Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Iya, ini aku!



" Ara?, kamu beneran ara putriku?", seru zahwa, sambil membelai wajah ada dengan tangannya.


" iya bunda.., ini ara!", jelas ara dengan senyumannya.


" masyaallah nak..kamu masih hidup?!", ujarnya kembali dan langsung mendekap putrinya yang sangat di rindukannya itu.


arya, dan kakaknya zio pun ikut serta mendekap wanita yang sangat di rindukannya mereka, mereka menangis terharu di malam itu, setelah beberapa detik mereka melepaskan dekapannya.


" kamu kemana aja nak?, ayah sama bunda masih mencari keberadaan kamu sampai saat ini!, meskipun harapan kita untuk Keselamatan mu sangat tipis!", lirih sang ayah yang masih berlinang air mata.


" ceritanya panjang yah, ara juga gak percaya, ara bisa ngalamin semua ini!", sahut ara sendu.


" tapi kamu baik-baik aja kan dek?", tanya zio yang pasti sangat khawatir dengan keadaan adik satu-satunya.


" ara baik-baik aja kok bang!", jelas ara sambil tersenyum.


semuanya pun menghela nafasnya lega, mereka juga masih sulit untuk mempercayai jika ara mereka kembali dengan selamat.


namun takdir Tuhan, apa yang tak bisa terpungkiri?


karena melihat keluarga nya yang kebingungan, ara segera menceritakan semua yang telah terjadi terhadapnya selama ini, tak ada satupun yang terlewati, hingga ayah, bunda, serta kakaknya memahaminya.


" kurang ajar kau aditama!, berani-beraninya kau menculik putriku!!", teriak arya geram.


" ayah, udahlah yah.., mereka juga udah ara bawa ke polisi, inget yah.., kita gak boleh dendam..!", tegur ara lembut, untuk menenangkan sang ayah.


" maaf nak, ayah terbawa emosi..", lirih arya sendu.


" ara gak papa kok yah, yang penting sekarang ara udah kembali kan?!", seru ara seraya tersenyum.


" oh iya, tumben kalian pulang malem, emangnya darimana?", tanya ara pura-pura tak tahu.


ya, ara memang tak menceritakan bila ia juga sempat berada di universitas xx, karena menurutnya itu akan membongkar semua penyamarannya itu. dan semua pasti akan tahu jika brayn itu dirinya.


" kita baru pulang dari acara pertunangan alvin nak, tapi...


zahwa sebenarnya sangat berat mengatakan ini, namun putrinya harus tahu jika pria itu benar-benar tak bisa melupakannya, bahkan setelah ia membatalkan ara kembali?, apakah firasat anak itu sangat kuat? fikir zahwa.


" tapi kenapa bun?", tanya ara penasaran karena sang bunda menghentikan perkataannya.


" tapi dia membatalkan pertunangannya nak..", jelas sang bunda.


" apa?, batal?, loe sebenernya kenapa sih vin?, apa yang seperti ini masih loe anggap permainan?!", gerutu ara dalam hati.


" kenapa di batalin bun?", tanya ara.


" nak, bunda tahu alvin banyak nyakitin kamu!, tapi bunda mohon nak, maafkan alvin.., jujur, bunda sebagai orang tua bisa merasakan apa yang mama ratna rasakan saat kondisi alvin memburuk semenjak kepergian kamu...!", lirih zahwa berkata kepada putrinya.


" maksud bunda apa?", tanya ara yang benar-benar tak faham dengan semua ini.


" nak, semenjak kepergian kamu, alvin seperti mayat hidup nak.., tubuhnya kurus, pandangan matanya selalu kosong!", ujar bunda.


" sampai pada akhirnya, ada murid baru yang tiba-tiba saja dekat dengan alvin, dia lelaki, dan mama ratna melihat ada kejanggalan dengan alvin dan temannya itu, mereka seperti memilki perasaan khusus yang tak wajar "


" sampai pada akhirnya, mana ratna menyarankan alvin untuk mendekati Vanessa, dia juga anak teman bunda, dan mama "


" saat itu, mama ratna sangat bersyukur, karena alvin mengumumkan hubungannya dengan Vanessa, itu tandanya alvin bisa bangkit, dan memulai hidup barunya.."


" namun kita semua salah, ternyata itu hanya sandiwara alvin agar mama dan papanya tak mengkhawatirkan keadaannya, alvin sangat takut jika kedua orang tuanya kembali bertengkar, dan pada akhirnya, ia berpura-pura menyukai vanessa dan mendekatinya!"


" hingga tadi alvin menjelaskan, ia tidak mau menyakiti hati wanita kembali, lebih baik ia menghentikan sekarang, daripada nanti akan lebih menyakitkan wanita itu, alvin berkata..


