
"Ada apa eyang manggil Al?" Begitulah kalimat pertama yang Al ucapkan setelah Al sampai dan menginjakan kakinya di rumah Neandro sang eyang.
Walaupun kesal dan tidak suka dengan Al, Neandro berusaha ramah dan baik kepada Al di depan Olin, karena bagaimana pun masa depan perusahan Early ada di tangan Olin. "Duduk dulu Al." Neandro menyuruh Al untuk duduk.
Al langsung menuruti perintah eyangnya itu dan duduk di sebelah Olin. Sebelumnya Al sedikit terkejut dengan kehadiran orang baru di sana terlebih lagi itu perempuan dan cantik. "Jadi ada apa eyang?" Al berusaha bertanya lagi kepada Neandro kali ini sedikit santai.
"Kau masih kenal dia Al?"
Al langsung melihat ke arah Olin, Olin tersenyum menunggu jawaban yang akan di lontatkan Al. "Mukanya sih gak asing, tapi Al gak inget."
"Loh masa kamu tidak ingat Al?" Neandro sedikit kecewa.
"Wajar kok eyang kalau Al tidak ingat, itukan sudah lama sekali."
"Emang.. Kamu siapa?" Tanya Al sedikit kaku karena memakai kata 'kamu' di kalimatnya.
"Aku Olin Al, teman main kamu kalau kamu main ke kanada."
"Tunggu." Al berusaha menginga ingat. "Ah.. Aku inget! Kamu Olin yang dulu cengeng itu ya?" Kalimat itu membuat Olin sedikit terkejut namun tidak lama Olin tertawa.
"Jadi kamu inget aku, karena aku cengeng ya? Itu.. Juga gak salah sih... Hahaha." Olin dan Al tertawa.
"Bagus Al! Jadilah cucu yang berguna. Ambil terus hati Olin, supaya perusahaan yang kubangun dari nol akan terus berkembang dan menjadi perusahaan raksasa terbesar di dunia!" Begitu lah isi pikiran dari seorang Neandro. "Ah ya.. Eyang sampai lupa kasih tau kamu Al. Untuk dua minggu kedepan, bilang sama orang tua kamu bahwa Olin akan menginap di rumah kalian."
Al mengangguk. "Al pasti akan sampaikan sama papah mamah eyang."
"Bagus... Yasudah kamu langsung bawa Olin kerumah kamu ya? Kasian dia masih jet lag."
"Iya eyang."
"Kamu menginap di rumah Al ya Olin? Tenang saja mereka tidak galak. Kalau kamu ingin jalan jalan mengelilingi indonesia, kamu bisa ajak Al." Kata Neandro dan di respon anggukan dan senyuman dari Olin.
______________________________________
"Loh Alexi?" Aleta sedikit terkejut melihat Alexi yang sedang duduk mengobrol di pos satpam dengan satpam di sana.
"Hai pacar?" Alexi menyapa Aleta dengan senyuman khas seorang Alexi.
"PACAAAARRR..!!" Heboh Febbi ketika mendengar kata 'pacar' dari mulut Alexi. "Jelasin sekarang juga Aleta, Alexi! Kalian pacaran?" Febbi menatap ke arah Alexi dan Aleta secara bergantian menuntut penjelasan dari Aleta dan juga Alexi.
Alexi mendekat ke arah Febbi lalu menepuk dahi Febbi membuat kepala Febbi mengayun ke belakang. "Jadi orang itu gak boleh kepo!"
Febbi bertolak pinggang di hadapn Alexi dengan memasang wajah sangar. "Heh! Wajar dong gue pengen tau, kan Aleta itu temen gue!"
"Ih kalian kenapa berantem sih!" Aleta berusaha menjauhan Alexi dan Febbi dengan membuat jarak di antara mereka berdua. "Feb? Iya gue pacaran sama Alexi. Tapi beneran deh belum lama makanya gue gak kasih tau lo dulu." Aleta menjelaskan ke Febbi.
