
pagi ini ara kembali masuk ke perkuliahannya, sepanjang perjalanan tak sedikit dari mahasiswa dan mahasiswi yang mencibir ara, ara hanya menghela nafasnya kasar, dan berusaha untuk mengacuhkan mereka.
sampai di kelasnya
" ara!, ini semua gak bener kan?, loe pasti punya alasan kan?, pasti kak chelsea ngelakuin sesuatu ke loe kan?, loe gak berniat buat bunuh dia kan?", tanya fani bertubi-tubi kepada ada dengan perasaan cemas
" gak, itu semua salah!, gue emang Udah berniat buat bunuh dia!", tegas ara
" ra, gue gak nyangka loe bakal kayak gini, gue tau ra loe benci sama kak chelsea!, tapi apa loe gak punya hati nurani?, sekarang kak chelsea koma ra!", tegur reta dengan mata yang sudah berkaca-kaca
ara hanya tersenyum sinis kepada ketiga temannya
" gue gak sebaik yang kalian kira!, jadi sebaiknya loe semua menjauh dari gue!, apa kalian mau di cap sebagai teman pembunuh?!, dan mungkin aja kalau suatu saat kalian bikin masalah sama gue, kalian jadi korban selanjutnya??!!", ujar ara menakuti temannya
" ra, gue benar-benar gak nyangka loe kayak gini!, fan, ret,gue minta maaf, gue gak mau punya teman pembunuh kayak dia!!", tegas farah sambil menunjuk ke arah ara
" silahkan pergi, gue juga gak butuh punya teman kayak loe bertiga!!", tegas ara secara ketus kepada ketiga wanita di depannya itu
" ra, kenapa loe kayak gini ra?, loe berubah!, loe bukan kayak ara yang gue kenal!", ujar fani yang sudah menangis sesenggukan
" udah gue bilang kan?!, gue gak sebaik yang loe kira!, jadi mendingan loe semua pergi dari hadapan gue!!", tegas ara kembali dengan sedikit membentak
akhirnya ketiga temannya itu kembali ke tempat duduk mereka, hingga dosen mereka masuk
" zahra annisa?", panggil sang dosen
" saya pak!", ujar ara datar mengangkat satu tangannya
" kamu di panggil ke ruang dosen sekarang!", tegas dosen itu
ara segera bangkit dari tempat duduknya, dan keluar kelas menuju ruang dosen, sedangkan teman sekelasnya sudah menatapnya dan mencibirnya ketus.
saat ara memasuki ruang dosen, ia terkejut, karena di dalam ruang dosen itu, ada banyak sekali orang ia kenal, alvin beserta ketiga temannya, rey, dan juga kelima sahabatnya.
sekarang mereka semua sedang menatap ara secara intens, ara pun segera duduk berhadapan dengan dosennya.
dosennya pun mulai membuka pertanyaan
" ara, apa benar kamu melakukan itu dengan di sengaja?, atau ada sesuatu yang mendesak yang membuat mu harus melakukan itu?, apa kamu tahu perbuatanmu ini bisa mencabut beasiswamu!, bahkan jika chelsea tidak selamat, kamu bisa di penjara?!", tegur sang dosen panjang lebar
" saya sengaja melakukan itu pak!", jawab ara datar
semua temannya yang berada disitu terkejut, tak terkecuali alvin
" kenapa kamu melakukan itu?, kamu ini wanita!, tidak seharusnya bertingkah brutal seperti itu, apalagi kamu berhijab!", tegas sang dosen
" dimana sopan santun kamu ara?!!", bentak sang dosen
ara menghentikan langkahnya sejenak dan berkata," saya bukan mahasiswi disini lagi!, jadi saya tidak perlu memiliki sopan santun itu lagi!", ketus ara dan langsung melanjutkan langkahnya
kelima sahabatnya segera berlari mengejar ada yang keluar dari ruangan itu.
" ra! , loe harus jelasin sama kita!, loe punya alasan kan ra?", tanya rizka dengan mata yang sudah berkaca-kaca sambil menggenggam tangan ara
" loe denger sendiri kan tadi?!, gue sengaja!, gue emang berniat mau bunuh dia!, gue itu gak sebaik yang kalian kira!, jadi mulai sekarang, jangan pernah temuin gue lagi!!", tegas ara sambil menghempaskan tangan rizka kasar
mereka pun terkejut melihat perubahan sikap ada yang sangat drastis
" ra, loe kenapa ra?, kenapa loe berubah kayak gini?", kini alya angkat bicara
" udah deh, kalian gak usah nangis bombay!, selama ini gue cuman manfaatin kalian disini!, dan gue gak pernah anggap kalian siapa-siapa gue!, dan sekarang waktu gue disini udah selesai, dan berarti sandiwara pertemuan kita juga selesai!", ujar ara dengan seringai licik nya
" gue gak nyangka loe setega ini kak sama kita?!", ujar Reyna
sedangkan ara hanya berdecih tak suka dan langsung meninggalkan mereka di tempat itu, hingga alvin dan ketiga temannya menghampiri mereka.
" loe lihat?, teman yang selalu loe banggain itu, ternyata wanita ular?!", ujar alvin dengan sinis nya
sedangkan alkha yang mendengar perkataan alvin mulai menebak-nebak di dalam hatinya,
" apa ini alasan alvin membenci ara?, apa dia udah tau sebenarnya kalau ara bukan wanita baik-baik?, tapi apa sebenarnya tujuan ara berada disini?, gue semakin bingung sama keadaan ini?!", gerutu alkha dalam hatinya
" vin, bisa kan loe gak usah memperkeruh suasana?!", tegas rey yang tiba-tiba saja ikut menghampiri mereka
" apa?, loe masih mau bela cewek psikopat itu?!", tanya alvin kepada dengan sinis nya
" denger vin!, gue gak bodoh kayak loe!, gue gak akan percaya begitu aja dengan apa yang di ucapin ara, sebelum gue tahu sendiri kebenarannya!!", tegas rey dan langsung berlalu meninggalkan alvin, dan juga teman ara yang berada disitu
alvin semakin geram mendengar perkataan rey yang mengatakan bahwa dirinya bodoh?, kurang ajar sekali anak itu!, pikir alvin.
kelima teman ara yang masih menangis kecewa pun segera berbalik untuk kembali ke kelas mereka, meninggalkan alvin dan ketiga temannya yang masih berdiri di depan ruangan dosen.
bersambung.....
- minta dukungan, like, serta
coment nya ya...🙏🏻😊 -