" dia gak mau ngecewain kamu, alvin yakin kalau kamu bakal kecewa kalau dia ngelakuin itu.., jadi bunda mohon nak.., datangi alvin, dia butuh kamu saat ini!", lirih bunda zahwa menjelaskan semuanya kepada putrinya.


ara yang benar-benar menyimaknya pun menangis tersedu-sedu, ia tak menyadari alvin menyimpan kesedihan yang amat besar di dalam hatinya.


apakah ara kembali berprasangka buruk pada lelaki yang di cintainya itu?, apakah perasaannya selama ini juga terbalaskan?


" bun, terus gimana keadaan alvin sekarang?", tanya ara mulai khawatir.


" alvin kembali mengurung dirinya di kamar!, apalagi setelah ia mendapat kabar teman dekatnya yang belum lama bersamanya itu, pindah kampus, dan alvin kehilangan kontaknya, ia kembali seperti awal mula saat kamu pergi nak!", lirih bunda menjelaskan.


buliran air bening pun jatuh dari pelupuk mata ara, selama ini ia selalu merasa jika alvin yang selalu saja menyakitinya, tapi setelah mengetahui semua ini, ara merasa dirinya lah yang selalu memandang alvin dengan sebelah mata.


" maaf vin, gue gak bisa mahamin perasaan loe sebenernya, tapi sekarang gue yakin, kalau perasaan Ini terbalaskan", lirih ara dalam batinnya seraya tersenyum.


" iya bun, besok ara bakal samperin alvin!", jelas ara.


" makasih nak, putri bunda baik banget..!", puji sang bunda.


" ih apa sih bun!, ya udah ara ke kamar dulu ya?, capek mau istirahat!", ujar ara.


" iya, besok bunda hubungin mama, kalau kamu mau dateng!", seru bunda.


" ita bun.., yah, bang ara ke kamar dulu ya!", ujarnya kembali kepada ayahnya dan zio.


" iya, selamat tidur putri ayah..", sahut arya.


" jangan lupa mimpiin gue dek!", canda zio.


" ih, gaje loe bang!", ejek ara kepada zio.


" wahhh, dia bener-bener adek gue!", gumam zio melihat sikap ara yang tak berubah sama sekali.


...----------------...


kini ara tengah sampai di rumah alvin, ratna segera berlari dan langsung mendekap ara saat melihatnya, sedangkan sang suami sudah kembali sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan.


" ya Allah nak.., makasih kamu telah kembali!", lirih ratna dalam dekapan sambil menangis terharu.


" mama jangan nangis, ara udah di sini kan sekarang?!", ujar ara menenangkan wanita yang sudah di anggapnya seperti ibunya sendiri.


" nak, kamu sudah menjadi sumber kebahagiaan keluarga kecil ini, kamu sumber kebahagiaan alvin, mama, juga papa, dan vina nak!"


" tanpa kamu, pasti kita gak akan bisa bersatu seperti ini lagi, dan kamu tahu?, alvin pun bagaikan mayat hidup semenjak kamu pergi ..hiks..hiks..!", lirih ratna menangis di dalam dekapan nya.


" ma, jangan nangis.., ara janji gak akan ninggalin alvin lagi!, ara akan selalu ada buat dia, biar gimana pun juga.. perasaan ini gak bisa berubah ma..", lirih ara berkata jujur.


" makasih nak.., kamu masih mau menerima cinta anak mama yang bodoh ini!, dia mengaku sendiri jika dirinya lah yang bodoh karena tak bisa memahami perasaan nya!, alvin sangat mencintaimu nak..!", jelas ratna.


ara yang mendengarnya pun jantungnya berdesir hebat, mendengar dari mamanya saja rasanya seperti ini, apa lagi jika dari orang nya langsung?, ara menggelengkan kepalanya, menyadarkan lamunannya.


" ya udah ma, ara samperin alvin dulu ya?!", seru ara melepaskan dekapan nya.


" iya nak, alvin di dalam kamarnya dan belum keluar dari semalam, bahkan dua belum makan dari semalam!", lirih ratna kembali.


" ya udah bun, ntar ara yang bujuk alvin buat makan, ara ke atas dulu ya!", ujar ara berpamitan, dan langsung menaiki tangga.


" ya Allah, terima kasih Kau telah mengembalikan kebahagiaan untuk anak ku!", lirih ratna yang masih menatap ara berjalan menuju kamar putranya.


ara sampai di depan pintu kamar alvin, dan memberanikan diri untuk membukanya.


kamar luas yang bernuansa putih hitam itu, terlihat sangat sepi, ara pun memasukinya, dan mencari keberadaan alvin.


hingga arah pandangannya terhenti, menatap pria yang di cintainya sedang berdiri di balkon kamarnya.


" alvin!", tegur ara.


bersambung......


...----------------...


ayo!!, author minta dukungan, like, serta comment nya ya....