Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Bad day



kini semua orang terdekat alvin, dan vanessa sedang berkumpul untuk menyaksikan secara langsung acara pertunangan mereka.


alvin sedari tadi hanya duduk dengan raut wajah gelisah, entah apa yang di fikirkan nya saat ini. ia pun tak sendiri, ada rey, dan ketiga anggota X- tream, yang ikut serta menemani alvin.


" heh, loe kenapa vin?!", tegur alkha, melihat raut wajah alvin yang gelisah.


" gak, kok brayn belum dateng yah?", seru alvin.


" mungkin dia sibuk kali vin!", seru rey, agar alvin tak berfikir macam-macam.


" apa dia gak mau ngehadirin acara pertunangan gue?!", lirih alvin bertanya-tanya.


" apa bener kata reza kalau brayn juga diem-diem nyimpen perasaan buat Nessa?, apa gue nyakitin hati dia?!", lirih alvin berkata dalam hatinya.


di hari pertunangannya tak ada pancaran kebahagiaan di wajah alvin, berbeda dengan orang yang akan bertunangan, yang biasanya wajahnya akan berseri-seri.


acara pertunangan pun akan segera di mulai, vanessa terlihat sangat cantik dengan gaun putih selututnya, dan alvin pun terlihat sangat tampan dengan setelan jas hitamnya.


vanessa terlihat sangat bahagia, karena sebentar lagi ia akan hidup bersama pria yang saat ini mulai mengisi hatinya.


berbeda dengan alvin yang memperlihatkan senyum paksaannya, seperti ada sesuatu yang janggal dalam senyumannya itu.


" al, apa ara akan semakin sakit kalau liat ini?", lirih rizka bertanya pada temannya, yang saat ini tengah menatap alvin yang menggandeng mesra tangan vanessa di atas panggung.


" mungkin, tapi ara wanita yang baik, bahkan dia rela sakit hati demi kebahagiaan orang dia cintai..", sahut alya juga berkata lirih.


" ara..., kita kangen sama loe...!", lirih mereka bersama dan berpelukan.


keseharian lima orang bersahabat ini hanyalah untuk mengenang ara, orang yang sangat berarti bagi mereka.


" baiklah, acara pertunangan akan segera di mulai, karena semua sanak keluarga telah berkumpul di tempat!", Ujar MC mulai membuka acara.


keluarga ara ikut berkumpul di meja keluarga alvin, karena pertemanan kedua orang tua mereka sudah bagaikan keluarga.


" rat, semoga setelah ini putramu bisa bahagia.!", lirih zahwa berkata pada sahabatnya.


" makasih wa, maaf karena putraku, putrimu pergi..!", lirih ratna berkata sambil berlinang air mata.


" ini semua takdir, kamu jangan ngomong kayak gitu!", seru zahwa membawa sahabatnya ke dalam pelukannya.


MC pun segera menyerahkan mic nya kepada alvin yang akan memulai penyambutannya, seketika semuanya hening untuk menyimak penyambutan dari calon mempelai pria.


" cinta, semua orang sangat sulit untuk memahami perasaan itu, begitupun dengan saya, saya yang terlalu bodoh memahami perasaan saya sendiri yang pada akhirnya berujung penyesalan!", lirih alvin berkata formal.


" saya sadar, saya telah menyakiti banyak wanita, dan saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya...


alvin menghela nafasnya sejenak.


"maaf.., saya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini..!", lirih alvin berkata dengan sangat tegas.


semua orang yang mendengarnya pun terkejut, tak terkecuali kedua orang tuanya, yang mengira ini adalah hari bahagia bagi putranya.


sedangkan vanessa yang mendengar alvin membatalkan pertunangannya, berlari menuruni panggung sambil menutup wajahnya yang merah padam menahan tangisan nya.


kedua orang tua vanessa pun turut mengejar putrinya, karena takut terjadi sesuatu terhadap putrinya.


sedangkan pratama yang sangat murka dengan kelakuan putranya, segera membubarkan para tamu.


plakk!


satu tamparan alvin dapatkan dari pratama.


plakk!


tamparan kedua alvin dapatkan dari papa vanessa.


" apa maksud kamu hah?!, kamu mempermalukan papa dan mama alvin!", bentak pratama kepada putranya.


" asal kamu tahu?, saya tidak pernah membuat putri saya bersedih!, sedangkan kamu?, kamu belum lama mengenalnya, kamu sudah membuat putri saya menangis!!", seru papa vanessa ikut serta membentak alvin.


