Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Obat



hari ini ara kembali mengunjungi rumah mama ratna, ara harus mencari tahu siapa dalang di balik semua ini, ara yakin pasti ada seseorang yang sengaja ingin merusak hubungan keluarga Alvin.


-di rumah mama ratna-


" Ma, apa mama gak punya foto pria yang waktu itu ngejebak mama?", tanya ara yang saat ini sedang duduk disamping mama ratna.


" mama sempat foto dia ra, tapi sampai sekarang mama belum bisa nemuin pria itu", lirih mama ratna


" ma, apa ara boleh minta foto nya?, mungkin ara bisa bantu mama!", pinta ara


mama ara pun tersenyum penuh arti lalu berkata,


" nak, hatimu seperti malaikat, mama tau gimana perlakuan alvin ke kamu sekarang, tapi kenapa kamu masih mau bantuin mama nak?", ujar mama ratna dengan raut wajah yang merasa bersalah


ara pun tersenyum kecil,


" ma, aku udah anggap mama sama papa seperti orang tuaku sendiri, jadi ini semua gak ada hubungannya sama alvin!, ya.. meskipun tujuan awal ara mau ngembaliin kebahagiaan alvin, tapi ara juga mau lihat mama tersenyum lagi!", ujar ara


mama ratna langsung mendekap tubuh ara, ia sangat terharu mendengar ucapan dari sosok yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri ini.


" terima kasih ya nak!, selama gak ada alvin cuman kamu sama rey yang bisa menguatkan hati mama!, mama minta maaf atas nama alvin yang sudah menyakiti kamu!", lirih mama ratna dalam dekapannya.


" iya ma, mama tenang aja, ara pasti bakal nemuin orang ini kok!", sahut ara


selepas mendapatkan foto itu ara bergegas pulang kembali ke rumahnya dan sebelum itu ia berpamitan dengan mama ratna dan adik alvin yang masih menginjak bangku SMA itu.


keesokan paginya ara sudah bersiap-siap untuk


ikut berkumpul terlebih dahulu di aula kampusnya, ara akan berangkat bersama kelima temannya dengan mobil rizka.


saat itu semua orang sedang berkumpul dan mendengarkan pengarahan dari ketua panitia acara tersebut, yang tak lain adalah alvin.


" oke semuanya, karena kita akan menggunakan kendaraan masing-masing, kalian harus benar-benar memerhatikan alamat perkemahan itu, dan jika kalian sudah sampai, disana sudah ada alkha dan aldy yang akan mendata kedatangan kalian!", seru alvin di depan para mahasiswa itu menggunakan mikrofonnya


ara yang baru saja datang membuat kelima temannya terkejut, karena tak menyangka ara akan datang.


" ara, kok loe jadi ikut sih?", tanya rizka protes karena melihat wajah ara yang masih terlihat pucat


" gue udah sehat kok!, kemarin itu cuman kecapekan!", jelas ara berbohong agar temannya itu tak mengkhawatirkan nya.


" tapi ra, muka loe keliatan masih pucat?!", lirih alya


" percaya deh sama gue, gue okay!!", tegas ara kembali


" ya udah, tapi loe harus berada dalam pengawasan kita!!", tegas rizka


Ara hanya tersenyum mendengar penekanan dari temannya itu


" ngapain loe kesini??", tanya rizka dengan nada ketus


" bukan urusan loe!", tegas alvin, yang tiba-tiba saja menarik ransel yang ara bawa dan membongkar isinya yang langsung membuat ara dan teman-temannya terkejut


" apa-apaan sih loe?!", kini ara angkat bicara


tiba-tiba saja alvin mendongakkan wajahnya menatap ara dengan senyuman sinis,


" sudah gue duga!", ujarnya


ara hanya menatapnya bingung, apa maksudnya, ia tidak mengerti?


" kalau loe gak mau ngerepotin orang lain, loe harusnya tahu diri!!", ketus alvin berbicara, lalu langsung berlalu meninggalkan ara yang tercengang dengan apa yang baru saja alvin katakan.


ara segera meraih tasnya yang tergeletak dalam posisi masih terbuka dan terlihat berantakan, karena baru saja alvin membongkarnya, ia masih terheran dengan apa yang di lakukan lelaki itu, terutama kelima temannya.


" apa loe faham ra apa maksud dia barusan??", tanya rizka


' iya, aneh banget tau!", ujar Reyna


ara hanya mengangkat kedua bahunya acuh, ia sendiri pun tak memahami apa yang dilakukan dan dikatakan alvin barusan.


setelah kejadian itu ara dkk segera menuju mobilnya dan memulai perjalanan mereka menuju tempat perkemahan di bandung yang harus memakan waktu enamjam untuk sampai ke kesana.


sedangkan di mobil lain alvin pergi berdua dengan temannya reza, sebenarnya Chelsea sang pacar memaksanya ingin pergi bersamanya, namun entah mengapa alvin sangat tidak suka perjalanannya terganggu akan sifat manja chelsea.


tiba-tiba alvin menghentikan mobilnya di suatu tempat yang membuat temannya sedikit terkejut


" apotek?, ngapain loe kesini vin?, loe sakit?", tanya reza


tanpa menjawab pertanyaan temannya itu alvin beranjak turun memasuki apotek tersebut, tak butuh waktu lama reza telah melihat alvin keluar dari apotek itu dengan menenteng sekeresek obat.


"loe sakit vin?", tanya reza penasaran


"gak!", jawab alvin singkat


" terus tuh obat buat siapa?", tanya reza kembali


" persediaan takut ada yang tiba-tiba sakit!", jelas alvin


temannya itu hanya ber oh ria mendengar penjelasan alvin, lalu kembali melakukan mobilnya.


" gue curiga, itu dalamnya kan obat dan vitamin penambah darah, buat apa alvin beli semua itu?!", ujar reza bertanya-tanya dalam hatinya.


jelas saja reza tahu karena dia juga memiliki riwayat anemia, dan obat dan vitamin itu reza tahu pasti untuk orang yang mengalami penyakit yang sama sepertinya.