Among Us: Origin Story

Among Us: Origin Story
Bab 22: Invisible



Sudah lewat beberapa Minggu ini, beberapa Crewmate tidak bisa tenang. Selain karena Impostor, beberapa dari mereka juga terus memikirkan kondisi Red. Terutama Black.


Black benar-benar tidak tenang setelah Red dibawa ke rumah sakit antariksa. Dulu dia masih bisa berkomunikasi dengan temannya itu, tapi sekarang benar-benar berbeda. Dia merasa kesepian sekarang. Dia bersumpah akan membunuh Impostor itu suatu hari nanti.


Ini sudah lewat beberapa bulan dan sudah selama itu juga mereka tertahan di luar angkasa. Mereka tidak bisa kembali ke bumi jika kru mereka tidak lengkap.


White duduk di cafetaria sambil ditemani secangkir kopi. Dia terus memikirkan kondisi Red dan cara untuk menyingkirkan Impostor, makhluk itu semakin berani bahkan sampai melukai kru nya.


Ditengah-tengah pikirannya, White melihat Black yang masuk ke cafetaria dalam keadaan lesu. Dia sebenarnya hendak ke dapur dan mengabaikan White, tapi White sudah memiliki sesuatu yang ingin dibicarakannya dengan Black.


"Black," panggil White.


Black menoleh, "Apa?"


"Duduk disini sebentar, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan," jawab White.


"Nanti setelah aku membuat minuman," kata Black lalu pergi ke dapur.


White sabar menunggu Black. Setelah temannya itu datang, dia menyuruh Black untuk duduk didekat nya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Black.


"Ini tentang kondisi Red. Kau pasti dari comunication kan? Apa ada perkembangan dari kondisi Red?" White bertanya balik.


"Iya, mereka menghubungiku tadi. Mereka bilang kalau Red belum sadar, tapi keadaan nya sudah membaik," jawab Black.


"Begitu ya?" White menundukkan kepalanya.


"Apa itu saja yang ingin kau bicarakan?" Tanya Black.


"Tidak, aku juga ingin membicarakan Impostor itu," jawab White.


Black pun tertarik, "Apa-apa saja itu?"


"Beberapa waktu lalu kita sudah mendapatkan informasi baru tentang Impostor itu, seperti dia yang bisa berubah wujud dan takut pada listrik. Menurut ku kita harus memanfaatkan itu agar tidak ada korban yang jatuh lagi," jelas White.


"Begitu? Apa rencana mu?" Tanya Black.


"Jadi begini," White mulai menjelaskan semua rencana nya pada Black. Tanpa mereka sadari, ada banyak pasang mata yang sedang memperhatikan mereka.



(mereka sebenarnya ada banyak, tapi aku terlalu capek dan malas untuk menggambarnya)


Arwah para kru The Skeld 301 masih bergentayangan dan kini berada di pesawat The Skeld 385. Mereka memperhatikan pembicaraan antara Kapten dan petugas komunikasi itu.


"Apa mereka akan baik-baik saja?" Tanya salah satu kru berwarna ungu.


"Mereka pasti akan baik-baik saja. Mereka ini hebat, makhluk itu saja sampai tidak mampu membunuh satupun dari mereka," jawab Fred.


"Tapi bagaimana dengan Red?" Dia masih bertanya lagi.


Salah satu teman mereka masuk ke ruangan itu dengan menembus tembok. Mereka semua menghampirinya.


"Kau dari mana, Marsel?" Tanya Fred.


Kru berwarna hijau yang bernama Marsel itu menjawab, "Aku baru saja selesai memantau kondisi Red. Dia baik-baik saja, sebentar lagi dia pasti akan sembuh."


Mereka semua menghela nafas lega, terkecuali William yang masih memperhatikan dua Crewmate itu. Terlihat dia memasang wajah marah dan geram.


"Anda kenapa, Kapten?" tanya Marsel.


"Aku geram pada makhluk itu. Dia mencoba membunuh para Crewmate ini dengan menggunakan wujud ku, jadi seolah-olah aku yang sudah mati ini adalah dalang dibalik semua ini," jawab William geram.


"Tapi berkat video terakhir yang dibuat oleh Fred, saya rasa mereka tidak akan berpikiran begitu," kata kru yang berwarna biru.


Perasaan William sedikit tenang setelah mendengar pernyataan kru nya itu, "Ya, kau benar Louis. Sekarang satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah membantu mereka untuk menghentikan Impostor."


"Tapi bagaimana caranya? Kita ini hantu, mereka tidak akan bisa melihat atau bahkan mendengar suara kita. Bagaimana cara kita membantu mereka?" Tanya Marsel.


"Kita memang tidak terlihat, tidak bisa didengar, dan bisa menembus tembok. Tapi kita bisa menyentuh benda dan membuat bebunyian. Dengan itu kita bisa memberikan mereka kode agar hati-hati dengan sekeliling mereka," jelas William.


"Bagaimana kalau kita langsung praktek saja, Kapten? Kita punya kelinci percobaannya disini," kata Louis sambil melihat ke arah vent.


