
Author pov
Sedangkan di lain tempat, seorang laki-laki berwajah Indonesia-Eropa masih sibuk dengan laptop yang berada di pangkuannya.
Sesekali ia memegangi kepalanya seperti sedang memikirkan sesuatu. Dia adalah Kenandra Kelvin Aditama, seorang most wanted yang menyandang gelar sebagai ketua osis dan ketua tim basket di sekolahnya, SMA Xailucry.
Merasa sedikit penat akhirnya ia memutuskan untuk mengajak ketiga sahabatnya ke cafe yang biasa mereka tongkrongi.
Ia membuka aplikasi whatsappnya kemudian membuka grup yang bertuliskan "the most wanted". Lalu segera mengetikkan pesan kepada para sahabatnya.
Kelvin: kuy exit
Kelvin: woey bales napa
Raka: takut dimarahi mama kalo keluar malem:'
Sean: kayak perawan aja hidup lo
Radit: 2
Kelvin: 3
Kelvin: udah ***** gak usah lebay. Gue tunggu di cafe. 15 menit gak dateng, gue pecat dari anggota most wanted
Raka: yah jangan dong abang, dedek takut jauh dari abang.
Sean: jyjyk gue sama lo Rak
Radit: Raka emang gitu. Gayanya playboy padahal banci
Raka: enak aja. Gue otewe
Sean: gue juga
Radit: kuy lah
Kelvin: gak pakek lama! Gue gak terima alesan
Sean: pantes jomblo. Galak sih.
Raka: 2
Radit:3
Kelvin hanya tersenyum melihat chat dari sahabatnya, kurang kerjaan memang. Tapi itulah yang Kelvin sukai dari teman-temannya.
Setidaknya mereka bisa sedikit menghibur. Kelvin menutup aplikasi whatsappnya, ia mengambil jaket dan bergegas pergi menuju cafe.
Sampai di ruang keluarga, ia melihat ayahnya sedang duduk bersama seorang perempuan yang selama 12 tahun ini menyandang gelar sebagai ibu tirinya.
Kelvin keluar tanpa berniat pamitan pada keduanya. Namun papanya lebih dulu mengetahui Kelvin sebelum ia berhasil membuka pintu.
"mau ke mana?" tanya papanya dingin
"bukan urusan Anda." jawab Kelvin lebih dingin. Kelvinpun melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan panggilan sang ayah.
"kelvin! Mau ke mana kamu? Dasar anak gak tahu diri!" teriakan sang papa yang masih terdengar jelas di telinga Kelvin.
Kelvin segera melajukan mobil sportnya. Entah mengapa malam ini ia sedikit malas mengendarai sepeda motor kesayangannya.
Kelvin mulai menginjak pedal gasnya dan tidak sampai 20 menit, ia sudah sampai di tempat tujuannya. Ia melihat ketiga sahabatnya sudah duduk di salah satu meja.
"gue pecat lo dari anggota most wanted." ucap Raka yang sebenarnya menyindir Kelvin. Karena Kelvin terlambat 10 menit.
"sial." umpat Kelvin yang membuat ketiga sahabatnya tertawa lepas.
"lo ngajak kita ke sini cuma mau diem aja Vin?" tanya Sean.
Pasalnya mereka sudah duduk lebih dari 15 menit tanpa ada percakapan sedikitpun.
Mereka bertiga hanya menatap sang empu yang mengajak mereka di sini namun hanya diam tak berkutik.
"gue pusing." jawab Kelvin
"ya ampun ganteng, kamu pusing ya. Gimana kalo kita ke rumah sakit aja?" ucap Raka menggoda
"jyjyk gue Rak, beneran deh." timpal Radit
"besok MOS, dan sepertinya orang itu sekolah di sana juga." jawab Kelvin
"loh bagus dong. Katanya lo mau ngelanjutin misi lo." ucap Sean
"bukannya rencana lo akan lebih mudah jika dia ada di dekat lo." tambah Raka
"iya juga sih." jawab Kelvin lesu
"trus apa yang lo pusingin?" tanya Radit
"gue gak tahu juga sih. Ya udahlah lupain. Pesen makan gih." jawab Kelvin
"nah ini yang gue tunggu-tunggu. Setelah 15 menit akhirnya gue makan beneran." ucap Raka yang dihadiahi jitakan oleh Kelvin.
Kelvin dan sahabatnya memang sangat dekat, bahkan bisa dikatakan sudah seperti saudara.
Mereka sudah berteman sejak SD, dan persahabatannya langgeng sampai sekarang. Mereka juga memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda-beda.
Raka Abraham, dia akrab dipanggil Raka. Dia terkenal yang paling playboy diantara ketiga sahabatnya, namun kadang sifatnya sangat menjijikkan.
Ia juga yang paling tidak punya malu diantara sahabat-sahabatnya. Walaupun begitu Raka tetap ramah meskipun sifatnya sedikit pecicilan.
