ALEXI

ALEXI
ALEXI - 01. HARI PERTAMA SEKOLAH



Hari ini adalah hari pertama Aleta masuk sekolah di SMA Bhinneka Tunggal Ika. Aleta akan masuk ke kelas 11 IPA 1 itu kata kepala sekolah yang menangani pindah sekolahnya Aleta dari bandung ke jakarta.



Aleta berjalan santai dari rumahnya menunggu angkot yang nantinya akan melewati d depan sekolahnya. Saat itu masih jam 06.15 masih banyak waktu karena sekolah masuknya jam 7 pas.



Gambaran sedikit tentang Aleta adalah, dia memiliki tinggi badan 165 dan berat badan 55kg. Tinggi dan berat badan Aleta sesuai. Rambut panjang sebawah bahu berwarna hitam yang selalu Aleta kuncir setengah. Warna kulit sawo matang, hidung mancung dan bermata sedikit sipit. Begitulah sedikit gambaran Aleta.



Sampai...



Aleta turun tepat di depan sekolahnya. Tapi dia sedikit kebingungan karena sekolah masih sangat sepi. Sangat-sangat sepi. Aleta kembali melihat jam yang melingkar di tangan kanannya dan waktu menunjukan jam 06.25. Sudah hampir setengah tujuh dan muridnya belum ada yang datang?



"Apa gue salah hari ya? Tapi gak mungkin dong ini kan hari senin, ini juga bukan tanggal merah."



Aleta memutuskan untuk masuk terlebih dahulu ke dalam sekolah, kebetulan ada satpam yang berada di dalam pos jaganya sedang sarapan.



"Permisi pak?"



"Oh iya neng?"



"Hari ini sekolahnya libur?"



"Oh engga kok neng, ini muridnya emang biasa pada dateng telat. Nanti juga pada dateng kok bentar lagi."



Kening Aleta berkerut. "Biasa dateng siang pak?"



Satpam itu mengangguk. "Iya neng, di sini muridnya pada nakal yang alim-alim bisa keitung neng sama jari. Yang alim sih udah pada dateng dari tadi."



"Oh begitu yah pak."



"Neng anak baru ya? Saya belum pernah ngeliat muka neng sebelumnya."



Aleta tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya. "Iya pak saya anak baru, saya Aleta."



Satpam itu membalas uluran tangan Aleta. "Oh iya neng saya, pardi satpam sekolah ini udah 20 tahun neng."



"Wah lama juga ya pak."



"Haha iya neng lumayan, abis udah tua gini susah kan nyari kerja."



"Iy.."



"Pak, lo ada cemceman baru kayanya. Anak SMA mana nih?"



Aleta dan pak pardi satpam sekolah menoleh ke sumber suara. Dan dia adalah Alexi Adelardo Early cowok yang terkenal bad boy seSMA Bhinneka.



"Apaan sih lo." Kata Aleta.



"Wiihhh... Galak juga." Kata Alexi sambil bertepuk tangan.



"Dasar gak jelas!" Kata Aleta lalu pergi dari hadapan Alexi tapi sebelum itu Aleta menginjak kaki Alexi, yang sontak membuat sang pemilik kaki kesakitan.



Aleta berjalan menuju kelasnya yang sebenarnya dia saja tidak tahu di mana. Aleta memutuskan untuk pergi ke ruang guru dan sesampainya di ruang guru Aleta mendapati guru-guru yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.



"Permisi." Kata Aleta membuat guru-guru yang sedang dengan kegiatan masing-masingnya tadi menoleh.



"Siapa?" Salah satu guru laki-laki bertanya.



"Saya Aleta pak anak baru."



"Oh Aleta 11 IPA 1 ya?" Tanya salah satu guru lain yang ini wanita.



Aleta mengangguk. " Iya bu. Saya kesini soalnya saya gak tau kelas saya di mana."



"Yaudah gapapa, nanti bareng ibu aja. Masuk tinggal 5 menit lagi kok, kamu duduk aja di sana dulu ya."



"Iya bu."




5 menit kemudian...



"Aleta? Ayo sudah bel." Ajak guru itu.



Aleta mengikuti langkak kaki guru yang ada di depannya itu. Sambil melihat-lihat sepanjang lorong kelas yang di penuhi anak murid lelaki dan perempuan sedang bercanda.



