ALEXI

ALEXI
ALEXI - 18. FLASHBACK 1



"Gua pulang dulu ya, salam aja buat mamah mertua."


Setelah sampai di depan rumah Aleta, Alexi langsung pamit pada Aleta tanpa menemui orang tua Aleta. Entah apa yang mendesak membuat Alexi ingin cepat pulang. Kalian tahu bukan bahwa Aleta dan Alexi sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Mungkin itu salah satu yang membuat Alexi ingin cepat pulang karena ia tidak percaya seorang wanita yang sangat ia sukai itu ternyata menyukainya juga.


Alexi tidak pernah henti hentinya tersenyum saat mereka mengarah pulang, begitu juga dengan Aleta ia tidak henti tersenyum mengingat ini juga kali pertamanya menjalin hububgan dengan seorang pria.


Aleta mengangguk. "Yaudah sana pulang."


Alexi memasang ekspresi lucu dengan bibirnya yang di manyun manyunkan layaknya anak kecil yang sedang merajuk. "Orang mah di tahan kek."


Aleta tertawa. "Ya kan tadi lo yang mau pergi gimana sih."


Kini Alexi malah ikut tertawa. "Hahaha iya sih, yaudah gua pulang dulu. Jangan kangen inget ya kita ada 6 hari lagi gak ketemu."


"haha apaan sih pake di itung segala."


"Ya abis waktu berasa kaya lama banget." Kini Alexi lagi lagi memasang muka menggemaskan.


"Udah... kapan lo baliknya kalo lo ngoceh mulu." Kata Aleta sambil membalik tubuh Alexi dan mendorong sampai ke motornya. "Dah sana pulang!"


Alexi berpose hormat. "Siap ibu negara. Nanti chat bales ya ibu negarakuuuhh..."


"Hahaha... Iya iya siap bos." Aleta membalas perkataan Alexi dengan pose hormat juga. "Udah udah sana pergi!" Usir Aleta.


Alexi memakai helmnya lalu mengacungkan ibu jarinya "Ok! Bye bye!"


Aleta tersenyum melihat tingkah laku Alexi yang seperti itu, ia tidak menyangka seorang seperti Alexi ada sikap kekanak kanakan, humoris juga, tapi Alexi tidak romantis. Tetapi kenapa ia bisa di cap playboy? Entahlah. Akhirnya Aletapun masuk kedalam rumahnya dengan ke adaan suasana hati yang sedang berbunga bunga.


Di sisi lain Alexi yang mengendarai motornya berhenti tepat di tempat Al sedang berdiri sekaligus tempat tadi Al menyaksikan pasangan baru yang sedang bercanda yaitu Aleta dan Alexi.


Alexi menurunkan standar motornya dan membuka helmnya itu tetapi Alexi tidak turun dari motor itu melainkan ia masih terduduk di atas motor besarnya itu sembari tersenyum licik ke arah Al.


"Lagi ngapain bro?" Kata Alexi dengan nada mengejek.


Al hanya diam sembari menatap ke arah Alexi dengan wajah dingin khas Al. Alexi mendengus. "Menyaksikan kemesraan gua sama Ayang beb gua ya?"


Al tertawa remeh. "Lo jadian sama Aleta?"


"Ho'oh. Jadi jangan gangguin Aleta lagi ya bro... Hahhaha." Canda Alexi.


Al maju mendekati Alexi. "Gua pringatin lo ya lex, kalo lo pacarin Aleta karena dia mirip Felly, lebih baik jangan! Sampai kapanpun Felly tetap Felly, dan Aleta tetap Aleta. Mereka dua orang yang berbeda." Al berbicara dengan nada santai namun tegas.


"Bukannya lo?"


"Maksud lo?"


