Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Lintasan kejadian-kejadian aneh?



ya, setelah kejadian di perpustakaan itu, alvin dan bryan terlihat lebih dekat, alvin pun bisa mengembalikan senyumannya sejak kedekatannya dengan brayn, entah mengapa ada perasaan nyaman saat ia berdekatan dengan pria itu, begitu pun sebaliknya, bryan yang notabennya sebenarnya adalah perempuan, benar-benar merasakan getaran hebat saat berdekatan dengan alvin, entahlah ia sudah tidak peduli dengan niat kedua kedua orang tuanya untuk menjatuhkan alvin, dan melarangnya jatuh cinta, karena saat ini ia benar-benar bisa merasakan indahnya cinta.


bahkan ketiga teman alvin, terkejut melihat itu, terutama rey, sang sahabat yang selama ini selalu menemaninya, apa setelah kepergian ara alvin kehilangan kenormalanya, dan menyukai sesama jenis?


ah, bahkan saat ini pun rey jarang sekali dihampirinya, ia lebih memilih menghabiskan waktunya berdua dengan brayn.


saat ini mereka sedang duduk di meja kantin, yang posisinya saling berhadapan.


" heh, senyum mulu loe!, gak waras ya?!", canda brayn kepada alvin.


" entah kenapa kehadiran loe bisa buat senyum gue kembali!, loe pakai ramuan apa sih, bisa bikin gue senyum terus?, apa jangan-jangan loe pake pelet ya?!", tuduh alvin sambil terkikik geli.


" ada ada aja lo!, loe kira gue dukun, main pelet-peletan?!", gerutu brayn tak terima.


" hahaha, kali aja loe pake dukun!", tukas alvin.


mereka tertawa bersama, dan terlihat sangat serasi, dan kedekatan mereka itu, menjadi cibiran mahasiswa lainnya, yang dulunya sempat mengagumi alvin dan brayn.


bagaimana bisa, sosok yang mereka Kagumi pesonanya, menjadi seperti itu?, karena di mata mereka saat ini, alvin dan brayn tak terlihat seperti seorang teman atau sahabat, melainkan seperti seorang kekasih.


X-tream pun, juga terlihat sudah bubar, dengan kondisi sang ketua yang seperti ini, namun aldy, reza, dan alkha tetap selalu bersama.


bahkan rey saat ini lebih memfokuskan latihan basketnya, yang saat ini selalu saja bertanding, ia sudah tidak terlalu mempedulikan alvin lagi, namun di balik itu ia tak henti mengawasi sahabatnya itu, agar tidak melakukan hal yang di luar batas.


berbeda dengan MMW yang sedang memberi pengertian kepada Rizka.


" riz, loe bisa lihat sendiri kan?, bryan itu gak waras!, tatapan matanya ke alvin itu beda riz!, mending loe lupain aja deh tuh cowok g*y!!", tegas alya kepada sahabatnya itu.


" gue gak pernah suka sama dia, tapi...


rizka menjeda ucapannya sejenak.


" gue ngerasa ada sesuatu yang aneh, saat gue berpapasan sama brayn, rasanya bukan cinta, tapi entah apa itu gue juga gak ngerti!!", keluh rizka.


" udah riz, loe tenangin diri loe ya!, gue yakin itu cuman obsesi loe semata!", ujar resya.


rizka hanya mengangguk meskipun hatinya masih sedikit tak tenang, entah apa yang ia rasakan saat ini?, ia pun tak mengerti.


kedekatan alvin dan brayn pun tak terurai, meskipun banyak cibiran yang mereka dapatkan, apalagi brayn yang sudah mengetahui ini perasaan yang wajar?


saat ini mereka berdua sedang berada di kamar alvin sambil bermain ps, bahkan alvin sudah mengenalkan brayn kepada kedua orang tuanya, ratna yang melihat ada gerak-gerik aneh dari sikap anaknya ini pun, berusaha menetralkan perasaannya, untuk menghilangkan pemikiran negatif tentang anaknya yang tiba-tiba bisa tersenyum seperti ini lagi setelah kepergian ara.


namun apa ini?, yang di bawanya adalah seorang pria?, ratna hanya bisa mendoakan semoga putranya tidak melenceng.


" bray, entah kenapa makin sering gue natap loe, gue makin ngerasa kalau loe mirip banget sama cewek gue?!", keluh alvin sambil menatap wajah bryan intens.


yang di tatap pun menjadi salah tingkah, dan membuang mukanya ke sembarang arah.


" emang siapa sih cewek itu?, kayaknya benar-benar istimewa di hidup loe?", tanya bryan dengan nada santai nya, meskipun di hatinya terbakar api cemburu.


" dia seseorang yang selalu bisa buat gue tersenyum, bahkan disaat gue mencaci maki dia, membentak dia, dia masih terus berusaha membuat gue tersenyum...


perkataannya berhenti sejenak, terdengar helaan nafas kecil dari mulut alvin.


" nama dia ara, sesuai dengan nama nya zahra, dia bagaikan bunga di kehidupan gue, bunga yang rela tumbuh di atas batu seperti gue, mungkin karena dia tumbuh di atas batu, dia gak bisa tumbuh dengan sempurna, hingga akhirnya kehidupannya berakhir di atas batu seperti gue, andaikan dia gak pernah tumbuh di ats gue, pasti sekarang dia sudah tumbuh menjadi bunga yang cantik...


penuturan alvin terhenti kala mendengar suara bryan memekik, sambil meremas rambut di kepalanya.


arghhh!!!


" bray, loe kenapa??", tanya alvin khawatir melihat kondisi bryan.


saat ini terlintas ingatan kejadian aneh di otak brayn.


"ara!!"


"permisi ara yang cantik mau lewat!!"


"ara, kita collabe lagu bareng yuk!"


"ara gue kangen sama loe.."


"kita masih sahabatan kan ra?"


" ara, jangan pergi..."


arghh!!!


bryan masih terus memekik memegang kepalanya yang terasa sangat sakit, hingga sakit itu mereda.


"kenapa gue ngerasa kayak pernah kenal ya sama yang namanya ara itu?, tapi kenapa pas gue berusaha buat nginget kepala gue jadi sakit begini?, ada apa sama diri gue sebenarnya?", keluh bryan bertanya-tanya dalam hatinya.


" bro, loe gak papa kan?", tanya alvin masih dengan nada khawatir.


" iya, gue gak papa, kayaknya gue kurang istirahat!", jelas bryan sambil tersenyum kecil.


" ya udah, mending loe balik deh, istirahat!", seru alvin.


" iya, gue mau pamit pulang aja ya vin!", ujar bryan


akhirnya ia berpamitan pulang hingga ia sampai di motor besarnya.


" ada apa dengan diri gue sebenarnya??, ini benar-benar aneh!!"


bersambung.....


jangan lupa vote, like, dan coment nya ya....