Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Terjadi lagi?



karena hari sudah sore, ara pun memutuskan untuk pulang, ia segera menghapus sisa air matanya, dan keluar dari ruang recording.


ia berjalan menyusuri koridor kampus, dan pandangan menangkap seorang wanita yang sangat dikenalinya sedang duduk di sebuah bangku.


ara pun menghampirinya.


" fani?", sapa ara.


fani terkejut kala melihat pria yang ada di hadapannya ini, dan lebih mengejutkannya lagi, pria ini tahu namanya?.


" kak- kak brayn?", sahut fani dengan sangat gugup.


" loe ngapain disini sendirian?", tanya ara.


" gu- gue la-gi nungguin temen", jawab fani dengan tersenyum kikuk.


" oh..., farah sama reta?", tanya ara memastikan.


" what?, darimana cowok ini tahu nama gue?, dia juga tahu farah sama reta?, gue harus berekspresi apa nih kalau idola kampus kayak dia tiba-tiba nyapa gue?!", gumam fani dalam hatinya.


ara yang mendengar itu pun tersenyum geli, apa temannya ini canggung melihatnya, sebenarnya setampan apa brayn ini?, ara pun juga tidak tau, ia tak pernah memperhatikan penampilannya saat ini.


hingga ide jahil pun muncul di otaknya,


" ekhm!, dari pada loe nunggu mereka.., gimana kalau loe pulang bareng gue?!", tanya brayn dengan nada menggoda sambil mendekatkan wajahnya ke wajah fani.


fani yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun seketika wajahnya memerah, dan semakin salah tingkah, ia segera menundukkan kepalanya.


" gak- usah kak, kalau gitu gu-e pulang duluan aja!, permisi kak!", seru fani singkat, lalu segera berlari meninggalkan brayn, karena malu.


ara yang melihat tingkah lucu temannya itu pun tertawa terbahak-bahak, setidaknya setelah menguras banyak airmata, masih ada yang bisa membuatnya tertawa seperti ini.


ara kembali berjalan menuju tempat parkir, seketika ia terkejut, melihat sebuah kejadian yang pernah terjadi tiga bulan yang lalu.


" woy sorry!, bukan maksud gue ikut campur, tapi baku hantam di kampus itu gak bagus!, menjelekkan nama kampus tau gak?!", bentak brayn kepada dua orang lelaki di hadapannya ini.


" sorry, ini cuman salah paham!", seru bagas.


ya, pria itu adalah bagas, dan seorang pria yang dulu juga menjadi lawan bagas saat itu.


" kenapa ini semua terulang lagi?!, tapi sekarang yang melerai kita cowok?, dan setahu gue.. dia idola kampus baru itu!", gumam bagas dalam hatinya, ia merasa seperti Dejavu saat ini.


" sorry bro!, ini gak beneran, gue ini adiknya, tiga bulan yang lalu gue sempet bersilisih sama abang gue, tapi sekarang dah baikan...


pria itu melirik sekilas ke arah Bagas, lalu tersenyum penuh arti dan melanjutkan penjelasannya.


" di tanggal ini, saat gue dan abang gue berkelahi di tempat ini, ada seorang wanita pemberani yang meleraikan pertengkaran kita, tapi wanita itu sudah pergi selamanya, dan gue lagi nemenin bang bagas untuk mengenang wanita itu", jelasnya panjang lebar sambil tersenyum kecil.


ara yang mendengar nya secara langsung pun terharu, apa semua orang selama ini selalu mengenang nya?.


" kenapa wanita itu harus di kenang?", entah dapat keberanian dari mana brayn bertanya seperti itu.


" karena wanita itu yang pertama kali berhasil membuat bang bagas jatuh cinta!", seru adik bagas yang bernama biyan.


ara kembali terkejut mendengarnya, apa selama ini bagas diam-diam menyukainya?, ara pun tak pernah menyadari itu saat ia selalu berdekatan dengan bagas, apa jadinya jika bagas tahu ara mencintai alvin?, apa mungkin ara akan menyakiti hati seseorang yang sudah sangat baik terhadapnya?.


" bang, loe harus berterima kasih sama gue!, kalau waktu itu gue gak ngajak loe baku hantam?, loe gak bakal nemuin cinta pertama loe!", canda Biyan kepada kakaknya.


" apaan sih loe!, gara-gara loe gue jadi ngerasain kehilangan!", tuduh bagas.


"lho kok jadi gue?!", sahut Biyan tak terima


brayn pun reflek tertawa melihat kelakuan kakak beradik ini, apakah ara memberikan kesan yang indah saat meleraikan pertengkaran mereka saat itu?, sampai mereka mengenang kembali hari itu dengan pertengkaran rekayasa?.


" jadi, loe berdua mau ngulangin itu lagi?", tanya brayn memastikan.


" iya, dan pas banget loe dateng dan meleraikan pertengkaran kita!, seolah-olah loe Sebagai pengganti ara saat itu!", seru Biyan.


ara yang mendengar nya terenyuh, mereka benar-benar seperti mengenang hari pertemuan mereka, fikir ara.


" ra, kenapa harus cowok ini yang menggantikan loe?, apa gak ada yang lain?!", batin bagas menggerutu.


" ini gue kak!, apa harus kita ngulangin ini lagi sebagai pertemuan pertama kita?", balas ara membatin juga.


melihat ini rasanya ara ingin tertawa, bahkan setelah ingatan kembali, ia bertemu dengan pria ini di tempat yang sama?, dan dalam keadaan yang sama?, mungkin bedanya yang dulu itu asli, sedangkan yang ini hanya sandiwara belaka.


" ekhm"


brayn berdeham untuk mencairkan suasana hatinya.


" ya udah, kalau gitu gue cabut duluan!, lain kali jangan bikin orang buruk sangka dong!", tegas brayn, lalu berlalu perge meninggalkan kakak beradik itu.


" aneh, kenapa gue rasa gak asing nya dengar suaranya brayn, rasa gue sering dengar suaranya?, mirip suara siapa ya??", gumam bagas dalam hatinya.


bagas merasa tak asing dengan suara brayn, seolah ia sering mendengar suaranya, sedangkan ini pertama kalinya ia berbicara dengan brayn, suaranya seperti...


bagas menggelengkan kepalanya , ia tak ingin memikirkan itu, mungkin itu hanya perasaannya saja.


" kenapa suara brayn mirip banget sama suara ara ya?!", gumamnya dalam hati.


bersambung.....


...--------------...


jangan lupa vote, like, dan coment nya ya...