
apakah kalian pernah di posisi sama seperti alexsa, trauma dengan masa lalu namun tetap ingin mencobanya kembali.
Trauma yang terjadi dimasa lalu bukanlah hal yang terus menerus mematahkan kondisi mendatang.
Bukan hanya masalah percintaan melainkan semua masalah mulai kehidupan, keluarga, pertemanan semua jadikan pelajaran, dan belajar dari kesalahan.
Sama halnya dengan Alexsa, dia harus belajar dari kesalahan, memulai dengan baru, memilih dengan tepat.
apakah varel pilihan tepat?
**dirumah alexsa
dia menatap obat yang di berikan varel.Dengan senang hati dia sangat gembira.
Demamnya pun turun.
"udah enakan nih badan ku berkat obat kak varel, besok udah bisa sekolah asiiikk!!
baru kali ini aku semangat banget ke sekolah".
tuuutt tuuutt tuuttt (telepon berdering)
Alexsa: "Laa besok aku udah bisa kesekolah,deman ku udah turun
Viola: "wahhh mentang mentang dapat obat dari cogan langsung sembuh yaaa"
Alexsa:" Bukan begituuu ihhh"
Viola :" Ya udaah, semangat!!"
**Di sekolah
Astra menghampiri alexsa yang sedang duduk di taman sendirian. mulai menyapa Alexsa tetapi gadis itu diam saja karena masih sakit hati oleh perkataan nya dulu.
"Hey nona, kamu bisa sakit ya ternyata" ledekannya (alexsa diam)
"kamu sakit tuli ya?" melirik alexsa
"Diaam yaa aku ga mau ber urusan dengan kamu" ( beranjak pergi)
"AKU MINTA MAAF"
dia terkejut, pria yang dingin dan tukang bikin onar meminta maaf.
deg deg deg deg
"aku minta maaf sa, maafin aku"
Tidak ada respon satupun dari dirinya , Alexsa pergi meninggalkan Astra.
Sudah 6 bulan mereka sekolah dan akan melakukan ujian sekolah. banyak para siswa belajar tapi tidak untuk Astra
laki laki itu sangat malas.
"Bentar lagi ujian yaa, aku kurang paham sama pelajaran bahasa inggris" viola menggerutu.
"alah bahasa inggris tinggal cap cip cup aja gampang" ( Alexsa tertawa).
"eh btw tau ga tadi Astra minta maaf ke aku, mungkin karena mulut lantam nya kemarin, sebenernya aku udah maafin sih tapi malas respon"
"bilang aja udah kamu maafin sa, tapi tumben ya dia begitu" Viola mengerutkan dahi.
(mereka sambil berjalan)
Dan mereka berdua berpapasan dengan geng Astra. di lorong arah loker.
geng Astra mengejek gadis itu sambil tertawa.
"Hey lihat gadis cupu melewati kita tanpa basa basi" (hahahha)
"hallo dek" (hahhaha)
"percuma cantik kalau cupu cuaaakkksss"
(hahahaha)
Astra hanya melihat mereka berdua tanpa bertindak apa apa.
"HEEEYYY!! PERCUMA GANTENG KALAU BACOD CHUAAKKSSS"
Alexsa teriak dan manyun.
"dihh apa apaan muka itu, 10menit yang lalu mulutnya minta maaf, sekarang?"
"iyaaa bener!! ga jelas itu cowok" Viola greget.
Mereka berdua melewati lorong dengan kesal .
"ketua kok diem aja, ga ikut ejek gadis itu? aahh tidak seru!"
Astra hanya diam karena dia sangat senang melihat muka Alexsa kesal dan manyun.
"kenapa senyum?"
"Gak" (Astra pergi).
kriing kriing (bel masuk)
Semua masuk ke kelass! ucap guru piket.
belajar seperti biasanya.
Alexsa tidak menegur Astra.
krrriettt sreeettt krrieeett sreeettt
suara kaki Astra memainkan kursi Alexsa
"heh! diam"
hahaha( senyum tipis)
"maafin aku enggaa" (Astra berbisik ke arah Alexsa)
"merinding anjrot" lirikan nya
"jadii kamu ga maafin aku?"
"kalau mau minta maaf yang tulus dong, baru aja minta maaf eh langsung buat ulaah" greget Alexsa.
"okeeyyy" Astra menjawab.
"apa apaansih"
"Baik anak anak hari ini bapak bagi kelompok untuk presentasi dari yang bapak jelaskan tadi, Minggu depan sudah ujian ,bapak harap kumpul tugas dengan baik, ketua kelas tolong atur kelompok, bapak ada kerjaan di kantor jadi bapak tinggal, jangan ribut!"
**(bagi kelompok)
"Haahh! gamau!, aku gamau satu kelompok sama Astra" Alexsa kesal.
"iya nihh aku gamau juga" viola menambah.
mereka berdua bisik bisik
"coba aja kak varel satu kelas sama kita satu kelompok juga hihi pasti jadi semangat"
Astra mendengar bisikan mereka.
Tatapan tajam dari Astra
"kak varel? apa benar kemarin kak varel ikut ke rumahnya" gumam Astra
"sialan".
"Gaaaak, semua harus nurut sama aku, tugas dari bapak" ujar ketua kelas.
"masih ada 1jam pelajaran dari bapak Yahya, kita langsung bentuk meja kelompok ya" tambahan dari wakil ketua kelas.
Anggota kelompok ada 5 orang dan Alexsa sekelompok dengan Astra .
kelompok mereka sunyi. Viola mencairkan suasana.
"jadi kita bagi tugas ya"
" tugas ku cari ide dari buku aja" pinta Alexsa.
"Andre minjam buku nya 1" alexsa meminjam.
"gaaakk cari sendiri lah"
"tapikan kamu ada 3 buku ga boleh serakah"
"apaan sih kelompok mu mana cari sendiri lah itu di perpus" Andre menjawab
Drrrtttt (suara kursi )
"cepat pinjam kan buku jangan buat teman ku ini emosi"
"tidak ada yang gratis disi..
plaakkk "tuuh uang, mata duitan" Astra memberikan uang.
"baik yang mulia, Monggo mbak ini bukunya"
(suara sopan santun Andre)
Alexsa menatap Astra.
setelah minjam buku mereka kembali ke meja kelompok. Alexsa tetap menantap Astra.
"apa rencana selanjut mu tuan muda" ..