Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Kau mengembalikan duniaku



" alvin!", tegur ara pada pria itu.


" ngapain loe kesini lagi?!", sahut pria itu, tanpa menoleh ke arahnya.


" eh?, apa maksudnya?, emang kapan gue terakhir kesini?, kayaknya udah lama banget?!", gumam ara dalam hati.


" ra, udahlah!, gue capek!, kalau loe emang gak akan pernah hadir kembali di kehidupan gue, tolong jangan buat gue semakin gila!, gue capek karena bayangan loe selalu ngikutin kemana pun gue pergi!, bahkan sekarang?, gue denger dia ngomong!", keluh alvin.


" haha!, gue emang udah gak waras!, bener kata orang!", ujarnya dengan tertawa miris.


ara yang menyaksikan itu pun terenyuh, apa seburuk ini alvin selama ini?, apa dia selalu berhalusinasi tentang ku?, sampai sekarang ia masih mengira aku adalah bayangan diriku sendiri?, fikir ara.


" vin...ini gue..", lirih ara melembut, dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.


alvin membalikkan tubuhnya, ia masih menatap datar wanita yang ia kira bayangan itu untuk beberapa detik.


" meskipun loe cuman bayangan dia, gue berharap loe gak akan pernah ninggalin gue seperti yang ara lakuin ke gue!, setidaknya loe bisa menjadi teman di dalam hidup gue yang hampa ini!, setidaknya...sekarang loe juga Bisa berbicara sama gue!", lirih alvin berkata dengan senyuman yang terlihat menyakitkan itu.


ara tak kuasa menahan tangisan nya, ia berlari ke arah alvin, dan langsung mendekapnya. ara menangis se jadi-jadinya di dalam dekapan alvin.


sedangkan alvin?, ia masih diam terpaku tanpa membalas pelukan ara, kenapa sosok bayangan bisa memeluknya se erat ini?


" alvin!, ini gue..hiks..hiks.., gue bukan bayangan, ini gue ara!", teriak ara sekencang-kencangnya untuk menyadarkan lelaki itu.


sekujur tubuh alvin bergemetar, apa benar yang memeluknya ini wanita yang selama ini mengisi hatinya?, apakah ini ara yang sesungguhnya?, entahlah, alvin tak peduli, yang terpenting ia merasa sangat nyaman berada di dalam dekapan wanita ini, ia segera membalas dekapan hangat itu.


" a-ra..?", gumam alvin pelan.


" iya, ini gue vin!, gue mohon jangan kayak gini!, loe nyakitin diri loe sendiri, gue fikir setelah gue pergi loe bisa bahagia, tapi kenapa kayak gini vin?, loe gak nepatin ucapan loe saat loe bilang akan hidup bahagia tanpa gue!!", celetuk ara dalam dekapannya.


alvin yang mendengarnya tersenyum lebar.


" ara..terima kasih, loe mengembalikan dunia gue lagi..", lirih alvin berkata, namun setelah itu tubuhnya terjatuh tak sadarkan diri.


ara terkejut, dan segera meminta bantuan para penjaga di rumah alvin untuk membopongnya ke atas kasur.


" ma, kenapa alvin pingsan?", tanya ara kepada mama ratna, dengan raut wajah khawatir.


" mungkin dia terkejut melihatmu kembali nak, tapi mama yakin alvin pasti akan sangat bahagia saat ia terbangun kamu ada di sampingnya!", tukas ratna.


" setelah dia sadar, tolong suruh dia makan ya, kata dokter, akhir-akhir ini kondisi kesehatan nya menurun, dia jarang banget makan nak..", lirih ratna.


" iya ma, ara janji akan buat alvin berisi lagi!", seru ara seraya tersenyum.


" iya, biar nanti kalau kalian udah nikah, alvin kuat gendong kamu yang dalam keadaan mengandung!", ujar ratna menggoda pujaan hati putranya itu.


" ih mama apaan sih!, kok jadi bahas ke situ?!", sewot ara.


ratna tertawa geli, karena berhasil menggoda ara, lalu segera keluar dari kamar putranya itu.


...----------------...


alvin mengerjapkan matanya, samar-samar ia melihat tubuh wanita yang duduk di samping ranjangnya, dan bertopang kepala di atas kasurnya.


alvin segera bangkit dari tidurnya, lalu mengangkat tubuh wanita itu ke atas kasur nya, lalu ia menggantikan posisi wanita itu, dan duduk di samping ranjangnya.


" kalau ini beneran mimpi, apa boleh aku gak mau bangun dari mimpi ini?", gumamnya bertanya-tanya.


" cantik!", ujarnya sambil menatap wajah ara yang tampak kelelahan.


alvin tersenyum lebar, merasakan jantungnya yang berdebar-debar saat berdekatan dengan wanita ini.


ara terbangun dari tidurnya, dan terkejut saat posisinya kini bertukaran dengan alvin.


