Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Kehilangan mu



" gak usah bercanda deh rey, gak lucu tau gak?!", ketus rizka


" gue gak bercanda!, sebenarnya saat itu ara berniat pindah ke rumah neneknya di london, tapi pesawat yang di tumpangi ara jatuh ke dasar laut, dan sampai sekarang jasad ara belum di temukan!", lirih rey menjelaskan sambil berusaha menahan tangisnya.


rizka terjatuh lemas, sedangkan yang lainnya langsung menangis sesenggukan


" gak.!!, gak mungkin ara pergi secepat itu...!!, gak mungkin...hiks..hiks..", teriak rizka frustasi


" apa ini alasan ara membuat kita benci sama dia??!", lirih alya


" tapi sampai kapanpun gue gak pernah benci sama kak ara, dia udah gue anggap seperti kakak gue sendiri!!", lirih Reyna yang kebetulan juga ada di kelas itu


suasana masih sangat haru di kelas itu, kebetulan sekali dosen yang akan masuk berhalangan hadir, sedangkan Reyna dan rey kembali ke kelas mereka.


" riz, habis ini kita ke rumah ara ya.., biar kita tau kejadian pastinya gimana!", lirih resya berkata


rizka hanya mengangguk lemas, ia masih tidak bisa menerima dengan kejadian ini, hingga ketiga anggota X-tream pun memasuki kelas itu.


" weh, abis pada nonton drama apa nih?, sampai pada terharu begini?!", canda aldy


brakk!!


" heh!, kita lagi gak butuh candaan loe!!", bentak alya sambil menggebrak meja


" weh selow dong!", sewot aldy


" kalian kenapa sih emang??!", tanya reza terheran


" loe gak perlu tau!, mana bos loe?!, gue punya kabar gembira buat dia!!", ketus alya sambil tersenyum sinis


" maksud loe apaaan sih?!, kita punya salah apa?!", sewot aldy


" ara udah pergi selamanya ninggalin kita!! puas loe?!!", teriak rizka secara tiba-tiba, lalu berlari keluar kelas dengan menutup wajahnya.


"riz!, rizka!!", teriak alya lalu mengejar rizka disusul yang lainnya.


" maksud mereka apa sih?, kabar gembira?, ara pergi?", ujar aldy terheran-heran


" pergi selamanya?, apa jangan-jangan..., ara meninggal?!", celetuk reza


" jangan ngeduga dulu loe!!", ujar alkha membuka suara, namun di hatinya sudah sangat gusar, memikirkan wanita yang belum lama ini ada di fikiran nya.


setelah beberapa lama terdengar pengumuman yang menyeru semua mahasiswa untuk berkumpul di aula, semuanya berkumpul, dan banyak yang bertanya-tanya tentang perkumpulan ini, tak biasanya ada perkumpulan mendadak seperti ini.


salah satu dosen berdiri dihadapan mahasiswa, wajahnya terlihat sendu,


" baiklah, saya disini ingin menyampaikan kabar duka dari salah satu teman kalian..., Zahra annisa saniyyah..., meskipun beasiswa yang ia dapatkan harus tercabut karena ulah nya.., tapi bagaimana pun.. hiks..hiks..


"dia adalah mahasiswi teladan kami..., selalu berusaha membuat kami bangga dengan prestasinya.., saya tahu sebenarnya ara bukan dari kalangan tidak mampu, tapi ia berusaha untuk membanggakan orang tuanya, sehingga ia bisa memasuki universitas ini..., tiada kata lelah yang ia tuturkan setiap saya memberikan tugas untuk mengontrol teman-temannya, gadis yang selalu tersenyum, dan ramah terhadap semua orang...", lanjut dosen itu berkata lirih


seluruh mahasiswa disitu pun bertanya-tanya, sedangkan kelima teman ara sudah menangis sesenggukan, yang lain pun masih menatap heran, dan kembali menyimak perkataan dosen.