Yang kedua Raditya Mahendra, dia kerap disapa Radit. Dia adalah orang yang paling serius diantara ketiga sahabatnya. Ia juga tidak pernah pacaran, eitz bukan karena tidak ada yang minat, tapi karena Radit lebih terkesan dingin jika berhadapan dengan wanita.
Di mata Radit wanita itu manja dan merepotkan, hingga Radit tidak pernah mau diajak pacaran meskipun dia juga memendam perasaan.
Dan yang ketiga Sean Alkenzo, yang akrab dipanggil Sean. Ia adalah orang paling netral diantara ketiga temannya. Orangnya cenderung ramah namun juga sedikit cuek. Ia memiliki mata yang paling sipit diantara sahabat-sahabatnya, mungkin karena keturunan.
Dan jangan sampai ketinggalan, mereka berempat pandai bermain musik dan mereka semua juga bisa menyanyi.
Namun biasanya yang paling sering menyanyi adalah Radit, karena suaranya melebihi suara artis-artis Korea (oke author sedikit berlebihan:) tapi itu beneran kok:v).
Sedangkan Kelvin sendiri sebagai pemain gitar, Sean memainkan piano, dan Raka memainkan drumb.
Mereka sering tampil di acara sekolah, terkadang juga tampil di cafe jika mereka memiliki waktu luang.
Bagi mereka dunia musik lebih asik daripada dunia percintaan yang hanya menyiksa perasaan, namun kalimat itu jelas tidak disetujui Raka. Karena baginya bermain perempuan adalah hal yang menarik bagi dirinya.
Namun jangan salah paham, Raka tidak pernah melakukan hal yang negatif pada perempuan, paling Raka hanya memacarinya untuk diajak kencan saat Raka merasa bosan, lalu diputus begitu saja setelah Raka tak lagi membutuhkan.
Terkesan brengsek tapi memang itulah Raka. Lagipula banyak cewek yang mengantri untuk memacarinya, jadi mudah saja jika Raka ingin berganti pacar setiap hari.
Merekapun memesan beberapa makanan. Di sela aktifitas makannya, Radit tiba-tiba mendongakkan kepalanya dan berkata
"band yuk, kosong tuh." ucapnya dengan semangat
"kebetulan banget nih." tambah Sean dengan mata yang berbinar
"ayuk lah." jawab Raka
Sedangkan Kelvin hanya diam, namun ia segera menyusul langkah teman-temannya menuju panggung di cafe tersebut.
"gue yang nyanyi." ucap Kelvin
Kemudian yang langsung mendapatkan tatapan horor dari ketiga sahabatnya. Bagaimana tidak, sedangkan seorang Kelvin sangat jarang menawarkan diri untuk bernyanyi. Bahkan ia harus dipaksa terlebih dahulu agar mau menggantikan posisi Radit sebagai penyanyi.
"mau nyanyi apa lo?" tanya Sean
"Taylor Swift The Best Day" jawab Kelvin yang langsung menuju ke tempatnya menyanyi. sedangkan ketiga sahabatnya hanya bisa saling memandang atas lagu yang dinyanyikan Kelvin.
Apa tidak salah? gumam mereka bertiga. Namun mereka segera menuju tempatnya masing-masing dan mulai memainkan alat musiknya. Kelvinpun segera bernyanyi dengan suara merdunya.
I'm five years old
Usiaku lima tahun
It's getting cold
Mulai dingin
I've got my big coat on
Kupakai mantel besarku
I hear your laugh
Kudengar tawamu
And look up smiling at you
Dan kudongakkan kepala sambil tersenyum padamu
I run and run
Aku berlari dan terus berlari
Past the pumpkin patch
Lewati ladang labuÂ
And the tractor rides
Dan tunggangan traktor
Look now, the sky is gold
Lihatlah, langitnya keemasan
I hug your legs
Kupeluk kakimu
And fall asleep on the way home
Dan tertidur dalam perjalanan pulang
I don't know why all the trees change in the fall
Aku tak tahu mengapa pepohonan berubah di musim gugur
But I know you're not scared of anything at all
Tapi kutahu kau tak takut pada apapun
Don't know if Snow White's house is near or far away
Tak tahu apakah rumah putri salju dekat atau jauh
But I know I had the best day with you today
Tapi kutahu kunikmati hari terbaik bersamamu hari ini
Usiaku kini tiga belas
And don't know how
Dan tak tahu bagaimana
My friends could be so mean
Teman-temanku bisa begitu jahat
I come home crying
Aku pulang sambil menangis
And you hold me tight
Dan kau mendekapku erat
And grab the keys
Dan kau ambil kunci
And we drive and drive
Dan kita berkendera dan terus berkendara
Until we found a town far enough away
Hingga kita temukan kota yang cukup jauh
And we talk and window shop
Dan kita berbincang serta melihat-lihat
'Till I forgotten all their names
Hingga aku lupa nama mereka
I don't know who I'm gonna talk to now at school
Aku tak tahu siapa yang hendak kuajak bicara di sekolah
But I know I'm laughing
Tapi kutahu aku tertawa
On the car ride home with you
