AQILA

AQILA
42. Diterima



~~Kebahagiaan akan selalu hadir di waktu yang tepat, jadi jangan memperlambat dengan terus merasa setiap cobaan adalah berat.


Aqila Anggara


~


~


~


Author Pov


Hari ini Aqila sudah masuk sekolah seperti biasa. Karena ia merasa tubuhnya sudah pulih kembali seperti keadaan semula.


Sepertinya efek yang Kelvin berikan benar-benar merubah keadaan Aqila. Pasalnya sejak tadi malam Kelvin datang menjenguknya, Aqila langsung merasakan sakitnya yang mereda. Ia juga mulai merasa membaik, hingga akhirnya ia memilih untuk masuk sekolah seperti biasa hari ini.


Selain karena Kelvin yang datang menjenguknya, Aqila juga tidak ingin jika kedua sahabatnya mengkhawatirkan keadaan dirinya karena tidak masuk hari ini.


Lagi pula Aqila hanya kecapekan biasa, jadi rasanya terlalu berlebihan jika ia tidak masuk hari ini.


Meskipun keadaannya belum pulih total, namun Aqila tidak melupakan satu kewajibannya selama dua bulan terakhir ini. Yaitu membuatkan bekal untuk Kelvin.


Jadi, meskipun Aqila belum sembuh sempurna, ia tetap ingat pada prioritasnya.


Aqila bangun pagi dan membuatkan bekal untuk Kelvin. Menunya seperti biasa, nasi goreng. Namun kali ini dengan topping telur mata sapi setengah matang.


Aqila mengemasnya serapi mungkin di dalam kotak bekal. Ia ingin membuat Kelvin ketergantungan dengan bekal buatannya. Karena dengan begitu mereka akan lebih dekat, maybe.


"finish." Ucap Aqila girang saat melihat kotak bekalnya sudah siap.


Aqilapun memilih kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama, karena selang 20 menit Aqila sudah siap dengan seragamnya. Waktu memang masih menunjukkan pukul 6 pagi, namun Aqila berniat untuk segera berangkat agar ia bisa datang lebih awal dari Kelvin.


Setelah memastikan penampilannya benar-benar rapi, Aqila kemudian mengambil tas gendongnya. Tak lupa dengan sepatu berwarna hitam dengan dominasi pink yang sudah melekat di kakinya. Hari ini Aqila juga membiarkan rambut hitamnya tergerai dan terbang bebas tertiup angin.


Iapun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga satu persatu. Sesampainya di meja makan, Aqila melihat Green yang hanya sarapan seorang diri. Dari situ Aqila bisa menyimpulkan jika orang tuanya benar-benar belum pulang dari luar negeri.


Aqila melewati Green tanpa sepatah katapun. Ia tetap melangkah dengan tenang menuju dapur, meski ia tahu saat ini Green sedang menatapnya dengan tatapan tidak suka.


"pagi Bi." Sapa Aqila saat melihat Bi Inah sedang mencuci peralatan dapur yang habis dipakai.


"pagi juga Non," Jawab Bi Inah yang masih sibuk dengan cuciannya.


"loh Non Aqila udah masuk sekolah?" Tanya Bi Inah terkejut saat melihat Aqila ternyat sudah memakai seragam sekolah.


"hehe udah Bi," Jawab Aqila


"emangnya Non Aqila teh udah sembuh?" Tanya Bi Inah memastikan.


"udah kok Bi, Pokoknya Aqila bakalan baik-baik aja, jadi Bibi gak usah khawatir." Jawab Aqila meyakinkan.


"iya deh Non kalo gitu. Hati-hati ya Non, jangan sampe kecapekan lagi." Ucap Bi Inah memperingatkan Aqila.


"siap Bi. Owh ya Bi, emangnya mama sama pala belum pulang ya?" Tanya Aqila


"belum Non, kalo gak salah sih pulangnya masih lusa." Kawab Bi Inah yang hanya dibalas anggukan oleh Aqila.


Aqilapun kemudian memasukkan kotak bekalnya ke dalam paper bag dan segera membawanya.


