ALEXI

ALEXI
ALEXI - 21. CEMBURU



"Widih leta apa kabar nih?" Heboh Brian ketika begitu sampai di rumah Aleta dan bertemu dengan Aleta.


Hari ini sepupu Aleta yang tinggal di NYC pulang ke indonesia, lebih tepatnya sepupu Aleta sih Brian itu di titipkan oleh kedua orang tuanya kepada orang tua Aleta. Brian adalah tipikal orang yang nakal di sana, terlebih lagi budaya barat sangat bebas. Jadi, kecemasan menghantui orang tua Brian. Takut-takut anaknya malah terjerumus hal hal yang tidak di inginkan di sana.


Fyi, Brian itu adalah anak tunggal. Jadi... Kalian pasti tau gimana di manjanya Brian sama orang tuanya yang membuat orang tuanya malah kewalahan ngurus Brian yang nakal itu. Orang tua Brian mempercayai orang tua Aleta karena, ayah Aleta dan ibu Aleta yang sangat bersikap lembut namun tetap tegas.


"Baik gue.. Lo gimana?"


"Jelas baik dong gua, galiat apa?"


"Lo ngapain ke indonesia? Bosen nih sama barat?"


"Haha bukan gitu.. Karena nyokap bokap ngancem cabut semua fasilitas kaya mobil, sama ATM gua jadi gak bisa berbuat apa apa deh."


Aleta tertawa mendengar cerita sepupunya itu. "Hahaha Alah lebay lo! Terus mobil lo yang di new york gimana? Lo bawa juga?" Canda Aleta.


"Enggalah, tapi bokap gua udah beliin mobil ko di indo, tuh om pram yang beli juga."


Brian menunjuk ke arah ayah Aleta yang baru masuk melewati pagar. Aleta mengikuti arah tunjuk Brian membuat Aleta sedikit terkejut. "Lah bokap gue kapan ngebeliinnya?" Tanya Aleta bingung.


Brian mengangkat bahunya acuh. "Gak tauu.. Yang penting om Pram udah beliin buat gua."


"Udah udah, ayo masuk dulu." Titah ibu Aleta.


"Siap tante, Brian juga udah capek nih 12 jam di pesawat. Abis ini Brian gapapa kan ya tante langsung tidur?"


"Oh jelas gapapa dong, kan tante tau capeknya gimana. Tapi kamu harus isi perut kamu dulu."


"Oh iya pasti dong tante, yaudah yuk tant om." Brian merangkul tangan om dan tantenya itu lalu masuk kedalam rumah bersama, kecuali Aleta.


"Aleta?"


Aleta tidak langsung masuk karena suara familiar yang memanggil namanya itu. Aleta menoleh mendapati Alexi yang tengah berdiri dengan wajah cemberut seperti anak kecil yang sedang merajuk. Aleta menghampiri Alexi dengan senyum mengembang di wajahnya. Fyi, Alexi belum masuk sekolah karena masih menjalani hukuman. Dan jika kalian bertanya kapan Brian sampai ke indonesia, jawabannya adalah sore. Karena saat itu bukan weekand.


"Kok kesini gak ngasih tau?" Tanya Aleta setelah sampai di hadapan Alexi.


"Tadi siapa?" Bukannya menjawab Alexi malah berbalik bertanya dengan nada kesal tapi terdengar lucu dan menggemaskan.


Aleta tertawa. "Yang cowok tadi?"


Alexi mengangguk.


"Itu Brian."


"Gua gak nanya namanya."


"Dih hahah... Dia sepupu gue lex."


Alexi hanya mengangguk.


"Jangan bilang lo... Cemburu?" Goda Aleta dengan menaik turunkan kedua alisnya.


"Hah apa cemburu? Gua cemburu?" Alexi menunjuk dirinya sendiri. "Gak gak gak mana ada gua cemburu." Alexi mengibas ibas telapak tangannya di wajah Aleta.


Melihat Alexi bertingkah seperti itu Aleta malah tertawa, sebenarnya Aleta tahu bahwa Alexi sedang cemburu walaupun Alexi mengelaknya. "Kenapa lo ketawa?"


Aleta tidak menghiraukan Alexi, ia malah memegang tangan Alexi lalu menariknya. "Udah ayo masuk..."



Tok... Tok.. "Al sayang, makan dulu... Ini mamah bawain kamu makan sayang."


Namun tidak ada jawaban dari Al. Nency tidak menyerah ia terus mengetuk pintu kamar Al samapai Al merasa bosan dan terganggu dengan suara ibunya itu. Usaha Nency berhasil, Al membuka pintunya dengan wajah datar dan rambut yang acak acakan.


