Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Semua berubah



Ara terpaksa harus izin tidak memasuki kelas kuliahnya selama sepekan ini. karena ia akan mengumpulkan semua bukti kejahatan orang tua angkatnya itu, sedangkan tiga minggu lagi mereka kembali. ara harus bergerak cepat agar tuntutan nya bisa di terima.


berbeda dengan alvin yang saat ini sedang berusaha mendekati vanessa, karena menurutnya vanessa adalah wanita yang tepat untuk menggantikan ara.


tidak ada pendekatan atau apapun itu, alvin secara langsung menyatakan perasaannya yang entah itu asli atau sandiwara.


saat ini alvin sedang duduk berdua dengan vanessa di sebuah kafe yang tak jauh dari kampusnya, alvin benar-benar berniat untuk melamar nya setelah lulus kuliah.


" van, gue suka sama loe, apa loe bersedia kalau gue mau jadiin loe calon pendamping hidup gue?", seru alvin to the point.


sontak perkataan alvin membuat vanessa terkejut bukan main, ia tak menyangka alvin yang selama ini di katai g*y oleh teman sekampusnya tiba-tiba menyatakan perasaan kepadanya?.


padahal yang selama ini vanessa kagumi dalam diam itu brayn, bukan alvin, tapi mengapa jadi seperti ini.


vanessa pun tal bisa mengambil keputusan? secepat itu, biar bagaimana pun juga ini menentukan masa depan nya, apalagi alvin bukan menembaknya, melainkan melamar nya, yang pastinya akan lanjut ke jenjang pernikahan.


sekilas vanessa tau tentang wanita di masa lalu alvin yang sangat terkenal di kampus itu, yang ternyata juga anak dari sahabat mamanya, apakah alvin sudah bisa melupakannya?


" ma-af vin.., gue butuh waktu buat mikirin ini, loe tau sendiri kan kalau gue gak pernah deket sama cowok?", jawab vanessa sedikit gugup.


alvin tersenyum tipis, setelah mendengar jawabannya.


" gue ngerti kok van, setidaknya loe gak nolak tawaran gue, gue serius van, gue mau buka hati gue untuk wanita lain, dan pilihan gue loe, karena gue tahu loe wanita yang baik..", jelas alvin dengan sangat tulus.


vanessa terenyuh mendengar perkataan alvin, ia tidak menyangka alvin yang notabennya banyak di incar para wanita ini memilih dirinya sebagai pendamping hidupnya.


namun ia butuh memantapkan hatinya untuk bisa menerima alvin.


" gue tunggu jawaban dari loe van, dan gue berharap, loe gak akan buat gue kecewa dengan jawaban loe!", tukas alvin.


vanessa hanya mengangguk kecil sambil tersenyum tipis, dan alvin pun membalas senyumannya.


...----------------...


ara saat ini sedang berada di ruang kerja papa angkatnya itu, ia mencari sesuatu yang selama ini sudah ia curigai, dengan kecerdasannya ia berhasil meretas sandi komputer milik pria itu.


ara terkejut bukan main saat melihat rencana busuk orang ini, untuk menghancurkan pratama group. dengan sigap ara mencari akun milik papa alvin dan mengirimkan semua bukti file tentang rencana jagat orang ini, dengan akun samarannya.


setelah berhasil, ara mengcopy semua file itu untuk di jadikan barang bukti saat ia mengajukan tuntutannya ke polisi.


kini ara sedikit lega, sebagian bebannya yelah berkurang, mungkin ia hanya perlu menungggu kepulangan orang tua angkatnya itu.


seketika ara kembali mengingat tentang alvin, apa benar alvin juga mencintainya?, atau itu hanya rasa kehilangan seorang sahabat?, ingin rasanya ara mengharapkan yang lebih, tapi ia tak mau sakit hati untuk yang kedua kalinya karena orang yang sama.


ara pun tak menyadarinya, jika seperti ini mungkin akan semakin sulit untuk ara mengetahui perasaan alvin yang sebenarnya kepadanya.


...----------------...


sepekan telah berlalu, ara kembali menjalani harinya sebagai brayn di kampus, kali ini ara datang dengan senyuman manisnya, mungkin karena sebagian bebannya sudah berkurang saat ini.


senyuman indahnya benar-benar memabukkan kaum hawa yang berada di kampusnya, sejujurnya ara sangat risih dengan keadaan ini, tapi mau bagaimana lagi?


ara berjalan menyusuri koridor kampus, tiba-tiba pandangan matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal, senyuman indahnya pun pudar kala melihat pemandangan di hadapannya ini.


ia terkejut, seketika ponsel yang berada di genggaman ara terjatuh, entah apa yang ia rasakan saat ini, sakit, marah, atau bahagia, ia pun tak tahu apa yang harus ia utarakan saat ini.


pemandangan yang menyuguhkan, yang mampu membuat hatinya serasa tertusuk belati.


sakit?, mungkin itu yang ara rasakan, ia pun memperhatikan dan mendengarkan percakapan dua orang yang terlihat seperti sepasang kekasih itu.


" kamu sibuk gak hari ini?", tanya alvin kepada vanessa yang saat ini ada di hadapannya.


" gak, kenapa emangnya?", sahut vanessa.


" aku mau ngajak kamu dinner, mau kan?", tawar alvin sambil menatap vanessa dengan penuh kasih.


vanessa hanya mengangguk kecil sambil tersenyum manis kepada alvin, alvin yang melihat tingkah manis vanessa pun gemas, dan mengacak lembut pucuk rambut vanessa, setelah itu mereka kembali berjalan dengan bergandengan tangan mesra.


ya, ara melihat itu semua, apakah ini mimpi?, apa alvin sekarang telah memilki hubungan khusus dengan wanita itu?, seketika ara menggelengkan kepalanya lemas.


apakah semiris ini kehidupannya?, saat ia ingin kembali dan bertanya kepada alvin tentang perasaannya, ia di suguhkan suatu kenyataan bahwa ia tak perlu melakukan itu.


mungkin perkiraannya selama ini benar, alvin hanya merasa kehilangan seorang sahabat, ia tak pernah menganggap ara lebih dari itu.


sehingga sangat mudah untuk nya menemukan cintanya. jika seperti ini, ara akan mundur, ia tak sanggup jika terus berada di dekat alvin dengan perasaan nya ini, yang mungkin hanya perasaan sepihak.


" alvin, jika memang loe bisa bahagia dengan wanita itu, gue akan mundur, tapi maaf kalau gue gak akan pernah ada di sisi loe lagi, karena jujur, gue gak bisa menahan rasa sakit hati gue karena cinta ini, cinta yang mungkin tak akan pernah terbalaskan!", lirih ara dalam batinnya.


ia pun mengundurkan niatnya untuk memasuki kelas kuliahnya saat ini, ia perlu menenangkan hatinya, yang memang sudah pecah sejak lama, bahkan mungkin sekarang telah remuk, hanya karena lelaki itu.


bersambung...


...----------------...


jangan lupa vote, like, dan coment nya ya...