ALEXI

ALEXI
ALEXI - 43. FLASHBACK AL VER 2



Pagi itu Al sedang menunggu di depan gerbang Felly yang tak kunjung terlihat batang hidungnya. Al mulai resah karena setahunya Felly adalah murid teladan yang akan datang ke sekolah pagi-pagi, namun saat ini Felly belum juga datang. Al melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, sudah hampir jam 7 tapi Felly belum sampai. Sampai akhirnya Al melihat Felly berjalan lemas melewatinya, namun Al dengan sigap langsung menarik Felly dan menuju ketempat yang sepi dan aman.


"Apa sih kak?!" Felly menepis tangan Al.


Al menghela nafas. "Gua mau nanya sesuatu sama lo."


"Apa?"


"Kemarin lo ngapain di rumah eyang?" Tanya Al pada intinya.


Felly tampak terkejut, sampai ia tak tahu harus beralasan apa dengan pertanyaan yang mendadak seperti ini. "Eh?"


"Lo ngapain Fel?" Al menuntut jawaban dari Felly sembari memegang kedua bahu Felly yang Al pegang erat sampai Felly merasa kesakitan.


"Neandro.. Eum maksud gua, eyang lo.. Minta gue buat jauhin Alexi.." Saat menyebut nama Alexi Felly sedikit mengecilkan volume suaranya.


"Gue udah duga." Respon Al. "Eyang ngancem lo apa kalo gak jauhin Alexi?" Tanya Al.


Felly diam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Ia takut, jika ia memberi tahu Al yang sebenarnya masalahnya akan semakin rumit. Namun, di sisi lain juga Felly takut, karena ia melihat Neandro itu sangat bersungguh sungguh dalam setiap kalimat yang ia ucapkan.


"Jawab Fel!" Al menuntut jawaban dari Felly. Felly menatap Al dengan mata nanar ia benar-benar sedang tidak tahu harus bagaimana. Al memegang kedua bahu Felly dan sedikit menunduk ke hadapan Felly. "Gua tau lo takut, tapu lo tenang aja! Gua bakal jamin eyang gak akan ngrlakuin apapun sama lo." Al berusaha membujuk Felly.


"Eyang lo ancem gue, buat jauhin Alexi. Kalo gak... Gue bakal di buat jauh sejauh jauhnya dari Alexi." Jelas Felly membuat Al terkejut.


"Eyang ngomong gitu sama lo? Gabisa di biarin gue harus ngomong sama Alexi!" Al ingin pergi namun Felly menahan.


"Gausah kak Al! Yang ada nanti nambah rumit masalahnya kalo Alexi tau.. Gue.... Gue bisa selesaikan ini sendiri kok!" Kata Felly sembari menunduk.


"Tapi Fell.."


"Lo cuma harus bantu gue kak." Kata Felly yang membuat Al mengerutkan dahinya.


"Apa?"


"Lo harus bantu gue supaya Alexi benci sama gue kak.." Pinta Felly.


"Tapi.."


"Anggun ya?" Felly kembali menunduk. "Lo sama Anggun udah jadian ya? Yaudah kak Al gapapa kok. Gue cari cara lain aja.." Setelah mengatakan itu Felly pergi begitu saja tanpa mendengar ucapan yang ingin Al sampaikan.


______________________________________


"Anggun?" Al memanggil Anggun.


Anggun menoleh. "Hai Al!" Sapanya dengan senyuman begitu ia melihat Al.


Fyi. Anggun adalah teman Felly saat mereka SMP. Al pernah beberapa kali melihat Anggun saat Al tengah keperpustakaan untuk belajar atau di saat Al tengah stres karena tekanan di rumahnya. Saat Al bertemu dengan Anggun, Anggun sangat diam dan terlihat sangat lembut sangat sesuai sekali dengan namanya. Karena Al menyukai Anggun, Al sampai setiap hari datang ke perpustakaan itu hanya untuk sekedar melihat Anggun. Sampai akhirnya Al memberanikan diri untuk berkenalan dengan Anggun, namun dewa cinta tidak pernah berpihak pada Al. Setiap kali Al ingin mengajak Anggun berkenalan, Al selalu saja mendapat kendala seolah memang Al tidak di perbolehkan untuk berkenalan dengan sosok Anggun ini.


