
"Coral, bersiaplah untuk menyerang!" Perintah Gray.
Pria itu mengangguk lalu pergi ke weapons. Sedangkan wanita itu kembali ke Medbay. Dia duduk di kursi lalu mulai membidik Riot.
Sementara itu, Riot yang melihat adanya pergerakan dari The Skeld langsung bergerak ke arah mereka. Coral menembak Riot beberapa kali, tapi dia sama sekali tidak bereaksi dengan tembakan itu dan terus bergerak ke arah mereka.
Kru yang memegang kendali langsung menyingkir agar pesawat mereka tidak dilahap oleh Riot.
"Dia sangat kebal," lapor Coral.
Gray dan orang itu berpikir keras. Riot masih berusaha memakan mereka, sehingga kru itu terus menggerakkan pesawat.
"Sepertinya kita butuh umpan," kata Gray.
Sementara itu di Polus, ketiga Crewmate masih sibuk berhadapan dengan tentakel-tentakel dan serangan Impostor. Pink duduk di atap sambil memperhatikan mereka.
Ketika mereka sedang sibuk, muncul tentakel berukuran besar menyerang Black dari belakang. Black tidak menyadarinya. Tapi hal itu diketahui oleh Red yang langsung memotong tentakel itu.
Tapi ternyata itu adalah perangkap. Satu tentakel berukuran kecil melilit kaki Red lalu menariknya dari teman-temannya.
"Blaaaack!!!" Seru Red membuat Black dan Lime terkejut.
Black berlari ke arah Red yang di seret cepat dari mereka. Tapi tiba-tiba muncul Impostor berukuran besar yang menghadang Black.
"Menyingkir dari hadapan ku!" Seru Black lalu mengangkat pistolnya untuk menembak Impostor itu.
Tapi tidak ada satupun peluru yang keluar. Black berkali-kali menarik pelatuknya, tapi tetap tidak ada peluru yang keluar.
"Aku kehabisan peluru?" Desisnya. Impostor yang di depannya membuka mulutnya.
"Awas, Black!" Seru Lime lalu menarik Black sehingga dia tidak terkena serangan lidah itu.
"Reeedd!!!" Seru Black.
Red di tarik lalu di lempar ke udara oleh tentakel itu. Tiba-tiba muncul Impostor yang sangat besar lalu menelan Red dan masuk lagi ke dalam tanah.
Black dan Lime membeku. Tapi tidak lama kemudian Black mulai berteriak marah dan menyerang tentakel-tentakel itu dengan membabi buta.
"Black!" Panggil Lime ketika melihat Black yang maju sendirian.
Lime tahu jika Black sudah seperti itu, akan sangat mudah musuh membunuhnya. Dia pun segera menyusul Black sambil terus memotong tentakel-tentakel itu.
"Black! Tenanglah!" Seru Lime.
"Tenang?! Bagaimana mungkin aku bisa tenang melihat mereka membunuh Red?!" Tanya Black marah.
"Aku mengerti perasaan mu, Black. Tapi kau jangan seperti ini! Kau akan sangat mudah dibunuh oleh mereka!" Jawab Lime.
"Aku tidak peduli! Akan ku habisi mereka semua!" Seru Black tanpa menoleh ke arah Lime.
Lime pun akhirnya kehabisan kesabaran, "BLACK!!! KAU-
JLEB!
Darah memercik ke punggung Black membuatnya tersadar. Tentakel-tentakel itu berhenti menyerang lalu mundur perlahan. Black menoleh perlahan dan tubuhnya membeku dengan apa yang dia lihat.
Sebuah tentakel berukuran besar menembus perut Lime. Darah mengalir deras dari mulut dan lukanya. Lime terkejut menerima serangan tiba-tiba itu.
Tentakel itu mundur membuat tubuh Lime rubuh ke tumpukan salju. Darah Lime membuat salju putih itu menjadi merah. Black tercekat, dia segera menghampiri Lime lalu membalikkan tubuhnya.
"Lime, maafkan aku. Kumohon bertahanlah!" Kata Black lalu bergerak hendak melepaskan jaket nya untuk menutup luka Lime.
Tapi gerakannya terhenti ketika melihat Lime menggelengkan kepalanya. Lime tersenyum. Lalu dia mulai berbicara dengan terbata-bata.
"Akh...irnya ka...kau men...dengar...kan ku. Ugh. Ja...ngan bi...ar...kan emosi mengu...asai mu. Kau a...kan sa...ngat mu...dah di...bun...uh."
Lime mulai bernafas tidak beraturan. Tapi itu tidak lama dan dia tidak lagi bergerak. Black menahan nafas dan dia menempelkan telinganya di dada Lime untuk mendengar detak jantungnya. Tubuhnya membeku ketika tidak mendengarkan detak jantung Lime.
Pink yang duduk di atap melihat perubahan pada sikap tubuh Black. Dia langsung tertawa terbahak-bahak, mengejek Black yang tidak bisa melindungi teman-temannya.
