Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Sayonara Alvin



kini ara tengah berada di depan UGD, tempat alvin di larikan setelah kecelakaan, wajahnya terlihat panik menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan alvin saat ini.


" keluarga pasien?", sahut seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang pasien


" saya temannya dok!", ujar Ara


" begini, pasien terluka parah, sehingga darah yang dikeluarkan cukup banyak, dan sekarang Pasien butuh pendonoran darah", jelas dokter tersebut


" gunakan darah saya dok!, Golongan darah kita sama!", jawab ara sigap tanpa berfikir panjang


" baiklah, mungkin efek yang ibu rasakan akan terasa lemas, setelah tranfusi darah!", jelas dokter itu kembali


" saya tidak apa-apa dok!, tolong selamatkan teman saya!!", lirih ara memohon


" kami akan melakukan sebaik mungkin!", ujar sang dokter


akhirnya ara memasuki ruang transfusi darah, dan mendonorkan darahnya untuk alvin.


setelah ara merasa badannya sudah sedikit bertenaga, ia segera bangkit dan keluar dari ruang rawatnya, lalu menuju ruang rawat alvin.


terlihat tubuh alvin yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, sebagian tubuhnya terbalut perban akibat luka yang di dapatnya.


setelah mendengar penjelasan dari dokter, ara sedikit lega, karena alvin sudah melewati masa kritisnya, dan mungkin akan sadar beberapa saat lagi.


ara segera menghubungi kedua orang tua alvin dengan ponsel milik alvin sendiri, agar tak ada yang mengetahui bila ia yang menyelamatkan alvin.


ara mendekati tubuh alvin yang masih tak sadarkan diri, tiba-tiba ia meraih salah satu tangan alvin dan menggenggamnya erat.


" vin, tugas gue udah selesai!, gue yakin setelah ini..., loe akan hidup bahagia!, gue janji gak akan pernah muncul lagi di hadapan loe!, kebahagiaan loe.. prioritas hidup gue vin!", lirih ara yang sudah berlinang air mata


ara segera beranjak pergi dari ruangan itu, sebelum keluarga alvin datang, namun sebelum itu....


...----------------...


keesokan harinya....


alvin mengerjapkan mata nya, sinar lampu ruangan membuatnya sedikit menyipitkan matanya, terlihat sepasang wanita dan pria paruh baya yang duduk di samping brankasnya.


" papa..mama..", lirih alvin yang masih terdengar lemah


" alvin, kamu sudah sadar nak..., syukurlah kamu selamat..., mama sangat merindukan nak...", lirih ratna yang langsung mendekap tubuh putranya yang terbaring lemah sambil menahis tersedu-sedu.


" nak.., kamu jangan seperti ini lagi ya.., papa tidak bisa memaafkan diri papa kalau kamu kenapa-napa nak!", lirih pratama yang ikut mendekap putranya itu.


" mama sama papa punya kabar gembira untuk kamu nak..", jelas ratna sambil tersenyum sumringah


" ada apa ma?", tanya alvin terheran


" kita berdua sudah rujuk nak...!', jelas pratama sambil menggenggam erat tangan ratna.


terlihat air mata berlinang dari mata alvin, tapi sekilas senyuman indah terukir di wajah tampan nya.


" beneran ma, pa?", tanya alvin kembali memastikan


ratna dan pratama hanya mengangguk sambil tersenyum


" makasih ma.. pa..", lirih alvin berkata


ratna dan pratama kembali mendekap putra tercintanya itu.


" tunggu!", ujar alvin tiba-tiba melepaskan dekapannya


" ada apa nak?"


" apa mama sama papa tau siapa yang menyelamatkan alvin, dan membawa alvin ke rumah sakit?" tanya alvin


" kita kurang tahu nak, yang mama dengar suaranya seperti suara wanita!, tapi saat kita sampai wanita itu sudah pergi!", jelas ratna


alvin kembali berusaha mengingat kejadian kecelakaan itu, tapi nihil, karena kondisinya saat itu sangat lemah, jadi ia sangat sulit mengingat kejadian itu.


" udah.. kamu istirahat dulu ya nak..!", tutur ratna


akhirnya alvin mengikuti permintaan orang tuanya, ia kembali merebahkan tubuhnya dan mulai terlelap.


alvin terbangun di malam hari, ia tersenyum simpul saat melihat kedua orang yang di cintainya sedang terlelap di sofa ruangan VVIP itu, dan saling bertumpuan, terlihat mesra.


namun senyumannya memudar kala mengingat kembali seseorang yang selama ini mengisi hatinya dan membuat pikiran nya berkecamuk.


ia segera meraih ponselnya di atas nakas dan membuka grup kampus nya.


matanya membelalak kala melihat grup yang sedang heboh itu


univ_XX group


guys!, gue punya berita baru nih!, kemarin gue lihat si ara di bandara! - roni -


maksud loe?, ara benar-benar pergi jauh??! - rizka-


"sepertinya! - roni -


apa- apaan sih loe?, gak mungkin ara pergi!