Di perjalanan pulang bersamamu
Don't know how long it's gonna take to feel okay
Tak tahu kan butuh berapa lama tuk merasa baik-baik saja
But I know I had the best day with you today
Tapi kutahu kunikmati hari terbaik bersamamu hari ini
I have an excellent father
Ayahku ayah nomor satu
His strength is making me stronger
Ketegarannya membuatku semakin kuat
God smiles on my little brother
Tuhan tersenyum pada adik laki-lakiku
Inside and out he's better than I am
Lahir dan batin, dia lebih baik daripada diriku
I grew up in a pretty house
Aku tumbuh di rumah yang indah
And I've got space to run and hide
Dan aku punya ruang untuk berlari dan sembunyi
And I had the best days with you
Dan kunikmati hari-hari terbaik bersamamu
There is a video I found
Kutemukan sebuah video
From back when I was three
Saat usiaku masih tiga tahun
You set up a paint set in the kitchen
Kau pasang peralatan menggambar di dapur
And you're talking to me
Dan kau bicara padaku
It's the age of princesses and pirate ships
Inilah era para putri dan kapal perompak
And the seven dwarfs
Dan tujuh kurcaci
And Daddy's smart
Dan Ayah cerdas
And you're the prettiest lady in the whole wide world
Dan kaulah wanita paling cantik di seluruh dunia
And now I know why the all the trees change in the fall
Dan kini kutahu mengapa pepohonan berubah di musim gugur
I know you were on my side
Aku tahu kau memihakku
Even when I was wrong
Meski saat aku salah
And I love you for giving me your eyes
Dan aku mencintaimu karena mataku mirip matamu
Staying back and watching me shine
Santailah dan lihatlah aku bersinar
And, I didn't know if you knew
Dan, dulu aku tak tahu apakah kau tahu
So I'm taking this chance to say
Maka kugunakan kesempatan ini tuk bicara
That I had the best day with you today
Bahwa kunikmati hari terbaik bersamamu hari ini
Kelvin mengakhiri lagunya dengan masih menampilkan wajah dinginnya. Ia segera turun dari panggung dan disusul teman-temannya.
"weiz keren bro." ucap Raka saat mereka sudah sampai di meja makan mereka yang tadi
"udah dari dulu." jawa Kelvin dengan menaikkan sebelah alisnya. Sedangkan Sean dan Radit hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.45, yang artinya 15 menit lagi cafe akan tutup.
Merekapun memilih untuk pulang ke rumah Kelvin dan menginap di sana karena diajak oleh sang empu.
10 menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Kelvin dan langsung naik menuju kamar Kelvin seakan sudah menganggap seperti rumah mereka sendiri.
"kurang apa Vin persiapan lo?" tanya Radit sesampainya mereka sampai di kamar Kelvin
"udah semua kok." jawab Kelvin sambil menunjukkan smirk jahilnya.
"lha trus ngapain kita-kita suruh nginep sini?" tanya Sean
"ya biar gue ada temen aja. Hahaha." jawab Kelvin tanpa merasa bersalah.
"gila ya, gue kira penting." sahut Raka
"gue kira juga beneran suruh bantu-bantu. Tahu gini gue mendingan pulang tidur sama nyokap." tambah Sean dengan wajah sedikit kesal.
Namun Kelvin tak menggubris sahabatnya sama sekali. Ia berjalan ke luar kamar menuju dapur untuk mengambil minum dan juga cemilan.
"nih, gak usah bacot." ucap Kelvin saat dirinya masuk kamar dengan membawa nampan berisi minuman dan juga dua plastik cemilan.
"wah bener-bener peka lo." ucap Raka sembari mengambil plastik di tangan Kelvin.
"ternyata jomblo-jomblo peka juga ya" tambah Sean yang dihadiahi tatapan tajam dari Kelvin.
"udah-udah, kuy habisin." lerai Radit yang sudah membuka beberapa plastik snack.
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari namun mereka tak kunjung tidur. Mereka malah sibuk bermain game yang membuat mereka tidak sadar jika waktu sudah hampir pagi. Mereka baru tersadar saat Raka tiba-tiba berteriak
"tidur woey, udah jam 1." teriak Raka kemudian teman-temannya ikut melihat ke arah jarum jam dan ternyata benar.
"sans ae lah Rak. Lo kayak gak pernah tidur aja." sahut Radit yang masih sibuk dengan cemilan dan gamenya
"ya udah kuy tidur. Jangan bikin gue malu karena telat besok pagi." perintah Kelvin kepada sahabatnya sedangkan dia sudah berjalan menuju kasurnya.
"kuy tidur di kasur semua." ucap Raka yang kemudian disetujui oleh kedua temannya.
Merekapun menyusul Kelvin yang sudah tertidur di ranjang miliknya. Mereka bertiga segera naik dan tidur di sana meski saling berhimpitan.
Tak selang lama merekapun segera memejamkan mata dan tertidur dengan pulas.