ALEXI

ALEXI
ALEXI - 40. KENYATAAN



"Aleta?" panggil suara berat itu yang membuat Aleta dan Al langsung menoleh. Dengan pergerakan cepat Al melepaskan pelukannya dari Aleta.


"Alexi!" Pekik Al, dia terkejut melihat Alexi yang berdiri di luar gerbang dengan wajah dingin dan kedua tangannya ia simpan di saku celana.


Alexi tidak melakukan apapun selain menatap Aleta. Ia tidak bergerak ia tidak senyum ketika pandangannya dengan Aleta bertemu. Aleta berdiri dan berjalan menuju Alexi, namun di saat bersaan Alexi berbalik untuk berniat akan pergi. "Alexi!" Sial, satu sebutan nama yang keluar dari bibir Aleta mampu membuat langkah kaki Alexi berhenti, hanya berhenti! Alexi tidak menoleh ke arah belakang tepat Aleta berada. Aleta semakin mendekat ke arah Alexi, sampai akhirnya Aleta berhasil berada tepat di belakang tubuh kekar Alexi. "Lex.." Panggil Aleta dengan nada yang lemah.


"Gua udah tau." Potong Alexi tanpa berbalik. "Dari waktu di rumah gua juga lo udah bilang, kalo lo bakal sekolah di luar negri." Lanjutnya.


Aleta diam.


"...Lo bener, seharusnya kita gak gini! Seharunya dulu gua gak jatuh cinta pada pandangan pertama sama lo! Seharusnya gua enggak pernah ngungkapin semuanya ke lo! Lo bener, kita memang udah salah dari awal! Gua bodoh!" Alexi berbalik dan menatap Aleta dengan tatapan dalam penuh kesedihan. "Maaf... Gua udah suka sama lo! Maaf! Gua gak bisa lupain lo..! Dan maaf! Gua egois gak mau kehilangan lo! Sekarang, semua yang gua rasa gak bisa pada akhirnya gua bakal ngelalui itu semua. Aleta? Gua yakin mau sejauh apapun lo pergi dan menghindar, kalo tuhan nyuruh lo buat gua. Gua yakin lo bakal balik lagi sama gua." Alexi mendekat satu langkah lebih dekat dari Aleta dan mengelus rambut Aleta. "Take care!" Setelah mengatakan itu, Alexi dengan langkah terburu buru pergi menjauh dari Aleta. Aleta tidak mampu mengejarnya, Aleta lebih memilih untuk diam sembari menatap mobil yang Alexi bawa perlahan pergi menjauh dan hilang dari pandangannya.


_________________


Dua hari kemudian di hari keberangkatan Aleta...


Di bandara...


"Kamu hati-hati ya sayang di sana, sering telfon mamah sama papah yah...?" ibu Aleta mencium kening Aleta seraya dengan pelukan perpisahan.


"Iya Aleta.. Kamu harus terus deket Brian, dia bakal jaga kamu. Ya gak Brian?" Kini Ayah Aleta melirik ke arah Brian.


Brian mengangguk dan mengangkat ibu jarinya. "Iya dong om! Om tenang aja pokoknya."


Aleta melihat ke arah Febbi yang kala itu ikut mengatar Aleta. "Feb! Thanks yaa!" Kata Aleta dengan tepukan di bahu Febbi.


"Buat apa?"


"Lo itu teman pertama gue di jakarta dan di sekolah juga pastinya. Kalo gak ada lo, mungkin hari pertama di sekolah bakal garing banget! Sekali lagi thanks ya.. Dan sorry... Gue bener bener gak bermaksud untuk gak ngasih tau lo! Tapi gue gak kuat kalo harus ngomong, pasti pas gue cerita sama lo gue mewek..!" Aleta memasang wajah sedih.


Febbi memeluk Aleta. "Terserah! Pokoknya di kalo udah sampe lo langsung kabarin gua! Hati-hati juga ya..!"


Aleta dan Febbi melepaskan pelukan mereka lalu Aleta tersenyum sembari mengangguk angguk pada Febbi. "Iya! Pokoknya nanti pas gue balik lagi ke jakarta, orang pertama yang gue temuin itu pasti lo kok!"