- alya -


dia bener al!, kemarin gue sempat mampir ke rumah ara, tapi dia gak ada!, bahkan bundanya gak mau kasih tau gue kemana ara pergi !


- resya-


apa?!, ron, apa loe tahu pesawat yang di naikin ara?- rizka -


gue gak tahu!, orang gue cuman lihat sekilas doang!- roni -


tuh cewek cantik ada masalah apa sih di kampus kita?, baru juga sebulan dah minggat aja!🙄 - aldy -


gue jadi merasa bersalah udah ngira ara nyelakain chelsea, padahal jelas-jelas si wanita iblis itu yang mau nyelakain dia!!😠😠- tania -


udah jangan ngomongin tuh cewek laknat lagi!, panas telinga gue!!- alya -


rey, apa loe tahu ara kemana?- rizka-


ini semua gara-gara si alvin brengsek itu!, pasti ara pergi karena capek menghadapi cowok gila itu!!😠- rizka -


eh, kok loe jadi nyalahin temen gue?!- reza -


karena emang dia penyebab utamanya!!- alya -


weh, bisa gak sih kalian jaga omongan?, gue abis dapet kabar kalau alvin baru aja kecelakaan!- alkha -


apa?!, alvin kecelakaan?!- aldy -


huh, dapet karma dia tuh!- resya -


woy!, mana hati nurani loe?, alvin lagi kritis sekarang!!- aldy-


gue gak peduli!, gara-gara temen loe itu ara gue pergi!😠- rizka -


weh!, udah!, alvin lagi kena musibah!, bisa kan loe gak usah bawa nama dia dulu?!- rey -


loe itu pro ke ara, atau ke alvin sih rey?!🙄 -resya -


alvin menutup percakapan itu, ia menghela nafasnya kasar, lalu meraih tasnya untuk mengambil buku catatan nya.


namun saat ia mengambil buku itu, ada secarik kertas jatuh, dan alvin pun segera meraihnya. di kertas itu seperti banyak bercak darah yang terlihat masih baru, apa ini darahnya?, atau darah orang yang menyelamatkan nya?, fikir alvin.


alvin segera membuka lipatan kertas itu


dear alvin,


vin, gue minta maaf ya..


gue udah ninggalin loe sendirian disaat loe terpuruk, di saat keluarga loe membuat loe kesepian..


vin, sebenernya saat itu, alasan gue pergi bukan hanya karena gue mau belajar,


gue mau menjauh dari loe vin,


ya, dimana saat perasaan ini mulai tumbuh, gue takut disaat loe tahu, loe bakal kecewa sama gue...


karena itu, lebih baik gue menjauh dari loe,


maaf vin, gue udah merusak persahabatan kita karena perasaan yang tidak wajar ini !


dan disaat gue tahu loe berubah, gue sedih vin !


orang yang selalu menjadi malaikat pelindung gue, berubah jadi lelaki tak berperasaan!


awalnya gue benci sama loe !,


tapi gue sadar...


ini semua kesalahan gue, seandainya gue tidak menanamkan perasaan itu, pasti sampai sekarang kita masih bisa bersama.


jujur vin, gue kaget saat takdir mempertemukan kita kembali,


apalagi saat loe menoreh kebencian yang amat besar ke gue,


jujur vin!


gue sakit vin!, gue cemburu saat melihat loe mencintai wanita lain, bahkan gue lebih berharap loe jadi pria playboy lagi, maaf gue egois dengan perasaan gue sendiri!


ternyata perasaan ini masih sama, bahkan gue gak bisa melirik lelaki lain selain loe... meskipun loe memperlakukan gue dengan buruk sekalipun!


gue akan pergi vin..


gue akan menjauh dari kehidupan loe...


tapi loe tenang aja, gue berhasil mengembalikan kebahagiaan loe vin!, gue berhasil menyatukan mama dan papa vin,


gue senang, sebentar lagi loe akan menemukan kebahagiaan loe, yang telah lama menghilang....


berbahagialah vin!


loe berhak bahagia, loe lelaki yang baik!


loe lelaki terbaik di hidup gue setelah ayah dan bang zio!


terimakasih atas senyuman dan tawa yang pernah loe bagi ke gue...


terimakasih atas nasihat yang selalu loe kasih ke gue...


terimakasih atas semua perhatian loe selama ini ke gue...


maaf karena gue mencintai loe...


maaf karena gue gak bisa menghapus perasaan ini...


silahkan membenci gue vin!, tapi gue mohon...


perbaiki hubungan loe sama rey !


karena dengan itu, gue bisa meninggalkan kalian dengan tenang....


gue akan selalu bersama loe vin, meskipun raga gue jauh, tapi darah ini akan terus mengalir di tubuh loe...


alvin,


kebahagiaan loe, prioritas hidup gue!, kalau dengan kepergian gue loe bisa bahagia?, gue akan pergi sejauh-jauhnya dari kehidupan loe...


sayonara alvin...


- Zahra Annisa Saniyah -


...----------------...


bersambung.....


jangan lupa vote, like, dan coment nya ya kak..🙏🏻🙏🏻🙏🏻