"Akhirnya kamu buka juga Al, ini makanan buat kamu makan ya sayang ya." Nency menyodorkan nampan berisi makanan dan air putih dan juga susu di sana.


Al mengambil nampah berisi makanan itu. "Makasih mah." Akhirnya Al membuka suaranya membuat Nency tersenyum.


Nency mengelus lembuat bahu Al. "Al... Maafin papah kamu ya...?


Al tersenyum terpaksa. "Iya mah. Yaudah Al masuk dulu." Kata Al lalu Nencypun mengangguk mengiyakan perkatan Al dan Al pun menutup pintu kamarnya.


Di dalam kamar Al menaruh nampan tersebut di atas meja belajarnya, ia hari ini benar benar tidak berselera makan. Entah berapa kali Al menghela nafas tak tenang. Al merasa hatinya sakit seperti teriris iris tetapi Al tidak tahu penyebabnya apa. Al benar benar tidak bersemangat hari ini, dia merasa memikul beban berat.


Al berdiri, ia berjalan menghampiri jendela kamarnya yang langsung memperlihatkan pemandangan sore. Al seperti berpikir sejenak lalu meraih ponselnya. Ia memandangi ponselnya cukup lama, ternyata Al sedang memandangi foto seorang wanita cantik memakai baju seragam sekolah rapih, rambut yang terurai bergelombang siapa lagi kalau bukan Felly. Yup Felly! Al memandangi foto Felly yang terlihat sangat cantik dengan senyuman lebarnya khas seorang Felly.


Lagi dan lagi Al menghela nafas, lalu ia tersenyum. "Lo cantik fell." Kata itu tiba tiba saja di ucapkan Al tidak sengaja. Lalu Al tersadar atas yang di ucapkannya, dengan segera Al mematikan layar ponselnya lalu memasukannya ke kantong celana.



Drrtt... Ponsel Aleta bergetar, Aleta yang kala itu tengan mengobrol dengan Alexi menoleh ke arah ponselnya. Terteralah nama Al sang pengirim pesan itu.


"Siapa tuh?" Alexi bertanya sembari meliri lirik ke arah ponsel Aleta.


"Al."


"Sini, mau ngapain dia?" Alexi merebut ponsel Aleta dari tangannya,Aleta terkejut dan berusaha mengambil kembali pomselnya namun gagal. "Balikin Lex!" Kata Aleta, namun tidak di hiraukan oleh Alexi.


From Ka Al :


Aleta, hari ini lo sibuk gak?


Melihat pesan itu dari Al, Alexi dengan segera mengetik pesan balasan untuk Al, sampai sampai Alexi tidak mengjiraukan ocehan Aleta karena ponsel miliknya di rampas begitu saja oleh Alexi.


From me :


Sibuk! Sibuk banget!


Gue lagi pacaran sama Alexi


Jangan ganggu!


Bhayy!


Setelah menekan tombol kirim, Alexi langsung mengembalikan ponsel milik Aleta dengan tidak santai. Apakah Alexi cemburu?


Melihat ekspresi wajah Alexi yang seperti itu membuat Aleta tidak tahan menahan tawanya. Sungguh saat Alexi sedang bete seperti ini, kegemasan Alexi meningkat berkali kali lipat.


"Kenapa?"


Aleta menggelengkan kepalanya sembari tertawa. "Enggaa..."


"Gaada yang lucu leta.."


"Kata siapa? Orang lo lucu." Kata Aleta. "Kalo lagi cemburu." Sambungnya.


"Siapa yang cemburu?" Kata Alexi tidak terima.


"yah yah yah... Lo sih gak pernah mau ngaku kalo lo cemburu! Lex...lex.."


"Gua emang ga cemburu ya."


"Oyah? Masa?"


"Iyalah!"


"Yaudah! kalo gitu... Gue telpon ka Al terus gue bilang kalo gue itu gak sibuk." Aleta mulai mengambil ponselnya yang sebelumnya ia taruh di atas meja dengan perlahan. Awalnya Alexi bersikap biasa saja, namun itu gagal ia akhirnya merampas ponsel Aleta terlebih dahulu sebelum Aleta menggapainya.


"Eh hp gue..." Rengek Aleta.


"Hp lo gua sita!" Alexi memasukan ponsel Aleta kedalam saku celananya.


"Ihhh... Tapi gue mau telpon ka Al tau lex!"


"Bodo."


Aleta mulai membuat smirk di wajahnya. "Cemburu kan lo...."


Dengan gugup Alexi menjawab. "Eng-engga tuh!"


"Cie cemburu. Gue baru tau Alexi bisa cemburu.." Goda Aleta.


"Engga engga engga engga ALETA...."


"Hahahah..."