
Semua Crewmate telah berkumpul di cafetaria. Mereka mengelilingi White yang telah menekan tombol emergency meeting itu.
Red dan Black juga baru sampai. Black bingung karena tidak melihat Brown, yang dilihatnya hanya gelas yang dipakai Brown untuk minum teh.
"Ada apa, Kapten?" Tanya Green.
"Apa sebelumnya dari kalian ada yang bersama Brown?" Tanya White.
Mereka semua saling berpandangan, "Maksudnya?" Yellow bingung.
"Siapa dari kalian yang terakhir berada di cafetaria?" Tanya White lagi.
Mereka saling berpandangan hingga akhirnya Black mengangkat tangannya, "Aku yang terakhir dari cafetaria sebelum kau menekan tombol emergency meeting," jawabnya.
Tatapan White berubah tajam, "Kalau begitu, apa yang kau lakukan pada Brown?"
Black bingung, "Maksudmu?"
White menunjuk meja tempat Brown duduk sebelumnya, "Kau pasti bertemu dengan Brown saat kau disini kan? Barusan aku menemukan Brown dalam keadaan tidak sadarkan diri disini," jawab White.
Black terkejut, "Jadi kau berpikir aku yang membuat Brown tidak sadarkan diri? White, jika kau berpikir begitu kau salah besar. Aku hanya berbicara sebentar dengan Brown lalu meninggalkannya dan bertemu dengan Red di Storage," bela Black.
"Kalau begitu apa yang kalian bicarakan?" Tanya White lagi.
"Itu bukan urusanmu," jawab Black.
Mereka berdua saling bertatapan tajam. Padahal baru beberapa menit yang lalu mereka mengatakan kepercayaan masing-masing dan sekarang mereka harus saling mencurigai.
"Kapten, saya kembali," kata Lime yang baru muncul dari medbay.
"Bagaimana kondisinya, Lime?" White mengalihkan perhatiannya dari Black.
"Dia hanya kelelahan," jawab Lime membuat White terkejut.
"Kelelahan?"
"Iya, hanya kelelahan. Sebentar lagi pasti akan sadar dan lebih baik agar dia istirahat saja," jelas Lime.
"Tapi ku kira dia keracunan karena ada gelas berisi teh didekatnya saat dia pingsan," kata White heran.
Green mendekati meja lalu mengambil gelas berisi teh itu lalu menghirupnya. Dia juga memberikan itu kepada Rugel untuk di hirup, "Tidak ada bau mencurigakan," katanya dan dibalas gonggongan Rugel.
"Apa Kapten curiga kalau saya memasukkan racun kedalam bahan-bahan makanan di dapur?" Tanya Orange.
White tidak mengatakan apapun lalu pergi ke medbay. Tapi sebelum itu dia masih sempat melayangkan tatapan tajam ke arah Black.
"Tumben sekali kau tidak tertawa karena kebodohan Kapten, Black," komentar Cyan.
"Ini bukan sesuatu yang layak untuk ditertawakan," jawab Black.
"Ayo bubar semua," ajak Green lalu mereka semua membubarkan diri.
"Ayo Red, selesaikan task mu lalu pergilah ke comunication. Aku tunggu disana," kata Black lalu pergi.
Red mengangguk lalu kembali melanjutkan task nya. Dia benar-benar tidak habis pikir. Kehadiran Impostor itu telah menghancurkan kepercayaan diantara mereka semua.
Sekarang mereka sudah tidak lagi kompak. White saja bahkan sampai curiga pada Black yang merupakan sahabat nya sendiri.
"Aku harap ini segera berakhir," gumam Red.
Sementara itu, Green segera pergi ke security untuk memantau setiap lorong di pesawat. Karena Impostor, White memintanya untuk mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan lewat cctv. Dia tidak mau terjadi lagi penculikan.
Dengan ditemani secangkir kopi, Green memperhatikan layar monitor yang terbagi menjadi empat itu, sesuai dengan tempat terpasang nya kamera.
Green sebenarnya sedikit mengantuk dan bosan saat itu. Tapi demi keamanan, akan dilakukan nya dengan sukarela. Dia mengusap Rugel yang tertidur di pahanya.
Tanpa dia sadari, Impostor muncul dari dalam vent dan kini berdiri di belakangnya. Impostor itu membuka mulutnya, bersiap untuk melahap tubuh Green.
Beberapa saat kemudian...
Tiba-tiba sebuah suara muncul dan mengagetkan semua kru. Suara itu menyamai suara emergency meeting yang dapat menembus pesawat.
"Suara apa itu?" Tanya Red saat dia dan Black di comunication.
"Itu suara report, sesuatu yang buruk terjadi. Kita harus kesana," ajak Black lalu berlari keluar diikuti Red.
