam menemaninya di UKS dan tidak mengikuti jam pelajaran sama sekali.
"tapi Qil-" ucap Sindi yang langsung dipotong oleh Aqila
"gak ada tapi-tapian. Udah sana." Perintah Aqila yang mau tidak mau langsung dituruti oleh kedua sahabatnya.
"tapi nanti kalo ada apa-apa langsung hubungi gue okay!" ucap Sindi kemudian keluar dari ruang UKS.
Aqila yang kini tinggal seorang diri di UKSpun memilih untuk memejamkan matanya. Biar bagaimanapun ia tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Ia maish sangat syok dengan kejadian tadi pagi. Sehingga ia memilih tidur sambil menunggu jam pelajaran selesai.
Aqila mengerjapkan matanya berkali-kali, ia melihat jam dinding UKS yang ternyata sudah menunjukkan pukul 14.45 yang artinya 15 menit lagi bel pulang sekolah akan berbunyi.
Aqilapun mendudukkan dirinya di ranjang UKS, berusaha menekan sakit di kepalanya yang belum juga reda.
Saat kakinya hampir beranjak di tanah, tiba-tiba pintu UKS terbuka dan menampilkan sosok laki-laki yang saat ini menyandang status sebagai kekasih Aqila.
"kalo belum kuat gak usah sok-sokan." ucap Kelvin ketus saat melihat Aqila berusaha berjalan dengan sempoyogan.
"eh iya kak." ucap Aqila gugup
"makasih ya kak, tadi udah nolongin aku." ucap Aqila sopan
"cuma kebetulan. gak usah kepedean lo." ketus Kelvin kemudian berlalu dari hadapan Aqila.
Aqila hanya bisa menghela nafas lelah dengan perlakuan Kelvin padanya. Tak ingin membuat kepalanya lebih pusing, Aqilapun memilih kembali duduk di ranjang UKS sambil menunggu kedua sahabatnya datang menjemputnya.
"hayy Qil, lo baik-baik aja kan?" tanya Sindi saat memasuki ruang UKS
"nih tas lo udah gue bawain sekalian." tanbah Syila
"em, gue fine kok, btw makasih ya." jawab Aqila dengan senyum tulus
"eh lo bawa mobil sendiri Qil?" tanya Sindi
"iya nih." jawab Aqila
"ya udah gue setirin aja, kebetulan gue sama Syila gak bawa mobil hari ini." tawar Sindi
"emangnya gak ngrepotin?" tanya Aqila
"ya enggak lah, santai aja kalik." jawab Sindi yang diangguki oleh Syila
Merekapun berjalan keluar UKS menuju tempat parkir untuk segera pulang.