
ini adalah hari terakhir traveling mereka, kali ini mereka mengunjungi sebuah teluk yang disirami air terjun disana.
kelima teman ara mulai memasuki teluk tersebut dan berendam disana, sedangkan ara hanya duduk di bebatuan sambil memainkan kakinya di atas air.
tanpa sengaja pandangan mata ara berhenti saat melihat pasangan serasi yang sedang bermain air di bawah air terjun sana.
ya, mereka adalah alvin dan Chelsea yang sedang bermain, dan berpelukan mesra di bawah air terjun sambil tertawa lepas, seolah sedang menikmati kebahagiaan mereka.
" Alvin, kamu beneran cinta sama aku kan?" , tanya Chelsea dengan nada manja
Alvin tersenyum manis kepadanya, dan segera membawa Chelsea ke pelukannya lalu berbisik di telinganya,
" i love you baby..", ujar alvin dengan nada menggoda
setelah puas bermain bersama, alvin membopong tubuh kekasihnya itu ke atas, lalu segera mengeringkan tubuh mereka.
ara hanya bisa menatap mereka sendu, ya, sedari tadi ara hanya memperhatikan mereka, bagaimana alvin bisa bersikap semanis itu dengan wanita itu?, sedangkan alvin selalu memperlakukan nya dengan sangat kasar, ara masih setia melihat pemandangan itu, seolah sedang menikmati masa-masa hatinya yang sedang di hancurkan.
hancur!
ya, saat ini hatinya benar-benar hancur, ara merasa hatinya sudah tidak pantas di miliki oleh siapa pun, siapa yang akan menerima hatinya yang sudah tak berbentuk sempurna seperti ini?, siapa yang bisa menyusun kembali hati yang sudah hancur berkeping-keping seperti ini?
tak terasa buliran air mulai berjatuhan dari pelupuk matanya, tak ada orang yang melihatnya di situ, kelima temannya pun telah pergi untuk membersihkan tubuh mereka .
ara masih dalam posisinya, ia hanya menikmati suara air terjun yang mengalahkan suara tangisan nya, ia benar-benar merasa seperti orang bodoh saat ini, apa cinta bisa membuat orang pintar seperti ara menjadi bodoh?
ara benar-benar menyesal, jika akhirnya harus seperti ini, maka lebih baik ia tak pernah mengenal pria br***ek itu, kenangan indah yang ara lewati bersamanya, membuat ara terkekang dengan perasaan nya saat ini, yang ara fikirkan saat ini hanya bagaimana ia bisa mengembalikan kebahagiaan pria itu.
bodoh!, ara memang bodoh!, ia pun menyadari itu, bagaimana ia masih berusaha membuat pria itu bahagia, sedangkan pria itu menyiksa hati dan fisiknya secara bertubi-tubi, namun, ara masih ingin mengikuti kata hatinya.
ara berjanji, jika masalah keluarga alvin selesai, maka ia akan menjauh dari alvin seumur hidupnya, sesuai dengan permintaan lelaki itu.
" ngapain loe disini?, oh gue tau!, loe lagi berkumpul sama spesies loe kan ?", ujar seseorang dari belakang ara dengan nada yang terdengar mengejek
ya, suara orang yang selama ini selalu menyiksanya dan mengisi hatinya, ara berusaha menahan getaran tubuhnya, agar orang itu tak menyadari, betapa buruknya kondisi ara saat itu.
" bukan urusan loe!!, dan gue gak punya spesies apa pun disini!?", jawab ara ketus
" jelas-jelas sekarang loe masih menatap spesies loe!, loe lihat sendiri kan?, air itu akan selalu mengalir kemanapun dia mau, dia meninggalkan semua tempat yang pernah disinggahinya, tanpa rasa berdosa, ia selalu menganggap kehadirannya itu dapat menyejukkan orang!, tapi enggak buat gue, loe cuman numpang lewat di kehidupan gue!, dan hati gue gak pernah merasa sejuk saat di dekat loe, justru sebaliknya, hati gue panas setiap ngeliat loe!!", jelas pria itu yang tak lain adalah Alvin, ia mengucapkan itu dengan penuh penekanan.
" setidaknya gue bukan batu!, udah keras, dan selalu menetap di tempatnya, seolah-olah dia gak punya tujuan hidup, hanya bisa pasrah dan bersandar kepada orang-orang yang mau menemuinya!!", ujar ara, yang setelah itu mulai bangkit dari duduknya dan menatap alvin intens, sebelum nya ara sudah menghapus air matanya, dan berusaha menetralkan raut wajahnya.
" itu spesies loe kan?, batu yang gak punya hati!, saat ini loe cuman bisa bersandar dengan apa yang ada di sekitar loe, loe gak akan pernah bergerak untuk meraih apa yang loe mau, gue rasa loe juga sedang berkumpul dengan spesies loe!", lanjut ara berkata dengan senyuman mengejek, lalu segera pergi meninggalkan pria itu.
bagaimana dengan alvin?
ia mengepalkan tangannya geram, wajahnya memerah terpancar raut kemarahan yang amat dalam disana, entah mengapa perkataan ara tadi benar-benar menusuk hatinya, ia masih menatap bebatuan yang ada disekitarnya.
hingga suara seseorang menyadarkan nya dari lamunannya.
" kalau loe merasa air itu hanya melewati batu, jangan berwujud seperti batu!, apa loe fikir air itu gak bisa setia dengan satupun wujud benda?, loe salah!, masih ada satu wujud benda yang air itu gak akan bisa berpaling dari nya, yaitu tanah!, dimana pun tanah berada jika air menemuinya, ia tidak akan pernah melewati tanah begitu saja, justru ia akan menyatu, dan menghidupkan berbagai tanaman yang indah di tempat itu!", jelas lelaki itu.
Alvin tak berani membalikkan badannya, ia benar-benar tersentuh mendengar penjelasan dari orang itu, dan alvin sudah mulai menitikan air matanya, ia mengenali dengan jelas suara itu.
suara seseorang yang selalu menjadi penengah di pertengkaran antara alvin dan ara, siapa lagi kalau bukan rey, karena ia tak mau terlihat lemah di depan rey, alvin berlari meninggalkan rey di tempat itu.
sedangkan rey hanya bisa menatapnya sendu, ia merasa sangat bingung di situasi seperti ini,
rey melihat jelas percakapan kedua sahabatnya tadi, seketika rey tertawa sinis, memang hebat!
cinta bisa membuat kedua temannya yang sangat pintar ini terlihat menjadi sangat bodoh!, hoby mereka sama, mereka suka membaca, talent mereka sama, mereka sangat merdu saat bernyanyi, bahkan cinta mereka sama, terlihat bodoh!, itu yang saat ini ada di fikiran rey.
...----------------...
- minta dukungan, like dan comentnya ya kak!!🙏🏻☺☺-