ALEXI

ALEXI
ALEXI - 12. KELUARGA BESAR EARLY 2



"Maaf eyang Al telat."



Ketika Al datang, seketika suasana yang tadinya ramai kini menjadi sunyi sepi. Sang eyang kini menatap Al dengan tatapan dingin dan tidak suka.



Al yang di maksud adalah Al yang kita ketahui selama ini. Yup, Alfiandra Widy Aditya. Mungkin kebanyakan dari kalian bingung mengapa nama belakang Al tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Early. Seperti halnya Alexi yang nama belakangnya tercantum nama keluarga yaitu Early.



Al adalah anak dari Bratadikara Early yaitu anak tertua di keluarga Early. Al sendiri bukan lah anak asli keturunan darah Early melainkan anak hasil adopsi di panti asuhan. Istri Brata yaitu Nency Lauren yang kala itu tidak bisa hamil dan mempunyai anak, kebingungan karena selalu di cecar oleh sang mertua untuk memiliki keturuan. Akhirnya Brata dan Nency memutuskan untuk mengadopsi anak dari panti asuhan, namun realita tidak sesuai ekspetasi. Neandro Early atau ayah Brata tidak senang atas kehadiran Al di keluarga Early dan mengatakan bahwa ia tidak sudi anak pungut seperti Al memakai nama belakang keluarganya 'Early'. Mau tidak mau Brata dan Nency menuruti apa kata ayah dan mertuanya itu.



Sedikit penjelasan tentang keluarga besar Early. Neandro yang kini sudah berumur 68 tahun mempunyai anak dua lelaki yaitu Bratadikara Early yaitu anak pertama (Ayah Al) dan Ansell Arian Early yaitu anak kedua (Ayah Alexi). Tentu saja saat itu Brata menikah lebih dulu di bandingkan dengan Ansell yang menikah 3 Tahun setelahnya. Namun, karena yang di jelaskan tadi bahwa Nency istri Brata di nyatakan tidak bisa hamil oleh dokter. Saat keputusasaan menimpa Brata dan Nency, Brata memutuskan untuk mengadopsi anak namun tanpa persetujuan Neandro membuat pemimpin perusahaan Early Company Group itu murka.



Saat Ansell ayah Alexi menikah dengan seorang anak kolongmerat yaitu Hallen Louis tiga tahun setelah pernikahannya Brata dan Nency. Pernikahan Ansell dan Hallen 5 bulan kemudian berbuah manis, Hallen hamil 2 minggu saat itu. Membuat Neandro sangat senang mengetahui hal tersebut. Saat Alexi berusia 1 tahun dan Al berusia 2 Tahun kala itu, Neandro sebagai eyang dari kedua cucunya itu sangat pilih kasih. Neandro hanya memperhatikan Alexi di bandingkan dengan Al. Membuat Brata sang ayah membenci pemandangan itu. Sampai saat ini Brata sangat benci dengan Alexi begitu juga dengan Al.



"Kamu tidak bisa lebih menghargai waktu Al?" Tanya sang eyang dengan dingin.



Al dengan wajah tegang menjawab. "Maaf eyang, tapi acara ini aja mendadak."



Sang eyang menatap sinis ke arah Al. "Jadi kamu menyalahkan eyangmu yang sudah tua ini? Hm!"



Al diam hanya diam ia tahu bahwa membalas perkataan sang eyang hanya memperumit suasana. "Brata?" Panggil Neandro kepada anak pertamanya yang kala itu sudah datang lebih dulu.



"Iya pah?" Jawab Brata tegas.



"Tolong ajarkan anakmu ini sopan santun kepadaku! Lihat bagaimana cara ia berbicara kepada eyang, sungguh memalukan! Untung saja dia bukan darah dagingku!" Setelah mengatakan itu Neandro berlalu.



Nency menghampiri Al dan Brata yang masih diam. "Al kamu gak papakan? Jangan hiraukan eyang kamu ya, dia emang keras ayo kita duduk." Bujuk sang ibu di turuti oleh Al. "Ayo mas." Nency mengajak Nrata juga.



Di sisi lain ada Alexi dan kedua orangtuanya yang sedang memperhatikan kejadian tadi. "Pah? Apa eyang tadi engga keterlaluan sama Al?" Tanya Alexi kepada sang ayah.



"Sudah kamu diam saja Alexi! Kamu itu cucu tersayangnya eyang kamu, jadi jangan mengotori nama baik papah, mamah, dan tentu kamu juga."



