Among Us: Origin Story

Among Us: Origin Story
Bab 1: Home



Di galaksi yang luas tampak sebuah planet berwarna ungu dan berlapis salju. Saat diperhatikan, planet itu kelihatannya memiliki suhu yang ekstrim. Ada kawah lava yang panas berdampingan dengan lapisan salju yang tebal. planet itu bernama Polus.


Di permukaan Polus, tampak beberapa bangunan dan sebuah pesawat luar angkasa yang tidak terlalu besar. Tidak jauh dari Polus, tampak pesawat luar angkasa yang lain tapi lebih besar dari yang di Polus. Pesawat itu bernama The Skeld.


Di dekat pesawat itu ada beberapa astronout yang sedang berdiri menunggu seseorang. Dan beberapa nya lagi menunggu di dalam pesawat yang hanya ada 2 ruangan. Satu ruangan yang lebih luas di penuhi kursi dan 3 kotak. Satu ruangan lagi yang lebih kecil dari ruangan pertama untuk kemudi.


Di dalam salah satu ruangan dengan sebuah meja yang di atasnya ada beberapa tabung reaksi dan alat-alat percobaan kimia lainnya, Sebuah pengatur suhu ruangan, dan teleskop.


"Apa anda yakin tidak ikut kami untuk kembali ke Bumi?" Tanya seorang astronot berwarna hitam kepada seorang wanita yang memakai pakaian ilmuwan dan jepit rambut bunga. wanita itu bernama Andromeda.


"Aku sudah memutuskannya Kapten William. Aku dan Zero akan tetap berada di sini untuk menjaga hasil temuan kami," jawab ilmuwan itu.


"Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu?"


"Kami akan menghubungi kalian sesegera mungkin jika terjadi sesuatu, percaya lah." jawab Zero.


Kapten William menghela nafas. Jelas raut khawatir tergambar di wajahnya. Tapi dia akan berusaha untuk yakin kalau mereka akan baik-baik saja.


"Ya baiklah kalau begitu," ujar William lalu menerima sebuah kotak besar berwarna putih dari Andromeda.


"Aku ingin kau membawa ini juga ke Mira," kata Andromeda.


"Untuk apa?"


"Kita keterbatasan alat di sini jadi mungkin mereka bisa mendata nya."


William mengangguk lalu dia keluar di ikuti 2 Ilmuwan itu. Beberapa anggota kru yang berada di luar pesawat menyambut mereka dan segera naik ke pesawat.


Setelah menjelaskan beberapa hal kepada kru nya, William masuk ke ruang kemudi pesawat. Perlahan pintu tertutup dan kedua ilmuwan itu melambai tanda perpisahan.


Saat mereka sudah dekat, sebuah pintu terbuka dan mereka perlahan-lahan masuk. Pintu pun tertutup bersamaan dengan terbukanya pintu pesawat mereka. 3 orang berdiri di depan pintu pesawat yang baru saja terbuka, siap menyambut mereka.


"Selamat datang di The Skeld 301," sambut orang yang di tengah.


William maju dan berjabat tangan dengan orang itu, "Namaku William senang bertemu denganmu, apa kau yang memimpin di sini?'


Orang itu membalas, "Senang bertemu dengan mu juga William, namaku Jimmy, ini Gary dan Benny. Tadi iya tapi sekarang kau lah yang memimpin. Aku dengar bahwa kau seorang kapten," jawab orang yang bernama Jimmy tersebut.


William mengangguk lalu dia menoleh ke arah para kru nya, "hey kalian turun lah kita punya teman baru di sini."


William mengikuti Jimmy ke ruang navigation, sementara yang lainnya mengikuti Benny. Sesampainya di navigation, Jimmy menyalakan sistem chart course dan Gary menyalakan Shield.


"Mari kita melaju ke Bumi," ucap William dan pesawat mulai bergerak menuju bumi.


Bersambung


.


.


.


.


Sampai jumpa 👋