
Orange memandang cafetaria yang saat itu sudah sepi. Dia menghela nafas lalu memandang dirinya yang sudah tidak punya kaki dan tubuh transparan.
"Wah, kau disini rupanya," Orange menoleh dan melihat Green bersama Purple menghampirinya.
"Green? Purple?" Orange terpaku di tempatnya.
"Kami mengikuti tubuhmu yang terlempar ke luar sana. Kami melihatnya membeku dan berpikir kalau kau akan muncul di sana, tapi ternyata kau sudah ada disini," jelas Purple.
Orange tidak mengatakan apapun, wajahnya semakin menunjukkan kesedihan, "Green... Purple... Aku minta maaf," kata Orange terbata-bata.
Green terkejut lalu segera menghampiri Orange, "Kau tidak perlu minta maaf, aku tahu kau tidak ingin melakukan itu kepada kami."
Purple mengangguk, "Iya, lagipula kau menangis untuk apa? Kita sudah jadi hantu jadi tidak ada air mata lagi."
Orange bergetar lalu mengusap wajahnya, "Aku heran kenapa kita tidak bisa mengeluarkan air mata lagi?" Gerutu Orange yang membuat Green dan Purple tertawa geli.
"Disini kalian ternyata," mereka bertiga menoleh dan terlihat seluruh Crewmate dari The Skeld 301 menghampiri mereka.
"Kalian ini kru The Skeld 301 kan? Jadi selama ini kalian disini?" Tanya Green tidak percaya.
"Iya, kami semua disini sejak kalian datang waktu itu. Kami sudah melihat semua yang terjadi," jawab William.
Purple memandang William, "Ternyata yang dikatakan Black ada benarnya, Kapten William sudah meninggal."
"Dari awal aku juga sudah menduga itu," balas Green.
Orange mendekati orang-orang itu, "Apa kalian yang membuat pesan itu?" Mereka mengangguk.
"Tapi sayangnya ada yang merusak pesan itu dan membuat kita jadi seperti ini," kata Purple.
"Sebenarnya Impostor yang melakukan itu," jawab Orange.
"Impostor? Kau juga Impostor, Orange. Berarti kau lah yang melakukannya?" Tebak Green.
"Kami bertiga yang melakukannya. Sebenarnya aku tidak mau, tapi parasit ini terus mengambil alih tubuhku sehingga semuanya tidak sesuai dengan keinginan ku," jawab Orange.
"Meski dirimu sering dikendalikan oleh Impostor, tapi kau mampu bertahan lama dari parasit itu. Karena sekarang kau sudah bebas, bisa kau beritahu siapa lagi Impostor nya?" Pinta Green.
Orange memberitahu dua nama yang membuat Green dan Purple terkejut.
"Jadi mereka berdua? Aku kira salah satunya Yellow," kata Green tidak percaya.
"Tapi kalian salah besar," komentar Fred.
"Salah apa?" Purple bingung.
Para kru The Skeld 301 menyingkir untuk mempersilahkan seseorang yang mereka bertiga kenal untuk mendekat. Orange, Green dan Purple terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kau sudah mati?" Tanya Purple tidak percaya.
"Kita semua sudah mati," balas Louis.
"Iya, kau benar. Teman mu ini meninggal lebih dulu dari kalian dan kami gagal melindunginya. Dia bernasib sama denganku. Impostor meniru wujudnya untuk membunuh kalian," jelas William.
"Oh astaga, kenapa kita bisa terlambat menyadarinya?" Tanya Green panik.
Sekarang mereka tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa berharap semoga yang lainnya segera menyadari hal itu dan dapat mengakhiri semua ini.
Beberapa hari kemudian...
The Skeld 385 sudah sampai di dekat bumi. Mereka semua masuk ke pesawat awak, tidak lupa mereka juga membawa kedua jenazah Green dan Purple. Setelah membawa semua yang diperlukan, mereka turun ke bumi dan terbang ke Mira HQ.
Setelah pesawat mereka menembus atmosfer dan Mira HQ kini terlihat di depan mereka, Red merasakan perasaan deja vu saat itu.
Pesawat mereka perlahan turun ke tempat landasan pesawat dan beberapa orang menyambut kepulangan mereka semua.
Beberapa orang yang sudah di beritahu tentang apa yang terjadi datang dan membawa pergi kantong jenazah berisi jenazah Green dan Purple. Sementara White segera berbicara dengan Pak Leon yang saat itu juga menyambut kepulangan mereka.
"Tidak heran ini akan terjadi," ujar Black.
"Kenapa?" Tanya Red bingung.
Mereka semua mengangguk lalu mengikuti orang-orang yang ditunjuk oleh Black, terkecuali Black, Cyan, dan Brown yang tidak mengikuti orang-orang itu karena mereka memang tinggal di Mira HQ.
