Among Us: Origin Story

Among Us: Origin Story
Bab 40: Jalan-jalan (part 2)



Red dan Black akhirnya sampai di tempat tujuan mereka setelah melewati waktu beberapa menit.


Tujuan mereka kali ini adalah pasar. Bukan hanya satu atau dua pasar, melainkan pasar besar yang berjejer dan menjual aneka benda. Mulai dari makanan ringan, pakaian, aksesoris, dan perabotan rumah.


"Untuk apa kau membawaku ke sini, Red?" Tanya Black lalu berjalan mengikuti Red.


"Aku ingin membeli beberapa perabot dan camilan," jawab Red sambil memperhatikan satu-persatu gerai yang ada di dekatnya.


"Kita sudah makan tadi, apa kau belum kenyang?"


"Makan dengan ngemil itu beda. Itu hanya untuk persediaan ku di rumah," jawab Red lalu berhenti di depan gerai yang menjual makanan-makanan tradisional dan kue kering.


"Ya baiklah," Black memperhatikan sekelilingnya, "Mungkin aku bisa membawa sesuatu dari sini untuk oleh-oleh."


Setelah membayar belanjaan nya, mereka berdua pergi untuk mencari yang menjual perabotan.


"Tunggu sebentar, Red. Aku mau melihat-lihat di gerai itu," kata Black lalu masuk ke gerai penjual aksesoris.


Red ikut masuk lalu memperhatikan barang-barang yang dijual. Di situ ada banyak aksesoris, mulai dari gelang, kalung, sampai wig juga ada.


Black kembali menghampiri Red sambil menenteng kalung liontin perak dengan mutiara berbentuk hati.


"Bagaimana menurutmu dengan ini, Red?" Black menunjukkan liontin itu.


"Cantik, tapi kau mau memberikan itu kepada siapa?" Tanya Red.


"Untuk Brown," jawab Black santai.


Red mengernyitkan dahinya, "Black, bukankah aneh jika kau memberikan hadiah kepada istri orang? Bisa-bisa kau dikira mau mengambilnya."


"Bukan itu. White yang meminta ku untuk mencarikan Brown hadiah yang cocok. Sebentar lagi kan ulang tahunnya. Ini lihat! White sudah mengirimkan pesan kepada ku tadi," Jelas Black sambil menunjukkan layar ponselnya yang berisi percakapannya dengan White.


"Benarkah? Kalau begitu nanti ku cari juga hadiah untuk kak Brown," kata Red dengan bersemangat.


Mereka berdua segera menuju kasir untuk membayar, tapi Black terhenti ketika melihat tempat khusus untuk wig. Sebuah ide jahil timbul di kepala Black.


Dia mengambil wig warna merah, sesuai dengan warna rambut Red. Lalu dia berjalan menghampiri Red.


"Hey Red, bisa kau berbalik sebentar?" Pinta Black.


Red refleks berbalik sesuai arahan dari Black. Lalu Black langsung memasang wig itu di kepala Red.


Wig itu terpasang di kepala Red. Melihat penampilan Red yang sekarang membuat Black tidak kuasa menahan tawa.


"Hahahaha!" Black tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yang sakit.


"Apa yang kau lakukan, hah?" Tanya Red marah lalu berniat melepaskan wig itu. Tapi Black menahan tangannya.


"Kau terlihat sangat cantik jika seperti itu," kata penjaga kasir yang melihat kejadian itu.


Red tertegun, "Benarkah?"


Dia mengambil sebuah cermin yang ada di dekatnya lalu melihat penampilannya yang sekarang. Mata Red membulat, bingung melihat dirinya yang sekarang.


Wig dengan rambut panjang ikal dan sepunggung nya itu begitu sesuai dengan wajahnya. Red membenarkan perkataan penjaga kasir itu didalam hatinya.


Tiba-tiba, sekelompok pemuda yang ada di situ bersiul menggoda Red. Red terkejut dan merasa kesal.


"Aku laki-laki!" Bentak Red mengejutkan pemuda-pemuda itu. Lalu mereka segera pergi dari situ.


"Hahahaha!" Sebuah tawa mengejutkan mereka bertiga. Tawa itu bukan dari Black.


Mereka bertiga menoleh dan terlihat dua orang yang Red kenal.


"Aku dapat fotonya!" Seru Blue dengan HP yang terarah ke arah Red.


