ALEXI

ALEXI
ALEXI - 07. PENCITRAAN



"Nih lo pasti haus." Al menyodorkan minuman botol itu ke hadapan Aleta.



"Oh iya thanks..." Alexi merampas minuman itu dari tangan Al. "Kakel." Lanjut Alexi dengan kekehan lalu dengan tanpa rasa bersalah Alexi meminum minuman tadi.



"Itu minuman buat Aleta!" Kata Al sambil menekan setiap kata yang dia ucapkan.



"Aleta!" Panggil Febbi dari sudut lain lapangan. Aleta bisa melihat bahwa temannya itu membawa minuman di genggamannya. Karena Aleta melihat wajah Al yang begitu kesal, membuat Aleta mencari-cari alasan.



"Iya gak apa-apa kok kak buat Alexi aja. Tuh febbi udah bawa minuman buat gue." Kata Aleta lalu bangun dan pergi menyisakan Alexi dan Al yang sedang panas.



Alexi yang melihat Aleta pergipun ikut menyusul. Sebelum pergi, Alexi membersihkan celana seragam sekolah bagian bokongnya menghela nafas lalu pergi meninggalkan Al. Namun Al tidak tinggal diam, Al mendorong bahu Alexi dengan telapak tangannya yang besar dan lebar itu membuat Alexi terpental sedikit.



"Wih kenapa nih?" Kata Alexi dengan wajah kesal.



"Lo nyari gara-gara sama gua?" Tanya Al dengan wajah yang tak kalah garangnya dengan Alexi.



Alexi menyunggingkan senyuman. "Bukannya lo yang suka nyari gara-gara sama gua?"



Al mendekat ke arah Alexi. "Yang ada lo, selalu ngerebut apa yang gua punya!" Kata Al sembari mendorong tubuh Alexi.



Alexi berusaha menahan amarahnya dengan niat pergi meninggalkan Al, namun Al tidak membiarkan Alexi lolos begitu saja. "Mana temen lo Agam?" Tanya Al yang secara otomatis membuat langkah kaki Alexi terhenti.


Alexi berbalik menghadap Al. "Urusan temen gue sama bajingan kaya lo itu apa? Agam itu gak ada sangkut pautnya sama masalah kita, jadi jangan sekali-kali lo bawa-bawa nama temen gua! Masalah lo itu sama gua inget! "



Al tertawa remeh. "Gak ada sih. Tapi gua kasian aja sih sama Agam, secara dari tiga temen lo cuma Agam yang orang miskin jadi yaahh... Agam pasti gak di anggap-anggap amat dan cenderung di abaikan sama temen-temennya yang kaya." Al menekan kata 'miskin' dari kalimatnya.



Alexi yang mendengar sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Alexi berjalan secara tak sabaran lalu menonjoki Al dengan brutal. Tentu saja Al diam tanpa melawan, karena Al yang bernotabennya adalah mantan ketua osis dan panutan kanidat osis baru dan juga murid teladan yang selalu di banggakan oleh guru-guru di sekolah itu, maka dari itu Al menjaga citra nama baiknya.



"Alexi berhenti!" Titah seorang kepala sekolah yang sedang berkeliling sekolah.



Alexi dengan nafas yang menggebupun berhenti dan menjauh dari Al yang sudah bonyok di bagian wajahnya. "Alexi kamu ini apa-apaan?" Tanya sang kepala sekolah.



Tidak ada jawaban apapun dari Alexi. Sang kepala sekolah yang bername tag Farida Multi S.E pun menghampiri Al yang masih dengan keadaan terlentang di tanah. "Alfiandra kamu gak papa?" Tanya kepsek itu.



Al berusaha untuk bangun di bantu oleh kepsek. "Alexi! Panggil teman kamu untuk membantu Al!"



"Iya bu." Setelah menjawab, Alexipun pergi menemui teman-temannya yang berada di lapangan basket dengan teman sekelas lainnya. Karena ini masih giliran murid laki-laki yang menguasai lapangan, teman Alexi Mon dan Tristanpun masih bermain basket. Alexi dari ke pinggir lapangan itu memberi sinyal ke pada Mon dan Tristan untuk menghampirinya. Cukup lama Mon dan Tristan tidak menyadari sinyal dari Alexi, namun beberapa detik kemudian Mon melihat Alexi dan memberi tahu Tristan. Akhirnya merekapun menghampiri Alexi dengan berlari kecil.



"Ada apa lex? Kok lu gak ikut main sama yang lain?" Tanya Mon.



"Bantuin gua." Kata Alexi yang membuat kedua temannya memasang wajah bingung ke arahnya.



"Bantuin?" Mon dan Tristan melihat satu sama lain.



"Bantuin apa?" Tanya Tristan.



"Al."



"Lex jangan bilang lo mukulin sih Al?" Tristan menebak.



Alexi hanya mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Tristan. "Gila lo, lo mau di DO?" Mon berkata sambil menunjuk ke arah Alexi.



