Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Menangis bersama hujan



kini ara sedang duduk di pinggiran halte


ya, ara tidak kembali ke tendanya, melainkan ia berlari keluar area perkemahan dan duduk di sebuah halte yang tak jauh dari perkemahan itu, ia menumpahkan kesedihannya di tempat itu.


hingga kilatan petir yang bergemuruh ikut menemani kesedihannya, dan tak lama kemudian hujan turun dengan amat deras, hingga tangisan ara terkalahkan oleh suara hujan itu.


ara yang tadinya berteduh di bawah halte, berjalan ke depan halte dan membiarkan air hujan mengguyur tubuh kecilnya.


ya, inilah yang ara suka, menangis di bawah guyuran hujan, karena tak akan ada orang yang tahu jika ara sedang menangis saat itu.


" Alvin..!!, gue minta maaf, gue gak bisa membohongi perasaan gue!, gue gak bisa mengelak tentang perasaan ini, gue berharap loe akan terus menyiksa gue vin, supaya gue bisa benci sama loe..!!!", ujar ara berteriak


namun tetap saja hanya ia yang dapat mendengar suaranya sendiri.


di waktu yang bersamaan kelima teman ara panik, karena tak menemukan ara di dalam tenda mereka, sedangkan saat itu mulai turun rintikan hujan sehingga mereka terpaksa meninggalkan perkemahan dan mencari villa.


namun, kendala mereka saat ini adalah, mereka tak menemukan ara dimanapun, hingga teriakan mereka menggemparkan temannya yang lain.


" ara..!!, loe dimana..!!??", teriak mereka bersamaan


rey, yang mendengarnya pun langsung menghampiri rizka


" ara kemana?", tanya rey dengan nada khawatir


" gak tau rey, tadi pas dia nangis, dia langsung lari gitu aja, kita kira dia ke tenda, tapi ternyata gak ada?!", sahut rizka yang tak kalah panik


" s***t!!", umpat rey, langsung mencari seseorang yang akan di hantamnya


bugh!!


rey tiba-tiba saja memberikan bogemannya ke orang itu, saat sudah menemukannya.


" apa-apaan sih loe??!!", bentak alvin tak terima, sambil mengelap ujung bibirnya yang terluka


" ini semua gara-gara loe!!", bentak rey


" apa salah gue??!", sahut alvin


" gara-gara loe ara hilang!!", lanjut rey berkata


alvin terkejut seketika


" kenapa jadi karena gue?, jelas-jelas dia yang nangis gak jelas, terus pergi gitu aja!, palingan juga pulang ke rumah!, dia itu cuman akting doang biar bisa pulang dari perkemahan ini!!", ujar alvin tak peduli, dan langsung berlalu meninggalkan rey yang makin naik darah mendengar perkataan terakhir alvin.


rey masih mengepalkan tangannya geram


"seandainya loe tahu ara nangis karena loe?, apa yang akan loe lakuin?", batin rey bertanya pada sosok yang sudah melangkah jauh darinya.


kebanyakan dari mereka sudah berangkat menuju villa, hanya beberapa orang yang masih mengkhawatirkan ara, dan sibuk mencarinya.


" vin, ayo kita berangkat!", ujar chelsea sambil merangkul tangan alvin manja


" chel, loe duluan ya sama alkha!, gue harus bertanggung jawab kalau salah satu dari kita bermasalah", jelas alvin


" loe ngapain sih vin cari cewek yang selalu nantangin loe itu?!, dia itu benci sama loe!, dan gak pernah peduli sama loe!!", tegas chelsea tak terima


" tapi ini tanggung jawab gue chel!", tegas alvin tak mau di bantah dan langsung meninggalkan chelsea seorang diri


chelsea hanya mencibir tak suka


" dasar cewek pengusik!, liat aja gue bakal bantu alvin buat ngeluarin loe dari kampus ini!, gue akan menghancurkan prestasi loe!!", umpat chelsea dalam hatinya


alvin masih berkeliling di area perkemahan itu dengan mobilnya, hingga ia menemukan sosok wanita yang berdiri di tengah jalan dan membuat alvin merem dadak mobilnya.


ya, wanita itu adalah ara.


kondisi ara sudah sangat buruk, hingga ia melihat sorotan cahaya mobil yang menyilaukan matanya, namun pandangan matanya tiba-tiba buyar, dan ara terjatuh tak sadarkan diri.


alvin terkejut saat menemukan sosok yang dicarinya tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri, ia segera keluar dari mobilnya dan membopong ara memasuki mobilnya.


alvin tak langsung menjalankan mobilnya ia masih menatap wajah cantik wanita yang tak sadarkan diri di sampingnya ini, ia melepaskan jaketnya dan mengaitnya di tubuh ara.


" sebenarnya apa maksud loe sih ra?,apa maksud nyanyian loe tadi?, apa maksud tatapan loe tadi?, dan apa maksud tangisan loe tadi?, apa semua itu untuk gue?, tolong ra, jangan membuat gue kembali berharap sama loe!, gue gak mau sakit hati ra!, bahkan saat gue mencoba untuk membenci loe pun,0ⁿ gue tetap sakit hati ngeliat loe sama cowok lain, terus gimana kalau gue jatuh cinta sama loe?,gue gak pantes bersanding dengan wanita sebaik loe ra!, tapi gue juga gak terima ngeliat loe dekat dengan pria lain..", lirih alvin dalam hatinya sambil menatap sendu seseorang yang saat ini membuat hatinya kacau


alvin pun masih tak memahami apa yang ia rasakan sekarang, yang ia tahu hanyalah jika ia bersama ara itu memang tak akan mungkin, sesuai lagu yang dinyanyikan ara itu.


hingga tanpa sadar, air dari pelupuk mata alvin mulai berjatuhan, alvin kembali mengingat bagaimana kisah perjalanan hidupnya dulu, yang ia lewati dengan wanita ini, yang


menurut alvin itu adalah masa-masa terindah dalam hidupnya.