ALEXI

ALEXI
ALEXI - 03. PERGI BERSAMA



"Wah selingkuh lo ya?"



Aleta dan Febbi menoleh ke sumber suara dan mendapatin Alexi yang sedang berdiri di belakang mereka sambil bertolak pinggang.



"Apa maksud lo selingkuh?" Tanya Febbi.



Alexi menggoyang goyangkan jari telunjuknya kekiri dan kekanan di depan wajah Febbi lalu mendekatkan jari telunjuknya ke bibir Febbi dan mendorong Febbi dengan telunjuknya itu. "Sssssttttt...!!! Gua gak ngomong sama lo." Kata Alexi sambil mendekati Aleta.



"Lo mau selingkuh dari gua?" Kata Alexi setelah berhasil ke hadapan Aleta.



Aleta kaget dan mengerutkan dahinya. "Maksud lo apaan sih Alexi?"



Alexi menutup mulutnya dengan kelima jarinya. "Oh! Lo hafal nama guaaa....?"



Aleta memutarkan bola matanya malas. "Orang yang gue kenal di sekolah ini cuma ada 4 orang! Ibu Asih, Febbi, kakak kelas yang tadi, sama lo! Jadi gampang-gampang aja gue tau dan inget nama lo. Jadi jangan geer!"



"Yah gapapah deh, yang penting gua ada di jejeran 4 orang yang lo kenal." Alexi tersenyum.



Aleta memgangkat sebelah alisnya. "Aneh lo! Udah sekarang mending lo minggir, gue laper mau ke kantin."



"Yaudah ke kantin aja."



"Lo ngalangin jalan gue."



Alexi menyingkir dari hadapan Aleta. Lalu Aleta menggandeng tangan Febbi dan pergi ke kantin meninggalkan Alexi yang masih memperhatikan pergerakan Aleta.




___________________________________




"Gila gila gila ta.." Kata Febbi heboh.



"Gila kenapa feb?"



"Ya itu sih Alexi! Gue baru liat sikap dia ke cewek begitu.."



"Emangnya selama ini?" Tanya Aleta bingung.



"Dia itu super super cuek banget sama cewek! Yang ada tuh ya cewek yang ngejar sih Alexi."



"Yaa... Teruusss...?"



"Kayanya Alexi beneran suka sama lo deh ta."



Aleta tertawa. "Hahahaha... Febbi kan lo sendiri yang bilang, kalo Alexi itu play boy adek kelas sama kakak kelas bahkan temen seangkatan dia deketin. Terus letak beneran sukanya itu di mana febb...? Ngaco lo ah!"



Febbi mengacak rambutnya frustasi. "Ah tau ahh... Susah ngejelasinnya Aletaaa... Intinya tuh Alexi sama lo itu beda!"



"Ya ya ya... Udah mending sekarang kita makan baksonya keburu dingin nih."



Febbi tersenyum memperlihatkan giginya. "Hehe.. Yaudah ayo kita makan."



Sedang asyik memakan bakso di kantin, seorang siswi yang di ketahui lebih muda dari Aleta dan Febbi menghampiri ke meja mereka.



Siswi itu memegang sobekan kertas, ragu-ragu ia memberi kertas itu kepada Aleta. "Ini kak dari dia." Siswi itu menyodorkan kertas dan menunjuk orang yang menyuruhnya memberikan sobekan kertas itu kepada Aleta. Aleta mengikuti arah yang di tunjuk oleh siswi itu sampai akhirnya pandangan Aleta terpaku dengan lelaki yang kini tengah menatapnya dari pojok kantin itu.



Aleta secara spontan langsung membuka lipatan kertas itu dan ternyata ada tulisan di dalamnya 'Pulang sekolah gua tunggu di pos satpam.'  Selesai membaca Aleta kembali melihat ke arah pojok kantin dan dia tidak ada. Alexi, ya Alexi siapa lagi jika bukan Alexi yang memberikan kertas tadi ke Aleta.



Febbi yang melihat raut wajah Aleta yang berubah bertanya dengan wajah yang penasaran. "Lo kenapa ta?"



Namun Aleta diam. "Heh Aleta! Lo kenapa?"



Aleta tersadar dari lamunannya. "Eh iya kenapa?"



"Lo kenapa sih?"



"Ini." Aleta memberi kertas tadi kepada Febbi.



"Siapa yang ngirim? Tunggu! Ini kan yang tadi adek kelas kasih kan?"



Aleta mengangguk. "Iya, tapi dia di suruh."