"Udah pokoknya kalian bantuin gua aja dulu." Sehabis mengatakan itu, Alexi pergi mendahuli Tristan dan Mon. Kedua temannya itupun menyusuli Alexi.







___________________________________







"Eh guys ada Big News nih." Salah satu siswi datang dengan heboh.



"Kenapa kenapa?" Tanya siswi lainnya dengan wajah penasaran.



"Sih Alexi sama kak Al berantem!"



Aleta yang kebetulan duduk bersebelahan dengan siswi yang sedang bergosip itu kaget. Namun persekian detik kemudian, Aleta mengembalikan wajah kagetnya dengan wajah biasa dan kembali mendengarkan siswi yang sedang bergosip itu.



"Hah? Terus terus, siapa yang babak belur?" Tanya siswi B



"Kak Al lah! Secara kan ya, Al itu murid baik-baik di tambah lagi Al itu mantan ketua osis yang berprestasi dan di sayangin guru-guru di sini." Jawab sisiwi A



"Iya juga sih ya, masuk akal tuh." Kata siswi B




"Eh tapi Kak Al sekarang di mana?" Tanya siswi B.



"Kak Al di bawa ke UKS sama kepsek." Jawab siswi A. "Eh udah yuk ke kantin dulu, lagian kayanya anak cowo juga masih lama." Ajak siswi A.



Tiga siswa tadi yang sedang bergosippun pergi dari lapangan, Aleta yang melihat Tiga siswa itu pergipun ikut pergi dari lapangan itu, tapi karena kebetulan Febbi menoleh ke arah Aleta yang hendak bangun, menahan tangan Aleta. "Eh lo mau kemana?"



"Gue mau ke kamar mandi dulu." Kata Aleta bohong. Febbipun melepaskan tangannya. "Mau gue anterin gak?" Aleta menggelengkan kepalanya. "Gak usah feb gue sendiri aja." Kata Aleta sembari tersenyum.



Febbi hanya mengangguk paham dan Aletapun pergi menjauh dari lapangan itu. Kini Aleta sedang berjalan menuju UKS, tidak tahu kenapa ia sangat ingin melihat keadaan Al yang habis di pukuli oleh Alexi. Sempat ragu karena tidak tahu letak UKS di mana, Akhirnya Aleta menemukan tempat di mana UKS itu berada, dengan ragu Aleta membuka pintu UKS.



Aleta bisa melihat Al yang sedang berbaring di atas ranjang berukuran untuk satu orang itu, yang memang sengaja di sediakan di sana. Aleta melangkah masuk ke dalam UKS tanpa menutup kembali pintu ruangan itu dan dengan ragu Aleta medekati Al yang ia kira tertidur kerena Al menutup mata.



"Kak Al?" Aleta memanggil nama Al namun dengan suara pelan.



Al pun membuka matanya lalu menoleh ke arah aleta dan Al pun tersenyum. "Aleta?"



Aleta menyentuh pelan wajah Al yang memar. "Lo kenapa bisa begini?"



Tidak ada jawab dari Al. Aleta pun mengarahkan pandangannya ke mata Al yang sedang menatapnya serius. "Kak...??" Panggil Aleta.



Al tersenyum. "Kenapa? Lo khawatir?" Goda Al.



Aleta mendengus sebal. "Engga tuh!"



Al hanya tertawa yang melihat muka sebal Aleta. "Lucu banget sih lo."



"Oh iya kak."



"Hm?"



"Hari ini nyokap minta lo dateng kerumah, tapi dengan keadaan lo yang babak belur begini mana mungkin."



"Gak mungkin kenapa?"



"Yah masa lo dateng ke rumah gue dengan keadaan lo yang begini, kalo lo di cap jelek sama nyokap gue gimana?"



"Ya tinggal bilang aja 'Namanya juga anak laki-aki tante'" Canda Al.



Aleta tertawa. "Ada-ada aja lo kak. Next time aja deh kak nunggu lo sembuh dulu."



"Hahaha oke oke."



Tiba-tiba nada bicara Aleta serius. "Lo... Berantem kak sama Alexi?"



Al sedikit terkejut dengan pertanyaan Aleta. "Iya..."



"Kenapa?"



"Gak tau, Alexi dari dulu benci banget sama gue."



"Bohong itu dosa Al." Aleta dan Al menoleh kearah sumber suara.



















Hi hi jangan lupa like, komen dan tambahin ke favorit supaya kalau Alexi up kalian bisa tau hehe maaf juga ada kesalah author di eps 06 aturan 11 IPA 1 author malah nulis IPA 11-2 maaf banget.


dannn.. FYI nama kepala sekolah itu, author ambil dari nama kepsek author waktu smp. dia baik banget sih parah makanya author itu suka banget sama dia. dia juga kebetulan ngajar mtk dulu, gara-gara ibu itu author jadi suka banget sama pelajaran matematika. haha jadi curhat si author. ya mon maap mon maap. 😂😂



HAPPY READING