Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Tentang brayn



Aldy, reza, dan alkha, mengajak kawan barunya itu untuk makan bersama di kantin, dan brayn dengan senang hati mengikuti teman-temannya yang baru ia kenal.


brayn berjalan menyusuri koridor untuk menuju kantin, suara para kaum hawa yang mengaguminya sangat mengganggu pendengaran nya, ia segera memasang earphone yang selalu ia bawa kemanapun, hingga ia tiba di kantin.


ia pun melepas earphone nya, terdengar banyak gunjingan dari beberapa mahasiswa di kantin itu.


" apa brayn bakal menggantikan posisi alvin ya?, mengingat alvin sekarang udah layak mayat hidup!!", ujar si A


" mungkin, kalau dia juga punya suara yang gak kalah merdu dari alvin!", sahut si B


" iya, kayaknya anggota X-tream udah nyerah ngehadapin sikap si alvin, dia kan udah kayak orang gak waras!", celetuk si C


dan masih banyak lagi cibiran yang terdengar, alkha yang mendengar sahabatnya di gunjingi


pun geram.


brak!!


suara alkha menggebrak meja kantin, membuat seisi kantin terkejut dan hening seketika, alkha adalah pria dingin yang sangat irit bicara, tiba-tiba saja amarahnya meluap saat ini, sudah pasti itu membuat semua orang membeku ketakutan.


" heh!, kalau kalian mau menjelekkan alvin?, sini !, maju ke hadapan gue!!, loe semua fikir, kita bakal ngerespon mulut busuk kalian hah??!!"


" alvin itu sahabat gue, dan gue gak rela siapapun menjelekkan alvin!!", tegas alkha dengan amarah yang sudah memuncak


" bro, bro, sabar woy!", ujar brayn menenangkan alkha


" heh!, loe anak baru disini!, loe gak tau apa yang terjadi sama sahabat gue!, jadi gak usah ikut campur!!", tegas alkha kepada brayn dan langsung beranjak pergi


" sory ya bray, alkha kalau udah marah emang begitu!, gak bisa di kontrol!", seru aldy


brayn hanya manggut-manggut tanda mengerti sambil melanjutkan matanya, ia kini sedang fokus dengan fikiran seorang wanita yang duduk tak berjauhan darinya.


" gue sekarang benar-benar jatuh cinta sama dia.., brayn, apa kalau gue nyatain perasaan gue, loe bakal terima??", ujar vanessa dalam hatinya


brayn yang bisa mendengar itu pun bergidik geli,


" heh, itu namanya obsesi!, bukan cinta!", tegur brayn sedikit mengeraskan suaranya agar terdengar oleh sang empu.


" weh, loe ngomong sama siapa?", tanya reza keheranan mendengar brayn tiba-tiba berbicara sendiri.


" sama setan!", jelas brayn sambil tertawa kecil.


" idih, indigo loe?!", tanya reza sambil bergidik.


brayn hanya membalas dengan smirk khasnya.


sedangkan yang disindir pun menyadarinya.


" apa bryan bisa tau isi hati gue?, ahh.. jadi makin cinta!!!" ujar vanessa bersorak kegirangan dalam hatinya.


bryan yang mendengarnya pun spontan menjatuhkan sendok di tangannya, ia tak habis fikir dengan wanita yang terobsesi berlebihan padanya itu.


" loe kenapa bro?", tanya aldy yang terkejut melihat bryan menjatuhkan sendoknya.


" oh, gak papa!", jelas bryan sambil tersenyum manis.


" kok, jantung gue berdesir sih liat senyuman nih cowok??, apa gue udah gak waras ya??! ", keluh aldy dalam hatinya.


......................


hari-hari sudah alika lewati sebagai sosok brayn, berbagai fikiran orang tentangnya, benar-benar tertangkap jelas di telinganya yang memiliki kelebihan itu.


ia masih tak habis fikir dengan vanessa yang terus berusaha mendekatinya, padahal ia sudah menolak mentah-mentah wanita itu, tapi wanita itu tak gencar untuk terus mendekatinya, padahal ia sudah tau pasti apa tujuan wanita itu pindah ke kampus ini,


ya, itu karena ia ingin mendekati alvin, berbandingan terbalik dengan tujuannya yang ingin menyaingi lelaki itu,


tapi apa ini?


wanita ini malah menyukainya?, benar-benar kejadian yang merumitkan, berbeda dengan wanita berhijab yang ia tahu salah satu dari geng MMW itu, kalau tidak salah dengar, namanya itu Rizka?, wanita itu menyukainya dalam diam, ia tak habis fikir, saat seperti ini ia merasa dirinya bukan orang waras.


namun suatu kejanggalan ia dapatkan dari seorang pria ya, pria yang saat ini sedang berdiri di hadapannya sambil bersedekap dada, fikiran yang ia dapatkan dari pria ini benar-benar mengejutkannya.


