ALEXI

ALEXI
ALEXI - 04. MASA LALU



"Aleta!" Panggil seseorang yang membuat Aleta dan Alexi secara refleks menoleh ke sumber suara.



"Ka Al?" Ya itu Al yang memanggil Aleta tadi. Aleta menatap bingung ke arah arah Al yang sedang berjalan ke arahnya dan Alexi.



"Ikut gue sebentar." Al menarik Aleta sedikit memaksa. Karena Aleta pun tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya Aleta menurut saja saat Al menariknya. Sedangkan Alexi yang masih dengan keadan di atas motornya, hanya bisa memandangi Aleta dengan tatapan yang sulit di artikan.



Al yang tadi menarik Aleta menjauh dari Alexi, kini langkah kakinya terhenti di sebuah lapangan sekolah itu. Al pun melepaskan tangannya dari Aleta dan kini ia menatap mata Aleta dalam.



Aleta yang merasa malu mengalihkan pandangannya dari Al. "Jangan ngeliatin gue gitu kak." Kata Aleta, namun Al memegang kedua pipinya dan membenarkan posisinya suapaya pandangan Aleta dan ia bertemu.



"Jangan ikut Alexi." Al berkata begitu lembut.



Aleta mengerutkan dahinya. "Loh kenapa kak?"



"Pokoknya jangan! Dia itu cowok yang baru beberapa jam lo kenal kan?"



Aleta memgangguk. "Iya, terus?"



"Masa lu percaya sama orang yang baru lo kenal? Lo gak takut di apa apain?"



"Lo, Lo juga cowok yang baru gue kenal kak."



Al menggela nafas. "Maksud gua gak gitu." Al memberi jeda di sela pembicaraannya. "Alexi, lo pasti udah dengerkan gimana berengseknya dia?"



Aleta mengangguk.



"Terus lo masih percaya sama dia?"



Aleta sempat berpikir sejenak. "Tapi..."



"Lo mau pulang? Biar gua yang anter."



Aleta menggelengkan kepalanya. "Eh gausah kak, gue bisa pulang sendiri kok."



"Udah ayok." Al menarik tangan Aleta sampai ke parkiran tempat motornya di parkir.



Akhirnya Aleta kini pulang bersama Al. Sebenarnya ia sempat ragu karena ucapan Al sendiri yang bilang jangan terlalu mempercayai orang lain. Kini Aleta hanya meracau dalam hatinya sendiri. 



"Bener sih apa yang di bilang kak Al tadi. Tapi... Gue juga apa bisa percaya sama kak Al? Dia... Dia kaya orang yang pernah gue kenal, tapi siapa? Di mana juga? Apa perasaan gue aja? Ini gue di anter kak Al pulang gak apa-apa nih? Tadi kan gue janji duluan sama sih cowok gak jelas Alexi, kalo gue pulang duluan apa dia gak kesel sama gue? Mana baliknya juga sama kak Al. Lah ngapain gue jadi mikirin dia! Ah sadar Aletaaa sadar, bodo amat dia mau beranggapan apa gak berpengaruh sama hidup lo!"



"hey!" Al nepuk pundak Aleta pelan, membuat Aleta tersadar.



"Eh iya kak?"



"Gak mau naik?" Kata Al sambil senyum ke arah Aleta.



"Ganteng bangettt..." Kata Aleta memuji Al dalam hati.



"Nih pake." Al menyodorkan helmnya dan di terima oleh Aleta, Aletapun naik ke atas motor Al.



Al melajukan motor besar miliknya itu keluar dari parkiran. Pikiran Aleta sudah ke mana-mana, ia memikirkan muka menyebalkan Alexi yang melihat ia lebih memilih pergi dengan kakak kelas ganteng seperti Al di banding dengannya. Namun saat motor Al melewati pos satpam yang berada di dekat gerbang sekolah, Aleta bisa melihat bahwa Alexi sudah tidak ada di sana. "Oh dia udah pulang." Asumsi Aleta dalam hati.



"Rumah lo di mana?" Tanya Al.



"Lurus aja kak, nanti gue tunjukin arahnya gak jauh kok."



Al hanya menjawab dengan anggukan kepalanya. Tidak memakan waktu banyak. Motor Alpun sampai dengan selamat di depan rumah Aleta. Aleta melepas helm milik Al dan mengembalikannya. "Makasih ya kak." Kata Aleta sambil tersenyum.



Al mengangguk. "Sama-sama."




"Ah saya Al tante kakak kelasnya Aleta." Al refleks memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya di hadapan ibu Aleta.



Ibu Aleta tersenyum dan membalas uluran tangan Al. "Mamahnya Aleta. Oyah kamu mau mapir dulu?"



Al melihat jam yang mrlingkar di pergelangan tangan sebelah kirinya. "Ah... Maaf tante gak bisa, Saya ada urusan lain. Kalau begitu saya permisi ya tante."



Aleta dan ibunya mengangguk. "Makasih kak." kata Aleta. "Hati-hati nak Al." Kata Ibu Aleta yang membuat Al tersenyum malu.



Motor Al pun keluar dari halaman rumah Aleta, suara bising dari motor Al pun lama kelamaan makin menjauh dan menghilang. Ibu Aleta merangkul tangan anaknya itu dan berjalan bersama memasuki rumahnya.



"Baru masuk satu hari udah dapet gebetan aja kamu Aleta." Goda sang ibu. Sedangkan Aleta hanya menyangkal dan tertawa malu melihat ibunya menggodanya. "Apa sih maaahhh..."





___________________________________








"Turun lo!" Di lain tempat, Alexi dan Al bertemu. Tidak! Lebih tepatnya Alexi mencegat jalan Al. "Mau apa lo?" Tanya Al dengan santai.



Alexi menghampiri Al yang masih setia duduk di atas motornya. "Gua bilang turun!" Alexi memegang kerah baju Al kasar membuat Al mau tak mau mengikuti apa yang Alexi mau.



Al menghempas tangan Alexi dari kerahnya. "Mau lo apa sih?!" Al sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, Al sudah terpancing emosinya oleh Alexi.



"Maksud lo apa tadi hah!"



"Apa?" Al berpikir sejenak dan tertawa. "Hahah Aleta? Lo lagi ngomongin Aleta?"



Alexi hanya diam sambil menatap penuh amarah ke arah Al. "Gua berusaha supaya Aleta gak deket-deket sama cowok brengsek kaya lo!" Al mulai menjelaskan sembari mendorong kasar Alexi dengan jari telunjuknya. "Aleta anak baik-baik! Gak pantes sama lo!" Lanjut Al.



Alexi menepis tangan Al. "Gimana sama lo? Lo sama gua sama-sama brengsek Al!"



Al tertawa remeh. "Haha, jangan sama-samain gua sama lo!"



"Hah! Lo lupa? Lo lupa apa pura-pura lupa hah?!" Alexi mendekat ke arah Al. "Kejadian 1 tahun yang lalu, apa lo lupa Al!"



Al hanya diam di hadapan Alexi dengan tatapan amarahnya. "Lo gak bakal lupa kan sama kejadiannya Fely?"



Dugh!













Maaf jika ada kalimat yang kurang tau typo bertebaran hehe. Author sedang posisi sibuk jadi hanya bisa up sebisanya, tunggu eps yang lain yaa terima kasih!