"Report? Maksudmu itu suara dari megafon ini?" Tanya Red lalu mengeluarkan sebuah megafon berwarna putih dengan garis merah.
Awalnya Red tidak tahu kegunaan dari benda itu ketika dia mendapatkan nya. Tapi sekarang dia sudah paham dengan fungsi megafon itu. Megafon itu berguna untuk memberitahu kepada semua kru untuk berkumpul disalah satu tempat selain cafetaria. Itu jika tempat yang dituju terdapat sebuah masalah.
Suara report itu berasal dari security. Terlihat semua kru sudah berkumpul disana, termasuk White. Mereka berdua bergabung di kerumunan itu.
Mereka semua terkejut ketika melihat Green yang digendong oleh Cyan dalam keadaan pingsan. Terlihat kepalanya yang diperban dan wajah nya terdapat luka gores. White keluar dari security sambil menenteng kotak P3K.
"Green kenapa?" Tanya Yellow khawatir.
"Tenang saja, Yellow. Dia baik-baik saja," jawab Cyan lalu pergi ke medbay.
Yellow berniat mengikuti Cyan, tapi White menahannya, "Tetap disini, Yellow. Kita akan membicarakan hal ini bersama yang lainnya. Cyan juga akan bergabung bersama kita nanti."
Mereka semua melonggarkan kerumunan dan ternyata Lime lah yang me report.
"Lime, bisa kau ceritakan bagaimana kau bisa menemukan Green dalam kondisi begitu?" Pinta White.
"Aku berniat untuk ke upper engine karena tablet ku menangkap sinyal kerusakan di sana. Aku dari lower engine dan ketika melewati security, aku melihat pintu dalam keadaan terkunci. Aku membuka paksa pintu itu dan mendapati Green dalam kondisi terluka bersama Rugel," jelas Lime.
"Apa kau melihat sesuatu yang mencurigakan?" Tanya White.
"Tidak ada, tapi ada jejak darah yang menuju ke arah vent," jawab Lime.
White berpikir, "Kita harus menjaga Green. Dia adalah orang yang tahu siapa Impostor, pasti Impostor akan mengincar nya."
"Kalau begitu, bagaimana kalau saya yang menjaga Green? Saya akan melindungi nya dengan nyawa saya sendiri," saran Cyan.
"Apa kau yakin? Apakah itu tidak menggangu waktu mu?" Tanya White ragu.
"Saya sudah selesai bersih-bersih. Lagipula, saya juga sudah pernah berhadapan dengan Impostor itu," jelas Cyan.
"Kita semua sudah pernah berhadapan dengan Impostor," bisik Black pada Red.
"Saya akan ikut dengan Cyan. Saya sudah menyelesaikan semua pekerjaan saya, jadi ini tidak akan menggangu," kata Orange.
"Baiklah kalau begitu. Karena kalian berdua, jadi aku serahkan keamanan Green pada kalian berdua," kata White.
White mengijinkan nya karena mereka tidak menemukan sesuatu yang bisa untuk diselidiki, jadi mereka akan menunggu Green dan tempat itu segera dibersihkan.
Beberapa saat kemudian, Green pun sadar dari pingsannya. Awalnya dia bingung dirinya dimana, tapi dia akhirnya tenang ketika mendengar penjelasan dari Orange dan Cyan.
"Rugel dimana?" Tanya Green lalu celingak-celinguk mencari pet nya.
"Dia disini," jawab Cyan lalu membawa Rugel yang ada di pelukannya ke samping Green.
Green mengusap kepala Rugel yang ada didekatnya. Perasaan nya sedikit tenang ketika melihat pet nya itu. Tapi beberapa saat kemudian dia terdiam.
"Kapten berniat untuk melakukan meeting jika kau sudah bangun, apa kau tidak keberatan?" Tanya Orange.
"Ya, aku tidak keberatan. Semakin cepat semakin baik," jawab Green.
Orange mengangguk lalu pergi mengabari itu kepada White. Beberapa saat kemudian terdengar suara emergency meeting dan semua Crewmate berkumpul di cafetaria. Green yang dipapah oleh Cyan, ikut bergabung bersama mereka.
"Kita tidak perlu berbasa-basi. Green, apa kau bisa memberi tahu siapa yang menyerang mu?" Tanya White.
"Ya," jawab Green lalu dia mengangkat kepalanya dan menatap satu persatu wajah para Crewmate, "Yellow yang menyerangku."
Mereka semua terkejut, terutama Yellow dan Red. Semua Crewmate langsung menatap Yellow.
"Apa? Kenapa aku?" Yellow sama sekali tidak percaya dengan perkataan Green.
