AQILA

AQILA
3. Kelvin



Author pov


Sedangkan di lain tempat, seorang laki-laki berwajah Indonesia-Eropa masih sibuk dengan laptop yang berada di pangkuannya.


Sesekali ia memegangi kepalanya seperti sedang memikirkan sesuatu. Dia adalah Kenandra Kelvin Aditama, seorang most wanted yang menyandang gelar sebagai ketua osis dan ketua tim basket di sekolahnya, SMA Xailucry.


Merasa sedikit penat akhirnya ia memutuskan untuk mengajak ketiga sahabatnya ke cafe yang biasa mereka tongkrongi.


Ia membuka aplikasi whatsappnya kemudian membuka grup yang bertuliskan "the most wanted". Lalu segera mengetikkan pesan kepada para sahabatnya.


Kelvin: kuy exit


Kelvin: woey bales napa


Raka: takut dimarahi mama kalo keluar malem:'


Sean: kayak perawan aja hidup lo


Radit: 2


Kelvin: 3


Kelvin: udah ***** gak usah lebay. Gue tunggu di cafe. 15 menit gak dateng, gue pecat dari anggota most wanted


Raka: yah jangan dong abang, dedek takut jauh dari abang.


Sean: jyjyk gue sama lo Rak


Radit: Raka emang gitu. Gayanya playboy padahal banci


Raka: enak aja. Gue otewe


Sean: gue juga


Radit: kuy lah


Kelvin: gak pakek lama! Gue gak terima alesan


Sean: pantes jomblo. Galak sih.


Raka: 2


Radit:3


Kelvin hanya tersenyum melihat chat dari sahabatnya, kurang kerjaan memang. Tapi itulah yang Kelvin sukai dari teman-temannya.


Setidaknya mereka bisa sedikit menghibur. Kelvin menutup aplikasi whatsappnya, ia mengambil jaket dan bergegas pergi menuju cafe.


Sampai di ruang keluarga, ia melihat ayahnya sedang duduk bersama seorang perempuan yang selama 12 tahun ini menyandang gelar sebagai ibu tirinya.


Kelvin keluar tanpa berniat pamitan pada keduanya. Namun papanya lebih dulu mengetahui Kelvin sebelum ia berhasil membuka pintu.


"mau ke mana?" tanya papanya dingin


"bukan urusan Anda." jawab Kelvin lebih dingin. Kelvinpun melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan panggilan sang ayah.


"kelvin! Mau ke mana kamu? Dasar anak gak tahu diri!" teriakan sang papa yang masih terdengar jelas di telinga Kelvin.


Kelvin segera melajukan mobil sportnya. Entah mengapa malam ini ia sedikit malas mengendarai sepeda motor kesayangannya.


Kelvin mulai menginjak pedal gasnya dan tidak sampai 20 menit, ia sudah sampai di tempat tujuannya. Ia melihat ketiga sahabatnya sudah duduk di salah satu meja.


"gue pecat lo dari anggota most wanted." ucap Raka yang sebenarnya menyindir Kelvin. Karena Kelvin terlambat 10 menit.


"sial." umpat Kelvin yang membuat ketiga sahabatnya tertawa lepas.


"lo ngajak kita ke sini cuma mau diem aja Vin?" tanya Sean.


Pasalnya mereka sudah duduk lebih dari 15 menit tanpa ada percakapan sedikitpun.


Mereka bertiga hanya menatap sang empu yang mengajak mereka di sini namun hanya diam tak berkutik.


"gue pusing." jawab Kelvin


"ya ampun ganteng, kamu pusing ya. Gimana kalo kita ke rumah sakit aja?" ucap Raka menggoda


"jyjyk gue Rak, beneran deh." timpal Radit


"besok MOS, dan sepertinya orang itu sekolah di sana juga." jawab Kelvin


"loh bagus dong. Katanya lo mau ngelanjutin misi lo." ucap Sean


"bukannya rencana lo akan lebih mudah jika dia ada di dekat lo." tambah Raka


"iya juga sih." jawab Kelvin lesu


"trus apa yang lo pusingin?" tanya Radit


"gue gak tahu juga sih. Ya udahlah lupain. Pesen makan gih." jawab Kelvin


"nah ini yang gue tunggu-tunggu. Setelah 15 menit akhirnya gue makan beneran." ucap Raka yang dihadiahi jitakan oleh Kelvin.


Kelvin dan sahabatnya memang sangat dekat, bahkan bisa dikatakan sudah seperti saudara.


Mereka sudah berteman sejak SD, dan persahabatannya langgeng sampai sekarang. Mereka juga memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda-beda.


Raka Abraham, dia akrab dipanggil Raka. Dia terkenal yang paling playboy diantara ketiga sahabatnya, namun kadang sifatnya sangat menjijikkan.


Ia juga yang paling tidak punya malu diantara sahabat-sahabatnya. Walaupun begitu Raka tetap ramah meskipun sifatnya sedikit pecicilan.


