
"alvin!!", teriak seorang wanita cantik dari kejauhan
sudut bibir alvin melengkung sempurna
" ara?!", sahut alvin yang langsung berlari mendekap wanita itu
" ara, gue kangen sama loe.., jangan pergi tinggalin gue lagi.." lirih alvin dalam dekapannya
" alvin..gue gak pernah ninggalin loe..", sahut ara sambil melepas dekapannya
" tapi sekarang loe udah ninggalin gue ra!!", tegas alvin
" vin, di dunia ini gak ada yang selamanya, semua orang yang terlahir di dunia, pasti akan kembali ke sisi-Nya..., terutama gue vin!, mungkin jasad gue udah gak ada, tapi loe harus inget!, hati gue akan selalu ada disini..", jelas ara sambil menunjuk dada alvin
"tapi ra.., gue gak bisa hidup tanpa loe.., gue gak bisa hidup bersama penyesalan yang gue rasain selama ini setelah menyakiti loe, gue mau ikut sama loe ra.." lirih alvin memohon
" loe pasti bisa vin"!, seru ara sambil tersenyum lalu berjalan mundur meninggalkan alvin
sedangkan alvin yang berusaha mengejarnya tidak bisa berlari, karena kedua kakinya seperti di tahan sesuatu
"ara..!!!!"
ara??!!
alvin terbangun dari tidurnya, seketika sekujur tubuhnya lemas mengingat mimpi yang indah namun menyakitkan itu, ia kembali merebahkan tubuhnya dan menangis kembali entah untuk yang ke berapa kalinya.
-Di rumah Ara-
" tante, berita yang ada di kampus kita itu benar?", tanya rizka dengan mata yang sudah berkaca-kaca
bunda ara mengangguk sendu, ia sudah cukup lelah menangis, apa yang harus di tangisi?, apa dengan menangis putrinya akan kembali?, fikir nya.
" maafkan tante nak!, harusnya tante tidak mengizinkan ara yang nekad pergi ke london sendirian..", lirihnya berkata
" harusnya kita yang minta maaf tan, kita belum bisa jadi sahabat yang baik buat ara, sampai kita gak tau kalau dia tertekan di kampus kita!!", lirih alya berkata
senyum getir tercetak di wajah sang bunda, ada perasaan tak rela jika putrinya pergi secepat ini, namun apalah daya?, kita tidak bisa melawan takdir bukan?
" nak.., semua ini sudah kehendak Tuhan, jadi kita tidak bisa menyalahkan satu sama lain ..", lirih bunda ara berkata
" udah, kalian jangan nangis lagi ya!,ara gak suka sama orang yang cengeng katanya..", lanjutnya berkata sedikit bercanda
" iya tante..", jawab mereka sambil menyeka air matanya
" terus, apa jasad ara belum di temuin tante?", tanya resya
" selama empat hari ini sudah 30 korban di temukan, lima orang selamat dan luka parah, dan lainnya di temukan sudah tidak bernyawa, dan di antara mereka, belum terlihat identitas ara..", jelas sang bunda sendu
" apa ada kemungkinan kalau ara di temukan selamat bun?", lirih rizka bertanya
bunda ara tersenyum getir
" mungkin, satu persen.."
...----------------...
dua minggu sudah berlalu setelah kepergian ara, masih belum ada kabar pasti bahwa jasadnya ditemukan, para petugas hanya bisa menduga para korban di makan oleh predator laut dan sejenisnya, keluarga ara pun sudah memasrahkan semuanya, saat ini mereka mengadakan yasinan untuk kepergian ara.
lantunan ayat suci terdengar jelas di rumah ara, kerabat ayah dan bunda ara pun banyak yang berdatangan untuk berbela sungkawa, terutama
" rat, dimana alvin?",tanya zahwa kepada temannya itu, karena hanya melihatnya hanya bersama suaminya dan putrinya.
" alvin gak mau ikut, dia selalu berteriak kalau ara gak pernah tinggalin dia, dia belum bisa nerima kenyataan ini wa!", lirih ratna dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" rat!, kamu harus bisa bujuk dia!, masa depan alvin masih panjang!", jelas zahwa
"maafkan putraku wa, seandainya jika alvin tak berbuat sekeji itu dengan ara, pasti ini semua gak akan terjadi!", ujar ratna sambil menangis
" gak ada yang perlu disalahin disini rat, semua ini adalah takdir!", ujar zahwa menenangkan temannya.
setelah kesekian kalinya di bujuk akhirnya alvin kembali masuk ke perkuliahannya, namun kali ini berbeda, alvin terlihat sangat diam, meskipun dari awal alvin memang sedikit dingin, namun kali ini berbeda.
" woy vin!, masuk juga lo akhirnya!", tukas aldy yang melihat temannya yang sudah sekian lama tak masuk
" vin, sebenarnya loe sakit apa sih?, sampe gak mau di jenguk!?", tanya reza terheran
" ...", tak ada jawaban dari sang empu, ia hanya duduk di bangkunya, lalu membuka bukunya.
" weh, kesambet apaan tuh anak jadi diem gitu?", tanya aldy
" awu, kelamaan ngendep di kamar kali, gitu jadinya!', ejek reza
sedangkan yang di bicarakan hanya acuh, dan alkha menatap temannya itu intens.
MMW yang melihat kedatangan alvin mendelik tak suka, ingin rasanya mereka memarahi alvin, tapi melihat kondisi alvin yang terlihat kurang baik, mereka mengurungkannya.
tiba-tiba rey masuk ke kelas itu dengan tergesa-gesa menghampiri alvin.
" vin!", sahut rey
"..."
" alvin!, tatap mata gue!!", tegas rey sambil memegang kedua pundak sahabatnya itu
seketika alvin mendongak dan buku yang di pegang nya terjatuh
" mau sampai kapan loe kayak gini hah?!, loe udah bosen hidup?, gue udah pernah peringatin loe vin, loe akan nyesel dengan perbuatan loe sendiri!, dan sekarang loe lihat?, ini semua udah terjadi!!", tegas rey berkata.
seketika pandangan alvin buyar, perkataan rey mampu membuat kondisi tubuhnya yang lemah ini ambruk dan akhirnya alvin terjatuh pingsan.
" alvin!!", teriak semua orang yang ada di kelas itu tak terkecuali kelima teman ara.
akhirnya rey, dan ketiga teman alvin menggotongnya ke uks.
" loe bertiga bisa kan tinggalin gue sebentar sama alvin?", tanya rey kepada ketiga teman alvin
" loe ngomong apa sih rey, sampai bikin tuh anak pingsan?, apa jangan-jangan loe tau dia sakit apa?", ujar aldy malah balik bertanya
" seiring berjalannya waktu, kalian pasti akan tau!", jelas rey, lalu menutup ruang uks meninggalkan ketiga teman alvin.
ketiga teman alvin menatapnya bingung, dan semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
" apa ini ada hubungannya dengan ara?, sebenarnya apa hubungan mereka?", ujar alkha bertanya-tanya di dalam hatinya, yang sudah mencurigai adanya hubungan antara alvin, ara, dan juga rey.
**bersambung....
jangan lupa vote, like, dan coment nya ya**.....