"Heh kalian! Ini sudah waktunya belajar kenapa kalian masih di luar? Masuk!" Itu suara guru di belakang Aleta yang bisa di lihat kalau guru itu adalah guru killer di sekolah ini.



"Maklumin ya Aleta."



"Eh iya bu?"




"Engga kok bu."



"Oh iyah ibu lupa memperkenalkan diri. Nama ibu Asih, guru matematika di sini sekaligus wali kelas kamu."



"Ah iya bu."



"Nah ini kelasnya, ayo kita masuk ibu akan memperkenalkan kamu."



Aleta hanya mengangguk kaku di hadapan guru yang bernama asih itu. Kini posisi Aleta sudah ada di hadapan murid-murid kelasnya. Seketika saat melihat keberadaan Gurnya dan Aleta suasana kelas yanh tadinya gaduh menjadi sunyi.



"Selamat pagi anak-anak." Sapa Bu Asih.



"Pagi bu...." Sahut murid-murid di kelas itu.



"Nah ini ibu mau kenalin sama kalian temen baru."



"Wah...cantik tuh bu, nemu di mana?" Kata salah satu anak murid lelaki di kelas itu.



"Nomor WA sabi lah..." Kata yang lainnya.



"Jangan itu punya gue." Itu kata Alexi, yang seketika membuat bingung satu kelas.



Aleta melirik ke arah Alexi yang sedang menatapnya sembari tersenyum penuh makna. Aleta tidak menghiraukan dan arah matanya kembali fokus ke arah lain.



"Sudah sudah... Ini kenalin namanya Aleta Quenby Elvina panggilannya Aleta, dia pindahan dari bandung. Inget ya jangan di ajak aliran sesat kalian semua terutama Alexy!"



"Kok saya sih bu?"



"Kamu kan yang paling bandel di antara murid di sini."



"Iya deh bu, soalnya kayanya Aleta saya jadiin masa depan aja deh bu." Aleta yang mendengar langsung menoleh dan melotot ke arah Alexi, sedangkan Alexi hanya tersenyum sembari menaik turunkan alisnya.



"Uuuuuu..... " Suara gaduh dari teman-teman Alexy memenuhi ruangan.



"Sudah... Aleta kamu cari bangku yang kosong ya."



"Iya bu, makasih." Aleta berjalan maju mencari bangku yang kosong. Ada satu bangku yang kosong sebelah kanan dekat jendela, tapi Aleta ragu-ragu ingin duduk di sana. Karena di samping bangku kosong ada wanita berambut bondol yang sangat tomboy sedang tidur sambil menyender di bangku.



"Kalau begitu ibu permisi dulu, jangan ada yang berisik!" Ibu Asihpun akihrnya meninggalkan kelas dan menyisakan kegaduhan lagi dari murid-murid kelas itu.



Akhirnya Aleta duduk di samping wanita tomboy itu. Aleta mengeluarkan buku dari tasnya dan membacanya berusaha supaya tidak menghiraukan orang di sebelahnya.



Tok.. Tok..



Sedang asik membaca buku, tiba-tiba ketukan meja dari tangan seseorang membuat Aleta beralih pandangan. "Apa!" Kata Aleta ketus.



"Lo gak mau minta maaf?"



"Buat apa?"



"Lo lupa tadi nginjek kaki gua terus lo pergi gitu aja?"



Aleta pura-pura mengingat kejadian itu. "Oh yang itu, ngapain juga gue minta maaf?"



"Alexi. "



"Gue ga nanya." jawab Aleta cuek.



"Siapa tau aja nanti lo nyari tau nama gua, jadi gua kasih tau aja sekarang."



Aleta memutar bola matanya malas. "Lo itu siapa sampe gue mau cari tau tentang lo?"



Alexi tidak menjawab, lelaki berbadan proporsional itu hanya senyum lalu pergi dari hadapan Aleta. "Apaan sih!" Dumal Aleta. Kini Aleta melanjutkan kembali kegiatannya yaitu membaca.



"Hati-hati."



Aleta menoleh ke arah samping kirinya. Iya dia wanita tomboy yang duduk di sebelah Aleta. "Lo ngomong sama gue?" Tanya Aleta.



Cewek tomboy itu mengangguk.



Aleta mengerutkan dahinya. "Kenapa? "



"Karena dia bad boy!"