ALEXI

ALEXI
ALEXI - 33. RAHASIA



ung harus berkata apa dengan Aleta, ia tidak bisa menjelaskan situasi yang rumit ini. Oh! Apakah Alexi harus mengatakan bahwa eyangnya menyuruh Alexi untuk menjauh dari Aleta? Oh ayolah~ Alexi paham betul bagaimana sakit hati dan sedihnya Aleta saat mendengar itu.


Omong omong tentang eyangnya Alexi, sih tua bangka Neandro itu memang menyuruh Alexi untuk menjauh dan meninggalkan Aleta. Tempo hari, saat Alexi bertemu dengan sang eyang. Itu memang bukan peringatan pertama yang Neandro berikan ke Alexi. Dari sebelum Alexi dan Aleta resmi berkencan sang eyang sudah mewanti wanti untuk jangan menjalani hubungan dengan Aleta. Alexi tidak tahu dari mana sang eyang mengetahui wanitanyang sedang ia dekati. Oh ayolah ini Neandro, mata mata Neandro banyak di luar sana. Jadi wajar saja gerak gerik Alexi sekecil apapun Neandro tahu.


Saat Aleta dan Alexi sedang berbicara serius dan saat suasana tegang menyelimuti antara mereka berdua. Seorang lelaki tinggi berkulit putih pucat menghampiri mereka dan menyapa. Namun hanya Aleta yang ia sapa. "Aleta?" Panggil lelaki itu membuat Alexi dan Aleta yang namanya di panggil menoleh. Aleta menyipitkan matanya, ia ingin memastikan siapa yang memanggilnya. "Kak Rio?" Kata Aleta ke lelaki tadi.


"Iya Aleta aku Rio, apa kabar?" Kata lelaki bernama Jun itu dengan senyuman yang membuat bola matanya hilang akibat kelopak matanya yang sedikit menutup. Katakan saja dia memiliki mata yang sipit.


Aleta menghapus air matanya dengan telapak tangan lalu tersenyum . "Baik.. Kamu sendiri kak? Kok ada di indonesia? Bukannya kamu di korea ya?"


Fyi, Rio adalah tetangga Aleta saat Aleta tinggal di bandung sekaligus teman kecil Aleta. Rio selisih 4 tahun dengan Aleta. Ia pergi dari bandung untuk kembali ke negara asalnya yaitu korea.


"Cabang perusahaan ayahku yang di jakarta butuh pemimpin ta, ayah aku kan udah tua jadi dia gak bisa semuanya ngehendel sendiri, jadi ya gini aku harus balik ke indo dan gantiin posisi ayah aku." Jelas Rio.


"Lex..!" Felly memanggil Alexi yang membuat Aleta, Alexi, dan juga Rio. Menoleh.


"Oyah kak, ini temen sekolah aku namanya Alexi. Ini temennya Alexi Felly namanya." Di saat sedang Aleta memperkenalkan Alexi dan Felly, mereka berdua seperti sedang membicarakan sesuatu dengan cara berbisik.


"Let.. Gua pulang duluan ya?" Tanya Alexi ke Aleta, namun Aleta malah membuang mukanya dari hadapan Alexi. Alexi meraih tangan Aleta yang membuat Aleta langsung melihat lagi ke arah Alexi. Alexi tersenyum, lalu pergi bersama Felly.


"Yakin itu tadi temen kamu?" Tanya Rio sedikit menggoda Aleta.


Aleta tertawa. "Iya kak temen.."


"Aku gak merasa itu kea temen kamu deh." Goda Rio.


"Eum.. Mau gabung sama aku sama Brian?" Tanya Aleta mengalihkan pembicaraan.


"Boleh.." Tanpa berpikir panjang Rio mengiyakan ajakan Aleta.


______________________________________


"Jadi lo udah tau semua Al? Dan lo diem aja?" Alexi sedikit menaiki nada suaranya ketika ia berbicara dengan Al.


Alexi dan Al kini memang tengah membahas masalah Felly yang masih hidup di halaman depan rumah Al. Alexi menanyakan itu kepada Al atas saran Felly karena Felly pikir Al mungkin tahu sesuatu.


Kita mundur ke satu jam yang lalu. Saat Felly memanggil Alexi yang tengah berbicara dengan Aleta dan juga satu orang lain yang tidak Felly kenal.


"Lex..!" Panggil Felly yang membuat semua orang menoleh ke hadapannya.