"Emang lo rencana mau kuliah di mana?"


Aleta menggelengkan kepalanya. "Gatau! Belum ada rencana."


"Yaudah ayo ta nanti kita ketinggalan pesawat!" Ujar Brian.


Aleta menoleh ke arah Brian lalu beralih ke arah jam tangannya. "Oh iya yaudah ayo!" Setelah mengatakan itu, pandangan Aleta seperti mencari seseorang. Tidak usah menebak nebak pasti orang yang di carinya adalah Alexi namun samapai saat ini batang hidung lelaki itu tidak kelihatan. Aleta menunduk seraya dengan helaan nafas, Aleta sudah menduga pasti Alexi tidak sudi datang.


______________________________________


Di waktu yang sama di lain tempat. Alexi kini tengah terduduk melamun di cafe sendirian. Alexi seperti menunggu seseorang dan benar saja ketiga sahabatnya datang. Tidak lupa mereka bertos seperti biasa.


"Gimana?" Tanya Alexi, padahal ketiga sahabatnya itu belum mendaratkan bokongnya ke bangku itu.


Agam memberi ponselnya ke Alexi. "Itu foto dia sebelum berangkat." Ujar Agam.


Alexi mengambil ponsel Agam dan mendapati foto Aleta di sana. Yup! Alexi memang tidak datang karena suatu alasan. Sebenarnya Alexi ingin sekali datang dan melepas kepergian Aleta sangat sangat ingin. Namun, Neandro sang eyang yang mengetahui hal itu melarang Alexi dan memgirim antek anteknya untuk mengawasi Alexi. "Tadi ada Al di sana?" Tanya Alexi.


Agam menggeleng. "Gak ada. Mungkin dia sengaja gak dateng karena dia ngira lo bakal dateng ke sana. Tapi lex, lo serius Felly masih hidup?" Kini wajah Agam berubah menjadi serius.


"Iya."


"Tapi..! Gimana bisa?!" Agan tidak percaya.


Alexi menggeleng seraya dengan mengangkat kedua bahunya. "Gak ngerti. Di sini gua belum bisa mecahin teka teki eyang. Dan kayanya yang nyuruh Aleta pergi itu juga eyang." Alexi menghela nafas kasar. "Intinya ini semua gara gara eyang!"


"Alexi!" Panggil Felly membuat Alezi dan ketiga sahabatnya itu menoleh ke arah sumber suara.


"Felly?" Bisik Mon dan dapat anggukan dari Alexi.


Felly menghampiri Alexi dkk yang sedang duduk sembari menatapinya. "Lo bawa apa?" Tanya Alexi begitu ia sadar di genggaman Felly terdapat amplop coklat besar.


"Ada yang mau aku kasih tau ke kamu lex." Kata Felly sembari duduk. Namun tiba tiba mata Felly menoleh ke arah Agam, Mon, dan Tristan. "Agam? Mon? Tristan?" Ujar Felly sembari menunjuk satu satumereka.


"Lo masih kenal kita?" Tanya Mon.


Felly mengangguk seraya dengan senyuman. "Masih dong! Apa alasannya gue gak kenal kalian?"


"Udah kangen kangenannya nanti dulu." Ujar Alexi. Lalu menoleh ke arah Felly. "Sekarang jelasin apa yang mau di omongin kayanya penting?"


"Ini kamu baca dulu lex." Felly menyodorkan amplop besar berwarna coklat itu kehadapan Alexi.


Alexi menerimanya dengan bingung. Ia membuka secara perlahan amplop itu dan mendapati benda putih yaitu kertas. Alexi menarik pelahan kertas putih itu, setelah ia dengan jelas membukanya dan membacanya Alexi nampak terkejut! Aelxi tidak bisa menyembunyikan Ekspresi terkejutnya. Ia sangat sangat teekejut. "Ini... Serius?" Tanya Alexi ke pada Felly. Tubuh Alexi bergetar ia lemas tidak menyangka dari apa yang ia lihat tadi.


"Lo kenapa lex!" Agam dkk sudah panik melihat Alexi yang lemas karena kaget.


Felly menghela nafas sebelum mengatakan sesuatau. "Gue sama Aleta... Saudaraan.."