ALEXI

ALEXI
ALEXI - 02. KAKAK KELAS GANTENG



Saat Alexi pergi begitu saja dari hadapan Aleta, Alexi pergi menuju kantin dengan ketiga temannya. Yaitu, adriell Raymond atau Mon, Agam Taufan atau Agam, dan Tristan Ardhani Tau Tan.



Alexi sengaja mengisi jam kosong kelasnya dengan pergi ke kantin, karena menurutnya tempat paling nyaman itu kantin. Selain bisa jadi tempat untuk makan, Alexi juga bisa ngobrol dam tidur di sana. Hanya saja resikonya saat guru killer sudah datang dan memergoki Alexi dkk pasti akan berakhir di hukum.



"Lo beneran Lex suka sama anak baru itu?" Tanya Mon.



Alexi mengangguk. "Iya."



"Kenapa harus dia?" Agam ikut bertanya.



"Tau Lex, cewek yang naksir sama lo juga bejibun. Kenapa harus suka sama itu anak baru?" Sahut Tan.



"Makanya itu, di saat cewek-cewek deketin gua, mohon-mohon biar jadi cewek gua, deketin gua, modus-modus ke gua. Si anak baru Aleta malah sebaliknya, dia gak liat ke tampanan seorang Alexi apa ya?" Kata Alexi yang membuat teman-temannya yang mendengar memasang muka malas.



"Najis gua dengernya lex sumpah." Kata Mon sambil memasang muka seolah-olah ingin muntah.



Alexi hanya tertawa melihat respon teman-temannya.



___________________________________



"Hati-hati."



Aleta menoleh ke arah samping kirinya. Iya dia wanita tomboy yang duduk di sebelah Aleta. "Lo ngomong sama gue?" Tanya Aleta.



Cewek tomboy itu mengangguk.



Aleta mengerutkan dahinya. "Kenapa? "



"Karena dia bad boy!" Dia memutar badannya menjadi berhadapan dengan Aleta lalu kembali menyambung omongannya. "Temen sekelas yang cewek dia deket-deketin, yang cowok seangkatan gaboleh bikin salah sedikit Alexi pasti ajak dia ribut tonjok-tonjokan sampe masuk ruang BP! kakak kelas adek kelas yang cewe dia phpin semua, ada yang di pacarinpun besoknya dia putusin! Sering tauran sama sekolah sebelah. Alexi itu definisi cowok bad boy sesungguhnya."



Aleta mengangkat satu alisnya. "Jadi?"



Cewek tomboy itu menepuk dahinya sendiri. "Ya jauhin lah...!! Alexi itu gak ada nilai plusnya sama sekali, masa lo mau sama orang kaya Alexi?"



"Lagian gue juga gak kenal dan gak mau kenal juga sama Alexi." Respon Aleta cuek, kini ia kembali membaca buku yang ia pegang tadi.



"Tapi dari yang gue liat Alexi suka sama lo."



Sontak Aleta menoleh. "Hah? Suka? Siapa? Si Alexi itu? Sama gue?" Aleta tertawa geli. "Gue gak peduli. Lagian lo tau dari mana coba si cowok gak jelas modelan kaya gitu suka sama gue? Lo kan tadi tidur."



"Gua gak tidur, cuma pura-pura aja." Si cewek tomboy itu mendekati ke telinga Aleta. "Kalo Alexi udah bilang dia suka, dia gak bakal lepas gitu aja."



Aleta menjauhi si cewek tomboy dari telinganya. "Apaan sih ngarang lo!"



Tiba-tiba raut muka cewek tomboy itu berubah menjadi tersenyum lebar. "Kita belom kenalan." Dia mengulurkan tangannya. "Febbiola panggil aja gue febbi."



"Lo cewek?" Tanya Aleta dengan muka terkejut dan tidak membalas uluran tangan si cewek tomboy yang bernama febbi itu.



Aleta memang mengira febbi ini adalah seorang lelaki karena badannya yang tinggi kurus dan bagian dadanya rata, rambutpun bondol dan suara yang agak berat dan agak dalam seperti seorang lelaki.



"Gue cewek gak liat gue pake rok?"



Aleta melihat kebagian bawah Febbi. "Tadi gue gak kepikiran liat lo pake rok atau celana, sorry." Kata aleta sembari tersenyum melihatkan gigi putihnya.