Alexi sedikit berjalan menghampiri Felly. "Kenapa?"


"Kita harus kerumah Al." Kata Fellt berbisik.


"Ngapain?" Alexi mengerutkan dahinya.


"Aku rasa Al tau sesuatu lex.." Setelah mendengar kata itu dari mulut Felly Alexi pun seperti menimbang nimbang omongan Felly. Alexi menoleh ke arah Aleta yang tengah berbincang dengan seorang lelaki, Alexi melihat betapa cantiknya seorang Aleta tersenyum, tertawa, dan ceria di depan lelaki itu. Hati Alexi seperti di iris iris ia benar benar bingung dengan situasi konyol seperti ini.


Masalah hatinya dengan Felly? Tenang, Alexi sudah tidak merasakan getaran yang dulu ia rasakan saat pertama kali melihat Felly. Tapi kenapa Alexi masih saja sering terpikir Felly? Jawabannya, itu karena Alexi merasa bersalah.


Kembali ke situasi mencengkam saat ini. Al masih terdiam tak menjawab pertanyaan Alexi. Membuat Alexi geram bukan main, pasalnya ia penasaran mengapa Al melakukan hal ini. Mengapa ia diam saja saat ia tahu bukan Felly yang bersamanya dan kecelakaan saat itu? Banyak pertanyaan yang kini memenuhi otak Alexi yang membuat Alexi kesal sendiri.


"Lex.. Dengan emosi gak nyelesain masalah." Kata Felly dengan nada lembut supaya Alexi tenang. Alexi mulai tenang, kini arah pandag Felly beralih ke arah Al yang menunduk. "Al.. Kalo lo tau sesuatu, tolong lo kasih tau kita.." Ujar Felly.


"Gua gatau apa apa." Jawabnya membuat Alexi yang tadinya sudah mendingin kini kembali memanas.


Alexi mengepal tangannya geram. "Dasar pengecut lo!"


Ucapan itu sukses membuat Al menoleh ke arah Alexi dengan wajah tak suka. "Terserah lo mau bilang apa!" Setelah mengatakan itu Al masuk ke dalam rumahnya dan menutup kasar pintu rumahnya itu. Al bersandar dan mengusap kasar wajahnya karena frustrasi. Al menghela nafas. "Ini belum saatnya lex.."


_____________________________________


"Silahkan duduk kak." Persilahkan Aleta setelah ia dan pria bernama Rio itu sampai di meja yang sudah Brian duduki.


"Terima kasih." Rio pun duduk.


"Oh yah kak, ini Brian sepupu aku." Aleta memperkenalkan Brian ke pada Rio. Lalu pandangannya beralih ke Brian. "Brian, ini Kak Rio tetangga gue waktu di bandung. Dulu sempat balik ke korea tapi akhirnya balik lagi ke indo dan rencananya bakal menetap di jakarta ya kan ka?" Jelas Aleta.


Rio tersenyum. "Iya."


"Salam kenal, gue Brian. Orang indonesia keturunan Amerika." Uajr Brian sombong membuat Aleta malu dan berakhir Brian terkenal injakan kaki Aleta yang memataikan. "Aw!" Aleta memelototi Brian yang membuat Brian mau tidak mau mengunci mulutnya supaya tidak banyak bicara.


"Sepupu kamu lucu ta.." Kata Rio sembari tertawa kecil.


Aleta mengagaruk tengkuk yang tidak gatal. "Haha jangan di dengerin kak dia harusnya ga di sini."


"Loh terus?" Tanya Rio bingung begitu juga dengan Brian yang memasang muka bingung dan bertanya ke pada Aleta.


"Di RSJ." Aleta meledek ke arah Brian, Brian yang melihatnya hanya bisa mengambil ancang ancang seolah ingin memukul keras Aleta.


Rio yang melihatnya hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya karena tingkah laku mereka yang sepertinya tidak pernah akur.


"Eh lo udah pesen belom?" Tanya Aleta ke Brian.


Brian membuang muka. "Hush! Gue lagi kesel sama lo, jangan di tanya!"


Aleta menjewer telinga Brian. "Yee apaan sih nih anak!"


"Eh ta ta sakit ta, ini kuping gua ga ada garansinya, jadi kalo copot ga ads yang bisa gantiin."


Aleta melepaskan tangannya dari telinga Brian. "Lagian gue nanya serius juga!"


"Iye belom.. Belom..!"


_____________________________________


Penasaran sama Alexi?