Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Lagi?



kelas bisnis hari ini terlihat ramai, karena mendengar akan adanya mahasiswa baru di kelas mereka


" cowok atau cewek sih?", tanya aldy penasaran


" katanya sih dua-duanya!", celetuk reza


" apa?, maksud lo setengah cowok setengah cewek gitu?!", teriak aldy


" be** lo!, maksud gue satunya cewek satunya lagi cowok!" jelas reza penuh penekanan


" yee, kirain!"


alkha hanya menatap jengah ke kedua sahabatnya itu, mereka memang selalu berdebat dengan masalah kecil seperti ini.


lain halnya dengan alvin, yang hanya fokus dengan buku pelajarannya, semenjak kepergian ara, alvin tidak pernah peduli dengan keadaan orang di sekitarnya, terutama ketiga temannya, hanya rey yang selalu ia terima untuk menemani kesehariannya yang selalu di liputi kesedihan.


sedangkan di depan kampus terlihat mobil mewah yang baru saja terparkir, semua mahasiswi tercengang, saat melihat lelaki yang sangat tampan turun dari mobil itu, gaya rambut yang menutup sebelah matanya, menambah kesan cool pada dirinya.


" sumpah ganteng banget tuh cowok!!", teriak para mahasiswi yang berlalu lalang disitu


" apa setelah ini X-tream akan punya saingan?", ujar salah satu mahasiswi bertanya-tanya


" itu pasti!", sahut mahasiswi lainnya


ya, pria itu adalah brayn alexander, ia berjalan dengan gaya coolnya menyusuri koridor kampus, tanpa mempedulikan orang disekitarnya, dan bergegas mencari kelas jurusannya


setelah menemukannya ia hendak masuk, dan sedikit terkejut, karena ada mahasiswi baru juga saat itu sedang memperkenalkan dirinya di depan kelas.


" brayn?", sapa sang dosen yang berada di dalam kelas itu


" iya pak!", sahut brayn dengan nada yang sopan


" silahkan masuk, dan perkenalkan dirimu!", seru pak dosen


brayn memasuki ruangan itu dan ikut berdiri di samping wanita itu, yang ia dengar namanya adalah vanessa


" perkenalkan gue brayn alexander, kalian boleh panggil gue brayn!", jelas brayn


seluruh wanita menatap kagum akan ketampanan brayn, berbeda dengan tatapan para pria yang melihat ada yang menjanggal di penampilan bryan, terlihat sedikit pendek, dan ramping, karena pria pada umumnya memiliki otot yang kuat, apa brayn ini jenis pria kemayu?, fikir mereka.


brayen pun bisa membaca satu-persatu fikiran orang-orang yang menatapnya, ya, itulah kelebihannya yang bahkan kedua orang tuanya pun tidak mengetahuinya, tatapan bryan beralih ke arah wanita yang berdiri disampingnya, ia sedikit terkejut dengan apa yang ada di fikiran wanita itu.


" mommy, bagaimana ini?, sepertinya rencanaku untuk mendekati alvin, dan belajar mencintainya gagal, karena saat ini aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria tampan di samping ku ini ", ujar vanessa di dalam hatinya


Brayen yang mendengarnya pun bergidik geli


" ya Tuhan..aku masih waras untuk tidak mencintai sesama jenis!!", teriaknya dalam hati


" baiklah vanessa, Brayen kalian boleh duduk di bangku paling belakang yang masih kosong", seru pak dosen


mereka segera duduk di bangku kosong paling belakang tepat diantara mereka adalah alvin, orang yang menjadi alasan mereka pindah ke kampus ini.


kelas itu masih sangat ramai dengan kedatangan mahasiswa yang cantik dan tampan itu, terkecuali alvin yang hanya fokus dengan dengan ponselnya, namun mendadak perasaan alvin tidak enak, seperti ada sesuatu yang menjanggal yang akan terjadi.


" kenapa perasaan gue gak enak ya?, gue rasa ada sesuatu yang aneh diantara dua mahasiswa baru ini!", seru alvin di dalam hatinya


sedangkan brayn yang mendengar isi fikiran alvin terkejut


" sumpah, firasat nih cowok kuat banget, baru gue duduk di sampingnya, dia udah bisa meneka ada yang aneh?, salut gue!!", ujar brayn terkagum-kagum di lubuk hatinya


mereka pun kembali fokus dengan mata kuliahnya, hingga jam pelajaran selesai, semua berhambur keluar kelas, namun banyak juga yang menetap di kelas untuk mengenal lebih dekat teman baru mereka.


" woy, kenalin gue aldy, di sebelah kanan gue reza, dan kiri gue alkha!", ujar aldy memperkenalkan diri


" ok, salam kenal!", sahut brayn datar, dan pandangan langsung teralihkan ke arah pria di sampingnya


" alvin ya?"


alvin yang sibuk dengan ponselnya, karena namanya di sebut pun menoleh, seketika manik matanya bertemu dengan manik mata pria itu,yang hanya terlihat sebelah, karena sebelahnya lagi tertutup oleh style rambutnya.


seketika desiran aneh muncul di benaknya


" ada apa ini?, gue rasa ada sesuatu yang aneh dengan orang ini!, kenapa perasaan gue gak enak ya?!", ujar alvin meneka-neka dalam hatinya


" sumpah, nih cowok beneran cenayang kayaknya, gue harus hati-hati!", ujar brayn


dalam tatapan mereka terlihat peperangan sengit yang ada di fikiran nya masing-masing, tak ingin berlarut lama dengan keadaan ini, alvin segera berlalu pergi tanpa menghiraukan orang di sekitar situ.


" sorry ya, alvin emang kayak gitu, dia belum bisa berdamai dengan hatinya saat ini!", jelas aldy berkata lirih.


vanessa yang tak sengaja mendengarnya pun ikut terenyuh hatinya, namun ia tak bisa memaksa hatinya untuk mencintai seseorang.


brayn yang membaca fikiran vanessa pun turut curiga dengan wanita ini, sebenarnya apa tujuan wanita ini?, apa orang tuanya mengincar perbisnisan dengan keluarga Pratama, sehingga ia membujuk putrinya mendekati alvin?


dan apa tadi?, alvin sedang berdamai dengan hatinya?, kenapa dengan pria itu?, baru saja masuk brayn sudah di buat penasaran dengan isi kelas barunya ini.


MMW, yang memperhatikan dua mahasiswa baru itu hanya acuh tak peduli, karena mereka tak menyukai penampilan vanessa yang terlalu terbuka, meskipun wanita itu terlihat ramah, dan sepertinya brayn tak jauh berbeda dari alvin dan teman-temannya yang buaya, meskipun sekarang alvin sudah berubah.


mereka berlalu keluar kelas untuk menemui Reyna, dan fira meninggalkan sekumpulan orang yang masih ramai di kelasnya.


bryan masih sibuk meladeni banyak orang yang mendekatinya, berbeda dengan vanessa, tak terlihat satupun orang yang menghampirinya, meski dari kalangan pria sekalipun, bryan menatap iba ke arah gadis itu.


sedangkan vanessa yang merasa di acuhkan pun berlalu keluar kelas entah kemana, brayn masih menatap kepergian gadis itu, hingga ia keluar kelas.


bersambung.....


jangan lupa vote, like, dan coment nya ya....