
Setelah melewati ribuan anak tangga, akhirnya para penjaga sampai di lantai 111 dari Mira HQ. Tapi karena mati lampu, mereka harus menyalakan senter dan harus ekstra hati-hati.
Lantai 111 sudah kosong. Semua orang sudah turun ke bawah. Tapi ada beberapa orang yang terjebak di dalam lift karena mati lampu itu. Para engineer tidak berani ke atas untuk memperbaiki lampu karena takut diserang Impostor.
Sementara itu, ketiga orang itu sudah keluar dari cafetaria. Mereka menyoroti senternya ke segala arah untuk mencari Cyan, tapi hasilnya nihil.
"Mati lampu ini membuat ku was-was, bagaimana kalau kita pergi ke office untuk menyalakan lampu?" Saran White sambil mengawasi keadaan.
"Kita tidak punya waktu, bisa saja Cyan sudah berhasil kabur sebelum lampu menyala," kata Black menolak.
"Lihat!" Red tiba-tiba berseru, memotong pembicaraan Black dan White.
"Ada apa?" Black dan White mendekati Red untuk melihat apa yang ditunjuk nya.
"Jejak darah. Sebelumnya saat Cyan keluar dari cafetaria, dia menginjak genangan darah. Ini pasti jejak nya," jelas Red.
Black pun teringat, "Kau benar. Kita ikuti darah ini, tapi harus hati-hati. Bisa saja ini jebakan."
Yang dikatakan Black memang benar. Saat itu Cyan bersembunyi di salah satu belokan dan akan menyerang siapa saja yang datang. Dia bersiap dengan pistol dan lidah yang sudah keluar.
Mereka bertiga terpancing dengan darah itu. Red yang berjalan paling depan. Cyan menyadari kedatangan mereka dan bersiap untuk menyerang.
Tepat ketika Red mendekati belokan tempat Cyan bersembunyi, Cyan keluar dari persembunyiannya lalu menembak Red.
Tapi Black yang sudah waspada dari awal, langsung menarik Red hingga peluru itu hanya menggores pipi Red.
White maju lalu menyerang Cyan dengan pengepel. Cyan yang tidak sempat menghindar akhirnya terkena serangan itu hingga terpukul mundur.
Tepat saat itu juga, para penjaga datang dan langsung bergabung dengan ketiga orang itu. Beberapa dari mereka yang membawa taser gun segera menyerang Cyan dengan benda itu. Tapi Cyan berhasil menghindar dan segera lari dari mereka.
"Jangan biarkan dia kabur!" Seru Gregory yang memimpin rombongan itu.
Mereka mengejar Cyan yang berusaha kabur. Kebetulan ada vent di situ. Cyan berlari ke arah vent itu. Tapi ketika dia mendekati vent itu, Lime muncul dari dalam vent lalu mendorong nya hingga jatuh ke lantai.
Ternyata Lime sudah berjaga di dalam vent dari saat mati lampu itu. Dia mengintai Cyan dari dalam vent dan merangkak dengan cepat untuk menyergap nya.
Lime menekan kepala Cyan ke lantai dan satu tangannya menahan tangan Cyan yang memegang senjata. Cyan terus memukul Lime dengan tangan nya yang bebas. Tapi Lime sama sekali tidak menggubris pukulan itu. Ia bertekad untuk terus menahan Cyan sampai rombongan itu tiba.
Cyan tidak kehabisan akal. Mulutnya terbuka dan lidahnya bergerak untuk menusuk Lime. Lime yang melihat itu refleks melepaskan pegangannya pada Cyan.
Kesempatan itu digunakan Cyan untuk memukul mundur Lime. Lalu dia segera pergi dari tempat itu.
"S*al!" Umpat Lime lalu berteriak memanggil rombongan itu. Sedangkan dia sendiri segera mengejar Cyan sambil membawa kunci Inggrisnya.
Rombongan itu mendengar suara Lime lalu segera berlari ke arahnya. Ketika bertemu, mereka segera bergabung dengan Lime.
"Berpencar! Kita kepung dia," perintah White.
