
"Mau kemana kau Al?!" Brata bertanya dengan nada berat saat ia memergoki anaknya itu sedang mengendap endap berniat keluar rumah tanpa izin darinya.
Al terpaku saat mendapati ternyata sang ayah melihatnya. Namun, di persekian detik kemudian Al memasang muka biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa. Al menoleh ke arah sang ayah yang sebelumnya ada di belakangnya. "Al mau cari angin pah." Kata Al dengan nada yang di usahakan tidak gugup.
"Ini sudah malam! Kau harusnya belajar! Sana! Balik ke kamarmu dan belajar! Jika kau tidak bisa mengambil hati eyangmu, setidaknya kamu memabanggakan papahmu ini dengan terus selalu mendapat nial terbaik dan menjadu siswa unggulan di sekolah. Kau taukan Al, sekolah itu milik Ansell ayahnya Alexi! Kau harus buktikan bahwa anaknya yang brandal itu bukan apa-apa!" Ujar sang ayah membuat Al mengepalkan tangannya kesal.
Tanpa mengatakan apapun, Al berjalan kembali lagi ke kamarnya meninggalkan sang ayah yang masih memperhatikan pergerakannya. Kini Al sudah di dalam kamarnya, Al membanting tubuhnya ke atas ranjang empuk miliknya. Al memejamkan matanya, ia kesal! Sampai kapan ia harus di jadikan boneka oleh sang ayah sekaligus di jadikan lampiasan emosi sang ayah?
Sebenarnya Al sudah muak dengan hidupnya yang dramatis itu. Ia selalu di benci oleh ayahnya dan di perlakukan beda oleh eyangnya. Selama ini Al selalu berfikir, apa yang membuatnya selalu di benci oleh orang sekitarnya. Kini Al baru menginjak kelas dua sekolah menengah akhir, dari ia sekolah dasar sampai sekarang Al selalu mendapatkan nilai bagus dan menjadi murid kebanggaan oleh guru gurunya, lain dengan Alexi yang sangat bertolak belakang dengan dirinya. Tetapi mengapa Alexi yang selalu di perlakukan istimewa? Apa bedanya ia dengan Alexi? Mereka berdua sama sama lelaki yang bernotabennya akan menjadi pemimpin suatu saat. Mereka berdua juga sama sama bersetatus sebagai cucu di keluarga Early, lalu mengapa hanya Alexi yang sang eyang selalu banggakan mengapa Al tidak? Oh ayolah.. Bahkan Al berfikir bahwa di masa lalu sang eyang dan Al adalah musuh yang sangat abadi.
Al seperti teringat sesuatu. Al pun merai ponselnya dan menghubungi seseorang. "Halo fel, gua gak bisa kesana sekarang. Besok gimana? Oke."
____________
Keesokan harinya...
"Fel gimana?" Tanya Al begitu ia bertemu dengan Felly. Saat itu mereka tengah berada di kantin sekolah
"Nih." Felly memberikan serobek kertas ke pada Al.
Al tersenyum senang. "Thankyou ya!" Setelah mengatakan itu Al langsung saja pergi dari hadapan Felly, Al menuju ke kelasnya. Setelah sampai di kelasnya Al langsung membuka kertas itu yang berisikan angka, bisa di ketahui bah itu adalah nomor hp seseorang. Al memasukan nomor itu ke ponselnya dengan senyuman bahagia jangan lupa. Al memberi nama nomor itu Anggun, Ah ternyata Felly memberi nomor telpon wanita kepada Al. Namu, pertanyaannya siapa itu Anggun?
______________________________________
Di saat setelah Al sekolah, pasti saja ia akan langsung pulang kerumahnya. Namun, di saat ia berjalan menuju gerbang sekolah. Ia mendapati pemandangan menarik, yaitu Felly yang di tarik paksa oleh lelaki bertubuh kekar masuk kedalam mobil. Suasana saat itu sepi, Al tidak mungkin menjadi pahlawan kesiangan untuk mebolong Felly sedangkan ia masih sempat memikirkan wajah tampannya yang akan babak belur habis akibat pukulan orang orang itu. Al dengan terburu buru mengambil motornya dan mebgikuti arah mobil tersebut. Al terus memperhatikan dan berhati hati, supaya mereka yabg di dalam mobil tidak curiga bahwa ia sedang mengikutinya. Al kini tengah melihat plat nomor mobil tersebut, mobil mewah yang mahal dan plat nomor yang tidak asing. "Eyang!" Satu kata itu berhasil membuat Al terkejut. Pasalnya, untuk apa eyangnya itu membawa paksa Felly? Apakah ada sesuatu? Pasti ada! Fikir Al.
Benar dugaan Al, mobil itu mengarah ke arah menuju rumah eyang. Sampai di rumah besar Early Al memutuskan untuk berhenti, ia akan datang sealami mungkin tanpa ada orang curiga bahwa ia datang karena Felly.
Al menunggu sekitar 5 menit setelah mobil itu masuk. Al pun yang sudah menunggu akhirnya masuk ke dalam rumah besar Early itu tanpa ada kecurigaan orang orang yang berjaga. Al memarkirkan motornya tepat di pintu masuk rumah itu, ia masuk saja tanpa menyuruh antek di sana untuk memparkirkan motornya di tempat yang seharusnya. Tidak seperti di luar, keadaan di dalam rumah Early sepi karena hanya sang eyang dan pelayan rumah itu yang ada.
