Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Perasaan apa ini?



Ara membulatkan tekadnya untuk tidak mengikuti permintaan alvin kembali, karena menurutnya apa yang alvin lakukan sudah sangat keterlaluan, apalagi saat itu ia berani menghajar rey.


sudah ara duga, pasti alvin akan menghadangnya di tengah perjalanannya


"minggir!!", ketus ara


" ikut gue!", tegas alvin


" gak!", jawab ara ketus


" oh.., loe udah berani nantang gue??!", ujar alvin sambil tersenyum sinis


" loe fikir gue takut sama loe!", jawab ara tak kalah sinis


" apa jangan-jangan, loe udah ngerasa dapet perlindungan dari si rey b*****t itu??!", tanya alvin dengan sinisnya


" yang b***s*t itu loe!, bukan dia!", bentak ara tak terima


" apa jangan-jangan, loe juga suka sama dia??", tanya alvin penasaran


" kalau iya, apa urusannya sama loe, hahh??!", tegas ara


alvin hanya mengepalkan tangannya berusaha menahan amarahnya, sedangkan ara langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan nya.


sampai di ruang kelasnya ketiga temannya segera menghampiri ara


" ra, loe gak papa kan?, gue kaget ngeliat loe kemarin keluar begitu aja dari kelas, apalagi muka loe kayak mau nangis gitu!", jelas fani


" iya ra, kita baru denger beritanya pas jam kuliah selesai, apa bener rey suka sama loe?", tanya farah


ara tiba-tiba tertawa lebar


" kalian ini percaya aja!, rey itu cuman acting di depan si buaya laut itu!, biar dia ngira gue punya pawang!", jelas ara


" berarti itu gak bener ra?", tanya farah memastikan


" gak far, dia udah ngejelasin kemarin ke gue, tapi tetep aja saingan loe banyak far!", canda ara kepada farah


" loe ini, kok malah jadi ngejek gue sih?!", sewot Farah


sedangkan sang empu hanya tertawa renyah


" terus kenapa kemarin loe kayak mau nangis gitu ra?" tanya fani penasaran


" gue gak enak aja, gue baru tahu ternyata mereka berdua teman dekat, apa bener mereka bertengkar karena gue??!", lirih ara terpaksa berbohong kepada ketiga temannya


" gak lah ra, mungkin mereka punya alasan lain selain tentang loe!", ujar fani menenangkan


ara tersenyum lega kepada ketiga temannya


...----------------...


di lain tempat alvin sedang berkumpul dengan ketiga temannya di atap salah satu gedung di kampusnya, itu adalah tempat perkumpulan nya dengan ketiga temannya.


ketiga teman alvin terkejut saat melihat alvin yang datang dengan muka yang sangat merah yang terlihat sedang menahan amarahnya.


" b***s*t!!", teriak alvin meluapkan amarahnya


" woy, kenapa loe vin?", tanya aldy


" gue benci sama penghianat!, gue benci sama mereka!!", teriak alvin kembali


" siapa yang berani ngehianatin loe vin?, cewek?, kayaknya gak mungkin deh!", ujar reza


alvin hanya terdiam tak menggubris pertanyaan dari temannya lalu kembali meluapkan amarahnya tak jelas, yang membuat ketiga temannya bingung melihatnya.


" kenapa sih dia?", tanya alkha penasaran


" atau jangan-jangan, karena rey!?", ujar aldy menduga-duga


" iya sih, pasti gara-gara si rey!", sahut reza


" sebenarnya apa sih masalah mereka berdua?, kayaknya baru minggu-minggu ini mereka bertengkar!", ujar aldy


" apa jangan-jangan karena si ara?", tebak alkha


" iya tau, kemarin si rey jujur kalau misalnya dia suka sama ara, sedangkan alvin kelihatannya benci banget sama ara, kayak punya dendam khusus gitu!", jelas aldy


" sebenernya dia punya dendam apa sih sama si ara?, gue jadi penasaran!", ujar alkha


" iya, si alvin juga gak pernah bilang ke kita apa alasan dia ngebenci ara!", sahut reza


" gue jadi curiga, apa jangan-jangan ini semua ada hubungannya juga sama rey??!", ujar alkha


" kita harus cari tau sendiri, karena alvin gak mungkin bakal ngasih tau kita tentang semua ini!", tegas aldy


dan kedua temannya manggut-manggut mengiyakan


alvin menyendiri di sebuah ruangan yang tidak terpakai di lantai tiga gedung itu.


perasaannya saat ini campur aduk, ia bingung dengan apa yang ia rasakan sekarang, kenapa ia tak suka melihat ara bisa tertawa dengan pria lain, apalagi saat mengetahui rey menyukai ara.


ada apa dengan hatinya saat ini?, mengapa ada rasa tak rela saat mengetahui semua itu?, jujur, alvin tak pernah merasakan ini sebelumnya.


ara benar-benar telah mempengaruhi hidupnya saat ini, apa ia sekarang terjebak dengan permainan yang ia buat sendiri?


" gak, gue gak mungkin suka sama ara!, gue gak mungkin jatuh cinta sama dia!!", teriak alvin menggerutu dengan dirinya sendiri sambil mengacak rambutnya frustasi


" vin, loe harus inget vin!, loe gak akan bisa dapetin cewek sebaik ara, loe bakal sakit hati vin, loe harus bisa ngebenci dia!!!", tegasnya pada dirinya sendiri


Alvin mulai goyah dengan hatinya, karena fikiran nya sudah mulai tidak sejalan dengan hatinya.


siapa sangka apa yang alvin lakukan saat ini semata-mata hanya untuk berusaha membenci dan melupakan ara, apa alvin sebenarnya menyukai ara?, entahlah alvin pun masih tak mengerti dengan dirinya sendiri, ia masih berusaha mengelak tentang perasaan nya saat ini.


bahkan sampai saat ini ia belum bisa mencintai seorang wanita, mungkin karena itu alvin selalu berganti wanita setiap saat.