
1 jam pelajaran telah selesai, sudah atau belum nya tugas belum di kumpul karena besok masih ada pelajarannya.
kelompok Alexsa baik baik saja bahkan Astra tidak seperti yang dibayangkan dia benar benar pintar hanya saja malas.
"tak ku sangka kamu pintar juga"
"aku ga pintar aku terpaksa" Astra memainkan meja
kltuk kltuk kltukk (bunyi suara meja)
"mana buku Andre aku aja yang balik i"
Astra mengambil buku Andre dan mengembalikan nya.
"apaan sih, sogokan agar aku maafin dia?, tapi kenapa sampai begitu" gumam Alexsa.
**jam istirahat
Permisi-permisi awas air panasss, air panas minggir minggir. Suara dari siswa di kantin.
"permisi mbaak mau lewaattt" orang hendak melewati Alexsa.
"punten mbak lewat maap" lagiii
"mau antri disini mba? biar aku yang ngalaah" lagii dan lagi suasana kantin yang berbeda mengapa mereka begitu ke Alexsa.
"Eh i iyaa gakpapa kok" aneh semua orang menghormati ku, kenapa ya, perasaan dulu engga , coba dari dulu begini yaa hahaha" suara lirih Alexsa.
"Kamu menyukai nya?" bisik Astra dari belakang. "lohhh sejak kapan kamu di belakang ku!!"
"sejak tadi lah, cepat ambil makanan dan pergi disini banyak pria jelalatan" Astra di belakang nya
"mau makan bareng?"
Alexsa teriak "Gaaaakkk! terimakasih" (langsung pergi dengan membawa makanan ).
Kemudian Alexsa pergi ke taman untuk memakan jajanan kantin. viola sedang ada kelas voli jadi dia tidak ikut.
di taman cukup ramai emang siapa sih yang ga suka taman?, tapi ga masalah karena itu tidak penting,yang penting bisa makan santai tanpa gangguan.
Bruukk huuffftttt (suara Hela nafas)
"Lohhh kak varel kenapa, mau ini?" menjulurkan makanan.
"Enggaa sa makan aja , tapi jangan banyak makan gorengan ya ini lagi musim batuk"
"iyaa kak(・∀・)"
"aduhh kak varel bareng aku woy, kalau viola tau pasti dia ikut kesini" suara dalam hati
Mereka berdua di Taman sembari melihat ikan koi dan memberi makan. untuk pertama kali nya Alexsa merasakan perasaan aneh seperti mencintai seseorang.
"oh iya ,kakak ternyata masih satu keluarga dengan Astra ya"
"dari mana kamu tahu?"
"ada deh , emang bener ya? tapi kok beda banget-,-"
"hahaha bener tapi beda apanya Alexsa" varel tersenyum
"yaaa liat aja Astra anak nakal, banyak yang takut sama dia, aku engga takut sih cuma aku kesal\=_\="
"ehhh hahhaha kamu ternyata manis juga ya kalau lagi marah"
(pipi alexsa merah muda)
"aahhh enggaaa kak"
hahahaha...
Mereka tertawa bahagia.
Cekreeekk (suara kamera )
"ini harus aku berikan ke Clara".
(berlarian).
"guyss!! lihaatttt perempuan ini, di biarin malah makin jadi yaa"
"mana, ahhhh perempuan sialan itu , emang secantik apa sihh cihhhh!"
"cantik ratu kitaa Doong" mereka bersorak.
"apa kita beri pelajaran aja yaa, harusnya ngaca berani beraninya dia merebut Varel ku"
"betull! tapi kenapa varel biasa aja , yang ku lihat tadi dia malah ikut cerita" tambahan salah satu mereka.
"ya karena perempuan itu gatell , gatell sekali bund, aku tidak ingin tergesa gesa dan tidak ingin bermasalah, tunggu ujian selesai dan jika masih berterusan kita beri pelajaran"
"siaaap aku sudah tidak sabar hahahaha".
**Di Taman
"kak aku mau ke kelas dulu yah mungkin viola udah selesai, nanti nyariin aku"
"mau aku anter?" tawaran varel
"engga usah kak aku bisa sendiri, makasih"
"hati hatii yaaa (melambai ke alexsa)
Alexsa berjalan sendirian ke arah kelas nya
tuiing cletuk.. "ehh siapa yang melempar ku dengan biji bonsai"(clingak clinguk)
"apa circle itu ya, ah mungkin tidak sengaja , kebetulan terlempar ke arahku" Alexsa lanjut berjalan.
Hahahaha dia bodoh atau pura pura bodoh sih? hahahaha, "ku kira nanti dia mau nyamperin kita"
"eh iya sama ternyata cupu"
suara dari circle itu.
**Di kelas
"kamu dari mana saja?" Astra berdiri di pintu kelas dengan tatapan tajam.
di tatap tajam Kembali oleh Alexsa
"siapa peduli aku mau kemana terserah ku:-!"
(alexsa masuk kelas)
", tunggu... jadi kamu belum maafin aku?"
Astra berbalik badan.
"sudaah".jawab Alexsa
Astra pergi menuju tempat tongkrongan nya, di dekat loker dia melihat circle cewe yang tukang gosip salah satunya ada si Clara.
Astra menghampiri nya
"bagaimana kabar hubungan mu dengan kak varel?"
"sebenernya baik baik aja sih, cuma ada perempuan gatel yang mendekati pacarku."
"hahaha berarti dirimu belum mengenal lebih dalam tentang kak varel" Astra tertawa.
"apa maksud mu?"
tidak ada jawaban dari astra, (pergi)
"haahh? apa sih yang dia omongi ituu" Clara kesal.
"ga tau juga sih tapi dia kan adik varel ga mungkin asal bicara kan?"
"kita cari tahu saja" lanjut yang lain.
"varel varel tampang dan prestasi mu bisa untuk menutupi ke egoisan mu"
Astra geleng geleng kepala