Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Alvin mencintai ?



" Dateng juga loe?!, nih mangsa loe lagi mojokkin gue!!", ejek rizka pada alvin yang baru saja datang


" kalau loe merasa risih dengan banyaknya cewek gue, ok gue bakal putusin mereka sekarang juga!!", tegas alvin


semua yang berada disana terkejut mendengar perkataan alvin terutama ketiga teman alvin


" serius loe vin mau putusin mereka?", tanya aldy memastikan


" iya, karena gue sudah mencintai salah satu dari mereka!", jelas alvin


Alvin pun melangkah dan mendekati salah satu di antara mereka


ya, alvin mendekati Chelsea dan menggenggam kedua tangannya


" Chelsea, gue cinta sama loe, loe mau kan jadi pacar yang seutuhnya buat gue?", tanya alvin dengan lembut


semua yang disana terkejut, pacar alvin yang lainnya sudah pergi dengan perasaan kecewa saat itu, berbeda dengan Chelsea yang saat ini hatinya berbunga-bunga.


" iya, gue mau vin", sahut Chelsea sambil tersenyum senang


alvin pun memeluk tubuh kecil chelsea sambil tersenyum, sedangkan yang melihatnya bersorak ria.


" ok, akhirnya gue melihat sedikit perubahan dalam diri loe?!, dan semoga ini bukan drama kecil loe yang buat supaya nama loe gak tercemar!", ejek rizka


alvin tersenyum sinis


" gue akan buktiin kalau ini bukan drama!", tegas Alvin


" dan satu lagi, jangan pernah loe gangguin ara lagi!!", tegas rizka dengan penuh penekanan dan langsung berlalu meninggalkan tempat itu dengan keempat temannya


alvin pun kembali mengarahkan pandangannya kepada chelsea


" chel, sekarang loe pacar gue!, loe harus menghadang semua wanita yang mendekati gue, karena gue gak mau nyakitin loe!, dan gue akan berusaha untuk setia sama loe", ujar alvin yang terlihat tulus


" thanks ya vin, diantara semua cewek, ternyata loe milih gue!", ujar Chelsea sambil tersenyum


alvin membalas senyumannya sambil menganggukan kepalanya


rizka, alya ,dan resya sampai di kelasnya, karena masih terheran dengan perubahan alvin yang secepat itu, tapi dari perkataannya memang terdengar serius.


" kok bisa ya si alvin berubah secepat itu?", ujar resya terheran-heran


" ya baguslah, berarti dia mau insaf dari sifat buayanya itu!", cetus rizka


" tapi aneh tau riz!!", tegas alya


" udah lah, ngapain juga ngurusin anak orang?!, bukan urusan kita!!", tegur rizka yang kesal karena kedua temannya masih saja membahas tentang alvin.


di lain tempat seseorang yang baru saja melihat berita itu mengepalkan tangannya geram, entah mengapa ia sangat tidak terima melihat itu.


hingga salah saru temannya menghampiri nya


" rey!', sapa salah satu temannya


"loe gak liat nih temen loe?!, akhirnya dia nembak cewek juga!!", ujar temannya itu


" dia bukan temen gue!!", tegas rey


" aelah rey, udah lah berantemnya!, dia mau berubah jadi lebih baik nih!", tukas temannya


" dia belum berubah!", tentang rey


" rey, udah berusaha untuk mencintai satu wanita, berarti dia udah mulai berubahlah!", sahut temannya itu


" gue gak akan pernah baikan sama dia, karena dia udah nyakitin orang yang gue sayang!!", tegas rey lalu langsung berlalu meninggalkan temannya itu


" apa maksudnya?, apa rey naksir sama salah satu mantan alvin??", ujar temannya terheran-heran


...----------------...


saat ini ara sedang termenung di dalam kamarnya, ara bingung apa yang harus ia setelah ini?


mungkin untuk saat ini ara harus mengunjungi mama ratna kembali untuk mencari tahu siapa yang menjebaknya saat itu.


ara berencana akan pergi di keesokan harinya, karena lusa ia harus mengikuti acara perkemahan yang menurutnya membosankan itu.


ya, mungkin kalau bukan alvin yang memaksanya untuk mendata semuanya ia tidak akan ikut, tetapi untuk saat ini ia harus berpasitipasi, karena ara adalah sosok yang bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan.


ara pun segera mempersiapkan keperluannya untuk ia bawa ke perkemahan nanti, hingga sang bunda masuk ke dalam kamarnya karena tak sengaja melihat ara yang sibuk merapihkan barang-barangnya.


" lho nak, kamu mau ikut perkemahan itu?", tanya sang bunda


" iya bun", sahut ara singkat


" emangnya kamu udah benar-benar pulih?", tanya sang bunda khawatir


" ara udah sehat kok bun, ara capek belajar terus, mau ikut refreshing sekali-kali!", jelasnya sambil tersenyum


" gak biasanya kamu ikut acara beginian, biasanya juga gak mau!", ujar sang bunda terheran-heran, karena ara dari dulu ara paling malas mengikuti kegiatan seperti ini


" bersyukur gitu lho bun!, berarti ara ada peningkatan!", ujar ara


" Peningkatan apanya?", tanya bunda


" peningkatan untuk bangkit dari tempat tidur ha ha ha...", jelas ara sambil tertawa lebar


" kamu ini!, tidur mulu yang di bahas!, sekali-kali kamu bahas sama bunda tentang make up gitu atau skincare, rawat tuh muka!", saran sang bunda sedikit mengejek


" alah, bunda ini!, gini-gini yang ngincer ara banyak lho, ngapain pake make up segala?, itu mah terlalu alay bun!", ujar ara dengan sombongnya


" itu mah kamunya aja yang tomboy!, bunda bingung deh dapet dari mana sih kamu kelakuan tomboy begini?", tanya sang bunda


" dari ayah, ha ha ha!!", sahut ara sambil tertawa cengengesan, dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya, meninggalkan sang bunda yang masih terduduk di atas kasur nya.


sedangkan sang bunda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tingkah anaknya itu.