Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Dengarkan isi hatiku(Alvin)



ara kini masuk lebih pagi, ia harus mempersiapkan mentalnya, untuk bertemu orang-orang terdekatnya dengan penampilan lain, saat sampai di kelas ia terkejut melihat alvin, yang duduk menyendiri di dalam kelas, sambil membaca sesuatu, entah apa itu.


ia memberanikan diri untuk mendekati alvin, agar tak di curigai, ia sedikit terkejut melihat apa yang sedang di baca alvin.


" alvin baca Al-ma'tsurat?", batin ara bertanya


alvin menyadari kehadiran brayn didepannya


" eh bray, bentar ya, gue selesain dulu bacanya!", tegur alvin menghentikan sejenak dzikir nya, lalu melanjutkan nya kembali.


ara yang melihatnya pun mengulum senyum bahagianya.


"alvin gue kembali!!", batinnya menyeru.


ara pun menerka, apa alvin ingin berubah menjadi seperti dulu lagi?, sosok lelaki yang baik, cerdas, rajin, dan taat agama, apa alvin nya yang dulu akan kembali?


seketika alvin menyelesaikan bacaan dzikirnya dan beralih menatap brayn dengan senyum penuh arti, ara yang merasa ditatap pun berusaha menahan ekspresi nya, dan berdeham kecil.


"ekhm!"


" bray, mulai sekarang gue mau berubah!", tegas alvin.


ara mengangkat satu alisnya, tanda tak mengerti.


" gue mau kembali jadi alvin yang dulu!, gue mau ara tersenyum lagi meskipun senyuman itu mungkin cuman bisa gue lihat di mimpi gue, tapi perubahan gue bukan karena ara semata kok, ini semua untuk diri gue sendiri, gue malu sama Allah karena pernah merubah diri gue sendiri jadi orang yang berperilaku buruk!", lirih alvin berkata.


Ara benar-benar terpukul mendengar penuturan itu, hingga tanpa sadar ia meneteskan air matanya.


" loe nangis bray?", tanya alvin.


ara segera menghapus air mata nya,


" hah?!, gue terharu dengar nya!", jelas ara sambil tertawa kecil.


alvin hanya membalas nya dengan senyuman kecil.


" oh ya bray, selesai jam kuliah, temenin gue ke ruang recording yah?!", pinta alvin.


" mau ngapain loe?, mau cover lagu lagi sekarang?", tanya ara, karena yang ia tahu alvin selama ini sudah tidak pernah memasuki ruangan itu.


" enggak, sekarang gue mau nyiptain lagu gue sendiri, tentang ungkapan perasaan gue untuk orang yang paling istimewa di dalam hidup gue setelah keluarga gue!", jelas alvin sambil memandang layar ponselnya yang terdapat foto wanita cantik, senyuman kecil pun terbit di wajah alvin.


" ara, apa Kabar?, apa tidur loe nyenyak?, gue mau ketemu.. apa loe mau masuk ke dalam mimpi gue?, gue berharap...gue bisa lihat senyuman loe lagi, meski di dalam mimpi!", lirih alvin membatin.


ara yang secara langsung membaca apa yang di fikirkan alvin pun kembali terpukul, ia tak sanggup menyaksikan ini, ia segera membalik badannya, lalu menuju ke tempat duduknya, meninggalkan alvin yang masih sibuk dengan fikiran nya itu.


mahasiswa lainya pun mulai berdatangan, ara menatap haru kepada ketiga temannya, siapa lagi kalau bukan rizka, alya, dan resya.


ara sangat merindukan kehidupan lamanya, ia benar-benar tidak kuat untuk menghadapi keadaannya saat ini.


rizka yang menyadari brayn menaptanya pun menjadi salah tingkah.


" kenapa tuh cowok natap gue kayak gitu sih!, kan gue jadi kegeeran nanti!, tapi apa bener ya dia g*y?, apa alvin nya aja yang bertingkah berlebihan ke brayn?", batin rizka bertanya-tanya.


ara yang dapat mendengarnya pun meringis, ternyata dugaannya benar kalau rizka menyukainya, tapi kenapa harus cowok jadi-jadian kayak brayn?, ini harus segera di tuntaskan, bisa-bisa ara gila karena memiliki kelamin yang tidak jelas seperti ini.


jam kuliah pun selesai, kini ara akan menemani alvin untuk merilis lagu pertamanya, yang ternyata untuk dirinya sendiri.


" guys, gue mau pake ruang recording ya!", seru alvin kepada alkha, aldy, dan reza.


ketiga orang yang mendengarnya itu pun terkejut.


