Among Us: Origin Story

Among Us: Origin Story
Bab 51: Misi Baru



Airship kembali bergerak setelah tertahan di bukit selama seminggu. Mereka akhirnya tiba di tempat yang terdampak bencana.


Para korban segera dibawa masuk ke pesawat yang akan mengantar mereka ke ibukota. Dalam satu hari, seluruh korban sudah dibawa meninggalkan tempat itu yang kemudian akan dikelola oleh pemerintah.


Para Crewmate dan relawan sibuk merawat korban-korban yang terluka parah. Para relawan sangat terbantu dengan kemampuan Brown yang handal dalam dunia medis.


"Kenapa wajahmu berseri-seri, Black?" Tanya Red ketika bertemu dengan Black di toilet.


"Ini karena akhirnya aku tidak melihat wajah Righty lagi," jawab Black senang.


"Oh ok," kata Red manggut-manggut. Dia baru ingat kalau Black sangat membenci Righty.


Setelah melewati perjalanan selama berhari-hari, mereka pun tiba di ibukota. Para Crewmate segera pergi setelah menyelesaikan tugas mereka. Mereka kembali ke Mira HQ setelah Black mendapatkan panggilan dari sana.


Para kru langsung beristirahat. Sedangkan White kembali berbicara empat mata dengan Pak Leon.


"Kalian melakukan tugas kali ini dengan baik. Selamat," puji Pak Leon.


"Terima kasih atas pujiannya. Tapi sebelum itu, aku ingin protes. Kenapa kalian membiarkan Righty ikut bersama kami? Asal kau tahu saja, itu sangat berbahaya untuk keselamatan kru ku," protes White.


Sebelum kembali ke Mira HQ. White sudah melaporkan kejadian yang menimpa mereka kepada pak Leon. Tapi White menolak untuk berbicara melalui alat dan lebih memilih berbicara langsung. Untuk laporan kejadian itu, dia kirimkan melalui pesan singkat.


"Kami merasa bersalah untuk kejadian itu. Jujur kami juga tidak tahu kalau Righty adalah Cyborg. Dia adalah orang yang memberikan Airship kepada kami, jadi kami tidak sampai berpikir sampai sejauh itu," jawab pak Leon.


"Tunggu sebentar, memberikan? Bukankah sebelumnya kau mengatakan kalau Airship kalian temukan?" Tanya White.


"Itu memang benar kami temukan. Lebih tepatnya, kami menemukan Airship bersama dengan Righty didalamnya. Dia bilang akan memberikan kami pesawat itu dengan gratis, asal kami menjadikan pesawat itu sebagai pesawat pengangkut korban bencana alam," jelas pak Leon.


"Tapi kenapa harus pesawat pengangkut?" White mulai merasa bingung dan penasaran.


"Soal itu, aku juga tidak tahu. Tapi pasti ada maksud tersembunyi di balik semua itu," jawab pak Leon sambil mengusap dagu.


"Berbicara soal maksud tersembunyi, sepertinya kau juga punya maksud tersembunyi saat ini," komentar White curiga.


"Betul, aku hampir lupa," jawab pak Leon. Dia menghela nafas panjang lalu menatap White dengan serius, "Saat kalian pergi, aku melakukan rapat dengan para pengurus Mira HQ. Dan hasil rapat kami adalah memberikan misi baru untuk kalian."


"Apa itu?" Tanya White.


"Kalian akan dikirimkan ke Polus. Ada yang menyarankan bagaimana jika kalian mengalahkan Impostor di tempat tinggalnya langsung. Menurutku itu ide yang bagus karena bisa memperkecil korban yang tidak bersalah," jelas pak Leon.


"Lalu bagaimana dengan aku dan kru ku?" Batin White lalu menghela nafas, "Baiklah kalau begitu. Sepertinya itu ide yang bagus."


Pak Leon menjadi sedikit bingung. Dia ingat kalau sebelumnya White ketakutan ketika dia mengira dirinya akan dikirim ke Polus. Tapi sekarang dia melihat tidak ada raut ketakutan di wajah orang tua itu.


"Kau terlihat tenang sekali," komentar Pak Leon.


"Begitulah. Aku sudah siap menerima kemungkinan buruk yang akan terjadi padaku. Tapi aku cukup sedih karena kau tidak memperhatikan kru ku yang juga korban tidak bersalah," balas White.