Yang kedua Raditya Mahendra, dia kerap disapa Radit. Dia adalah orang yang paling serius diantara ketiga sahabatnya. Ia juga tidak pernah pacaran, eitz bukan karena tidak ada yang minat, tapi karena Radit lebih terkesan dingin jika berhadapan dengan wanita.


Di mata Radit wanita itu manja dan merepotkan, hingga Radit tidak pernah mau diajak pacaran meskipun dia juga memendam perasaan.


Dan yang ketiga Sean Alkenzo, yang akrab dipanggil Sean. Ia adalah orang paling netral diantara ketiga temannya. Orangnya cenderung ramah namun juga sedikit cuek. Ia memiliki mata yang paling sipit diantara sahabat-sahabatnya, mungkin karena keturunan.


Dan jangan sampai ketinggalan, mereka berempat pandai bermain musik dan mereka semua juga bisa menyanyi.


Namun biasanya yang paling sering menyanyi adalah Radit, karena suaranya melebihi suara artis-artis Korea (oke author sedikit berlebihan:) tapi itu beneran kok:v).


Sedangkan Kelvin sendiri sebagai pemain gitar, Sean memainkan piano, dan Raka memainkan drumb.


Mereka sering tampil di acara sekolah, terkadang juga tampil di cafe jika mereka memiliki waktu luang.


Bagi mereka dunia musik lebih asik daripada dunia percintaan yang hanya menyiksa perasaan, namun kalimat itu jelas tidak disetujui Raka. Karena baginya bermain perempuan adalah hal yang menarik bagi dirinya.


Namun jangan salah paham, Raka tidak pernah melakukan hal yang negatif pada perempuan, paling Raka hanya memacarinya untuk diajak kencan saat Raka merasa bosan, lalu diputus begitu saja setelah Raka tak lagi membutuhkan.


Terkesan brengsek tapi memang itulah Raka. Lagipula banyak cewek yang mengantri untuk memacarinya, jadi mudah saja jika Raka ingin berganti pacar setiap hari.


Merekapun memesan beberapa makanan. Di sela aktifitas makannya, Radit tiba-tiba mendongakkan kepalanya dan berkata


"band yuk, kosong tuh." ucapnya dengan semangat


"kebetulan banget nih." tambah Sean dengan mata yang berbinar


"ayuk lah." jawab Raka


Sedangkan Kelvin hanya diam, namun ia segera menyusul langkah teman-temannya menuju panggung di cafe tersebut.


"gue yang nyanyi." ucap Kelvin


Kemudian yang langsung mendapatkan tatapan horor dari ketiga sahabatnya. Bagaimana tidak, sedangkan seorang Kelvin sangat jarang menawarkan diri untuk bernyanyi. Bahkan ia harus dipaksa terlebih dahulu agar mau menggantikan posisi Radit sebagai penyanyi.


"mau nyanyi apa lo?" tanya Sean


"Taylor Swift The Best Day" jawab Kelvin yang langsung menuju ke tempatnya menyanyi. sedangkan ketiga sahabatnya hanya bisa saling memandang atas lagu yang dinyanyikan Kelvin.


Apa tidak salah? gumam mereka bertiga. Namun mereka segera menuju tempatnya masing-masing dan mulai memainkan alat musiknya. Kelvinpun segera bernyanyi dengan suara merdunya.


