Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Ternyata gue...?



Brayn kini tengah menetap di kamarnya, ia masih terngiang-ngiang dengan ingatan itu, seperti ada sesuatu yang hilang di bagian otaknya, tapi apa?


ia pun berusaha mencari sesuatu di sekitar kamarnya, hingga ia menemukan sebuah album di dalam lemari nya, ia pun membuka album itu.


" foto siapa ini?, kenapa mama sama papa foto sama laki-laki ini?, dan ini seperti foto keluarga?, tapi kenapa aku gak ada?", ujar brayn bertanya-tanya tentang foto Seorang lelaki yang usianya terlihat tak jauh darinya, bersama kedua orang tuanya.


" 3 november 2020?, berarti ini tiga bulan yang lalu?, pasti ada yang di sembunyikan sama mama papa, gue harus cari tau!!", tegas brayn


seharian ini brayn tak kunjung keluar dari kamarnya, ia sibuk mencari sesuatu yang mungkin bisa membuatnya mengingat sesuatu, hingga ia menemukan akte kelahiran yang terlihat di sembunyikan di kolong kasur nya


" brayn aditama?, ini kan nama samaran gue sekarang!, apa jangan-jangan...


...----------------...


# di lain tempat#


rey memutuskan untuk bertemu alvin sore ini, kini ia tengah menunggu alvin di sebuah cafe yang tak jauh dari rumahnya, hingga ia melihat kedatangan alvin yang menghampirinya.


" ada apa rey?, tumben loe ngajak gue nongkrong di cafe kayak gini?", tanya alvin yang kini telah duduk di hadapan rey.


" vin, mungkin cuman gue doang yang ingat tanggal dan tempat ini", ujar rey sambil tersenyum penuh arti.


" maksud loe?"


" di cafe ini, dan di tanggal pada bulan ini, loe sama ara nyamperin gue yang saat itu lagi di buly sama teman gue!", jelas rey.


" saat itu.. gue merasa memilki kakak yang bisa ngelindungin gue...


airmata pun mengalir dari pelupuk mata rey.


" kalian selalu bisa menjadi tempat bersandar di saat gue terpuruk, gue mau kita mengenang hari ini vin!", seru rey.


alvin yang sedari tadi berusaha menahan tangisannya pun pecah, bayangan tentang ara pun kembali terngiang di fikiran nya.


" maafin gue rey, ini semua salah gue!, harusnya gue yang pergi menjauh dari kalian, dan bukan ara!", keluh alvin.


" vin, loe gak boleh kayak gitu!, meninggalnya ara itu takdir, dan itu emang udah jadi takdirnya, kalau loe mau memperbaiki kesalahan loe, loe harus buktiin sama ara vin!, loe harus berubah!, pasti ara bakal tersenyum di atas sana kalau loe bisa menjadi alvin yang dulu lagi!", ujar rey menasehati sahabat nya.


" iya rey, gue mau berubah!, gue akan kembali menjadi alvin yang dulu lagi!, setidaknya gue bisa membuat ara tersenyum meskipun bukan di dunia ini!", seru alvin.


rey pun tersenyum sumringah mendengar penuturan sahabat nya itu, dan mereka kembali berbincang mengingat kenangan mereka di masa lalu.


hingga rey memberi pertanyaan tentang sesuatu yang selama ini membuatnya penasaran.


" oh iya vin, sebelumnya gue minta maaf, gue mau tau, loe anggap brayn tuh seperti apa sih?", tanya rey.


alvin tersentak mendengar lontaran pertanyaan dari rey, hingga ia terpaksa untuk jujur menjawabnya.


" sorry rey, gue juga gak faham sama diri gue sendiri, brayn itu mirip banget sama ara rey, mungkin loe gak bisa lihat, karena loe gak deket sama dia, tapi semakin kesini, gue semakin nyaman sama dia, gue ngerasa ada ara di dalam diri brayn!!", lirih alvin berkata jujur.


" tapi vin, mau gimana pun juga brayn itu cowok!, gue gak mau loe jadi bahan ejekan anak sekampus!", ujar rey.


" maaf rey, gue sekarang juga berusaha buat menahan hati gue, mungkin untuk saat ini brayn bisa menemani gue, menggantikan ara, sampai gue selesai kuliah!", lirih alvin kembali.


" ya udah, gue terima alasan loe!, tapi loe harus tau batasan vin!, ingat loe sama brayn itu sama-sama lelaki, jangan main hati!", tegas rey.


" iya rey gue ngerti..", jawabnya lemah.


...----------------...


alvin saat ini sedang berlatih basket, ia melawan tim yang rey sebagai kaptennya, mereka mempertaruhkan sesuatu sebelum permainan di mulai, kira-kira apa ya?


" inget!, kalau tim gue yang menang, gue yang berhak mengucapkan nya duluan!", tegas alvin dengan seringainya.


" jangan seneng dulu loe, awas ya loe main curang!, kalau gue menang, gue yang berhak ngucapin duluan!", lawan rey berkata.


" nih duo kapten kenapa sih?, taruhannya ucapan?, ucapan apa?, selamat hari raya idul fitri?", seru aldy sambil tertawa lebar.


semua yang mendengarnya pun ikut tertawa, kecuali duo kapten sejoli ini, yang masih dengan keseriusannya hingga permainan pun di mulai, saat permainan berakhir alvin bersorak ria, karena timnya lah yang menang.


" yes!, gue menang..!!, happy birthday ara..!!, gue cinta sama loe!!", teriak alvin yang menggelegar di area itu.


" cih!", keluh rey mendesis tak suka.


" weh, gak usah sewot loe!", tegur alvin kepada rey.


rey hanya memutar bola matanya jengah.


" ternyata.., ulang tahun si ara toh!", ujar aldy.


" segila itu ya alvin ternyata kalau udah jatuh cinta!", seru reza yang menatap alvin.


alvin masih bersorak heboh akan kemenangannya hingga ia reflek melempar bola itu keluar lapangan.


dan bertepatan saat itu brayn sedang berjalan melintas.


dughh!!


" arghh!!"


bola itu tepat mengenai kepala brayn, hingga ingatan kejadian aneh kembali bermunculan di kepalanya.


" ara loe mau kemana?"


" ayah, bunda ara pulang!"


" ara, kita kangen banget sama loe!"


" perkenalkan nama gue, zahra annisa saniyah, kalian boleh panggil gue ara"


" ara loe itu cewek!, gak usah aneh-aneh deh!"


sakit kepalanya mereda, dan ia pun mengingat semuanya


" alvin?, ternyata gue.....ara?!!",seru brayn terkejut, hingga akhirnya ia terjatuh tak sadarkan diri.


semua orang yang melihat itu pun segera menghampiri brayn, terutama alvin yang terlihat sangat khawatir.


" brayn!!", pekik alvin.


bersambung.....


...----------------...


jangan lupa vote, like, dan coment nya ya....