" maafin alvin pa, om, alvin gak bisa melanjutkan sandiwara ini!", lirih alvin berkata dengan mata yang berkaca-kaca, lalu segera berlari memasuki rumahnya.


pratama menatap sendu putranya yang telah jauh dari Pandangannya, ia paham betul bila putranya, tak bisa melupakan cinta pertamanya, persis seperti dirinya yang sangat mencintai ratna.


akhirnya keluarga besar alvin segera meminta maaf kepada keluarga vanessa, dan permintaan maaf mereka pun di terima dengan lapang dada, karena mereka mengerti dengan keadaan alvin yang sepertinya selama ini memanipulasi keadaannya sendiri.


vanessa pun menerimanya, meskipun ia sakit hati, tapi setidaknya alvin jujur lebih awal, jika ia memang tak pernah ada di hati alvin, dan ia pun merasa alvin memang tidak bisa melupakan cinta pertamanya itu.


...----------------...


" ada apa ini pak?!", tanya pria itu kepada salah satu polisi.


" maaf, bapak dan ibu kami tangkap atas tuduhan pemalsuan identitas seorang anak, dan penggelapan dana perusahaan!", tega sang polisi.


" maksud bapak apa?, kita tidak melakukan itu pak!!", tegas sang istri tak terima.


" maaf, tapi saya punya bukti!", ujar seorang wanita yang keluar dari rumah mereka.


" Brayn?!", kejut keduanya, karena melihat penampilan ara yang mengenakan celana jeans, dan kaos panjang, serta kepalanya terbalut jilbab kecil.


" maaf tuan, nyonya, nama saya bukan Brayn, perkenalkan, saya zahra annisa saniyyah!", seru ara sambil tersenyum sinis ke arah kedua pasangan suami istri itu.


akhirnya mereka tak bisa berkutik, dan menyerahkan diri mereka kepada polisi. pada malam itu, seluruh rumah bahkan perusahaannya di sita oleh negara.


sedangkan ara, juga akan kembali ke rumahnya malam itu juga, ia menaiki taksi online hingga sampai di depan gerbang rumahnya.


" akhirnya aku kembali!", lirih ara sambil tersenyum tipis.


ara mendekati pagar rumahnya yang sangat besar lalu mengetuk kecil, memanggil satpamnya.


" assalamualaikum pak budi, bisa tolong bukain pager nya?!", teriak ara dari luar pagar.


sang satpam yang mendengar samar-samar suara nona mudanya pun merinding.


" kok.., itu kayak suara non ara yahh?!", gumam pak budi mulai ketakutan.


ara yang memahami apa yang terjadi dengan pak budi pun kembali bersuara.


" pak budi, tolong bukain pager nya, ara bukan setan!!", gerutu ara berteriak.


akhirnya sang satpam Memberanikan diri membuka pagarnya, dan benar saja terlihat nona mudanya berdiri di sana.


ia pun memperhatikan ara dari atas sampai bawah.


ara yang menyadarinya pun kembali menggerutu.


" ya ampun pak.. kan ara udah bilang, ara bukan setan!", ujar ara menggerutu.


" ya ampun non.., non masih hidup?, alhamdulillah ya Allah.., biar pak budi telfon tuan dan nyonya ya?!", seru pak budi.


" eh, gak perlu pak!, ara mau nungguin mereka pulang aja, biar jadi suprise!, ara masuk dulu ya pak!", seru ara, lalu segera memasuki rumahnya , meninggalkan sang satpam.


" pasti tuan dan nyonya akan sangat terkejut dan senang!", gumam pak budi sambil tersenyum menatap nona mudanya.


ara tersenyum lebar memasuki rumahnya, ia memandang setiap inci rumahnya, yang sangat ia rindukan selama empat bulan ini.


ara segera duduk di sofa ruang tamu untuk menanti ayah, bunda, dan sang kakak, yang ara ketahui pasti jika mereka sedang menghadiri acara pertunangan alvin.


tak lama kemudian terdengar suara mobil yang berhenti, dan langkahan suara kaki yang makin terdengar jelas di telinga ara.


pintu pun terbuka, ara memberikan senyuman hangatnya kepada keluarga kecilnya.


lain halnya dengan mereka yang baru saja memasuki rumahnya, saat menangkap sosok putri dan adiknya, yang mereka ketahui telah meninggal, tengah duduk di sofa sambil tersenyum ke arah mereka.


" ara?!", seru mereka terkejut secara bersamaan.


bersambung.....


...----------------...


**ayo para pendukung acungkan tangan..!!


Alvin x Ara


Rey x Ara


Bagas x Ara


Alvin x Vanessa


kira-kira, bagaimana kelanjutan kisah mereka?, tetap ikuti kisah ara dan alvin yaa.., jangan bosan baca karya author...😊😊💗💗**


jangan lupa vote, like, dan comment nya...😊😊😊