" mau ngapain loe vin?", tanya aldy heran, karena selama ini alvin tak pernah memasuki tempat itu kembali.


" gue mau ngerilis lagu buat ara", jelasnya sama tersenyum kecil.


" sendiri?!", tanya alkha sedikit curiga.


" gak, sama brayn!", jelasnya kembali.


alkha pun menatap brayn dengan tatapan tajam nya, ya, selama alvin bersama brayn, ia jarang sekali berkomunikasi dengan anggota X-tream, bahkan banyak orang yang mengira mereka bubar, bahkan kedekatan alvin dengan brayn itu, tak terlihat seperti kedekatan seorang teman, itu yang membuat alkha sangat membenci brayn.


" brayn!, gara-gara loe sahabat gue jadi gak normal!" batin alkha geram.


sedangkan ara yang mendapat tatapan tajam dari alkha hanya membalas dengan senyuman termanisnya, yang malah membuat alkha merasakan sesuatu yang aneh.


" kok gue jadi deg-degan gini sih liat dia senyum?, apa jangan-jangan gue ke ikutan gak normal kayak alvin?" batin alkha kebingungan dengan dirinya sendiri.


"hahaha!!"


ara yang mendengarnya pun tertawa lebar, dan membuat banyak orang menatapnya heran, terutama alvin.


" loe kenapa?", tanya alvin.


" oh gak papa, tadi gue lihat cicak gak jadi kawin!", jawabnya asal.


reflek kempat pria didepannya melihat ke atap.


"hahaha!"


ara kembali tertawa melihat kebodohan empat pria ini.


" ada-ada aja loe bray!", tegur alvin.


" cih, gak waras!", gumam alkha menatap brayn tak suka.


alkha, aldy, dan reza hanya bisa menatap alvin sendu, selama ini sudah tak ada lagi tawa yang menghiasi pertemanan mereka, tepat setelah alvin kehilangan wanita yang di cintainya.


" seandainya loe masih disini ra, pasti alvin gak akan kayak gini!", lirih alkha dalam batinnya.


# ruang recording #


alvin sudah bersiap untuk melakukan rekamannya, sedangkan ara duduk tak jauh di hadapan alvin, dan memandang wajah pria yang berhasil menaklukan hatinya selama ini.


instrumen pun di mulai, dan alvin sudah siap bernyanyi dengan kertas di tangannya yang berisi lirik yang di buatnya.


song by : alvin


aku adalah batu hitam


yang tinggal sendiri, dan selalu kesepian


aku tak pernah mengharapkan


kehidupan yang indah, dan penuh warna


kau adalah air jernih


yang datang menghampiri dan membasahiku


kau tumbuhkan sekuntum bunga


di atas kerasnya hati dan egoku


suara merdu itu..


akhirnya ara bisa mendengarnya kembali, ara terhanyut dengan lagu yang di bawakan alvin untuk dirinya, ia berusaha menahan tangisan nya, meskipun terlihat jelas mata itu tampak berkaca-kaca.


ku sadari..


kau hanyalah air yang mengalir


melewati ku, lalu kau pergi


namun salahkah...


jika ku mengharapkan kau kembali


salahkah ku merindukan


senyuman indah di wajahmu


salahkah ku menangisi


kepergianmu...


aku hanya manusia


yang juga ingin bahagia


tapi mungkinkah ku bisa


bila kau bawa pergi semua itu...


maafkan diri ini


yang mungkin selalu menyakiti


bawalah pergi kebahagiaanku bersamamu


biarkan cukup aku yang tahu


tentang perasaan ini


meski ku tahu hati ini


hanya bisa mencintaimu...


alvin segera mematikan rekamannya,lalu melepas headphone yang sebelum terpasang di kepalanya dan berlari keluar ruangan itu,


" maaf, gue duluan bray!", seru alvin singkat dengan nada yang sedikit bergetar.


ara melihat semua itu, wajah alvin memerah, dan di penuhi air mata, alvin menangis?


ya, karena itu ia meninggalkan ara sendirian di ruangan itu, lantunan dari hati terdalamnya, akhirnya bisa ia keluarkan sekarang.


keadaan ara pastinya tak jauh berbeda, saat mengetahui lantunan itu tertuju padanya, ia menangis kejar sendirian di dalam ruangan itu.


serumit inikah kisah cinta mereka?


bersambung...


...----------------...


*buat yang kebingungan kenapa nama ara kadang jadi brayn, itu karena kondisi temannya yang mengenalnya sebagai brayn ya..*


jangan lupa vote, like, dan coment nya ya....