"Kau siapa?" Salah satu penjaga masih sempat bertanya. Dia tidak menerima perintah dari orang lain terkecuali Gregory.
"Dia Kapten White," jawab Red kesal.
"Ikuti saja perintahnya," sambung Gregory.
Rombongan itu berpencar menjadi tiga kelompok kecil. Dua kelompok berusaha mendahului Cyan dan mengarahkannya ke salah satu tempat yang dimana disana sudah ada rombongan lain.
Cyan terpancing dan tepat setelah dia masuk ke tempat itu, pintu ditutup dan para penjaga disana langsung menyerbunya. Di tempat itu tidak ada vent, jadi Cyan tidak akan bisa kabur.
Cyan terkejut melihat serbuan itu, tapi dengan cepat dia berhasil menguasai diri dan balas menyerang. Beberapa penjaga tewas terkena serangan balasan dari Cyan.
Cyan mengarahkan pistolnya ke arah Black, tapi Red muncul di belakangnya lalu memukul kepalanya. Cyan terkejut lalu berbalik dan mencekik Red.
Gregory menyerang Cyan hingga dia melepaskan cekikan nya dan mundur. Tubuh Red menghantam lantai dengan keras.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Gregory tanpa menoleh.
"Aku tidak apa-apa, terima kasih banyak," jawab Red lalu berdiri dan siap untuk bertarung lagi.
Sementara itu, White sibuk mencari celah untuk meringkus Cyan. Dia sudah punya rencana dan sekarang tinggal mencari saat yang tepat untuk menjalankan rencana itu.
Tiba-tiba, tubuh Black melayang ke arah White karena serangan Cyan. White terkejut. Dia tidak sempat menghindar dan akhirnya tubuh Black menabraknya.
"Black!" Pekik Red lalu melempar ember ke arah Cyan, tapi ditangkisnya.
Black mengusap kepalanya yang menghantam wajah White. Lalu dia duduk dan membantu White untuk duduk juga. Tiba-tiba darah mengalir keluar dari hidung White yang sudah merah.
"Kau punya rencana?" Tanya Black alih-alih bertanya tentang kondisi White.
White mengusap darah itu, "Iya."
White menjelaskan rencananya kepada Black, lalu dia pergi ke Red. Dia menarik Red menjauh dari pertarungan untuk memberitahu rencana White.
"Akan kulakukan," kata Red.
Red pergi untuk mempersiapkan sesuatu yang dibutuhkan di rencana itu. Black membantu para penjaga untuk mengulur waktu. Dan White berusaha untuk memulihkan diri.
Setelah agak lama, Red kembali sambil membawa seember air. Black dan White yang melihat kedatangan Red segera bersiap-siap.
"Semuanya menyingkir!" Pekik Black. Para penjaga segera menjauh dari Cyan.
"Awas air panas!" Seru Red pula lalu menyiram Cyan dengan air itu.
Tubuh Cyan pun basah kuyup. Dia terkejut dan langsung menyadari tujuan mereka. White maju lalu menembak Cyan dengan taser gun.
Tapi tiba-tiba Cyan berlari ke arah Red dan langsung memeluknya. Red tidak sempat menghindar dan berhasil ditangkap oleh Cyan. Tepat saat itu juga, aliran listrik bertegangan tinggi mengaliri tubuh mereka.
"Arghhh...!!!" Erang mereka berdua.
"White, lepaskan!" Seru Black panik.
White terkejut lalu melepaskan benda itu. Tubuh mereka berdua pun rubuh ke lantai. Black ingin menghampiri Red, tapi tubuhnya ditahan Lime.
"Jangan, disitu ada genangan air. Kau juga bisa tersetrum," larang Lime.
Gregory memerintahkan beberapa orang untuk mengangkat tubuh kedua orang itu dengan seragam khusus. Sedangkan sisanya segera pergi untuk memanggil engineer agar lampu itu segera diperbaiki.
Tidak lama kemudian, lampu kembali menyala dan Cyan dibawa ke laboratorium. Sedangkan Red dirawat di medbay. Mereka akan memeriksa tubuh Cyan.
Bersambung
.
.
.
.
Sampai jumpa 👋