Tanpa basa basi, kini Al berjalan menuju ruangan sang eyang di mana ruangan itu adalah tempat di amana Neandro selalu ada. Dari kejauhan Al bisa melihat ada dua penjaga yang menjaga ruangan itu. Sial! Al jadi tidak bisa mendengarkan apapun. Tetapi Al tidak putus asa, ia mencoba mendekat karena jika hanya mendekat penjaga itu tidak akan mengusirnya.
"Saya lihat kamu dekat dengan Alexi, benar?"
"Engga sedekat itu!"
"Jauhi Alexi."
"Apa!"
"Saya akan memberikan berapapun yang kamu mau. Katakan berapa?"
Al menutup mulutnya, terdengar jelas percakapan antara eyangnya dan Felly dari luar. Sebelum di usir karena ketahua menguping oleh sang eyang, Al langsung pergi begitu saja. Al bukannya tidak berniat untuk menolong Felly, namun Al tau suasananya tidak seburuk itu. Ia tahu bahwa seberapa kejampun sang eyang, tidak akan melukai orang lain. Al juga mendengar jelas, bahwa penyebab utama di sini adalah Alexi. "Selalu Alexi!" Kata Al sembari berjalan keluar dari rumah besar itu.
____________
Hari ini Al mengatar ibunya ke salon, ok ini sangat membosankan untuk Al! Al pun memutuskan untuk pergi dari salon itu dan berjalan jalan mengelilingi mall. "Al mau jalan jalan dulu ya mah sebentar. Nanti kalo mamah udah msu selesai telfon Al aja." Ujar Al kepada ibunya.
"Yaudah sana." Jawab Nency yang masih sibuk dengan kegiatannya.
Saat tengah berjalan jalan, Al bisa melihat Alexi dan Felly tengah berjalan berdua di mall itu. Ia bisa melihat Alexi sangat menyujai Felly begitupun dengan sebaliknya. Tiba-tiba Al teringat dengan aoa yang ia dengar beberapa hari yang lalu di rumah eyangnya. Felly sudah mendapatkan peringatan dari Neandro untuk menjauhi Alexi.
Al menghampiri mereka berdua. "Eh Felly?" Sapa Al ramah ketika ia menyadari keberadaan Felly dan juga Alexi lebih tepatnya sengaja.
Felly tersenyum ramah ke arah Al yang Al lihat membuat Alexi tidak suka dan wajahnya berubah menjadi masam. "Kak Al? Lagi ngapain di sini?" Tanya Felly dengan nada antusias?
"Lagi nganter nyokap."
"Loh terus nyokap lo mana kak?"
"Nyokap ape gebetan?" Cetus Alexi, Al tidak terpancing.
Al tidak menghiraukan ucapan Alexi. "Lagi mampir ke salon langganan dia dulu sih."
"Terus kak Al gak ikut aja?"
Al menggelengkan kepalanya. "Engga ah pasti lama banget, lagian juga kebetulan mau ke toko buku mau beli buat ke perluan tugas. Lo sendiri abis ngapain di sini, sama Alexi pula kalian pacaran ya?" Goda Al. Masalah toko buku adalah omong kosong Al. Bahkan Al saja tidak tahu ingin kemana sekarang
"Ah engga kok! Eh tapi kok kak Al tau nama dia?" Jawab Felly dengan lantang dan percaya diri seolah Felly tidak bisa menjaga perasaan Alexi sedikitpun. Alexi hanya terkejut, namun tidak memasang ekspresi apapun.
Al tertawa. "Haha murid kaya dia gak mungkin gua gak kenal." Al menatap Alexi dengan memincingkan matanya.
Alexi mulai terpancing emosinya, ia menatap Al dengan tajam namun Al melihat Alexi tidak berniat untuk melakukan apa-apa.
Alexi memegang tangan Felly membuat Felly yang tadi sedang fokus ke arah Al kini pandangannya beralih ke arag Alexi yang sedang menatapnya dengan wajah serius. "Ayo kita pulang, nyokap lo nanti nyariin."
"Oh iyah untung lo ingetin lex." Felly menepuk dahinya lalu kembali melihat ke arah Al. "Kak gue duluan ya, takut nyokap nyariin soalnya udah dari tadi gue di sini." Al mengangguk sembari tersenyum. "Dadah kak Al."
Al menatapi langkah kaki Alexi dan Felly. "Dari mata itu.. Gua tau Felly kesika.." Ujar Al
__________________________________
**PENGUMUMAN!!!
AKU PENGEN KASIH TAU KALIAN, AKU AKAN AUPDATE SATU MINGGU SEKALI. YAH AKU TAU KALIAN KECEWA KARENA NOVEL INI LAMA UPDATENYA. TAPI AKU JUGA HARUS BAGI WAKTU ANTARA PEKERJAAN AKU SAMA HOBI AKU. AKU MOHON KALIAN NGERTI KARENA INI GA GAMPANG :( KADA AKU RASA PENGEN NYERAH NULIS AJA, TAPI AKU PUNYA PEMBACA SETIA! AKU GAK BISA NINGGALIN MEREKA! MAKANYA WALAUPUN LAMA AKU BERUPAYA UNTUK SELALU UPDATE. JADI TERIMAKASIH UTNTUK PEMBACA SETIA, WALAUPUN PEMINAT TIDAK BANYAK TAPI BERKAT KALIAN AKU BISA MENYALURKAN HOBI AKU. NAAF... MAAAFFF BIKIN KALIAN KECEWA KARENA AUTHORNYA YANH LELET DAN GAK KONSISTEN. INI **:(