"Tidak perlu bertanya, Yellow. Aku melihat mu muncul dari dalam vent lalu menyerang ku," jawab Green.
Flashback
Ketika mulut Impostor itu hampir melahap kepala Green, Green segera berbalik lalu menendangnya hingga Impostor itu mundur.
"Yellow?" Tanya Green tidak percaya ketika melihat orang yang disukainya kini berniat untuk membunuh nya.
Rugel menggeram marah menatap Yellow. Sedangkan Green melirik pintu, berniat mencari celah untuk kabur. Tapi Yellow yang menyadari lirikan itu, langsung menyabotase pintu.
"Iya ini aku," jawab Yellow lalu mengeluarkan pisau.
Yellow melompat dan berniat untuk menerkam Green dengan mulutnya. Tapi Green dengan lincah menghindar dan memukul Yellow. Green terkejut ketika menyadari perbuatannya.
Meskipun seorang guard, Green tidak mau menyakiti orang lain terutama perempuan. Lain lagi ceritanya jika itu adalah orang yang berbahaya, Green tidak segan-segan untuk membuat orang itu babak belur.
"Ma-maaf," kata Green yang merasa bersalah.
Tapi kelemahan Green itu dimanfaatkan oleh Yellow untuk menyerangnya. Yellow berhasil melukai Green, bahkan sampai membuat nya pingsan. Rugel menyerang Yellow, tapi Yellow menendangnya ke dinding hingga pingsan.
Tapi ketika hendak menyantap mangsanya, terdengar suara pintu yang akan terbuka. Yellow mengurungkan niatnya dan segera masuk ke dalam vent.
Flashback end
"TIDAK! ITU BUKAN AKU!" Pekik Yellow panik.
"Kenapa kau panik, Yellow? Itu justru membuatmu semakin mencurigakan," komentar Lime.
"Tapi, itu benar-benar bukan aku. Bahkan aku sendiri tidak tahu kau dimana saat itu," kata Yellow berusaha membela diri.
"Kalau begitu, kau dimana saat Green diserang?" Tanya White.
"Saya berada di kamar saat itu," jawab Yellow.
"Apa kau benar-benar dikamar saat itu?" Tanya Pink.
"Iya, memangnya kenapa?" Yellow bertanya balik.
"Aku bertemu dengan Lime di Storage. Saat Lime sudah hilang di balik lower engine, aku melihat mu keluar dari electrical. Aku menyapamu, tapi kau diam saja dan berjalan ke daerah kosong," jelas Pink.
"Apa? Tapi aku benar-benar di kamar saat itu," bela Yellow.
"Sudahlah, bagaimana kalau kita lempar keluar saja dia?" Saran Blue.
"Blue, kau jangan bicara sembarangan. Bukti-bukti kita saat ini belum cukup kuat untuk menyatakan Yellow bersalah," balas Red.
"Belum cukup kuat? Green yang merupakan korban telah mengaku sendiri kalau Yellow lah yang menyerangnya. Kenapa kau membelanya? Oh! Apa mungkin kau Impostor juga sehingga kau melindungi teman Impostor mu juga?" kata Blue menyudutkan Red dengan kalimatnya. Red diam dan menatap Green, tapi Green mengalihkan wajahnya.
"Blue, asal kau tahu saja. Red adalah Crewmate yang paling sering mendapatkan serangan dari Impostor, bahkan hampir mati. Dan kau ingin menuduhnya?" kata Black membungkam Blue.
"Dan perlu diingat juga kalau Impostor bisa merubah wujudnya. Bisa saja saat itu Yellow benar-benar berada di kamarnya dan yang ditemui Pink adalah Impostor," balas Cyan.
White berpikir, "Cyan benar. Kita tidak bisa asal menyimpulkan saja. Jika Yellow bukan Impostor, itu berarti sama saja kita membuang Crewmate yang tidak bersalah. Saat ini kita harus berhati-hati dalam memilih," nasihat White.
"Jadi bagaimana menurut anda, Kapten?" Tanya Green.
"Untuk saat ini, kita skip saja meeting ini. Tapi untuk Yellow, kau ditetapkan sebagai orang yang dicurigai kali ini. Kau tidak boleh bergerak sendiri dan saranku, lebih baik kau bersama Crewmate lain untuk membuktikan kau tidak bersalah," kata White.
Yellow berterima kasih kepada White dan mereka semua bubar saat itu juga. Tapi Impostor diam-diam tersenyum senang karena sebentar lagi ikatan para Crewmate akan rusak.
Bersambung
.
.
.
.
Catatan pemain Among us:
Impostor yang membunuh Crewmate lalu me report mayat korban nya, disebut self report.
Impostor yang bisa berubah wujud disebut shapeshifter.
Sampai jumpa 👋