
saat jam kuliah pertama selesai, ara dan ketiga temannya pergi ke kantin dan ara terkejut saat secara tiba-tiba rizka, alya dan resya menghampirinya.
" ara!!", teriak mereka histeris, dan langsung menghampiri ara
"loe gak papa kan?, gue khawatir banget sama loe!!", tanya rizka khawatir dengan keadaan ara
" iya ra, gue takut kemarin loe nekad ngelakuin sesuatu", ujar alya
" loe liat sendiri kan?, gue gak papa kok!, masa iya masalah kayak gitu doang gue perbesar!" jelas ara
" tapi bukannya kemarin loe kayak mau nangis gitu ya ra??", tanya resya
" iya, itu karena gue baru tahu ternyata mereka berdua teman dekat, gue ngerasa kalau gue penyebab mereka bertengkar!", lirih ara
" emangnya si rey beneran suka sama loe?", tanya rizka
" gak, dia ngelakuin itu cuman buat ngelindungin gue dari alvin!", jelas ara
temannya hanya ber oh ria menanggapi perkataan ara
" ya udah gue samperin temen gue dulu ya!, bye!", ujar ara melambaikan tangan lalu berlalu meninggalkan temannya.
saat sampai di meja kantin ara segera duduk dan menyantap makanannya
" apa setelah ini loe masih mau jadi budaknya alvin ra?", tanya fani membuka suara
" nggak, gue ngerasa dia udah keterlaluan!", ketus ara
" tapi, apa loe bisa ngehadapin dia ra?", tanya reta ragu
" loe tenang aja, gue bukan tipe orang yang bisa di tindas kok!, untuk yang kemarin itu, gue cuman acting!", ujar ara sambil tersenyum sinis
" ih, jangan senyum gitu dong ra!, ngeri tau!", ujar farah
" ha ha, iya, tapi gue emang gini mimik muka gue kalau lagi kesel sama orang?", jelas ara
" ya tapi jangan ke kita juga dong nunjukinnya!", sewot fani
ara mengangkat kedua bahunya
" kan buat percobaan!!", ujar ara sambil tersenyum kepada temannya
temannya hanya menggelengkan kepala bingung dengan ara, bisa-bisanya senyuman sinis seperti itu ia bilang percobaan, terus kalau yang aslinya gimana?
selesai makan pun mereka kembali untuk mengikuti mata kuliah umum, tapi ara menyuruh ketiga temannya untuk duluan, karena ia ingin pergi ke toilet untuk buang air kecil.
saat keluar dari toilet itu ia di hadang oleh beberapa wanita, siapa lagi kalau bukan chealsea dan kedua temannya itu.
" heh, cewek belagu!, mau kemana loe?!", ketus chelsea
" mau ke kelas kak, minggir!", sahut ara tak kalah ketusnya
" ohh, udah mulai berani loe ya sama gue, apa loe gak takut gue bilang ke alvin?!!", ancamnya kepada ara
" gak perlu loe bilang, tuh orangnya udah stand by di belakang loe!", ujar ara sambil mengarahkan matanya ke alvin yang sedari tadi sudah ada di belakang chealsea dan kedua temannya, tak lupa yang pastinya ditemani oleh anggota X-tream lainnya.
" gak akan ada yang nolongin loe disini!", tegas alvin dengan senyum sinisnya
" gak usah ngeso' loe!, loe gak tau sekarang loe berurusan sama siapa?!", tanya alvin
" sama buaya laut!", ejek ara
" heh!, kurang ajar loe ngatain pacar gue!!", bentak chealsea
" sorry, gue gak ngatain!, tapi kenyataannya emang gitu!", sahut ara dengan santai nya
" heh, mendingan loe berhenti gangguin cewek gue!, urusan loe itu sama gue, bukan sama dia!!", bentak alvin
" yee..,orang dia yang gangguin gue duluan!", sewot ara mendelik malas
" heh, loe ngejawab mulu sih?!, loe gak tau ya siapa alvin disini?, papanya pemilik saham terbesar di kampus ini!", ujar aldy membuka suara
" oh ya?, terus?", sahut ara
"loe kira kita gak tau loe masuk sini karena beasiswa?, bisa aja setelah ini alvin bilang sama papanya buat cabut beasiswa loe!, jadi loe gak usah macem-macem deh!", ujar reza mengancam
ara yang mendengar nya pun tertawa sinis, sedangkan mereka yang disitu hanya bingung bisa-bisanya wanita ini masih tertawa setelah diancam seperti itu.
" coba aja kalau dia berani?!", ujar ara sambil menatap alvin
alvin yang melihatnya pun geram dan sudah mengepalkan tangannya, karena mana mungkin papanya mengabulkan permintaan seperti itu, apalagi sang papa sudah mengenal ara dengan sangat baik, bahkan sudah menganggap ara seperti anaknya sendiri.
alvin bingung jika ingin meluapkan amarahnya di depan teman-temannya, bisa-bisa mereka mengetahui masa lalunya dengan ara.
alvin pun segera menarik tangan ara untuk menjauh dari tempat itu
" ikut gue!!", ujarnya singkat
ara terkejut saat alvin berani menyentuh tangannya
" lepas!, gue gak mau!!", ujar ara mengelak sambil berusaha melepaskan tangannya yang di genggam erat
" ikut gue!", bentak alvin yang masih berusaha menarik ara
" gue gak mau!, lepasin gue alvin!!!", bentak ara secara tiba-tiba
alvin terkejut karena baru saja ara memanggil namanya, apa ia salah dengar ara baru saja memanggil namanya?, tiba-tiba saja jantungnya berdetak cepat saat itu.
sedangkan kondisi ara saat itu tiba-tiba berubah, pandangannya tiba-tiba saja menjadi gelap, ia sudah tidak bisa melihat keadaan sekitar hingga pada akhirnya tak sadarkan diri dan jatuh pingsan.
semua yang ada disitu pun terkejut, chealsea dan kedua temannya berlari menjauhi tempat itu karena takut di salahkan, sedangkan alvin?
jangan tanyakan lagi alvin sudah sangat panik saat itu
" ra, bangun ra!", ujar nya sambil menggoyangkan pelan lengan ara, namun tak ada respon darinya, yang membuat alvin semakin panik.
entah mengapa hatinya merasa sakit sekali melihat kondisi ara seperti ini, saat alvin berniat untuk membopongnya, suara seseorang menghentikan aksinya.
" jangan coba-coba loe sentuh ara!!!", teriak lelaki itu
alvin terkejut saat melihat siapa orang itu.