" kenapa jantung gue berdebar setiap lihat orang ini ya?, apa benar semenjak kehilangan dia gue jadi gak normal??" keluh alvin dalam hatinya


bryan yang mendengarnya pun terkejut, apa pria ini bisa melihat sisi kewanitaannya?, jika itu terjadi berarti ia dalam bahaya!, karena saat ini ia berhasil melampaui prestasi dan keunggulan pria ini, namun jika seperti ini bagaimana?, sedangkan jantungnya sudah maraton sejak alvin menatapnya intens, apa ia akan jatuh cinta dengan lelaki ini?


oh, alika jangan dulu!, ini belum waktunya, mama dan papa masih berusaha untuk mengalahkan bisnis pratama yang notaben nya sebagai papa alvin, namun jika diantara mereka ada ikatan perasaan apa mungkin itu bisa terjadi?


tidak, ia tidak mau mengecewakan papa dan mamanya, ia harus berusaha menepis perasaannya untuk pria ini.


" apa loe puas, udah bisa menjatuhkan reputasi gue?!", tanya alvin dengan nada dinginnya


bryan tersenyum licik,


" akhirnya loe sadar juga kalau sekarang gue melampaui dan menggantikan posisi loe sebagai bintang kampus??!", ejek bryan


" silahkan loe ambil semua yang pernah menjadi milik gue di kampus ini, karena gue gak akan pernah peduli!!, itu semua udah gak penting buat gue, karena orang yang paling penting di kehidupan gue udah pergi ninggalin gue!!!", tegas alvin yang terdengar berkata lirih dalam ketajaman matanya


bryan yang mendengar penuturan itu pun, tersentuh, entah mengapa hatinya terasa sakit mendengar bentakan dari alvin yang terlihat seperti curhatan itu.


" maksud loe?"


" bray, apa loe pernah jatuh cinta?, kalau pernah pasti loe akan tahu bagaimana rasanya di tinggal orang yang loe cintai, sedangkan sebelum itu, loe gak pernah menunjukan rasa cinta loe ke dia?, itu sakit bray!, hati gue sekarang kosong, entah apa yang orang omongin dan lakuin ke gue, itu gak bisa gue respon dengan ekspresi apapun....


alvin menjeda perkataan ya, karena tiba-tiba air mengalir di pelupuk matanya


" gue udah gak peduli kalau loe mau merebut posisi gue sebagai bintang kampus, bahkan dengan anggota band gue, gue udah gak pernah peduli, hidup gue hampa selama ini!!", lirihnya sambil menangis kecil


bryan yang mendengarnya, seketika ribuan rasa bersalah menghampirinya, ia benar-benar tak mengetahui apa yang di rasakan oleh alvin selama ini, karena fikiran alvin benar-benar terlihat kosong, seperti tak memikirkan apapun.


akhirnya terjawab sudah rasa penasarannya, setelah mendengar penuturan pria ini, brayn reflek menarik alvin ke dalam pelukannya untuk menenangkan nya, saat ini mereka berdua di perpustakaan yang selalu nampak sepi.


alvin yang masuk ke dalam dekapan bryan, benar-benar merasa nyaman, seolah enggan untuk melepaskan dekapan hangat dari pria yang terlihat lebih pendek darinya itu, bahkan untuk ukuran pria bryan tergolong pria yang pendek menurutnya.


" kenapa perasaan gue nyaman banget ya di peluk sama nih cowok?, apa benar gue udah gak waras?!", alvin bertanya-tanya dalam hatinya.


bryan yang dapat mendengarnya hanya mengulum senyumnya di balik dekapan itu.


bersambung.....


...----------------...


jangan lupa vote, like, dan coment nya ya....