" kenapa jadi gue yang disini?!", gumam ara pelan namun dapat di dengar olah alvin.


" loe ngusir gue, dan naik ke atas kasur!", sahut alvin terkekeh pelan.


" ih, gue gak separah itu ya kalau ngigo!", sewot ara tak terima.


namun sesaat kemudian wajah alvin tertunduk, dan terlihat tetesan air yang mengalir di wajahnya.


" kenapa loe dateng lagi ra?", lirihnya bertanya.


" ra, gue gak pantes ada di samping wanita se sempurna loe, gue lelaki bejad, gue gak pantes mendapatkan kasih sayang dari orang yang udah gue sakitin..hiks..hiks..!", lirih alvin mengutuk dirinya sendiri.


" alvin..loe bener, loe udah terlalu banyak nyakitin gue, tapi gue bukan pedendam yang gak bisa memaafkan kesalahan orang lain, termasuk loe, orang yang selama ini...


mengisi hati gue..!", jelas ara seraya tersenyum kecil.


alvin yang mendengarnya pun mengangkat wajahnya, terpancar aura kebahagiaan di dalam air matanya, apa wanita ini masih mencintainya?, ahhh, ingin rasanya alvin terbang ke atas awan saat ini.


" maafin gue ra..hiks..hiks.., gue udah nyakitin hati loe berkali-kali!, gue terlalu bodoh memahami perasaan gue ra, selama ini gue takut kalau gue gak bisa mendapatkan hati loe.., karena itu gue berusaha untuk membenci loe!, tapi bukannya malah benci, tapi perasaan gue semakin besar ra, sampai gue bingung gimana caranya mengeluarkan loe dari hati gue..!", jelasnya mengeluarkan semua kegundahannya semana ini.


" waktu itu, loe pernah bilang kalau loe gak suku sama cowok yang broken home ra, dan itu terjadi sama gue, gue takut loe akan membenci gue, karena itu gue juga berusaha membenci loe.., tapi ternyata gue salah....


alvin tak sanggup untuk berkata kembali, ia menangis sejadi-jadinya di hadapan wanita ini, kedua tangannya menggenggam erat salah satu tangan ara, seolah takut kehilangan nya kembali.


ara yang mendengarnya pun ikut menangis, jadi ini sebab awalnya mengapa alvin seperti ingin menjauhkannya?, apa perkataan ara waktu itu sangat menusuk hatinya?, ara makin merasa bahwa semua rasa sakit yang ia dapatkan dari alvin memang ulahnya sendiri, justru ia yang sepertinya menyakiti hati lelaki ini.


"gue minta maaf vin, gue gak tau perkataan gue yang itu, bisa berpengaruh dan menyakiti loe sampai saat ini, ini semua salah gue..hiks...hiks..!", jelas ara yang ikut menangis menutup matanya dengan satu lengannya, sedangkan lengannya yang lainnya masih digenggam erat oleh alvin.


mereka menangis bersama dalam jangka waktu lumayan lama, hingga ara menghentikannya, karena mengingat alvin belum makan.


" vin.., udah, sekarang loe makan dulu ya..!", seru ara dengan segera mengambil piring yang sudah berisikan makanan.


alvin mengangguk sambil tersenyum, lalu ia kembali duduk bersandar di atas kasur nya.


" nih!", ujar ara memberikan piring itu, namun tak di gubris oleh sang empu.


" ck, gak peka banget sih!", gerutu alvin cemberut.


ara mengangkat satu alisnya, tanda tak faham.


" suapin...!", pinta alvin dengan nada manjanya.


" ish, dasar bayi gede, modus banget sih loe!", ketus ara, sambil mulai memasukan suapan nasi ke mulut alvin.


" emang!", sahut alvin tersenyum licik.


di kamar itu, mereka berdua sama-sama mengeluarkan semua kegundahannya mereka selama ini, hingga pada akhirnya mereka berjanji untuk kembali bersama seperti dulu, selalu berdekatan seperti dulu, dan saling mencintai dengan sewajarnya tanpa hubungan spesial. cukup menjadi sahabat, sebelum mereka menuju ke tahap yang lebih serius, itu fikir mereka.


bersambung...


...----------------...


**hayoo!!, yang penasaran dengan sikap alvin yang sebenarnya kepada ara, setelah ini mereka akan kembali seperti dulu!😊😊


kira-kira gimana ya jika alvin dan ara dekat???


Alvin :


- manja?


- posesif?


- over protektif?


- perhatian?


- cuek?


Ara :


- manja?


- pembangkang?


- cemburuan?


- cuek?


ayo.. yang bisa menebak, silahkan tulis di kolom komentar....😉😉


jangan lupa vote, like, dan comment nya ya...