Tin.. Tin.. "Woy Aleta lo mau pulang gak nih?" Suara klakson mobil dan teriakan Brian merusak suasana.
"Aleta balik sama gua bro." Kata Alexi.
"Ok! Gua balik duluan ta! Bro gua balik duluan bro." Pamit Brian kepada Aleta dan juga Alexi.
"Ok!" Respon Alexi. "Yaudah ayo kita pulang." Ajak Alexi kepada Aleta dengan menarik lembut tangan Aleta.
Singkat cerita Aleta dan Alexi sudah sampai di rumah Aleta. Aleta turun dari motor Alexi dan melepaskan Helm milik Alexi yang sebelumnya ia pakai. "Nih, makasih ya.." Kata Aleta
"Gausah makasih segala kali."
"Perbuatan baik itu harus di kasih ucapan terima kasih tau.."
Alexi mengelus rambut Aleta. "Emang pacar gua yang terbaik deh!'
Aleta dan Alexi tertawa. "Haha bisa aja lo!" Kata Aleta sembari menginjak kaki Alexi, namun kali ini Alexi berhasil menghindar dari injakan maut Aleta.
"Gak kena!"
"Ye curang lo!" .Al hanya tertawa. "Mau masuk ga? Atau mau langsung pulang?" Tanya Aleta
"Kayanya gua pulang aja deh, gak enak soalnya tiap hari main di rumah lo terus. Nanti apa kata orang?"
"Iya juga sih. Oyah lex besok lo gak usah jemput gue deh."
Kening Alexi berkerut. "Kenapa?"
"Lo kan gak sekolah, ngapain juga lo capek capek anter jemput gue sekolah. Lagian sekarang ada Brian ko lex gue bisa bareng sama dia." Jelas Aleta.
Alexi mengangguk paham. "Oke.. Tapi setelah gua masuk sekolah seperti biasa, lo harus gue anter jemput! Gimana?"
Aleta mengelus pundak Alexi lalu menggelengkan kepalanya. "Gak usah anter jemput juga kali lex, lo kan bukan tukang ojek! Gini deh, gimana kalo kita pulang bareng aja setiap hari? Nah kalo mau berangkat ke sekolah, biar gue bareng aja sama Brian. Lagian kan rumah lo sama rumah gue lumayan jauh lex. Yah..?" Aleta memohon kepada Alexi.
Setelah lama Alexi terdiam, akhirnya Alexi menganggukan kepalanya. "Yaudah deh gua nurut aja."
Mendengar kalimat itu Aleta tersenyum, Aleta sedikit mendekatkan tubuhnya dengan Alexi lalu berjinjit untuk mengelus puncak kepala Alexi. Karena tubuh Alexi yang tinggi itulah membuat Aleta harus menyamai tingginya dengan Alexi dengan cara berjinjit.
"Pendek." Ledek Alexi.
"Gue gak pendek ya, lo nya aja yang ketinggian." Timpal Aleta yang di buat kesal seketika.
"Bercanda..." Alexi mencubit kedua pipi Aleta.
Aleta menyingkirkan tangan Alexi dari pipinya. "Udah ah sana pulang."
"Siap ibu negara." Kata Alexi dengan pose hormat di hadapan Aleta membuat Aleta tertawa melihat tingkah konyol Alexi.
Alexipun menaiki motornya, tidak lupa memakai helm dan menghidupkan motor itu. "Salam aja ya buat mamah mertua. Bilang, menantunya yang ganteng ini gak bisa mampir hari ini."
Aleta memutar bola matanya malas. "Udah deh mending lo pulang! Tingkat kepedean lo ketinggian kalo lama lama di sini."
"Chat di bales ya ibu negara, kalo pacar lo yang ganteng ini telpon di angkat. Ok?"
"Iya iya... Udah sana pulang!"
_____________________________________
Maaf maaf maaf aku lama banget update... Kegiatan aku bener bener lagi padat banget:( jadi gak bisa konsen untuk nulis. Maaf banget yaa... Semoga kalian gak bosen ya nunggu Alexi walaupun lama:(