"Hahahaha...! Lihatlah, temanmu mati karena ulah mu sendiri! Kau adalah beban untuk mereka. Membunuh Impostor? Beban seperti mu tidak akan pernah bisa melakukannya," ejek Pink.
Black tidak bereaksi dengan ejekan Pink. Dia masih duduk tegak di tempatnya sambil tetap menatap wajah Lime yang sudah tidak bernyawa.
"Yah, sepertinya inilah akhirnya. Selamat tinggal, Black," kata Pink sambil melambai.
Asap itu perlahan-lahan lenyap. Tapi Pink terkejut ketika tidak melihat Black di situ. Hanya ada Jasad Lime dan retakan karena serangan tentakel-tentakel itu.
Pink berdiri lalu menoleh ke kanan dan kiri, mencari Black. Tapi tidak menemukannya.
"Aku di sini!"
Pink menoleh ke belakang dan terkejut ketika melihat Black sudah berdiri di hadapannya. Sebuah pukulan mendarat di wajahnya, membuat Pink jatuh ke bawah.
Black menatap Pink yang berdiri dan balas menatapnya dengan marah.
"Untung saja kau bukan Pink yang asli, dengan begitu aku bisa memukulmu sesuka hatiku," kata Black sambil tersenyum puas.
Pink menyeringai, "Boleh juga."
Dia mengeluarkan tentakelnya lalu melompat ke atas dan menyerang Black. Black menghindar dari serangan Pink lalu balas menyerang dengan pisau.
Sementara itu, Brown dan Rugel keluar dari O2. Dia celingukan mencari ketiga temannya.
"Rugel, temukan mereka!" Perintah Brown.
"Guk!" Jawab Rugel lalu berlari sambil diikuti oleh Brown.
Mereka tiba ke tempat ketiga Crewmate itu berada sebelumnya. Brown terkejut ketika melihat Lime yang sudah tidak bernyawa. Tapi perhatian nya teralihkan ketika mendengar suara dari pertarungan antara Pink dan Black.
"Dimana Red?" Tanya Brown.
Rugel tidak menjawab. Dia sendiri juga bingung dimana orang itu.
Sementara itu di dalam tanah, lebih tepatnya di dalam perut Impostor yang menelan Red. Red tenggelam di dalam cairan yang ada di perut Impostor itu.
Dia berusaha berenang ke atas, tapi tubuhnya terasa berat sehingga akhirnya dia pun kelelahan dan tenggelam ke dasar. Semakin dalam, Red mulai merasakan sebuah perasaan yang sangat familiar.
Tiba-tiba sakit kepala nya muncul lagi dan kali ini lebih sakit dari yang sebelumnya. Red mengerang kesakitan sambil mencengkram erat kepalanya.
Satu-persatu ingatan asing bermunculan di kepalanya. Semua ingatan itu tidak pernah dilihatnya, tapi perlahan-lahan dia mulai ingat. Siapa dirinya dan dari mana dia berasal. Hingga akhirnya ingatan terakhirnya muncul, dimana terlihat seorang wanita yang memiliki wajah yang mirip dengannya. Sedang menggendongnya dan air mata membasahi pipi wanita itu.
Red tersentak dan tubuhnya mengejang. Tiba-tiba, tentakel mencuat keluar dari punggungnya.
Kembali ke permukaan. Black berhasil di kalahkan oleh Pink karena kalah jumlah. Pisaunya terlepas dari genggamannya dan dia pun di pukul mundur.
Tapi Black tidak mau menyerah begitu saja. Dia berlari ke arah Pink untuk melancarkan serangannya.
Pink hanya tersenyum sambil menodongkan pistol ke wajah Black. Jari telunjuk nya menarik pelatuk dan sebuah peluru bergerak cepat ke arah Black. Tapi tiba-tiba...
TING!!! PRANG!!!
Pink terkejut. Sebelumnya dia melihat lingkaran berwarna biru mengelilingi Black dan lingkaran itu retak lalu pecah ketika pelurunya mengenai pelindung itu.
Waktu mulai bergerak lambat. Sebuah bulu berwarna putih muncul dan melayang di belakang Black. Bola mata Pink membesar ketika melihat sosok yang dia kenal kini terbang di belakang Black dengan sayap putih nya yang mengembang dan Halo yang bersinar di atas kepalanya.
"White?" Desisnya.
Pelindung itu pecah dan waktu berjalan seperti semula. Black memukul wajah Pink depan sekuat tenaga, membuat Pink terlempar beberapa meter sampai ke ujung bangunan itu yang dekat dengan kolam lava.
Belum sempat dia berdiri kembali, Black sudah berdiri di dekatnya lalu mengangkat tubuh Pink ke atas dan langsung melemparnya ke kolam lava.
Tubuh Pink perlahan-lahan tenggelam ke dalamnya dan sebuah tulisan muncul lagi seperti sebelumnya.
...was an Impostor...
Bersambung
.
.
.
.
Sampai jumpa 👋