"Bukannya lo suka Aleta karena dia mirip Felly?" Pertanyaan itu membuat Al bungkam. "Jujur, awal gua suka Aleta emang karena dia mirip sama Felly. Tapi setelah gua kenal jauh sama Aleta, mereka beda bro. Aleta punya keunikan sendiri yang bikin gua jatuh cinta. Jadi lo gak usah munafik! Gua sempet mau ngejauh, karena gua pikir gua suka Aleta karena dia mirip sama Felly, tapi itu malah bikin gua gila. Gua gak bisa tanpa Aleta. Jadi lo! Jangan ambil punya gua untuk kedua kalinya. Kalo lo ngelakuin hal yang sama, lo itu gak jauh beda Al sama sampah!" Setelah berkata seperti itu Alexi memakai lagi helmnya dan menaiki lagi standar motornya hendak meninggalkan Al karena emosi Alexi sedikit terpancing.


Kata kata Al tidak di hiraukan oleh Alexi, Alexi memilih pergi dari hadapan Al karena emosinya yang kian lama kian terpancing. Alexi memang terlalu sensitif jika ada orang yang membahas orang yang dulu pernah mengisi hidup Alexi.


Singkat cerita Alexi sudah sampai di rumahnya dan kini ia berada di dalam kamarnya. Alexi menghempaskan tubuhnya ke ranjang berukuran king itu. Alexi mengusap wajahnya kasar lalu menghela nafas. Ia kembali teringat masa masa ia dulu dengan Felly.


Alexi masih ingat sekali di mana hari pertama ia masuk sekolah ia tidak mempunyai teman satupun karena sifat Alexi dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah yaitu cuek dan pemarah. Namun datanglah seorang kandidat osis baru saat itu memperkenalkan diri di setiap kelas hingga akhirnya kandidat osis datang memperkenalkan diri ke kelas Alexi.


Nama Felysia Inez Gianina menarik perhatian Alexi. Alexi yang kala itu masih dalam tahap penasaran belum menyukai Felly, mencari cari keberadaan Felly sampai akhirnya Alexi selalu melihat ia mengikuti semua kegiatan sekolah seperti ekstrakurikuler paskibra, pmr, pramuka dan kegiatan sekolah lainnya.


Alexi jadi sering melihat ke arah luar jendela yang menghadap ke lapangan karena di sana ada Felly yang entah itu sedang berlatih paskib atau paramuka. Karena seringnya penasaran dengan Felly, Alexi jadi tertarik dan semakin tertarik dengan Felly. Sampai akhirnya Alexi menyinpan rasa kepada wanita berkulit sawo matang itu.


Saat jam istirahat, Alexi sangat ingat sekali ia menghampiri Felly yang baru saja selesai berlatih paskib karena kala itu hari kemerdekaan indonesia semakin dekat. Dengan segenap jiwa dan raga Alexi memberanikan diri untuk berbicara dengan Felly yang sama sekali tidak mengenal Alexi itu menurut Alexi.


"Fel?"


Felly yang kala itu sedang mengobrol dengan temannya sedikit kaget namun tetap tersenyum di hadapan Alexi. "Iya kenapa?"


"Boleh ngomong sebentar gak?"


Felly mengangguk. "Oh boleh."


"Tapi jangan di sini."


Dengan wajah bingung kala itu Felly tetap mengikuti Alexi tanpa curiga sedikitpun. Sampailah Alexi dan Felly di belakang sekolah yang tidak banyak anak murid kunjungi. "Gua langsung aja deh."


Felly mengangguk.


"Gua suka lo!" Alexi berkata lantang sembari menutup kedua matanya. Namun karena Felly diam saja tanpa berkata apapun Alexi membuka matanya. Alexi melihat Felly yang sedang menertawakan dirinya. "Kenapa ketawa?"


"Ya abis lo lucu banget sih." Kata Felly dengan masih keadaan tertawa.


Alexi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Jadi lo mau gak?"


"Jadi tadi lo nembak gue nih?"


Alexi mengangguk.


Felly memegang bahu kiri Alexi lalu menepuk nepuk pelan. "Kita baru kenal."


"Tapi selama ini gua udah kenal lo."


"Loh... Kalo gitu gak adil dong? Gini aja gimana kalo kita pendekatan dulu, gak adil soalnya di sini cuma lo yang kenal gue tapi gue engga. Gimana?"


Dengan tersenyum Alexi mengangguk mengiyakan perkataan Felly.


Flashback 2 akan menyusul...