Red yang mengetahui hal itu, segera mengejar Blue untuk menghapus foto yang diambil oleh Blue. Alhasil mereka kejar-kejaran di tempat itu. Sementara itu, Black mendekati Lime yang datang bersama Blue.


"Harusnya aku yang bilang begitu. Ini pertama kalinya aku melihat mu keluar dari Mira HQ," balas Lime dengan berbisik saat di kata 'Mira HQ'.


"Ada sedikit masalah di sana yang membuatku harus pergi untuk sementara waktu," jawab Black.


Red muncul dan menghampiri mereka sambil menyeret Blue yang sudah dia pukul habis-habisan. Tangan kanannya memegang kerah belakang baju Blue, sedangkan tangan kirinya sibuk menghapus fotonya yang ada di HP orang itu.


"Ayolah Red, jangan hapus foto itu," kata Blue memohon.


"Ini foto aib ku, jelaslah ku hapus," jawab Red lalu mengembalikan HP Blue.


Dia melepaskan wig itu lalu menyimpan nya di tempat semula.


"Apa kalian sedang berlibur juga?" Tanya Red pada Lime. Sedangkan Blue asyik mengumpat karena Red.


"Bisa dibilang begitu. Blue menghubungi ku dan bilang kalau dia merasa bosan di rumah. Karena aku sedang luang juga, jadi ku turuti saja ajakannya," jelas Lime.


"Bagaimana dengan Yellow dan Pink? Apa kalian bertemu dengan mereka?" Tanya Red.


"Bagaimana kita bisa bertemu dengan mereka di kota besar ini? Mereka perempuan dan pasti tujuan liburan mereka berbeda dengan tujuan kita," jawab Blue.


"Tempat ini adalah tempat yang bisa dikunjungi semua kalangan. Wanita, pria, tua, muda, dewasa, dan anak-anak bisa datang kesini," balas Black.


"Aku bisa jawab pertanyaan-pertanyaan mu, Red. Untuk Yellow, kita semua pasti sudah tahu. Sedangkan Pink, aku tidak tahu. Sejak saat itu, dia menjadi orang yang misterius. Padahal sebelumnya dia adalah orang yang suka bersosialisasi," jelas Lime.


"Aku tidak punya kontak kedua orang itu. Yang ku punya hanya kontak Purple," kata Blue lalu tertunduk sedih.


Mereka terdiam, sedangkan Lime menepuk punggung Blue untuk menguatkan hati Blue yang berduka karena kehilangan temannya.


"Sudahlah, kita disini untuk bersenang-senang bukan untuk bersedih. Bagaimana kalau kita bersama-sama?" Ajak Black.


Mereka mengangguk menyetujui perkataan Black. Mereka pun berlibur bersama dan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di kota itu.


Pikiran tentang Impostor dan hal-hal yang terjadi sebelumnya bisa mereka lupakan untuk sementara waktu. Tapi mereka tidak tahu, semuanya akan menjadi lebih buruk.


Sementara itu, di rumah Red...


Flo sibuk memberi pupuk pada satu-persatu tanaman nya. Keringat membasahi keningnya, tapi itu sama sekali tidak menyurutkan semangat nya.


Ketika dia sedang sibuk dengan aktivitasnya, seorang pria misterius muncul dan mendekati halaman rumah Red. Flo melihat hal itu lalu mendekati pria itu.


"Permisi, anda sedang mencari siapa?" Tanya Flo dengan sopan.


Pria itu tidak menjawab dan hanya menatap Flo dengan diam. Flo pun berusaha menebak-nebak maksud kedatangan orang itu.


"Apa anda sedang mencari pemilik rumah ini? Dia sudah keluar tadi pagi dan mungkin pulangnya saat malam," kata Flo lagi.


Pria itu masih diam saja dan tidak berkomentar apa-apa. Dia justru tersenyum sinis saat menatap Flo. Perasaan Flo mulai tidak nyaman dan dia mundur perlahan.


Tiba-tiba sebuah goresan muncul di perut pria itu dan goresan itu terbuka membentuk mulut penuh gigi runcing. Flo terkejut setengah mati dan jatuh terduduk.


"Mati!" Kata orang itu dengan suara berat dan menyeramkan.


Bersambung


.


.


.


.


Sampai jumpa 👋