" tiga hari yang lalu..., tepat di hari minggu malam, pesawat yang di tumpangi gadis itu..


kecelakaan dan terjatuh ke dasar laut!", jelas sang dosen


mereka yang mendengar nya terkejut, memang benar, beberapa hari yang lalu ada berita pesawat yang terjatuh ke dasar laut, namun siapa sangka salah satu korban disitu ada ara?


fani, farah, dan reta, yang baru mengetahui berita itu terjatuh lemas, bagaimana bisa?, apa benar ara pergi secepat ini?


raut wajah mereka tak dapat dibaca, pandangan mereka kosong, tak berapa lama cairan dari pelupuk mata mereka mulai berjatuhan, seolah pasrah dengan keadaan yang mereka terima ini.


" apa ara sengaja pergi dari sini-hiks..hiks.., karena dia memang sudah berfirasat akan pergi dari dunia ini?", lirih fani berkata


" gue gak nyangka!, gue masih gak percaya ara pergi selamanya.hiks..hiks!!", ujar reta


" terus gimana?,apa jasad ara udah di temuin?", lirih farah bertanya-tanya


dosen itu kembali melanjutkan kata-katanya


" untuk kondisi, atau keadaan ara yang mungkin telah menjadi jasad, sampai saat ini belum di temukan, bapak mewakilkan keluarga ara meminta do'a dari kalian setulus-tulusnya, semoga jasad ara segera di temukan.."


amiiinn...


suara tangisan terdengar jelas di penjuru aula kampus itu


bagaimana tidak?, ara adalah gadis yang baik, meskipun ia memiliki banyak kelebihan, tapi ia tak pernah berbesar hati dan tak pernah memandang orang lain sebelah mata, meskipun sikapnya yang terlihat cuek, tapi tak bisa di pungkiri bahwa ia sangat perhatian dengan orang-orang di sekitarnya.


di lain tempat seorang pria sedang berdiam diri di balkon kamarnya, pandangannya kosong, sepersekian detik ia tertawa, dan seketika menangis, hanya itu yang ia lakukan setelah kepulangannya dari rumah sakit, badannya terlihat kurus, wajah tampan nya terlihat pucat, karena ia tak pernah beranjak dari kamar.


kedua orang tuanya hanya bisa menangis berusaha membujuk anaknya untuk keluar dari kamarnya, namun nihil, ia bagaikan tak ingin melihat dunia kembali.


" mas, gimana ini mas?, aku takut keadaan anak kita semakin parah mas..!", lirih ratna kepada suaminya


" kita harus sabar, mungkin ia sedang merenungkan kesalahannya selama ini, biar bagaimana pun juga, alvin udah keterlaluan sama ara!", jelas pratama menenangkan istrinya


alvin kembali memasuki kamarnya, ia membuka laci kecil yang di dalamnya terdapat bingkai foto kecil, terlihat seorang gadis cantik tersenyum di foto itu, alvin mengusap perlahan foto itu, satu-satunya kenangan yang tersisa dari ara, yang lainnya sudah alvin buang pada saat ia berusaha melupakan gadis itu.


" ra.., loe cinta sama gue kan?, loe sayang sama gue kan?, kalau emang benar..tolong kembali ra.., gue gak bisa hidup tanpa loe.., selama ini gue selalu mengira kalau hidup gue itu hampa karena perceraian kedua orang tua gue ra..., tapi ternyata gue salah!, hidup gue hampa, karena gak ada loe di samping gue ra...!", lirih alvin dan kembali berlinangan air mata dan matanya yang sudah terlihat bengkak itu.


" ra.. bawa gue bersama loe ra.., gue gak bisa hidup di dunia ini tanpa loe.. hiks..hiks.., gue gak bisa mencintai wanita lain selain loe.., gue juga udah berusaha buat menepis perasaan ini, tapi gak bisa ra.., mungkin ini yang di katakan cinta mati!, sampai kapan pun gue gak bisa ngelupain loe..", lirihnya langsung kembali menangis kejar.


bersambung....