"Siapa?"



"Alexi."



"Alexi?"



Aleta hanya menjawab dengan anggukan.



"Terus lo bakal nemuin si Alexi?"



Aleta mengangkat kedua bahunya. "Gatau, gue takut! Nanti gue di culik terus di apain lagi sama cowok gak jelas itu!"



Febbi memegang bahu sebelah kiri Aleta. "Ta, Alexi emang brengsek tapi dia bukan bajingan."




Febbi mengangguk. "Iya ta."



Aleta menghela nafas. "Iya deh." Tapi tidak lama Aleta kembali berbicara. "Awas aja sampe ngomongin hal yang gak penting!"




_____________________________________





Pulang sekolah...



"Lo yakin nih feb, nyuruh gue nemuin si Alexi? Kalo dia cuma iseng gimana? Kalo pas gue samperin ke pos satpam dan ternyata dia udah pulang duluan gimana? Pokoknya sampe itu terjadi, Alexi bener-bener gue cap sebagai musuh abadi gue!" Aleta yang kini sedang berjalan dengan febbi tidak habis-habisnya mendumal sendiri, Febbi yang mendengarnya hanya memasang muka malas.



Aleta yang tadi sedang mendumal kini terhenti karena ia mendapati pemandangan yang indah di lapangan. Aleta sampai menghentikan langkahnya dengan muka aneh dan mulut yang sedikit menganga.



"Heh!" Febbi menganggetkan Aleta.



"Apaan sih Feb ah!" Kata Aleta yang masih fokus pada pemandangan yang indah itu.



"Ayo, lo kan ada janji sama Alexi."



"Bentar deh gue lagi ngeliatin ke indahan." Kata Aleta sembari tersenyum.



Febbi yang bingung dengan kata 'ke indahan' itu kini mulai mengikuti arah pandangan Aleta. Dan yup! Al yang kini sedang bermain basket, keringat yang membuat rambutnya lepek memberi kesan seksi menuruf Aleta.



Febbi menepuk dahinya. "Udah ayooooo...." Febbi menarik Aleta menjauh dari lapangan, sempat melakukan perlawanan kini Aleta pasrah dan mengikuti Febbi.



"Jahat lo! Orang gue lagi liatin kak Al juga."



Febbi menyentil dahi Aleta cukup keras. "Kan lo bilang tadi mau nemuin Alexi gimana sih lo!"



"Aww! Sakit feb gila lo ya!"



Febbi memutar tubuh Aleta sedikit ke kiri, mendapati Alexi yang tengan duduk di motor besarnya di depan pos satpam. "Noh liat Alexi beneran nungguin lo. Gue cabut ya dadah Aleta." Febbi melambaikan tangannya.



"Ini seriusan gue harus nemuin sih cowok gak jelas itu?" Aleta berbicara dengan diri sendiri. "Tapi ngapain Aleta lo nemuin sih Alexi bad boy gadungan ituu!" Lanjutnya. Aleta mengambil nafas lalu membuangnya secara perlahan. "Ok, cuma ketemu aja. Dengerin apa yang dia bilang dan selesai gue bisa pulang." Kini kaki Aleta mulai melangkah mendekati Alexi.



"Hm!" Aleta berdehem setelah ia sampai di hadapan Alexi.



Alexi menoleh ke arah Aleta dan tersenyum. "Lo dateng?"



"Keliatannya?" Jawab Aleta jutek.



Alexi tertawa. "Kalo lo ga ikhlas mending tadi balik aja."



Aleta menatap Alexi sinis. "Yeee Masih mending sekarang gue ada di sini. Udah cepet lo mau ngapain?"



Bukannya menjawab pertanyaan Aleta, Alexi malah menyodorkan helmnya ke hadapan Aleta. "Ngapain ngasih gue helm?" Tanya Aleta bingung.



"Ya pake lah."



"Terus abis gue pake?"



"Lo naik ke motor gua."



"Ngapain?"



"Udah, lo pake helmnya terus lo naik."



Aleta menggelengkan kepalanya. "Gamau!"



"Emang lo gak penasaran kenapa gua nungguin lo di sini?"



"Dikit."



Alexi tersenyum. "Yaudah pake helmnya terus naik. Nanti lo bakal tau jawabannya.











Maaf jika ada typo.


Follow instagram author @vaniaoktvptr


Jangan lupa tekan tanda love ya, komentar kritik dan saran kalian aku butuh banget :)


Terima kasih.