I'm five years old


Usiaku lima tahun


It's getting cold


Mulai dingin


I've got my big coat on


Kupakai mantel besarku


I hear your laugh


Kudengar tawamu


And look up smiling at you


Dan kudongakkan kepala sambil tersenyum padamu


I run and run


Aku berlari dan terus berlari


Past the pumpkin patch


Lewati ladang labu 


And the tractor rides


Dan tunggangan traktor


Look now, the sky is gold


Lihatlah, langitnya keemasan


I hug your legs


Kupeluk kakimu


And fall asleep on the way home


Dan tertidur dalam perjalanan pulang


I don't know why all the trees change in the fall


Aku tak tahu mengapa pepohonan berubah di musim gugur


But I know you're not scared of anything at all


Tapi kutahu kau tak takut pada apapun


Don't know if Snow White's house is near or far away


Tak tahu apakah rumah putri salju dekat atau jauh


But I know I had the best day with you today


Tapi kutahu kunikmati hari terbaik bersamamu hari ini


Usiaku kini tiga belas


And don't know how


Dan tak tahu bagaimana


My friends could be so mean


Teman-temanku bisa begitu jahat


I come home crying


Aku pulang sambil menangis


And you hold me tight


Dan kau mendekapku erat


And grab the keys


Dan kau ambil kunci


And we drive and drive


Dan kita berkendera dan terus berkendara


Until we found a town far enough away


Hingga kita temukan kota yang cukup jauh


And we talk and window shop


Dan kita berbincang serta melihat-lihat


'Till I forgotten all their names


Hingga aku lupa nama mereka


I don't know who I'm gonna talk to now at school


Aku tak tahu siapa yang hendak kuajak bicara di sekolah


But I know I'm laughing


Tapi kutahu aku tertawa


On the car ride home with you


Di perjalanan pulang bersamamu


Don't know how long it's gonna take to feel okay


Tak tahu kan butuh berapa lama tuk merasa baik-baik saja


But I know I had the best day with you today


Tapi kutahu kunikmati hari terbaik bersamamu hari ini


I have an excellent father


Ayahku ayah nomor satu


His strength is making me stronger


Ketegarannya membuatku semakin kuat


God smiles on my little brother


Tuhan tersenyum pada adik laki-lakiku


Inside and out he's better than I am


Lahir dan batin, dia lebih baik daripada diriku


I grew up in a pretty house


Aku tumbuh di rumah yang indah


And I've got space to run and hide


Dan aku punya ruang untuk berlari dan sembunyi


And I had the best days with you


Dan kunikmati hari-hari terbaik bersamamu


There is a video I found


Kutemukan sebuah video


From back when I was three


Saat usiaku masih tiga tahun


You set up a paint set in the kitchen


Kau pasang peralatan menggambar di dapur


And you're talking to me


Dan kau bicara padaku


It's the age of princesses and pirate ships


Inilah era para putri dan kapal perompak


And the seven dwarfs


Dan tujuh kurcaci


And Daddy's smart


Dan Ayah cerdas


And you're the prettiest lady in the whole wide world


Dan kaulah wanita paling cantik di seluruh dunia


And now I know why the all the trees change in the fall


Dan kini kutahu mengapa pepohonan berubah di musim gugur


I know you were on my side


Aku tahu kau memihakku


Even when I was wrong


Meski saat aku salah


And I love you for giving me your eyes


Dan aku mencintaimu karena mataku mirip matamu


Staying back and watching me shine


Santailah dan lihatlah aku bersinar


And, I didn't know if you knew


Dan, dulu aku tak tahu apakah kau tahu


So I'm taking this chance to say


Maka kugunakan kesempatan ini tuk bicara


That I had the best day with you today


Bahwa kunikmati hari terbaik bersamamu hari ini


Kelvin mengakhiri lagunya dengan masih menampilkan wajah dinginnya. Ia segera turun dari panggung dan disusul teman-temannya.


"weiz keren bro." ucap Raka saat mereka sudah sampai di meja makan mereka yang tadi


"udah dari dulu." jawa Kelvin dengan menaikkan sebelah alisnya. Sedangkan Sean dan Radit hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.45, yang artinya 15 menit lagi cafe akan tutup.


Merekapun memilih untuk pulang ke rumah Kelvin dan menginap di sana karena diajak oleh sang empu.


10 menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Kelvin dan langsung naik menuju kamar Kelvin seakan sudah menganggap seperti rumah mereka sendiri.


"kurang apa Vin persiapan lo?" tanya Radit sesampainya mereka sampai di kamar Kelvin


"udah semua kok." jawab Kelvin sambil menunjukkan smirk jahilnya.


"lha trus ngapain kita-kita suruh nginep sini?" tanya Sean


"ya biar gue ada temen aja. Hahaha." jawab Kelvin tanpa merasa bersalah.


"gila ya, gue kira penting." sahut Raka


"gue kira juga beneran suruh bantu-bantu. Tahu gini gue mendingan pulang tidur sama nyokap." tambah Sean dengan wajah sedikit kesal.


Namun Kelvin tak menggubris sahabatnya sama sekali. Ia berjalan ke luar kamar menuju dapur untuk mengambil minum dan juga cemilan.


"nih, gak usah bacot." ucap Kelvin saat dirinya masuk kamar dengan membawa nampan berisi minuman dan juga dua plastik cemilan.


"wah bener-bener peka lo." ucap Raka sembari mengambil plastik di tangan Kelvin.


"ternyata jomblo-jomblo peka juga ya" tambah Sean yang dihadiahi tatapan tajam dari Kelvin.


"udah-udah, kuy habisin." lerai Radit yang sudah membuka beberapa plastik snack.


Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari namun mereka tak kunjung tidur. Mereka malah sibuk bermain game yang membuat mereka tidak sadar jika waktu sudah hampir pagi. Mereka baru tersadar saat Raka tiba-tiba berteriak


"tidur woey, udah jam 1." teriak Raka kemudian teman-temannya ikut melihat ke arah jarum jam dan ternyata benar.


"sans ae lah Rak. Lo kayak gak pernah tidur aja." sahut Radit yang masih sibuk dengan cemilan dan gamenya


"ya udah kuy tidur. Jangan bikin gue malu karena telat besok pagi." perintah Kelvin kepada sahabatnya sedangkan dia sudah berjalan menuju kasurnya.


"kuy tidur di kasur semua." ucap Raka yang kemudian disetujui oleh kedua temannya.


Merekapun menyusul Kelvin yang sudah tertidur di ranjang miliknya. Mereka bertiga segera naik dan tidur di sana meski saling berhimpitan.


Tak selang lama merekapun segera memejamkan mata dan tertidur dengan pulas.