Red mengikuti orang itu sambil membawa barang-barang nya sendiri, dia tidak mau merepotkan orang itu. Mereka akhirnya sampai di depan salah satu ruangan, orang itu memberikan Red kunci ruangan itu lalu pergi.
Red membuka pintu itu dan masuk kedalamnya. Dia mendapatkan kamar yang cukup luas dengan fasilitas lengkap. Red berjalan ke jendela yang menghadap ke sebuah padang rumput dengan sebuah pohon besar disana. Cahaya dari matahari yang terbenam membuat suasana saat itu sangat tenang.
Tiba-tiba ponsel Red berbunyi dan terlihat sebuah panggilan masuk dari Black. Red pun menjawab panggilan itu.
"Kenapa?"
"Kau sudah dapat kamarmu?" Tanya Black.
"Iya, aku sudah mendapatkan kamarku," jawab Red.
"Baguslah, aku mau memberitahu apa yang terjadi tadi," kata Black. Red segera duduk di kursi dan mendengarkan pembicaraan Black dengan saksama.
"Jadi begini, jauh-jauh hari sebelum kita sampai di bumi, White sudah memintaku untuk menghubungi Mira HQ dan menceritakan semuanya. Saat ini White dan Brown sedang diminta keterangannya, sementara kita nanti akan diperiksa satu-satu," jelas Black.
"Apakah ini biasanya terjadi?"
"Untuk para Crewmate yang baru pulang dari misi, pemeriksaan itu hal yang wajib. Tapi untuk yang permintaan keterangan ini tidak pernah terjadi. Entahlah, tidak pernah ataupun jarang aku tidak tahu karena pada dasarnya aku ini orang yang nolep. Aku tidak akan tahu jika tidak melewati komputer ku terlebih dahulu," jawab Black panjang lebar.
"Bagaimana mereka akan memeriksa kita?"
"Kau tahu alat submit scan yang ada di medbay?" Red mengangguk, "Alat itu bisa melihat isi tubuh kita. Karena struktur tubuh Impostor dan Crewmate itu berbeda, jadi ini alat yang tepat untuk mendeteksi nya."
"Kalau begitu, kenapa kita tidak memakai alat itu saja waktu itu?"
"Brown juga pernah mencetuskan ide itu kepada aku dan White. Tapi saat kami akan memulai ide itu, alat itu rusak dan tidak bisa digunakan. Lime pernah diminta untuk memperbaiki alat itu, tapi dia tidak punya waktu karena tablet nya sering mendapatkan sinyal-sinyal kerusakan berpotensi besar di pesawat kita. Itulah yang membuatnya lemah dan kurang tidur."
Red mengangguk mengerti, "Jadi karena sekarang di Mira HQ memiliki banyak engineer, berarti ini kesempatan bagus untuk melakukan pemeriksaan itu?"
"Betul, jadi sekarang kalian akan tinggal di sini selama beberapa hari. Semua aktivitas kita juga akan di awasi agar tidak terjadi hal buruk."
"Terima kasih untuk penjelasannya, Black. Tapi ngomong-ngomong, gelang yang di atas meja itu untuk apa?" Tanya Red sambil menghadapkan layar ponsel nya ke atas meja.
"Orang yang mengantarmu tidak memberitahu itu untuk apa?" Red menggeleng, "Gelang itu untuk melacak posisi seseorang. Saat ini kita berada di lantai 111 dari Mira HQ. Meski di lantai ini tempatnya tidak terlalu besar, tapi vent disini saling terkoneksi. Jadi jika sekarang terjadi pembunuhan oleh Impostor, kita tidak tahu dia pergi kemana bahkan meja admin juga tidak akan berguna."
"Maksudmu inilah benda yang digunakan untuk memantau aktivitas kita?"
"Betul, lebih baik kau istirahat saja. Besok kegiatan kita akan dimulai," kata Black.
"Baiklah, sampai jumpa Black," pamit Red.
"Sampai jumpa," balas Black lalu menutup panggilan nya.
Sementara itu dikamar Cyan, Cyan yang sudah kembali ke kamarnya memutuskan untuk berbaring terlebih dahulu sebelum mulai bersih-bersih.
Perlahan-lahan dia menutup matanya dan berniat tidur sebentar. Tapi baru saja menutup mata, wajah Red tiba-tiba muncul di kepalanya. Dia terkejut bukan main dan langsung terduduk di samping tempat tidurnya.
"Kenapa tiba-tiba aku memikirkannya?" Gumam Cyan bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Matanya tertuju pada laci mejanya. Cyan teringat sesuatu dan segera menghampiri meja itu lalu membuka lacinya. Di ambilnya sebuah catatan keluarganya dan mulai membuka lembaran demi lembaran.
Hingga dia sampai di salah satu lembaran yang terdapat foto seseorang berpakaian Ilmuwan. Cyan mengambil foto itu dan mulai memperhatikannya.
"Kau ternyata."
Bersambung
.
.
.
.
Sampai jumpa 👋