
setelah perkemahan itu selesai, mereka kembali ke rumah mereka masing-masing.
Ara telah sampai di rumahnya, namun saat ara memasuki gerbang rumahnya, ia terkejut saat melihat kendaraan asing di garasi rumahnya, yang mana ia seperti mengenali pemilik kendaraan itu.
arah segera masuk ke dalam rumahnya, Betapa terkejutnya ia saat melihat seorang wanita yang sangat ia sayangi
" tante mel?!!", ujar ara terkejut
" sayang, sini nak tante kangen banget sama kamu!!", sahut tantenya itu sambil merentangkan tangannya
" tante..ara juga kangen sama tante!", ujar ara langsung berhambur memeluk tante kesayangannya itu.
melinda saputri adalah adik kandung dari arya saputra, yaitu ayahnya ara, ara memang jarang sekali bertemu dengan tantenya itu, karena kesibukannya berkerja, namun itu tak mengurangi rasa kasih sayang antara keduanya.
ara maupun melinda sangat menyayangi satu sama lain, bahkan sifat ara yang sangat tegas bisa menjadi manja seketika saat dengan tantenya itu.
Ara bercengkrama hangat dengan tantenya itu, sedangkan sang bunda masih berada di liar rumah saat itu.saat sedang asyik berbincang tiba-tiba ara menanyakan sesuatu yang membuat melinda sedikit terkejut.
" tante, gimana kabar pak pratama?", tanya ara dengan nada serius
" kamu kenal dari mana atasan tante nak?", tanya melinda balik pada keponakannya itu.
" pak pratama itu, papanya teman ara tante!", jelas ara
" oh.., berarti kamu temannya alvin?", tanya sang tante
ara hanya mengangguk mengiyakan
" kenapa kamu gak tanya langsung sama teman kamu?, kan dia anak ya?", tanya melinda heran
seketika ara menunduk lesu,
" kita lagi ada masalah tante", jelas ara terdengar sendu
" maaf ya nak, tante gak bermaksud buat kamu sedih!", ujar melinda segera memeluk ara untuk menenangkannya.
" gak kok tante!, ini mah aku nya aja yang cengeng!", bantah ara sambil mengelap air matanya
akhirnya melinda pun memberi topik lain, agar keponakannya itu tak lagi bersedih, meskipun ia tak faham apa masalahnya dengan temannya itu.
...----------------...
Kini ara telah kembali memasuki perkuliahannya, saat itu ia masih sibuk berkutat di perpustakaan guna mencari buku-buku yang akan di bacanya.
namun ia melihat buku itu terlalu tinggi untuk dia capai, ara mencoba meraih, namun tak bisa, sampai ada tangan seseorang yang malah meraih buku itu,
" eh kak, gue duluan yang nemu!", sewot ara tak terima
pria itu hanya tersenyum kecil
" nih, gue bantuin!, loe tuh ya, bukannya bilang makasih, malah marah-marah gak jelas!", ujar pria itu sambil memberikan bukunya pada ara, dan ternyata pria itu adalah alkha, salah satu teman alvin
" ya sorry kak!, lagian loe asal ambil aja!, kan gue jadi buruk sangka!", jelas ara membela diri
alkha yang mendengarnya terkekeh geli
" lagian, loe lucu!, loe tahu?, loe cewek pertama yang bikin gue ketawa!", jelas alkha
" apanya yang lucu?, cewek pertama?", tanya ara terheran dengan pria ini
" udah, mendingan kita cari tempat duduk!", saran alkha
akhirnya mereka mencari bangku disekitar perpustakaan itu, perpustakaan itu sangatlah luas, jadi mudah untuk menemukan tempat duduk disana
" ra, atas nama Alvin gue minta maaf ya!, ya.. meskipun gue gak tahu pasti apa masalah loe berdua?, tapi apa yang dilakukan alvin ke loe menurut gue udah keterlaluan!", ujar alkha
" kenapa jadi loe yang minta maaf kak?", tanya ara
" asal loe tahu ra, gue bersifat cuek begini itu karena satu hal!, gue gak mau di benci orang ra, dan baru kali ini, gara-gara Alvin gue jadi nyakitin cewek!", jelas alkha
" udah lah kak, masalah gue cuman sama kak alvin!, gue gak mau orang lain terlibat di dalam permusuhan kita!", tegas ara
" gue masih bingung, cewek sebaik loe, kenapa bisa Alvin sebegitu bencinya sama loe?, ya.. meskipun loe gak pernah memasang wajah baik loe, tapi gue bisa lihat dari hati loe, kalau loe orang baik ra!", jelas alkha
" kak, sebaik-baiknya orang pasti pernah melakukan kesalahan, apalagi gue, gue gak sebaik yang loe fikir!, masih banyak kesalahan yang harus gue intropeksi kak!", jelas ara
alkha tersenyum kecil kepada wanita itu
" loe wanita spesies langka ra!, baru kali ini gue ngeliat orang menjelekkan dirinya sendiri, apa kita bisa berteman ra?", tanya alkha serius
" bukannya gue nolak kak, tapi apa kak alkha gak takut kalau ketahuan sama kak Alvin?, bisa-bisa loe di jauhin mereka?!!", tegur ara
" otak mereka tuh terlalu dangkal ra! , bahkan mereka gak ada capeknya mainin perasaan wanita!", tegas alkha
" ternyata loe benar-benar beda ya kak dari mereka?, tapi apa loe belum pernah punya cewek kak?", tanya ara penasaran.
" dulu gue pernah jatuh cinta sama seseorang ra, tapi dia udah pergi selamanya ninggalin gue, gue ngerasa kehilangan, sampai gue sulit untuk jatuh cinta lagi sampai sekarang!, itu kenapa ra, gue selalu nasehatin mereka buat gak mainin perasaan cewek!, gue takut mereka ngerasain apa yang gue rasain !", lirih alkha sendu
" yang sabar ya kak, gue yakin suatu saat loe bakal nemuin wanita yang lebih baik!, asalkan loe masih bisa menghargai yang namanya wanita!", tegur ara
" iya, sorry ya, gue jadi curhat sama loe!", ujar alkha tak enak hati
" iya kak, gak papa!, dari pada dipendam sendiri!", tegur ara
" tapi, kita bisa temenan kan ra?, gue gak peduli lagi sama Alvin, bahkan mungkin gue bakal membantu rey buat ngelindungin loe dari dia!", tegas alkha
ara yang mendengarnya pun terharu, ternyata banyak orang yang ingin melindunginya saat ini, membuat ara memiliki tekad yang kuat untuk tetap bertahan di kondisinya saat ini.
" ra, kalau alvin berani nyakitin loe, gue akan jadi orang pertama yang menghadang dia!, wanita sebaik loe gak pantes ra direndahin sama Alvin!!", tegas alkha
" thanks ya kak, kalau loe berniat buat ngelindungin gue!, tapi satu permintaan gue kak, jangan pernah tinggalin kak alvin sendirian!", ujar ara sendu, ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan kesedihannya.
" loe kenapa ra?, kok tiba-tiba nyuruh gue buat gak ninggalin alvin?", tanya alkha bingung
" gak papa kak, ya udah kalau gitu gue duluan ya!", ujar ara langsung berlalu cepat
" gue semakin penasaran sama mereka, pasti kalau ada pertengkaran, ada yang namanya hubungan!", ujar alkha berkata sendiri