"Tapi pah..."



"Cukup Alexi! Eyang sudah memandang kamu selalu sempurna, jadi jangan mengotori seujung jari pun kesempurnaan kamu itu! Mengerti?!"



Alexi hanya menghela nafas pelan. Saat itu Neandro sedang mengadakan pertemuan mendadak. Maka dari itu yang datang saat itu adalah petinggi petinggi perusahaan seperti pemegang saham dan tamu penting lainnya dan juga keluarga besar Early, Neandro undang malam ini.



"Selamat sore semua." Tiba-tiba sapaan Neandro membuat semua orang yang ada di sana menoleh. "Terima kasih atas kehadiran kalian semua di acara pertemuan yang sangat mendadak ini. Dan saya minta maaf meminjam waktu kalian yang samgat penting itu juga hari ini." Semua tamu tertawa. "Saya sebagai pemilik perusahaan Early Company Group yang sebentar lagi akan memasuki pensiunan akan mengumumkan calon pemimpin di masa yang akan datang." Neandro memberi sedikit jeda dalam pembicaraannya. "Alexi silahkan kamu kedepan." Saat nama Alexi di sebut, suara tepukan tangan para tamu memenuhi ruangan itu. Dengan senyuman yang berwibawa Alexi tersenyum dan maju menghampiri sang eyang. "Selamat sore." Sapa singkat yang di lontarkan oleh Alexi. "Baiklah, ini adalah Alexi cucu saya dari anak kedua saya Ansell. Seperti yang kalian lihat Alexi masih sekolah dan sekarang ia baru memasuki kelas dua tahun ini. Karena Alexi masih terbilang sangat muda dan di bawah umur untuk memimpin perusahaan. Ansell anak kedua saya yang akan saya jadikan pemimpin sementara di saat Alexi masih harus menyelesaikannya pendidikannya."



Salah satu tamu mengacungkan tangannya. "Maaf Mr.Neandro bukan kah kau punya anak pertama? Kenapa tidak dia saja yang di jadikan pemimpin sementara?"



Dengan santai Neandro menjawab. "Anak pertama saya Brata tidak tertarik menjadi pemimpin."



Brata dan Al yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan tangannya menahan amarah yang ingin. Meledak.



______________________________________



Tok.. Tok...



"Aleta bangun udah sore sayang."



Aleta yang baru sadar dari tidurnya mengucak matanya. "Mmm... Aleta udah bangun mah."



Setelah mengatakan itu Aleta meraba di pinggir bantalnya yang ia letakan hpnya di sana. Satu pesan masuk dari nomor baru.



From : 628123321xxxxx


Aleta, ini orang ganteng.



Aleta mengerutkan dahinya. "Siapa sih?" Gumamnya.



From : Me


Ini siapa?



From : 628123321xxxxx


Lo beneran gak tau?



From : Me


Engga lah.



From : 628123321xxxxx



From : Me


Ngaco lo!


Dapet nomor gue dari mana?



From : 628123321xxxxx


Yaelah kepo banget sih calon pacar.



From : Me


Siapa calon pacar?



From : 628123321xxxxx


Mamah lo.



From : Me


Dih enak aja, gue tau nyokap gue cantik tapi sorry ya bokap gue lebih ganteng dari lo.



From : 628123321xxxxx


Hahahaha.



From : Me


Kok lo ketawa sih?



From : 628123321xxxxx


Ya abis lo lucu


Cantik pula


Gimana coba gua ga tergila gila sama lo ta?



Aleta melempar hpnya asal. "Apaan sih!" Aleta ******** senyuman namun tidak lama kemudian ia menampar dirinya sendiri "Ah! Aduh sakit..." Rintih Aleta.



Tok..tok



"Kamu kenapa Leta?" Tanya bunya dari balik pintu.



"Eng.. Engga apa-apa kok mah!"



Ponsel Aleta berbunyi.



From : 628123321xxxxx


Aleta?


Aleta?


Lo gak lagi ngeflykan sama kata-kata gua tadi ta?



From : Me


Ye enggalah gila lo.



From : 628123321xxxxx


Besok kan gua kan gak sekolah nih.



From : Me


Terus?



From : 628123321xxxxx


Besok pagi jangan berangkat dulu sebelum gua ada di depan rumah lo ok?



From : Me


Gak



From : 628123321xxxxx


Ok.


Sampai besok calon pacar!



Aleta tertawa. "Apa banget sih nih orang."