"Aqila berangkat dulu ya Bi, Assalamu'alaikum." Pamit Aqila pada Bi Inah.


"wa'alaikumsalam Non." Jawab Bi Inah.


Sesampainya di halaman rumah, ternyata Aqila sudah ditunggu oleh Pak Joni, sopirnya.


"pagi pak." Sapa Aqila ramah.


"pagi Non, hari ini saya antar ya kan kemarin Non Aqila sakit!" Ucap Pak Joni


"iya pak, Aqila berangkat sama bapak." Jawab Aqila


Namun, saat hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba suara Green mengejutkan Aqila.


"gue nebeng sama lo." Ucap Green dingin


"loh, bukannya lo punya sopir sendiri?" Tanya Aqila heran.


"gue gak mau tau, yang jelas gue mau nebeng sama lo." Ucap Green yang langsung masuk ke mobil Aqila.


Aqilapun hanya bisa menghela napasnya, sebelum ia juga ikut masuk ke dalam mobil.


"berangkat pak." Ucap Aqila pada Pak Joni


"baik Non." Ucap Pak Joni yang langsung menjalankan mobilnya.


Aqila dan Green duduk bersebelahan di kursi penumpang. Green di sebelah kanan, dan Aqila di sebelah kiri.


Mereka berdua hanya saling diam tanpa ada yang berniat memulai percakapan. Aqila fokus menatap jalan yang dilewatinya, sedangkan Green fokus pada gadget barunya.


Ya, beberapa hari lalu Green melakukan aksi mogok makan karena meminta gadget baru. Sebenarnya papanya menolak permintaan tersebut dengan alasan Green masih duduk di bangku SMP.


Tapi bukan Green namanya kalo permintaannya sampai tidak dituruti. Alhasil sang papapun mengalah dan membelikan Green gadget senilai puluhan juta rupiah itu.


Sesekali Green melirik ke arah paper bag yang Aqila bawa. Green merasa curiga dengan isi paper bag tersebut. Pasalnya setiap hari Green selalu melihat Aqila membawa kotak bekal, namun sepertinya bekal itu bukan untuk Aqila sendiri.


"sebenernya tuh bekal buat siapa sih? Masa iya kalo cuma buat diri sendiri dikemas rapi gitu. Mana pakek papaer bag lagi, kan bisa tuh ditaruh dalem tas aja." Ucap Green pada dirinya sendiri.


"udah sampau Non." Ucap Pak Joni saat mereka sudah sampai di depan SMK Xailucry


"iya pak, makasih ya." Ucap Aqila yang bergegas turun dari mobil.


"tunggu." Ucap Green tiba-tiba yang lagi-lagi menghentikan langkah Aqila.


"gue anter." Jawab Aqila


Mereka berduapun turun dari mobil. Sesampainya di koridor, banyak pasang mata yang melihat ke arah merek, ah lebih tepatnya ke gadis di sebelah Aqila yang masih menggunakan seragam SMP tersebut.


Namun mereka berdua acuh, Green yang biasanya suka tebar pesonapun kini tak bisa berbuat apa-apa karena langkah Aqila yang dipercepat seakan mengurangi kesempatan Green untuk tebar pesona.


"tuh di sana." Ucap Aqila sambil menunjuk sebuah pintu yang bertuliskan 'TOILET PUTRI'.


"lo duluan aja, gue gak perlu lo tunggu." Ucap Green pada Aqila


Aqilapun segera berlalu dari sana dsngan langkah jengkel menyikapi adiknya.


"ck, tadi suruh nganterin. Sekarang malah dibuang pas gak lagi dibutuhin." Cibir Aqila dalam hati.


Greenpun masuk ke kamar mandi, namun ia segera keluar lagi saat mendengar langkah Aqila yang mulai menjauh dari sisi toilet.


Greenpun diam-diam mengikuti langkah kaki Aqila. Ia berjalan mengendap-endap agar sang empu tidak mengetahui keberadaannya.


Langkah kaki Greenpun terhenti agak jauh dari Aqila saat mengetahui Aqila masuk ke dalam kantin. Green mencari tempat yang aman untuk bersembunyi yang tentunya tidak dapat dilihat Aqila.