Pak Leon terdiam. Dia pun teringat kalau para Crewmate juga tidak ada sangkut pautnya dengan masalah itu. Lebih tepatnya, masalah yang muncul akibat kesalahannya di masa lalu.


"Jika saja aku tidak nekat saat itu, ini semua pasti tidak akan terjadi. Tidak akan ada korban dan dia juga mungkin masih hidup sampai saat ini," Pak Leon terdiam.


White memperhatikan pak Leon yang terdiam, "Maaf jika membuatmu tersinggung."


"Tidak apa. Aku juga sadar ini adalah salah ku sehingga membuat kru mu terlibat. Tapi percayalah, tidak ada yang bisa mengalahkan Impostor jika bukan kalian," kata Pak Leon.


White berdiri, "Aku mengerti. Tapi aku punya satu permintaan, "White menatap pak Leon, "Jika terjadi sesuatu padaku, kuharap kau memberikan tempat tinggal yang layak untuk istriku," pintanya.


Mereka keluar dari ruangan itu dan berpisah. White mengumpulkan kru nya lalu memberitahu apa yang dikatakan oleh pak Leon.


"Tepat seperti yang kuduga," komentar Black.


"Kapten, tidakkah menurut anda kalau ini terlalu berbahaya?" Tanya Yellow.


"Aku juga berpikir seperti itu, Yellow. Tapi apa boleh buat, kita sudah diberi misi untuk menumpas Impostor itu sampai ke tempat asalnya," jawab White.


"Apakah kau sudah memikirkan ini baik-baik, White?" Tanya Brown.


"Aku sudah memikirkan ini baik-baik. Ini memang sangat beresiko, tapi apa boleh buat. Kita sudah ditakdirkan untuk menjalankan misi ini," jawab White sambil menatap mata Brown dalam-dalam.


White menoleh lalu menatap Red dan Blue, "Aku juga minta maaf kepada kalian berdua karena telah melibatkan kalian sampai sejauh ini," kata White.


"Tidak apa-apa, Kapten. Ini juga konsekuensi kami karena telah menerima misi yang diberikan," jawab Red merasa tidak nyaman dengan permintaan maaf dari White.


"Iya, lagipula ini juga tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Jadi ini sepenuhnya bukan salah Kapten," timpal Blue.


"Baiklah kalau begitu," kata White lalu termenung.


Para Crewmate pun juga ikut termenung sehingga cafetaria menjadi sunyi karena memang saat itu bukan jam istirahat. Mereka memutar kembali setiap memori yang mereka dapatkan dari awal mereka berangkat hingga sekarang.


Red mulai merasa dadanya sesak ketika mengingat kembali kematian Purple, Green dan Orange. Terutama White yang untuk pertama kalinya kehilangan beberapa kru nya.


"Hey White," panggil Black menyadarkan mereka semua dari lamunan masing-masing.


"Kapan kita akan berangkat?" Tanya Black serius.


"Besok. Semakin cepat semakin baik. Kita juga harus mencari keberadaan Profesor Andromeda," jawab White.


"Siapa itu Profesor Andromeda?" Tanya Red.


"Dia adalah Profesor yang ikut bersama dengan para Crewmate The Skeld 301 saat keberangkatan mereka ke Polus. Tapi dia tidak ikut mereka ketika kembali ke bumi dan lebih memilih tinggal di Polus bersama rekannya yaitu Profesor Zero," jawab White.


"Sampai sekarang dia tidak bisa dihubungi. Aku tidak bisa menghubunginya bersamaan dengan mendapatkan kode SOS dari The Skeld 301," sambung Black.


"Mengetahui kalau Polus adalah tempat tinggal Impostor, membuatku pesimis dengan kondisi Profesor itu sekarang," kata Lime.


"Aku juga berpikir begitu. Tapi jangan menyerah, paling tidak kita harus mendapatkan keterangan valid nya," jawab White.


Mereka menyelesaikan meeting itu lalu kembali ke kamar masing-masing. Mereka harus bersiap-siap untuk keberangkatan besok yang dimana mereka tahu kalau saat ini nyawa mereka telah dipertaruhkan.


Bersambung


.


.


.


.


Sampai jumpa 👋