Among Us: Origin Story

Among Us: Origin Story
Bab 65: Melarikan Diri



"Kapten aku tidak bisa mendekat, para Impostor ini menghalangi ku," lapor Tan.


"Coral, bersiaplah!" Perintah Gray.


Coral yang berada di weapons, menganggukkan kepalanya lalu menembak Impostor yang menghalangi Tan.


Berbeda dengan Riot, mereka langsung bereaksi ketika terkena tembakan itu. Dimana tubuh mereka menggeliat lalu mundur. Tapi karena jumlahnya yang sangat banyak, membuat tembakan itu seperti tidak ada apa-apanya.


Tan mundur lagi, "Sepertinya kita harus cepat bergerak."


"Kapten, bagaimana ini?" Tanya Coral.


Gray terdiam dan mulai berpikir. Itu akan sangat sulit untuk mengevakuasi para Crewmate The Skeld 385. Karena mau ditembak berapa kali pun, mereka justru bertambah banyak.


Satu-satunya yang bisa menyelamatkan mereka saat ini hanya kelincahan Tan dalam mengemudikan pesawat itu. Tapi itu juga tidak berguna jika dia masih harus menunggu para Crewmate mendekati pesawatnya. Mereka harus bergerak cepat.


"Banana, sambungkan komunikasi dengan Black!" Perintah Gray.


Banana mengangguk lalu menghubungi Black melalui headphone nya. Sementara itu di Polus. Ketiga Crewmate dan Rugel masih berusaha bertahan.


Kemampuan Red sebagai Impostor cukup membantu mereka karena untuk menyingkirkan tentakel-tentakel itu, cukup dengan menggunakan tentakel yang ada di punggung Red.


Tapi itu tidak berpengaruh pada Impostor. Karena setelah Red kembali, para penguasa Polus itu juga ikut bergerak. Hingga akhirnya mereka pun terpaksa harus mengeluarkan tenaga ekstra.


Sebuah panggilan terhubung ke headphone Black. Black mengangkat panggilan itu.


"Halo?" Panggil Black.


"Halo Black, ini Kapten Gray. Bisakah kalian mendekat ke tebing yang di dekat bangunan itu? Impostor itu sangat banyak, membuat Tan kesulitan mendekat. Aku ingin kalian langsung masuk setelah dia membuka pintunya karena kalian harus bergerak cepat jika tidak ingin ada korban," jelas Gray.


Black celingukan mencari tebing yang dimaksud Gray. Dia melihat sebuah tebing di dekat laboratorium, tidak jauh dari pesawat mereka mendarat sebelumnya. Black heran kenapa dia tidak melihat tebing itu sebelumnya.


"Baiklah!" Jawab Black lalu mematikan sambungan komunikasi. Dia menatap teman-temannya.


"Semuanya! Bergeraklah ke tebing itu. Kita hanya punya waktu sepersekian detik saat masuk ke pesawat. Kita harus cepat!" Seru Black.


"Baik!" Jawab Red dan Brown.


"Guk!" Jawab Rugel.


Black teringat sesuatu, "Red!"


Red menoleh. Black melempar sebuah benda ke arahnya dan Red menangkap benda itu, "Itu alat untuk mengaktifkan peledak yang dipasang Lime di menara itu. Kau harus menekannya saat kita semua sudah masuk."


"Baik," jawab Red.


Red memanjangkan tentakelnya lalu membuka jalan dengan menyingkirkan tentakel-tentakel yang menghalangi jalannya.


Mereka semua berlari sambil tetap memotong tentakel yang hendak mendekat. Pergerakan mereka terlihat oleh Tan.


"Coral, buka jalan!" Perintah Tan.


"Kau bukan Kapten, tapi baiklah," jawab Coral lalu menembak Impostor yang menghalangi jalan Tan.


Setelah jalan terbuka, Tan menaikkan kecepatan pesawat lalu terbang ke arah tebing itu. Dengan lincah, pesawat itu meliuk-liuk di antara para Impostor. Coral tetap menembak untuk membuka jalan.


Para Crewmate di Polus masih berlari ke arah tebing itu. Sebuah tentakel menyerang Black, tapi tidak berhasil mengenai nya karena masih ada White di situ.


Berbeda dengan peluru, tentakel itu langsung membeku di udara ketika mengenai pelindung itu lalu jatuh ke tanah. White terus melindungi para kru nya.


Tapi kekuatan White itu juga memiliki kelemahan. Yaitu dia memiliki jeda waktu 1 detik sebelum mengeluarkan pelindung yang lainnya. Untuk saat ini, kelemahan itu mungkin masih tidak terlalu bermasalah. Tapi akan sangat berbahaya jika ada serangan cepat.