Greenpun memutuskan untuk berdiri di sebelah tembok yang menjadi pembatas kantin, di sana Green bisa melihat Aqila dengan jelas.


"buat apa dia ke kantin? Trus bekalnya tadi buat siapa?" Tanya Green dalam hati.


Tak selang lama Green melihat segerombolan cowok masuk ke dalam kantin. Mereka berjumlah 4 orang, dan Green mengenal salah satu diantara mereka.


Ya, mereka adalah most wantednya SMA Xailucry yang tidak lain tidak bukan adalah Kelvin dan kawan-kawannya.


"bener, itu bener kak Kelvin. Tapi kok dia gak nyamperin Aqila?" Ucap Green lagi saat melihat Kelvin duduk bersama ketiga temannya di bangku yang berbeda dengan Aqila.


Namun pertanyaan Green terjawab saat Aqila kemudian menuju ke meja Kelvin.


Sesampainya di meja Kelvin, Aqila langsung menyerahkan paper bag yang ia bawa kepada Kelvin. Dan Kelvinpun menerima bekal yang diberikan Aqila.


"owh, jadi ini alesan lo masal tiap pagi. Oke, kita tunggu aja permainan selanjutnya." Ucap Green dan langsung berlalu dari sana.


Green melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 6.45. Yang artinya 15 menit lagi gerbang sekolahnya ditutup.


Greenpun mempercepat langkahnya untuk keluar dari SMA Xailucry dan segera berangkat ke sekolahnya. Untung saja Pak Jono masih setia menunggunya di depan gerbang, kalau tidak sudah dipastikan Green akan memecatnya hari ini juga.


.


.


.


Aqila Pov


Pukul 06.20 gue udah sampai di sekolah, dan tumben banget keadaan sekolah udah rame.


Setelah mengantar Green ke toilet guepun bergegas menuju kantin. Gue duduk di salah satu bangku sambil menanti kedatangan Kak Kelvin.


Gue yakin kalo Kak Kelvin belum berangkat, karena tadi gue sempet liat ke parkiran dan belum ada mobilnya.


Gue hanya memainkam ponsel sambil menunggu kedatangan Kak Kelvin. Udah lumayan lama sih, sekitar 20 menit gue nunggu. Tapi belum ada tanda-tanda kedatangan Kak Kelvin.


Namun tak selang lama, akhirnya Kak Kelvin dan ketiga sahabatnya datang juga.


Seperti biasa, mereka duduk di bangku pojokan yang memang sudah menjadi bangku khusus untuk mereka.


Kak Kelvin berjalan ngelewatin gue gitu aja tanpa menyapa.


Ah gak papa, bukannya ini udah biasa, ucap gue dalam hati.


Setelah Kak Kelvin dan ketiga sahabatnya sampai di bangku mereka, guepun segera berjalan ke sana untuk memberikan bekal buat Kak Kelvin.


"hay kak." Sapaku


"hay cantik." Jawab Kak Raka


"em, ini ada bekal buat Kak Kelvin." Ucapku sambil menyerahkan paper bag berisi kotak bekal ke Kak Kelvin.


Gue menatap paper bag ku dengan harap cemas. Takut jika Kak Kelvin kembali membuangnya seperti kemarin.


"makasih." Ucap Kak Kelvin sambil menerima bekal yang gue berikan.


Ya, dugaan gue salah, karena nyatanya Kak Kelvin menerima bekal yang gue berikan. Tak hanya itu, Kak Kelvin juga menampilkan senyum manisnya meski hanya sesaat.


"sama-sama kak, Aqila ke kelas dulu ya." Ucapku yang kemudian berlalu dari kantin tanpa menunggu jawaban dari mereka.


Ah, pagi ini rasanya menjadi pelengkap kebahagiaan tadi malam, ucapku sambil terus melangkahkan kaki menuju kelas.


.


.


.


.


.


.


Bersambung💕


Jangan lupa like and commentnya readers


Maafkan seluruh typonya ya👌👍


Author juga mengucapkan terima kasih untuk kalian semua yang selalu nunggu kelanjutan kisah Aqila dan tentunya selalu dukung author😇🤗