Karena Al sangat penasaran dengan hal yang berbau Anggun, Al pun mengikuti Anggun di suatu saat ketika Anggun tengah berbicara di telpon dan bergegas pergi dari perpustakaan. Al mengikuti Anggun, sampai ketika Al melihat bahwa Anggun bertemu dengan seseorang yang tidak asing lagi dia lihat. Felly, ternyata Anggun bertemu dengan Felly dan mereka terlihat akrab satu sama lain saat itu. Merasa cukup, Al memilih untuk pergi guna menghormati privasi anggun.


Lama Al dan Anggun saling bertukar pesan. Al pun memberanikan diri untuk meminta Anggun bertemu dengannya, namun siapa sangka Anggun menyetujui tawaran Al dan merekapun bertemu di salah satu cafe. Di sana lah Al menyatakan cintanya pada Anggun setelah sekian lama Al menunggu saat ini karena banyak halangannya. Ternyata Anggun juga menyukai Al, sungguh Al tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia pada saat Anggun menerimanya menjadi seorang kekasih.


Al menghampiri Anggun yang duduk dekat kaca jendela di cafe tempat biasa mereka bertemu. Dengan senyuman manis di masing masing mereka, Al dan Anggun mulai berbincang bincang.


"Kamu ngajak ketemuan aku ada apa Al?" Tanya Anggun begitu Al duduk di hadapannya.


"Ini tentang Felly.."


"Hm? Ada apa Felly?"


"Dia pernah gak cerita sama kamu tentang pacarnya?" Tanya Al.


"Oh Alexi?"


"Iya, pernah gak?"


"Eum.. Ya paling dia cerita ke aku yang baik baik aja. Dia bahagia lah dia begini dia begitu. Emang kenapa sih?"


Al menghela nafas. "Jadi Felly gak cerita sama kamu tentang masalahnya.."


Mata Anggun membulat ia kaget ketika Al mengucapkann kata 'Masalah'. "Emang Felly kenapa Al?"


"Dia... Di ancam sama eyang aku."


"Loh kok bisa?"


"Jadi eyang Alexi itu eyang aku juga. Aku sama Alexi itu sepupuan, dia anak dari adik papah aku. Dan eyang aku ini emang keras banget sama siapapun yang dia gak suka. Termasuk aku.." Al menundukan wajahnya dan sedikit mengecilkan volume suaranya ketika ia mengatakan 'Termasuk aku.' "Eyang itu keras, tapi aku yakin Felly gak akan di apa apakan sama eyang. Itu hanya ancaman aja karena Felly pacaran sama cucu yang eyang sayangin. Jadi, aku mau bantu Felly supaya dia dan juga Alexi ga akan terluka. Felly minta aku untuk ngebuat Alexi benci sama Felly. " Lanjut Al.


Anggun tersenyum. "Yaudah kamu bantu Felly ya.. Aku izinin kamu kok, cuma pura pura aja kan?" Canda Anggun membuat Al tersenyum lagi.


"Kamu gak cemburu nih..?" Goda Al.


"Cemburu siihhh.. Tapi gapapa perasaan aku itu gak penting, yang penting itu Felly dan juga Alexi.." Lagi Anggun tersenyum


"Makasih..." Al mengelus puncak kepala Anggun.


"Oyah kamu mau pesen apa? Aku pesenin, sekalian aku juga belum pesen nih." Tanya Anggun.


"Ice Americano ya."


"Siap!" Anggun pergi meninggalkan Al untuk memesan minuman untuk mereka berdua. Di saat Anggun pergi, Al mengambil ponselnya di saku celananya dan mengirim pesan untuk Felly.


"Gue akan bantu lo."


________________________________________________


selsai sekarang ternyata hehe. tunggu next chapter yaaaaa terima kasih ❤