Para Crewmate semakin dekat dengan tebing itu dan Tan juga hampir sampai. Coral menembak Impostor terakhir yang menghalangi jalan. Impostor itu terbakar dan jalan pun terbuka.


Setelah cukup dekat dengan tebing, Tan membanting setir sehingga pesawat itu berputar dan pintu belakang terbuka.


Red melilit tubuh Brown dan Rugel yang ada di depannya lalu melempar mereka ke dalam. Mereka berdua mendarat dengan mulus di dalam pesawat.


Black mempercepat larinya. Beberapa tentakel terus menyerangnya, tapi mereka semua terhalang oleh pelindung White.


Setelah sampai ke pinggir tebing, Black melompat dengan memanfaatkan tentakel yang ada di bawahnya sebagai pijakan.


Sebuah tentakel berukuran besar bergerak cepat hendak menyerang Black, beruntung White berhasil melindungi nya tepat waktu.


Tapi ternyata, tentakel itu memiliki kesadaran sendiri dan dia sudah mempelajari hal itu sebelumnya. Dengan cepat tentakel yang membeku di udara itu menumbuhkan tubuh baru berukuran kecil dan langsung menyerang Black.


White terkejut dan segera bergerak hendak melindungi Black. Tapi dia terlambat.


JLEB!


Tentakel itu menusuk Black tepat di perutnya. Para Crewmate terkejut melihat itu. Tentakel itu melilit tubuh Black lalu menariknya ke Polus.


Red hendak mengeluarkan tentakelnya untuk menyelamatkan Black, tapi sayangnya Tan langsung menutup pintu sebelum Red berhasil menyelamatkan Black.


"Apa yang kau lakukan?! Cepat buka pintunya!" Seru Red marah sambil menggedor-gedor pintu.


Tan menaikkan pesawat untuk menghindari serangan Impostor, "Tidak bisa. Waktu kita sudah habis, kita harus segera pergi dari sini," jawab Tan.


Sementara itu, tubuh Black jatuh ke tanah hingga debu berterbangan. Beberapa tentakel segera menyerangnya, tapi untungnya White melindunginya. Meski tidak semua serangan bisa di halanginya karena itu adalah serangan cepat.


Black berusaha berdiri lalu menebas tentakel yang menyerangnya. Tapi karena luka di perutnya, dia tetap terkena serangan dan akhirnya tumbang lagi dengan luka-luka yang semakin banyak dan parah.


Matanya menatap nanar pesawat yang terbang menjauh dari Polus. Tapi tiba-tiba terlihat pesawat itu bergerak tidak beraturan.


"Tan, apa yang terjadi?" Tanya Gray panik yang sedang mengawasi pergerakan mereka.


Tidak ada jawaban dari Tan. Sedangkan Coral mulai kesulitan untuk melindungi pesawat itu karena gerakannya yang tidak beraturan.


Sementara itu di pesawat awak, terlihat Tan dan Red yang sedang memperebutkan kemudi pesawat. Tan yang ingin meninggalkan Polus dan Red yang ingin kembali untuk menyelamatkan Black.


"Berikan kemudinya pada ku!" Seru Red marah.


"Tidak akan. Di sana berbahaya, kita harus pergi!" Jawab Tan tidak mau kalah.


Brown ingin menarik Red menjauh dari kemudi, tapi Red menahannya dengan tentakel. Begitu juga dengan Rugel yang seluruh tubuhnya dililit.


Kembali dengan Maroon yang sudah terbang jauh dari The Skeld. Tapi tiba-tiba Riot berhenti mengejarnya. Maroon menghentikan laju pesawat lalu berbalik.


"Hey! Kenapa kau berhenti? Ayo sini kejar aku lagi!" Seru Maroon.


Tapi Riot tidak menggubrisnya sama sekali. Dia justru berbalik lalu kembali ke tempat The Skeld. Maroon terkejut lalu segera mengejar Riot.


Maroon mulai panik dan langsung menghubungi The Skeld.


"Kapten! Monster itu kembali ke arah kalian!" Seru Maroon.


Gray dan Banana terkejut, "Apa kau sudah mengalihkan perhatiannya?" Tanya Gray.


"Aku sedang melakukannya saat ini, tapi dia mengabaikan ku," jawab Maroon yang terbang di dekat wajah Riot.


Gray menelan ludah. Banana menatap Gray, "Kapten, bagaimana ini?" Tanyanya. Mereka berdua sama-sama kehabisan rencana.


Bersambung


.


.


.


.


Sampai jumpa 👋