"Oyah gue Aleta." Kini Aleta yang mengulurkan tangannya.



Febbi membalas uluran tangan Aleta. "Salam kenal, btw lo pindahan dari mana?"



"Loh tadikan bu Asih ngasih tau gue pindahan dari mana, jangan-jangan lo tidurkan tadi...??"



Febbi tertawa. "Hahaha... Iya sih tidur sebentar. Tapi serius pas Alexi dateng deketin lo gue kebangun tapi gue sengaja gak melek pas ngedenger suaranya Alexi."



"Haha alesan lo! Gue pindahan dari bandung btw."



"Bandung? Kenapa pindah ke jakarta, bukannya enak di bandung adem?"




"Kalau bokap lo di pindahin lagi kerjanya auto ikut lagi dong lo?"



"Umm... Kata bokap gue sih kalo udah di pindahin ke kantor pusat gak bakal di pindahin ke mana-mana lagi."



"Oh gitu..." Febbi menganggukan kepalanya paham.



Aleta melihat ke arah pintu. "Kok guru gak masuk-masuk sih? Udah mau istirahat lagi gak ada guru yang masuk. Terus juga ini kan hari senin harusnya upacara dong..."



"Anak SMA di sini itu susah di atur semua. Jadinya guru-guru di sini nge jadwalin upacara cuma sebulan sekali aja."



Aleta membulankan matanya. "Hah? Ada yang kaya gitu?"



"Ya ada, Di sini buktinya."



"Terus ini guru kenapa pada gak masuk?"



"Guru bahasa inggris kita lagi cuti, nah kalo guru sejarah kita lagi sibuk di kelas 12. Jadi kita banyak kosongnya."



"Salah pilih sekolah gue!"



"Lagian lo rewel amat sih! Di saat orang-orang demen gak ada guru lo malah ngedumel."



"Ya rugi dong.... Gue kan sekolah mau belajar, masa cuma ngobrol gini aja sih!"



Triiiiiingggg......



Febbi menepuk pundak Aleta. "Udah bell istirahat tuh, ayo istirahat jangan ngedumel aja lo."



Mau gak mau Aleta mengikuti Febbi pergi karena tangan sebelah kiri Aleta di tarik olehnya. Febbi membawa Aleta ke kantin yang sudah sangat ramai, padahal bel baru saja beberapa menit berbunyi.



Dugh!



Aleta menabrak seseorang yang ada di depannya. "Eh... maaf maaf gue gak sengaja."



"Gapapa." Jawab seseorang dengan suara berat.



Aleta yang tadi sedang menunduk kini melihat wajah orang yang ia tabrak. Aleta sempat terkejut dengan orang yang ada di hadapannya sekarang karena... Ketampanan yang di miliki orang yang aleta tabrak sangat memikat Aleta. Wajah yang mulus, tirus, bibir berwarna pink gelap, bermata sayu, berhidung mancung, berbadan yang tinggi dan kurus, rambut yang tertata rapih. "Ganteng banget..." Kata Aleta tanpa sadar.



"Apa?" Kata lelaki yang ada di hadapan Aleta.



Aleta menggelengkan kepalanya. "Ah engga... Ituu.. Maaf gak sengaja."



Lelaki itu tersenyum. "Gapapa, tadikan udah minta maaf?"



"Oyah? Haha gapapa kan minta maaf lagi...gituu... Ya gak feb." Aleta menyenggol tangan Febbi.



"Ah.. I.. Iyah..Haha. "



"Lo anak baru ya?" Lelaki itu bertanya kepada Aleta.



Aleta mengangguk. "Iya anak baru."



Lelaki itu mengulurkan tangannya. "Alfiandra Widy Aditya panggil aja gue Al. Gue anak 12 IPA 3."



Aleta membalas uluran tangan lelaki bernama Al itu. "Gue Aleta Quenby Elvina. Panggil aja gue Aleta kak. Gue anak 11 IPA 1."



"Oh adek kelas. Oke salam kenal Aleta, gue cabut duluan."



"Iya kak." Pandangan Aleta tidak bisa luput dari Al yang kini perlahan lahan tubuhnya mulai menjauh.



"Wah selingkuh lo ya?"