Mereka melihat ke arah yang sama dan nampak vent itu terbuka sedikit. Ketika mendekat, didalam vent itu ada Impostor yang sedang mengincar dua Crewmate itu.


Dia memukul vent itu menggunakan ekornya (mereka tidak punya kaki, jadi ku sebut itu ekor) sehingga vent itu tertutup dan menimbulkan bunyi yang keras.


White dan Black tersentak lalu berdiri dan bersikap waspada. Mata mereka lekat menatap vent yang merupakan sumber bunyi itu.


"Siapa itu?" Tanya Black waspada.


"Sepertinya Impostor," jawab White tidak yakin lalu mendekati vent itu bersama Black.


Dia membuka vent itu, tapi kosong. Impostor itu langsung mundur setelah vent itu menimbulkan suara. Dia bingung karena ingat tadi tidak membuat suara apapun.


Sedangkan William dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak. Mereka sangat puas karena berhasil menggagalkan usaha Impostor itu.


"Sekarang sudah jelas, kita akan melindungi para Crewmate The Skeld 385," kata William disambut teriakan semangat dari para kru nya.


Hari-hari berikutnya, kru The Skeld 301 terus menggagalkan usaha Impostor itu untuk membunuh Crewmate. Impostor itu menjadi sangat marah karena usahanya gagal terus.


Dia pernah mengincar Lime yang ada di dalam vent, tapi mereka membuat suara didalam vent sehingga Lime segera kabur. Yellow juga pernah hampir menjadi korban. Impostor itu berniat menguncinya di salah satu ruangan lalu nanti dia keluar untuk membunuh Yellow. Tapi mereka melempar benda ke Impostor sehingga dia tidak sempat mengunci pintu dan Yellow bisa kabur.


Karena sudah banyak usahanya yang gagal, akhirnya Impostor itu menunjukkan dirinya yang sebenarnya.


"Berhenti menggangguku!" Kata Impostor itu saat dia didalam sebuah ruangan kosong.


Ternyata Impostor itu bisa melihat hantu, lebih tepatnya hantu dari korban yang pernah dibunuhnya. Sebenarnya disana tidak hanya ada kru The Skeld 301, tapi hantu-hantu dari korban terdahulu juga ada.


"Kami tidak akan berhenti. Kau sudah membunuh kami semua lalu sekarang akan membunuh mereka? Tidak akan kami biarkan itu terulang lagi," jawab William.


"Jangan kau kira bisa membunuh mereka dengan mudah. Ingatlah! Kau sendiri hampir dikeroyok oleh mereka dan malah kabur seperti pengecut," ejek Elias.


"Aku masih ingat saat Cyan melemparkan ember ke wajahmu," sambung Louis.


"Dan menyetrum mu," kata Marsel pula.


Mereka terus melancarkan kalimat ejekan dan penghinaan kepada Impostor itu. Saking kesalnya, Impostor itu sampai mengibaskan tentakelnya ke arah para hantu. Tapi karena mereka hantu, tentakel itu hanya menembus tubuh mereka.


Tapi gerakan Impostor itu terhenti ketika dia beradu tatapan dengan William yang saat itu juga sedang menatapnya dengan marah. Sebuah ide licik muncul di kepalanya.


"Aku memang tidak bisa membunuh mereka, tapi itu karena aku memakai wujud ini," kata Impostor itu.


Mereka semua bingung dengan kalimat Impostor itu, tapi Fred langsung paham lalu menatap Impostor itu dengan tatapan tidak percaya.


"Tunggu, jangan bilang kalau kau berniat," Fred tidak melanjutkan kalimatnya.


"Memang itu niatku. Jika aku mau membunuh mereka, berarti aku harus menyamar menjadi salah satu dari mereka," kata Impostor itu lagi.


Mereka semua terkejut karena akhirnya mengerti dengan perkataan Impostor itu. William langsung terbang menghadang nya.


"Kau saja tidak bisa membunuh mereka, lalu bagaimana kau akan melaksanakan rencana mu itu," kata William.


Impostor itu berjalan menembusnya, Impostor itu melirik William lalu tersenyum sinis.


"Mereka saja bahkan tidak bisa melindungi mu saat itu," kata Impostor itu.


William dan kru nya menatap kru yang lain itu. Beberapa dari mereka mengepalkan tangan karena marah, beberapa lainnya hanya menundukkan kepalanya karena merasa bersalah dan gagal melindungi William.


Mereka tidak bisa melindungi William dan kru nya karena saat itu Impostor sudah bergerak bebas dengan wujud yang dicurinya. Jika saat itu Impostor masih bergerak dengan sembunyi-sembunyi mereka pasti bisa melindungi kru itu.


"Tidak akan kami biarkan itu terjadi," kata Louis.


Tapi Impostor itu hanya merubah wujudnya menjadi Crewmate lalu pergi ketempat targetnya. Mereka semua hanya diam karena bingung apa yang akan dilakukan mereka sekarang.


Untuk melaksanakan rencana Impostor itu, salah satu dari Crewmate The Skeld 385 harus ada yang mati.


Bersambung


.


.


.


.


Sampai jumpa 👋